Anda di halaman 1dari 21

OM SWASTYASTU

ASUHAN KEPERAWATAN SEHAT JIWA


SEPANJANG RENTANG KEHIDUPAN : IBU HAMIL
KELOMPOK 7
ANGGOTA KELOMPOK

• I GST BGS KM ALIT WARDANA (P07120216056)


• PUTU SRI WIADNYANI (P07120216057)
• NI PUTU NITA AYU SANDRA (P07120216058)
SEHAT JIWA PADA IBU HAMIL

 SEIRING DENGAN BERTAMBAHNYA USIA KEHAMILAN, IBU


AKAN MENGALAMI PERUBAHAN PSIKOLOGIS DAN PADA SAAT
INI PULA WANITA AKAN MENCOBA UNTUK BERADAPTASI
TERHADAP PERAN BARUNYA MELALUI TAHAP
ANTISIPASI,TAHAP HONEYMOON, TAHAP STABIL, TAHAP
AKHIR.
TAHAP ADAPTASI TERHADAP PERAN BARU

• TAHAP ANTISIPASI
DALAM TAHAP INI WANITA AKAN MENGAWALI ADAPTASI
PERANNYA DENGAN MERUBAH PERAN SOSIALNYA MELALUI
LATIHAN FORMAL (MISALNYA KELAS-KELAS KHUSUS
KEHAMILAN) DAN INFORMAL MELALUI MODEL PERAN (ROLE
MODEL).
TAHAP ADAPTASI TERHADAP PERAN BARU

• TAHAP HONEYMOON (MENERIMA PERAN, MENCOBA MENYESUAIKAN


DIRI)
PADA TAHAP INI WANITA SUDAH MULAI MENERIMA PERAN BARUNYA
DENGAN CARA MENCOBA MENYESUAIKAN DIRI. SECARA INTERNAL
WANITA AKAN MENGUBAH POSISINYA SEBAGAI PENERIMA KASIH
SAYANG DARI IBUNYA MENJADI PEMBERI KASIH SAYANG TERHADAP
BAYINYA.
TAHAP ADAPTASI TERHADAP PERAN BARU

• TAHAP STABIL (BAGAIMANA MEREKA DAPAT MELIHAT


PENAMPILAN DALAM PERAN)
TAHAP SEBELUMNYA MENGALAMI PENINGKATAN SAMPAI IA
MENGALAMI SUATU TITIK STABIL DALAM PENERIMAAN PERAN
BARUNYA. IA AKAN MELAKUKAN AKTIVITAS-AKTIVITAS YANG
BERSIFAT POSITIF DAN BERFOKUS UNTUK KEHAMILANNYA,
SEPERTI MENCARI TAHU TENTANG INFORMASI SEPUTAR
PERSIAPAN KELAHIRAN, CARA MENDIDIK DAN MERAWAT ANAK,
SERTA HAL YANG BERGUNA UNTUK MENJAGA KONDISI
KESEHATAN KELUARGA
TAHAP ADAPTASI TERHADAP PERAN BARU

• TAHAP AKHIR (PERJANJIAN)


MESKIPUN IA SUDAH CUKUP STABIL DALAM MENERIMA
PERANNYA, NAMUN IA TETAP MENGADAKAN “PERJANJIAN”
DENGAN DIRINYA SENDIRI UNTUK SEDAPAT MUNGKIN
“MENEPATI JANJI” MENGENAI KESEPAKATAN-KESEPAKATAN
INTERNAL YANG TELAH IA BUAT  BERKAITAN DENGAN APA
YANG AKAN IA PERANKAN SEJAK SAAT INI SAMPAI BAYINYA
LAHIR KELAK.
PERUBAHAN PSIKOLOGIS SELAMA
KEHAMILAN
PERUBAHAN PSIKOLOGIS TRIMESTER I (PERIODE
PENYESUAIAN) :
•IBU MERASA TIDAK SEHAT DAN KADANG MERASA BENCI
DENGAN KEHAMILANNYA.
•KADANG MUNCUL PENOLAKAN, KEKECEWAAN, KECEMASAN,
DAN KESEDIHAN. BAHKAN KADAANG IBU BERHARAP AGAR
DIRINYA TIDAK HAMIL SAJA.
•IBU AKAN SELALU MENCAARI TANDA-TANDA APAKAH IA
BENAR-BENAR HAMIL. HAL INI DILAKUKAN SEKEDAR UNTUK
MEYAKINKAN DIRINYA.
PERUBAHAN PSIKOLOGIS SELAMA
KEHAMILAN
PERUBAHAN PSIKOLOGIS TRIMESTER II (PERIODE KESEHATAN
YANG BAIK)
•IBU MERASA SEHAT, TUBUH IBU TERBIASA DENGAN KADAR
HORMON YANG TINGGI.
•IBU SUDAH DAPAT MENERIMA KEHAMILAN.
•MERASAKAN GERAKAN ANAK.
•MERASA TERLEPAS DARI KETIDAKNYAMANAN DAN
KEKHAWATIRAN.
•LIBIDO MENINGKAT.
•MENUNTUT PERHATIAN UNTUK CINTA.
PERUBAHAN PSIKOLOGIS SELAMA
KEHAMILAN

Perubahan Psikologis Trimester III (penantian dengan penuh


kewaspadaan)
•Rasa tidak nyaman timbul kembali, merasa dirinya jelek, aneh, dan
tidak menarik.
•Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu.
•Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat
melahirkan, khawatir akan keselamatannya.
•Khawatir bayi yang akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal,
bermimpi
MASALAH EMOSI SELAMA KEHAMILAN

• TRIMESTER 1: SERING TERJADI FLUKTUASI LEBAR ASPEK


EMOSIONAL SEHINGGA PERODE INI MEMPUNYAI RESIKO
TINGGI UNTUK TERJADI PERTENGKARAN ATAU RASA TIDAK
NYAMAN.
• TRIMESTER II: FLUKTUASI EMOSIONAL SUDAH MULAI
MEREDA DAN PERHATIAN WANITA HAMIL LEBIH TERFOKUS
PADA BERBAGAI PERUBAHAN TUBUH YANG TERJADI SAAT
KEHAMILAN, KEHIDUPAN SEKSUAL KELUARGA DAN
HUBUNGAN BATHINIAH DENGAN BAYI YANG
DIKANDUNGANNYA.
MASALAH EMOSI SELAMA KEHAMILAN

• TRIMESTER III: BERKAITAN DENGAN BAYANGAN RESIKO


KEHAMILAN DAN PROSES PERSALINAN SEHINGGA WANITA
HAMIL SANGAT EMOSIONAL DALAM UPAYA MEMPERSIAPKAN
ATAU MEWASPADAI SEGALA SESUATU YANG AKAN
DIHADAPI.
GANGGUAN KECEMASAN PADA KEHAMILAN

• GANGGUAN KECEMASAN SECARA MENYELURUH


• GANGGUAN PANIK
• GANGGUAN OBSESIF KOMPULSIF
TELAAH JURNAL

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN PSIKOLOGIS


IBU HAMIL TRIMESTER III DALAM MENGHADAPI PERSALINAN
•PROBLEM
PADA IBU HAMIL TRIMESTER III UMUMNYA MENGALAMI
KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERSALINAN (52,5%) DAN
SISANYA TIDAK MENGALAMI KECEMASAN (47,5%) (ISTIKHOMAH,
2015). MENURUT DATA PROFIL DINAS KESEHATAN ACEH TAHUN
2016, BAHWA JUMLAH SELURUH IBU HAMIL SEBESAR 105.409 JIWA,
SEDANGKAN ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) DI PROVINSI ACEH TAHUN
2013 SEBESAR 190/100.000 KELAHIRAN HIDUP (DINKES PROVINSI
ACEH, 2016). SEDANGKAN DATA YANG DIPEROLEH DARI DINKES
PIDIE, JUMLAH KUNJUNGAN IBU HAMIL K1 8.728 (85%), DAN K4 73.31
(72%) (DINKES PIDIE, 2016). POPULASI DALAM PENELITIAN INI IBU
HAMIL TRIMESTER III SEBANYAK 57 RESPONDEN
TELAAH JURNAL

• INTERVENTIONS

PENELITIAN INI MENGGUNAKAN METODE ANALITIK DENGAN


PENDEKATAN CROSS SECTIONAL. PENELITIAN INI TELAH
DILAKUKAN PADA TANGGAL 12 APRIL SAMPAI 4 AGUSTUS
2018 DI BPM NURUL HUSNA KABUPATEN PIDIEYANG
BERKUNJUNG KE BIDAN PRAKTEK MANDIRI NURUL HUSNA
PADA BULAN JUNI-JULI SEBANYAK 57 RESPONDEN.TEHNIK
PENGAMBILAN SAMPEL DILAKUKAN SECARA TOTAL
POPULASI. ANALISA DATA DILAKUKAN DENGAN
MENGGUNAKAN UJI CHI-SQUARE DENGAN BATAS
KEMAKNAAN 95% (P< 0,05).
TELAAH JURNAL

COMPARISON
•PENERAPAN TERAPI KELOMPOK SUPORTIF PADA IBU HAMIL
DENGAN ANSIETAS MELALUI PENDEKATAN TEORI MERCER DI
KELURAHAN BALUMBANG JAYA, BOGOR BARAT.
•TERAPI KELOMPOK SUPORTIF DENGAN PENDEKATAN TEORI
MERCER YANG DILAKUKAN PADA IBU HAMIL DENGAN ANSIETAS
SEDANG MEMPERLIHATKAN HASIL YANG EFEKTIF UNTUK
MENGURANGI ANSIETAS TANPA DIPENGARUHI OLEH
KARAKTERISTIK IBU HAMIL
TELAAH JURNAL

LATAR BELAKANG PSIKOLOGIS KECEMASAN IBU HAMIL USIA 35


TAHUN KE ATAS
•SUBJEK YANG DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN INI ADALAH IBU
HAMIL USIA 35 TAHUN KE ATAS YANG BERJUMLAH 2 ORANG
YANG SEDANG MENGALAMI KECEMASAN. KECEMASAN SUBJEK
DIKETAHUI DARI SKALA KECEMASAN YANG DISUSUN OLEH
PENELITI.
•BERDASARKAN PENELITIAN KEPADA KEDUA SUBYEK
PENELITIAN, LATAR BELAKANG PSIKOLOGIS KECEMASAN IBU
HAMIL USIA 35 TAHUN KE ATAS ADALAH: BAYANGAN IBU HAMIL
SEPUTAR PERSALINAN, BAYANGAN AKAN TERJADINYA
KEGUGURAN, BAYI, CACAT, BAYI PREMATURE, DAN ANAK
KEMBAR
TELAAH JURNAL

STATUS KESEHATAN MENTAL IBU HAMIL DI BANJARNEGARA


•RESPONDEN DALAM PENELITIAN INI ADALAH 100 ORANG IBU
HAMIL YANG DIBEDAKAN BERDASARKAN DATA DEMOGRAFIS
YANG BERUPA STATUS BEKERJA/TIDAKBEKERJA, TEMPAT
TINGGAL, URUTAN KEHAMILAN DAN PENDIDIKAN TERAKHIR.
•DARI 100 IBU HAMIL, SEBAGIAN BESAR IBU HAMIL (45%)
MEMILIKI TINGKAT DEPRESI DALAM KATEGORI NAIK TURUN
PERASAAN YANG TERGOLONG WAJAR. SEBAGIAN BESAR (57%)
IBU HAMIL TIDAK MEMILIKI KECEMASAN. SEDANGKAN BILA
DILIHAT DARI KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF, SEBAGIAN BESAR
SUBJEK MEMILIKI TINGKAT KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF YANG
TERGOLONG SEDANG, YAITU 50% DARI KESELURUHAN SUBJEK.
TELAAH JURNAL

OUTCOME
•IBU YANG MENDAPAT DUKUNGAN SUAMI AKAN LEBIH SIAP
PSIKOLOGISNYA KARENA DISEBABKAN SEMAKIN TINGGI
DUKUNGAN DARI ORANG SEKITAR TERUTAMA SUAMI MAKA
AKAN SEMAKIN RENDAH KECEMASAN MENJELANG KELAHIRAN
YANG DIALAMI OLEH IBU HAMIL. MEMBERIKAN PERHATIAN DAN
KASIH SAYANG DAPAT MENGURANGI PSIKOLOGIS IBU, BENTUK
PERHATIAN SEPERTI MENEMANI PEMERIKSAAN KEHAMILAN
DAN TERUS MEMBERIKAN DUKUNGAN BAHWA IBU DAPAT
MENJALANI PROSES MELAHIRKAN DENGAN LANCAR DAPAT
MEMBUAT IBU SENANG DAN TIDAK DEPRESI.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH