Anda di halaman 1dari 20

Modifikasi

perilaku "token
ekonomi"
Fakultas Psikologi
Universitas Negeri Makassar
Maret 2020
Assalamu’alaikum!
I am NUR ARINI YUSUF
NIM. 1771342005
I am here because I love to give presentations.
You can find me at @ririnyusuf10@gmail.com

2
introduction

Salah satu teknik yang biasa digunakan dalam pengubahan perilaku manusia
berdasarkan pendekatan behaviorism adalah teknik ekonomi token (Token Economy
Technique).

3
Token ekonomi
Let’s start with the first set of slides
✘ "Token ekonomi adalah satu bentuk pengubahan perilaku yang
dirancang untuk meningkatkan perilaku yang disukai dan
mengurangkan perilaku yang tidak disukai dengan
menggunakan token atau koin (Ayllon, 1999).

✘ Token Ekonomi merupakan sebuah sistem reinforcement untuk


perilaku yang dikelola dan diubah, seseorang mesti dihadiahi/
diberikan penguatan untuk meningkatkan atau mengurangi
perilaku yang diinginkan (Garry, 1999).

5
✘ Token ekonomi dibuat berdasarkan prinsip
conditioning reinforcement. Conditioning
reinforcement adalah stimulus yang tidak secara
langsung menguatkan perilaku, namun stimulus
tersebut bisa menjadi penguat jika dipasangkan
dengan reinforcer lain.

6
“ Metode token ekonomi dikembangkan oleh ayllon
dan azrin (dalam Indrijati,2000 hal.9). Metode token
ekonomi ini efektif pada seluruh tingkat usia. Pada
situasi dimana kontrol yang sangat ketat dibutuhkan
maka metode token ekonomi menjadi metode
intervensi yang baik.

7
✘ Susanti (2012) mendefinisikan token ekonomi sebagai salah satu
bentuk pemberian imbalan sebagai penguat secara simbolik. Dalam hal ini subjek
diberikan motivasi dan reinforcement berupa imbalan. Subjek akan diberikan imbalan
apabila subjek bisa melakukan sesuai dengan target yang telah disepakati.

8
✘ Tujuan utama dari Ekonomi Token
adalah meningkatkan perilaku yang
disukai (baik) dan mengurangkan
perilaku tidak disukai (Miltenberger,
2001).

9
DENGAN KESIMPULAN, TOKEN
EKONOMI ADALAH?
✘ Token ekonomi adalah suatu cara untuk penguatan tingkah laku
yang ditujukan seseorang anak/orang dewasa yang sesuai
dengan target yang telah disepakati menggunakan hadiah untuk
penguatan yang simbolik. (Seperti koin, bintang, dll)

10
Prinsip-prinsip Token Ekonomi
✘ Walker ( Purwanto, 2012)menjelaskan bahwa dalam token ekonomi terdapat
beberapa elemen pokok, yaitu :
1. Lingkungan dapat dikontrol
2. Sasaran perilaku harus spesifik
3. Tujuan dapat terukur
4. Bentuk benda yang di jadikan token harus jelas
5. Kepingan sebagai hadiah
6. Sesuai dengan perilaku yang di inginkan
7. Kepingan memiliki makna sebagai pengukuh

11
Prinsip pokok terapi token ekonomi
✘ Dalam penerapam token ekonomi, ada prinsip-prinsip yang perlu dipenuhi, yaitu :
1. Terapis harus memberikan token segera setelah perilaku target yang diinginkan terjadi.
2. Terapis harus memberikan pujian pada individu di samping memberikan token setiap kali
perilaku yang diinginkan terjadi
3. Untuk anak-anak atau individu dengan cacat intelektual yang cukup parah, diawal
program penguat/reinforcement tambahan harus diberikan kepada individu bersamaan
dengan diberikannya token, sehingga token akan lebih cenderung menjadi penguat
bersyarat untuk masa depan.
4. Karena token ekonomi tidak tersedia dalam kehidupan nyata, maka sebelum individu
berhenti melakukan traetment, prosedur token ekonomi harus dihentikan.

12
Tiga karakteristik dasar token
ekonomi :
1. Perilaku yang akan diperkuat dinyatakan secara jelas
2. Prosedur didesain untuk memberikan stimulus yang diperkuat (token) ketika
perilaku yang diinginkan (target behavior) muncul
3. Aturan dibuat untuk menentukan penukaran token pada obyek yang diperkuat.

13
LANGKAH-LANGKAH
IMPLEMENTASI TOKEN EKONOMI
1. Menentukan Perilaku Target 5. Mengidentifikasi Sumber- sumber Yang
Bisa Membantu
2. Mencari Garis Basal
6. Memilih Lokasi Yang Tepat.
3. Memilih Back up Reinforcer 
7. Menyiapkan Manual / pedoman Token
4. Memilih Tipe Token Yang Akan
Economy  Pada Klien Dan Staf.
Digunakan

14
Ada suatu prosedur spesifik dalam penerapan program token
economy

1. Perlu diperhatikan  3. Menentukan jumlah 5. Berhati-hati terhadap


bagaimana cara token yang bisa didapat pada kemungkinan munculnya
penyimpanan data setiap perilaku hukuman
2.  Siapa yang akan  4. Menyusun prosedur dan 6. Memastikan bahwa tugas
memberikan pengukuh menentukan jumlah token yang harus dilakukan staf sudah
atau agen pengukuh untuk memperoleh back up jelas, dan pemberian pengukuh
(reinforcing agent ), dan reinforcer. pada staf.
untuk perilaku apa. 7. Membuat rencana untuk
menghadapi kemungkinan
masalah yang akantimbul.

15
Aturan dalam Implementasi
Token Ekonomi
Soetarlinah Soekadji (Purwanto, 2012) mengemukakan beberapa aturan, yaitu:
1. Hindari penundaan karena token harus segera di berikan setelah perilaku
muncul.
2. Pemberian token secara konsisten karena akan mempercepat
peningkatan perilaku sasaran.
3. Memperhitungkan pengukuh dengan harga token. Dalam
perencanaan perlu dipertimbangkan banyaknya kepingan yang akan diterima cukup
untuk ditukar dengan pengukuh idaman.
4. Persyaratan atau aturan harus jelas.
5. Pengukuh harus dicocokkan macam dan kualitasnya dengan situasi dan kondisi
subjek.
6. Kelancaran pengadaan pengukuh idaman harus di perhatikan
7. Memperhitungkan efek terhadap orang lain misalkan saudara subjek yang iri.
8. Pentingnya kerja sama subjek
9. Kombinasi dengan prosedur lain
10. Pentingnya memperhatikan penundaan serta pentingnya follow up.

16
Advantages and Disadvantages of a Token Economy
(Kazdin & Bootzin, 1972; Maag, 1999).
✘ Advantages
1. Token dapat digunakan untuk memperkuat perilaku target segera ✘ Disadvantages
setelah terjadi.
1. Kurangnya pembentukan motivasi intrinsik,
2. Token ekonomi sangat terstruktru, oleh karena itu, target perilaku karena token merupakan dorongan dari luar
yang diinginkan diperkuat lebih sering secara konsisten.
diri.
3. Pengkondisian token digeneralisasikan sebagai penguat karena
mereka dipasangkan dengan berbagai reinforcers yang lain. 2. Dibutuhkan dana lebih banyak untuk
4. Token dapat dikuantifikasi dengan mudah sehingga perilaku yang penyediaan pengukuh pendukung/ back up
berbeda dapat diterima. reinforcer.
5. Perilaku-perilaku yang ditunjukkan individu dapat dihargai dengan 3. Adanya beberapa hambatan dari orang yang
segera.
memberikan dan menerima token .
6. Besarnya reward/hadiah adalah sama nilainya untuk semua individu
dalam suatu kelompok.
7. Penggunaan hukuman (respon cost) lebih sedikit resikonya
dibandingkan bentuk-bentuk hukuman yang lain.
8. Individu dapat belajar keterampilan yang berhubungan dengan
masa depan.

17
KESIMPULAN
✘ Token ekonomi adalah prosedur modifikasi perilaku di mana penguat dikondisikan disebut
token digunakan untuk memperkuat yang diinginkan perilaku pada klien yang berpartisipasi
dalam program pengobatan atau pendidikan. Penelitian telah menunjukkan bahwa token
economy dapat digunakan dengan sukses dengan anak-anak dan orang dewasa di berbagai
metode terapi.

✘ Dalam token ekonomi, perilaku target diidentifikasi dan token dikirim bergantung pada mereka
kejadian. Token kemudian dapat ditukar dengan penguat cadangan lainnya.
THANKS!
Any questions?
You can find me at @username & user@mail.me

19
REFERENSI
✘ Ayllon, T. (1999). How to Use Token Economy and Point Systems. 2nd ed. Austin, Texas: Pro-Ed.
✘ Fahrudin, A. (1997). Pengubahan Perilaku Penderita Cacat: Modul Program D1 Pekerjaan Sosial Bidang
Kajian Rehabilitasi Sosial. Bandung: STKS Bandung.
✘ Fahrudin,A. (2012). Token Economy Technique in the Modification of Client Behavior. Jurnal Informasi,
Vol. 17, No. 03 Tahun 2012
✘ Garry, M. (1999). Behavior Modification: What It Is and How to Do It. (6th ed.) Upper Saddle River, New
Jersey: Prentice-Hall.
✘ Miltenberger,R.G. (2004). Behavior Modification: Principle and procedurs Third Edition. United States OF
America: Wadsworth.
✘ Martin, G & Pear, J. 1996. Behavior Modification : What It Is and How To Do It. New Jersey. Prentice Hall
International, Inc. Nurmawati, E. 2013.
✘  Penerapan metode modifikasi perilaku Token Economy untuk mengurangi Conduct Disorder. Procedia
Studi Kasus dan Intervensi Psikolog. Vol 1 (1), 31-35.
✘  Purwanta, E. 2012. Modifikasi Perilaku.Yogyakarta, Pustaka Pelajar.
✘ Susanti,E.2012.Meningkatkan keterampilan menganyam sarang ketupat Melalui teknik token ekonomi pada 
anak tunagrahita ringan Di smplb perwari padang. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus. Vol 1 no. 3,
273-283.

20