Anda di halaman 1dari 20

Gita Nurul Puspita, M. Pd.

 Standar Kompetensi
6. Memahami konsep dan penerapan getaran,
gelombang, dan optika dalam produk
teknologi sehari-hari.

 Kompetensi Dasar
6.2. Menerapkan konsep bunyi dalam
kehidupan sehari-hari
 Tujuan Pembelajaran
Setelah melakukan kegiatan pembelajaran,
siswa dapat:
1. Memahami sumber-sumber bunyi;
2. Memahami perambatan bunyi di udara;
3. Memahami perambatan bunyi melalui zat
padat;
4. Memahami peristiwa resonansi;
5. Memahami pemantulan bunyi.
 Gelombang yang merambat pada
frekuensi tertentu akan
menggetarkan gendang telingamu
lalu memberikan informasi ke otak
sebagai suara atau bunyi tertentu.
 Gelombang bunyi termasuk ke dalam
gelombang longitudinal, mengapa?
 Apa medium perambatan bunyi?
 Bunyi dihasilkan dari sumber getaran
dalam suatu medium (Sound is Gambar 1. Telinga Manusia
produced by any vibrating source
placed in a medium).
Bunyi tidak dapat merambat jika tidak ada udara.
Bel masih berbunyi ketika masih ada udara, tapi bila udara
dipompa keluar dari botol, bunyi bel perlahan menghilang.
Bunyi yang terdengar bergantung pada jarak antara sumber
bunyi dan pendengar. Jarak yang ditempuh bunyi tiap
satuan waktu disebut cepat rambat bunyi (v). Secara
matematis, hal itu dituliskan sebagai berikut.

dengan : v = cepat rambat gelombang bunyi (m/s),


s = jarak sumber bunyi dengan pengamat (m),
t = waktu tempuh (s).
Oleh karena bunyi merupakan suatu bentuk gelombang, dapat dituliskan:

CONTOH SOAL dapat dipelajari di Buku Paket halaman 223


1. Seorang anak berteriak ke dalam sumur yang kosong, selang
waktu 0,2 s dia mendengar bunyi pantulnya. Jika dasar
sumur ke arah tersebut 32 m, cepat rambat bunyi saat itu
adalah .... (UN 2007)
a. 160 m/s
b. 320 m/s
c. 550 m/s
d. 1.500 m/s
2. Gelombang bunyi merambat di udara dengan kecepatan 300
m/s. Jika panjang gelombangnya 25 cm, berapakah frekuensi
gelombang tersebut?
 Apa saja yang dapat menjadi sumber
bunyi?
 Pernahkah kamu mendengarkan bunyi rel
kereta api pada saat kereta api mau
lewat? Ketika kereta api akan tiba,
terdengar suara gemuruh dari kereta,
walaupun keretanya belum terlihat.
Suara kereta yang belum kelihatan juga
dapat kamu dengar melalui rel kereta api.
 Cepat rambat bunyi di udara berbeda
Gambar 2. Bunyi Kereta
dengan cepat rambat bunyi pada rel Api yang Melintas
kereta api (zat padat). Manakah yang
lebih cepat?
 Berdasarkan frekuensinya bunyi
dikelompokkan menjadi apa?
 Manakah yang dapat didengar manusia?
 Berdasarkan frekuensinya, bunyi
dikelompokkan menjadi:
1. Infrasonik, frekuensi < 20 Hz
2. Ultrasonik, frekuensi > 20.000 Hz
3. Audiosonik, frekuensi 20 – 20.000 Hz

Gambar 3. Daerah Frekuensi


 Apa perbedaan desah dan nada?
 Tiga garputala (A, B, C) berada dalam jarak
yang dekat, garputala A dan B memiliki
frekuensi yang sama sedangkan C berbeda.
Jika garputala A dipukul manakah garputala
yang akan berbunyi?
 Desah: Frekuensi bunyi yang tidak teratur,
misalnya suara banyak orang di pasar.
 Nada: Frekuensi bunyi yang teratur.
 Jika 2 garputala berbeda frekuensinya
digetarkan, garputala yang frekuensinya
lebih besar akan menghasilkan nada lebih
tinggi.
 Ketika dua garputala A dan B
yang frekuensinya sama
dipukul, getaran mengusik
udara di sekitar sehingga
garputala yang frekuensinya
sama dan jaraknya dekat
bergetar dan berbunyi.
 Garputala yang berbeda
frekuensinya tidak akan
bergetar dan berbunyi.
Gambar 4. Resonansi pada
Garputala
 Bunyi datang, bunyi
pantul, dan garis
normal terletak pada
bidang yang sama;
 Besar sudut datang ()
sama dengan besar
sudut pantul ().

Gambar 5. Skema Pemantulan


Bunyi
 Sifat pemantulan bunyi sangat penting bagi beberapa hewan,
seperti kelelawar.
 Pemantulan gelombang bunyi ultrasonik digunakan manusia
untuk mengukur panjang gua dan kedalaman lautan atau danau.
 Bunyi pantul yang diterima telah menempuh dua kali perjalanan,
yaitu dari sumber bunyi ke pemantul dan dari pemantul ke
penerima atau pendengar. Waktu yang dibutuhkan untuk
sampai ke pemantul adalah ½ t .Oleh karena itu, jarak yang
ditempuh oleh bunyi yang dipantulkan dapat ditulis sebagai
berikut.

CONTOH SOAL dapat dipelajari di Buku Paket halaman 229


1. Prinsip pemantulan bunyi digunakan untuk
mengukur kedalaman laut. Bunyi pantul
terdengar 0,2 sekon setelah bunyi aslinya.
Jika cepat rambat bunyi dalam air laut 1.500
m/s, hitunglah kedalaman air laut tersebut.
 Gaung (kerdam): bunyi pantul yang hanya
terdengar sebagian bersamaan dengan bunyi asli.
Contoh ketika berteriak di gedung
Bunyi asli : mer - de - ka
Bunyi pantul : mer - de - ka
 Gema: bunyi pantul akan terdengar beberapa
saat setelah bunyi asli.
Bunyi asli : mer - de - ka
Bunyi pantul : mer - de - ka
 Faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi
nada alamiah sebuah senar/ dawai:
1. Panjang senar;
2. Luas penampang;
3. Tegangan senar;
4. Massa jenis senar.
 Teks dan Gambar:
Karim, S., et al. 2008. Belajar IPA Membuka
Cakrawala Alam Sekitar. Jakarta: Pusat
Perbukuan.
Wasis dan Irianto, S. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam
SMP dan MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat
Perbukuan.

 Video
http://www.youtube.com