Anda di halaman 1dari 12

AUDIT TERHADAP SIKLUS PENGELUARAN:

PENGUJIAN SUBSTANTIF
TERHADAP AKTIVA TETAP

IMSAN MUHAIMIN, SE Ak, M.Ak


CA, CPA, CACP, Asean-CPA
Dipergunakan untuk kalangan terbatas pada mahasiswa UNISMUH Makassar
AKTIVA TETAP
Aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang memiliki
wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu
tahun, dan diperoleh perusahaan untuk melaksanakan
kegiatan perusahaan, bukan untuk dijual kembali.
Karena kekayaan ini mempunyai wujud, seringkali
aktiva tetap ini disebut dengan aktiva tetap berwujud
(tangible fixed assets).
Aktiva tetap dalam perusahaan manufaktur
digolongkan menjadi :
a. Tanah dan perbaikan tanah (land and land improvement)
b. Gedung dan perbaikan gedung (building and building
improvement)
c. Mesin dan Peralatan
d. Kendaraan
e. Inventaris Kantor
Transaksi yang berkaitan dengan aktiva
tetap
Aktiva tetap
Perolehan Penghentian Pemakaian
Pengeluaran Modal Penjualan
Revaluasi Pertukaran
Depresiasi Akumulasi Aktiva Tetap
Penghentian pemakaian Depresiasi
Penjualan
Pertukaran
Jurnal-jurnal transaksi yang menyangkut perubahan aktiva tetap
dan akun depresiasi akumulasi yang bersangkutan adalah :
 
Transaksi pemerolehan aktiva tetap Transaksi penghentian pemakaian aktiva
Aktiva tetap xxx tetap
Kas xxx Depresiasi akumulasi aktiva tetap xxx
Transaksi pengeluaran modal Rugi penghentian pemakaian aktiva tetap xxx
Aktiva tetap xxx Aktiva tetap xxx
Kas xxx
Transaksi reparasi dan pemeliharaan
Transaksi depresiasi aktiva tetap aktiva tetap
Biaya depresiasi xxx
Biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap xxx
Depresiasi akumulasi aktiva tetap xxx
Kas
xxx
Sediaan suku cadang
xxx
Gaji dan upah
xxx
Perbedaan Karakteristik Aktiva Tetap dan Aktiva Lancar
Aktiva tetap memiliki karakteristik yang berbeda dengan aktiva lancar.
Memahami perbedaan karakteristik aktiva lancar dengan aktiva tetap, akan membantu
melakukan pengujian substantif dengan efektif terhadap dua golongan tersebut.
Perbedaan karakteristik aktiva tetap dengan aktiva lancar adalah:
 Akun aktiva tetap mempunyai saldo yang besar di dalam neraca, transaksi
perubahannya relatif sangat sedikit namun umumnya menyangkut jumlah rupiah
yang besar.
 Kesalahan pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap mempunyai
pengaruh kecil terhadap perhitungan rugi laba, sedangkan kesalahan pisah batas
transaksi yang bersangkutan dengan aktiva lancar berpengaruh langsung terhadap
perhitungan rugi laba tahun yang diaudit.
 Aktiva tetap disajikan di neraca pada kosnya dikurangi dengan depresiasi
akumulasian, sedangkan aktiva lancar disajikan di neraca pada nilai bersih yang dapat
direalisasikan pada tanggal neraca.
Perbedaan Pengujian Substantif terhadap Aktiva
Tetap dengan Aktiva Lancar
 Frekuensi transaksi yang menyangkut aktiva tetap relatif sedikit, maka
jumlah waktu yang dikonsumsi untuk pengujian substantif terhadap aktiva
tetap relatif lebih sedikit dibandingkan dengan waktu untuk pengujian
substantif aktiva lancar.
 Ketepatan waktu pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva
tetap sedikit pengaruhnya terhadap perhitungan rugi laba, maka auditor
tidak mengarahkan perhatianya terhadap masalah ketelitian. Sedangkan
dalam pengujian substantif terhadap transaksi aktiva lancar, auditor
memusatkan perhatiannya.
 Pengujian substantif terhadap aktiva tetap lebih dititikberatkan pada
verifikasi mutasi aktiva tetap yang terjadi dalam tahun yang diaudit.
Pengujian Substantif terhadap Aktiva Tetap
dalam Audit yang Pertama Kalinya

Faktor yang harus dipertimbangkan dalam audit terhadap aktiva tetap


pada audit pertama kalinya :
 Apakah laporan keuangan tahun sebelumnya telah diaudit oleh
auditor independen lain?
 Apakah klien menyelenggarakan catatan rinci untuk aktiva tetapnya?
 Apakah klien mengharapkan dokumen yang mendukung transaksi
yang bersangkutan dengan pemerolehan dan mutasi aktiva tetap
sampai dengan saat audit yang pertama dilaksanakan?
Tujuan Pengujian Substantif Terhadap Saldo Aktiva
Tetap
 Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang
bersangkutan dengan aktiva tetap.
 Membuktikan keberadaan aktiva tetap dan keterjadian transaksi
yang berkaitan dengan aktiva tetap yang dicantumkan di neraca.
 Membuktikan hak kepemilikan klien atas aktiva tetap yang
dicantumkan di neraca.
 Membuktikan kewajaran penilaian aktiva tetap yang dicantumkan di
neraca.
 Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tetap
di neraca.
Prosedur Analitik
Ratio Formula
1. Tingkat perputaran aktiva tetap Hasil penjualan bersih + rerata
   saldo aktiva tetap
 
2. Ratio laba bersih dengan aktiva tetap Hasil penjualan bersih + rerata
saldo aktiv tetap
3. Ratio aktiva tetap dengan modal  
saham Aktiva tetap + modal saham
 
 
4. Ratio biaya reparasi dan
pemeliharaan dengan aktiva tetap Biaya reparasi dan pemeliharaan +
hasil penjualan bersih
Pengujian terhadap Transaksi Rinci
 Periksa tambahan aktiva tetap ke dokumen yang mendukung
transaksi pemerolehan aktiva tetap.
 Periksa berkurangnya aktiva tetap ke dokumen yang
mendukung tentang transaksi tersebut.
 Periksa ketepatan pisah batas transaksi aktiva tetap.
 Lakukan review terhadap akun biaya reparasi dan
pemeliharaan akutiva tetap.
Pengujian Terhadap Saldo Akun Rinci
 Lakukan inspeksi terhadap tambahan aktiva tetap dalam tahun yang diaudit.
 Periksa dokumen kontrank dan dokumen hak kepemilikan klien atas aktiva tetap.
 Periksa dokumen yang mendukung pemerolehan dan penghentian pemakaian
aktiva tetap.
 Periksalah dokumen yang bersangkutan dengan biaya sewa.
 Lakukan inspeksi terhadap polis asuransi aktiva tetap.
 Mintalah informasi mengenai aktiva tetap yang dijadikan jaminan dalam penarikan
hutang.
 Lakukan inspeksi terhadap perjanjian leasing.
 Lakukan review terhadap perhitungan depresiai dan deplesi aktiva tetap.
 Lakukan rekonsiliasi aktiva tetap tertentu ke dalam buku pembantu aktiva tetap.
 Hitung kembali jumlah rupiah yang dicatat di dalam akun-akun yang terkait dalam
transaksi penghentian pemakaian aktiva tetap.