Anda di halaman 1dari 51

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

RS SARI ASIH
LATAR BELAKANG

Komplikasi yang paling


sering terjadi di
pelayanan kesehatan
Healthcare
Associated
Masalah
Infections
kesehatan
(HAIs)
CDC: 1.7 million /th,
kematian 99.000/th

TO REDUCE

TFirst Global Setiap saat 1.4 jt di


Di negara berkembang
Patient Safety dunia menderita
20 kali > tinggi
Challenge rnfeksi di Rumah
dibanding negra maju
Sakit
PENGERTIAN
PENCEGAHAN DAN PENGERTIAN INFEKSI

Adalah suatu upaya kegiatan untuk


mencegah, meminimalkan kejadian
infeksi pada pasien , petugas,
pengunjung dan masyarakat sekitar
rumah sakit dan fasilitas kesehatan
lainnya yang meliputi pengkajian,
perencanaan pelaksanaan dan evaluasi
Prinsip utama PPI

 Melindungi pasien

 Melindungi tenaga kesehatan, pengunjung dan


masyarakat RS

 Dengan mempertimbangkan Cost Effectiveness


Infeksi
Infeksi adalah peristiwa masuk dan
penggandaan micro organisme ( agen)
didalam tubuh penjamu (host)
PENYAKIT INFEKSI
Adalah manifestasi klinik bila terjadi
Kerusakan jaringan / fungsi, bila terjadi reaksi radang (imun)
pejamu
Audit Program PPI RS
 PENGERTIAN :
Melakukan pemeriksaan / observasi praktek aktual terhadap Program & Standar PPI RS yang sudah dibuat

TUJUAN :
 Menentukan apakah Program PPI RS dan praktek tindakan pengendalian Infeksi dilakukan dengan baik
mengunakan tools
 Meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan dalam melakukan Program PPI RS
 Meningkatkan mutu program PPI RS
 Untuk mendapatkan data situasi terkini dan menentukan apakah kebijakan tertulis komite PPI perlu
perbaikan
Ruang lingkup audit PPI RS

Penerapan Kewaspadaan Isolasi


Tindakan pencegahan dan pengendalian Infeksi
Pendidikan dan Pelatihan
Penggunaan Antimikroba

8
RUANG LINGKUP PROGRAM PENCEGAHAN DAN HH
PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) APD

HAIs Limbah
Lingkungan
PPRA Peralatan Perawatan Ps
Penanganan Linen
Kes. Karyawan
Penempatan Pasien
Etika batuk
Penyuntikan yang aman
Praktil lumbal punksi
VAP,IADP
ILO,ISK

Airborne
Droplet
Contact
Menerapkan
Bundles of
HAIs
Komite PPI
Tim PPI
IPCN
Audit
IPCN
ICRA
KEWASPADAAN ISOLASI
1. HAND HYGIENE SYARIAH
BACA BASMALLAH
- AMBIL 3 s/d 5 ML CAIRAN
- ADA 2 CARA: #HAND WASH
#HAND RUB
KECEPATAN : 100X/MNT
5 MOMEN CUCI TANGAN :
6 LANGKAH MENCUCI TANGAN :

1. SEBELUM KONTAK PASIEN 1. TELAPAK TANGAN


2. SEBELUM TINDAKAN ASEPTIK 2. PUNGGUNG TANGAN
3. SESUDAH TERKENA CAIRAN TUBUH 3. SELA SELA JARI
4. SESUDAH KONTAK PASIEN 4. BUKU – BUKU JARI
5. SESUDAH KELUAR AREA PERAWATAN
5. IBU JARI
AKHIRI TINDAKAN DENGAN MEMBACA
6. UJUNG JARI
HAMDALLAH
Tingkat kepatuhan/level of compliance

Presentasi skor dapat di kategorikan dengan


tingkat kepatuhan dalam bentuk kepatuhan
Kategori :
 Patuh > atau = 85 % (kepatuhan baik)
 Intermediate 76 – 84 % (kepatuhan sedang)
 Minimal < atau = 75 % (kepatuhan minimal)
Kepatuhan Melakukan KEBERSIHAN TANGAN
RS SARI ASIH Ruang A,B,C ,D Periode Januari sd Maret 2017
2. Alat Pelindung Diri

Melindungi kulit, membran mukosa, kulit dan


pakaian tenaga kesehatan dari resiko
pajanan darah, semua jenis cairan tubuh ,
sekret, ekskreta, kulit yang tidak utuh dan
selaput lendir pasien maupun permukaan
lingkungan yang terkontaminasi dan
melindungi pasien dari paparan tenaga
kesehatan.

Penggunaan APD perlu pengawasan


karena dengan penggunaan APD yang
tidak tepat akan menambah cost
Jenis Alat Pelindung
• Sarung tangan : - Steril : tindakan operasi,invasiv,rawat luka steril.
- Tidak steril : Sarung tangan tidak staril :Digunakan jika melakukan tindakan
tidak steril dan kemungkinan kontak dengan darah atau cairan tubuh, ekskresi atau sekresi pasien.
 Memasang kateter intravena
 Ganti balutan
 Kontak langsung dengan pasien kolonisasi
infeksi patogen
 Menangani specimen

Sarung tangan rumah tangga


Digunakan jika melakukan tindakan yang terkait
dengan bahan kimia dan permukaan lingkungan
atau peralatan yang terkontaminasi
 Pembersihan rutin permukaan lingkungan
 Menangani peralatan atau permukaan lingungan yang
terkontaminasi
 Menangani limbah
 Membersihkan cipratan darah atau cairan tubuh
lainnya
 Membersihkan instrumen
 Menangani chemical

• Gown/apron : - steril(tindakan bedah) invasif (Cathlab,dll)


- bersih : pengisapan lendir, pasang drainase, membersihkan luka, membersihkan
instrumen
• Gogles / kaca mata / pelindung wajah
• Topi
• Sepatu/boot
masker
• Tujuan :
 Melindungi tenaga kesehatan dari agen infeksi melalui
airborne atau droplet pasien
 Melindungi pasien terpajan agen infeksi dari petugas
 Pada pasien batuk membatasi penyebaran infeksi ke
orang lain
• Jenis masker :
- Masker bedah
- Masker N95
Catatan :
Masker harus menutupi hidung dan mulut sampai ke pipi
dan bawah dagu
Indikasi masker bedah :
Tindakan yang memungkinkan membran mukosa
hidung, mulut petugas terkontaminasi cairan tubuh
pasien atau sebaliknya
 Tindakan operasi, invasive dan rawat luka
 Meracik obat puyer
 Menggunakan chemical
 Membersihkan instrumen
 Intubasi
 Penghisapan lendir
 Nebuliser
 Masker N95
• Tujuan :
Melindungi saluran pernafasan, guna mencegah
transmisi agen infeksi melalui udara atau droplet (dapat melindungi dari
partikel dengan ukuran <5 mikron yang dibawa oleh udara )
• Indikasi :
Tindakan yang dapat menghasilkan aerosol pada pasien
dengan transmisi airborne/dropet
• Contoh : H1N1, COVID-19
Urutan Penggunaan APD & Urutan melepaskan APD

Urutan Penggunaan APD

1. Kebersihan tangan
2. Pelindung kaki/sepatu
3. Apron, gaun pelindung dan topi
4. Masker N95
5. Kacamata atau pelindung wajah
6. Sarung tangan
(Kombinasi APD akan mempengaruhi urutan,
lakukan dengan cara praktis !)
Urutan melepaskan APD
1. Sarung tangan
2. Kebersihan tangan
3. Kacamata atau pelindung wajah
4. Apron, gaun pelindung dan topi
5. Masker
6. Pelindung kaki
7. Kebersihan tangan
(Ikuti urutan untuk meminimalkan penyebaran penyakit)
 Memisahkan limbah infeksius dan non infeksius
  
1. Limbah Infeksius: limbah yang terkontaminasi
 perdengan darah, cairan tubuh, sekresi dan ekskresi,
kecuali keringat
 
2. Limbah non infeksius: limbah yang tidak
terkontaminasi dengan darah, cairan tubuh
 
3. Limbah padat infeksius ke kantong plastik kuning
dan limbah padat non infeksius ke kantong plastik
hitam
 
4. Limbah jarum dan benda tajam lainnya ke wadah
tahan tusuk dan tahan air
  
5. Limbah cair infeksius ke saluran khusus
 
6. Kontainer limbah tertutup, sebaiknya membuka
menggunakan injakan kaki
LINGKUNGAN REKAYASA

1. Ventilasi lingkungan yang memadai ( negatif/mekanik/natural


ventilasi atau kombinasi)
2. Kebersihan lingkungan : Pembersihan permukaan lingkungan
menggunakan cairan disinfektan/detergent atau alcohol
3. Jaga jarak minimal 1meter antara setiap pasien termasuk petugas
Triase kesehatan
pasien
Prinsip-prinsip Pembersihan (2)
1. Selalu pastikan alat perawatan pasien dibersihkan sebelum digunakan kembali untuk
pasien lain
2. Jika mungkin, khususkan persediaan pembersihan di area-area berisiko lebih tinggi
(seperti ruang isolasi, bersalin, dan operasi)
3. Persediaan pembersihan untuk isolasi harus disimpan dan digunakan hanya di
area/ruang isolasi
4. Cairan Pembersih : Hipoklorit 0,05 – 05 Cairan yang digunakan Natrium Klorida
(Klorin: 0,5 % dan 0,05 % , bleaching (pemutih ) Peroksida (H2O2) 0,5 – 1,4 % untuk
pembersihan rutin dan 2 % untuk permukaan infeksius , Alkohol 70 -96 % untuk
pembersihan pada mahluk hidup
5. Penyemprotan disinfektan tidak disarankan (CHAMBER DISINFEKTAN)
6. Selalu bergerak dari area paling bersih ke area paling kotor-
• bersihkan dari area tinggi ke area rendah, dari luar ke dalam
• area isolasi dibersihkan terakhir
7. Disarankan menggunakan sapu lembab dan lap basah untuk meminimalisasi debu
PROSEDUR PEMBERSIHAN
1. Peralatan
Selalu pastikan alat peralatan perawatan pasien
didekontaminasi sebelum digunakan kembali untuk pasien
lain
Prosedur dekontaminasi peralatan peralatan perawatan pasien
dikategorikan sebagai peralatan infeksius
Untuk elektronik seperti ponsel, tablet, screen, remote
control, dan keyboard, hilangkan kontaminasi yang terlihat
jika ada. Ikuti instruksi pabrik untuk semua produk pembersih
dan desinfeksi atau menggunakan alkohol 70% untuk
mendisinfeksi
SPO SPILLKIT

1. Pasang Warning Sign. Lakukan Cuci tangan


2. Petugas Memakai APD (perhatikan urutan pemakaian APD : Masker, penutup kepala/topi,
apron lengan panjang (tahan tembus),google, sarung tangan)
3. Siapkan tempat sampah /plastik warna kuning (infeksius) 2 pcs
4. Tuang larutan chlorin 0,5% ke tumpahan darah/muntah
5. Tutup tumpahan menggunakan bahan yang mudah menyerap (kertas
tissue/underpad/kanebo/lap), diamkan hingga terserap sempurna (kurang lebih 20 menit).
Bila darah telah mengering, bisa digunakan larutan H2O2 3% untuk memudahkan
pembersihan.
6. Angkat cairan dan tumpahan sampai bersih, buang kedalam kantong plastik.
7. Tuang kembali area tumpahan darah/muntahan dengan larutan chlorin 0,5% lalu lap
kembali menggunakan kanebo sampai bersih.
8. Pel sampai bersih.
9. Ikat kantong plastik, pastikan tidak ada kebocoran.
10. Lepaskan APD (dimulai dari sarung tangan,apron,google,masker dan penutup kepala)
11. Rapikan alat.
12. Cuci tangan

*a) pengenceran konsentrasi chlorin yang dibutuhkan 10.000 ppm :


- tablet 0,5 gr : 18 tablet 0,5 liter air (BILA diencerkan 100ml air , tambahkan 3 tablet
(presept)
- tablet 2,5 gr : 7 tablet 1 liter air
- tablet 5,0gr : 9 tablet 2,5 liter air
*b) membuat klorin 0,5% dari larutan konsentrat berbentuk cair :
jumlah bagian air = ( % larutan konsentrat : % larutan yang diinginkan) – 1
untuk membuat larutan klorin 0,5% dari larutan klorin kadar 5,25% :
- jumlah bagian = (5,25% : 0,5%) – 1 = 10,5 -1 = 9,5
- tambahkan 9 bagian (pembulatan ke bawah dari 9,5) air kedalam 1 bagian larutan klorin
kadar 5,25%. ( bila dibutuhkan 100 ml larutan = 90 ml air +10 ml klorin )
* larutan klorin bertahan 24 jam, PASTIKAN ganti Secara rutin
Menyuntik aman dan benda tajam
1. Tidak memakai ulang jarum suntik
2. Upayakan tidak memakai obat multidose
3. Pertahankan teknik aseptik dan antiseptik
4. Segera buang jarum suntik habis pakai dan benda tajam ke dalam
container khusus tahan tembus. Maksimum isi container 2/3
bagian.
5. no recapping
PEMBUANGAN SAMPAH
 INFEKSIUS (MEDIS) : PLASTIK KUNING (BOTOL INFUS GUNTING DULU)
 NON INFEKSIUS (NON MEDIS) : PLASTIK HITAM
 BENDA TAJAM : SAFETY BOX/ SHARP CONTAINER.

TERPAJAN ZAT B3/TERTUSUK


JARUM :
ALUR : LAPOR KARU/SPV →BAWA FORM
TERTUSUK JARUM/ TERPAPAR ZAT →IGD. DR IGD BIKIN
LAPORAN PAJANAN →SPV LAPORAN TEMBUSAN PANITIA PPI
(IPCN/IPCLN/IPCO)
PEDOMAN PETUGAS YANG MENGALAMI KECELAKAAN KERJA
YANG BERISIKO MENULARKAN INFEKSI

 1. Tatalaksana Tertusuk Jarum Bekas Pakai


 1.1. Jangan Panik !!!!
 1.2. Bila tertusuk jarum segera bilas dengan air mengalir atau dengan air
dengan jumlah banyak dan sabun atau antiseptik.
 1.3. Bila darah mengenai kulit yang utuh tanpa luka atau tusukan, cuci
tangan dengan sabun
 dan air mengalir atau larutan garam dapur.
 1.4. Bila darah mengenai mulut, ludahkan dan kumur – kumur dengan air
beberapa kali.
 1.5. Kalau terpecik pada mata, cucilah mata dengan air mengalir (irigasi)
atau garam fisiologis.
 1.6. Jika darah memercik ke hidung, hembuskan keluar dan bersihkan
dengan air.
 1.7. Jari yang tertusuk tidak boleh dihisap dengan mulut
 2. Tatalaksana Pajanan Darah di Tempat Kerja
 Penatalaksanaan pajanan darah di tempat kerja dan pemberian PPP
disesuaikan dengan ketersediaan sarana dan kebijakan institusi setempat,
apabila memungkinkan maka dapat dilaksanakan seperti panduan terpapar
dibawah ini.
 2.1. Langkah 1 : Cuci
 1. Tindakan darurat pada bagian yang terpajan seperti diatas.
 2. Setiap pajanan dicatat dan dilaporkan dalam 24 jam kepada yang
berwenang yaitu atasan langsung dan Panitia Pengendalian Infeksi
Nosokomial (IPCN) atau panitia K3. Laporan tersebut sangat penting untuk
menentukan langkah berikutnya. Memulai PPP setelah 72 jam
tidakdianjurkan karena tidak efektif.
PEDOMAN PENCEGAHAN INFEKSI BAGI PETUGAS
KESEHATAN
1. Terhadap Diri Sendiri
YANG KONTAK DENGAN PENYAKIT MENULAR
 Petugas kesehatan yang kontak dengan pasien penyakit menular melalui
udara harus menjaga fungsi saluran pernafasan (tidak merokok) dengan
baik dan menjaga kebersihan tangan setiap saat :
 1.1. Memeriksa suhu dua kali sehari dan mewaspadai terhadap munculnya
gejala pernafasan terutama batuk.
 1.2. Memiliki catatan pribadi mengenai kontak yang dialami. Catatan tidak
boleh dibawa ke dalam area isolasi.
 1.3. Bila timbul demam, segera interaksi dan isolasi diri dari area umum.
Segera lapor ke panitia pencegahan dan pengendalian infeksi, Tim K3 RS
mengenai adanya kemungkinan terinfeksi penyakit menular yang sedang
ditangani.
2. Saat Menangani Pasien
2.1. Pemakaian APD (Alat Pelindung Diri) yang sesuai dengan
penularan / penyebaran penyakit (kontak/droplet/udara).
2.2. Petugas kesehatan yang mengalami gejala tidak dibenarkan
masuk kerja dan harus segera mencari pertolongan medis.
Sebelumnya petugas tersebut harus memberitahukan kepada
dokternya bahwa ia mungkin telah tertular penyakit menular
tertentu. Selain itu, petugas harus melaporkan masalah ini
kepada Tim kesehatan kerja dan tim pencegahan dan
pengendalian infeksi di rumah sakit.
2.3. Survailen aktif perlu dilakukan terhadap gejala demam dan
gangguan pernafasan setiap hari pada petugas kesehatan yang
terpajan. Petugas diinstruksikan untuk mewaspadai terhadap
timbulnya demam, gejala gangguan pernafasan dan/atau
peradangan pada konjungtiva selama 10 hari setelah terpajan
pasien dengan penyakit menular melalui udara.
 3. Penempatan Pasien
 3.1. Terapkan dan lakukan pengawasan terhadap kewaspadaan standar
 3.2. Untuk kasus/dugaan kasus penyakit menular melalui udara :
 1. Letakkan pasien didalam satu ruangan tersendiri. Jika ruangan sendiri
tidak terse dia, kelompokkan kasus yang telah di konfirmasi secara
terpisah di dalam ruangan atau bangsal dengan beberapa tempat tidur
dari kasus yang belum di konfirmasi atau sedang didiagnosis. Bila
ditempatkan dalam 1 ruangan, jarak antar tempat tidur harus lebih dari 2
m, dan diantara tempat tidur harus ditempatkan penghalang fisik seperti
tirai atau sekat.
 2. Jika memungkinkan, upayakan ruangan tersebut dialiri udara
bertekanan negatif yang dimonitor dengan 6-12 pergantian udara per jam
dan sistem pembuangan udara keluar atau menggunakan saringan udara
partikulasi efisiensi tinggi (filter HEPA) yang termonitor sebelum ke sistem
sirkulasi udara lain di rumah sakit.
 3. Jika tersedia ruangan bertekanan negatif dengan sistem penyaringan
udara par tikulasi efisiensi tinggi, buat tekanan negatif didalam ruangan
pasien dengan memasang pendingin ruangan atau kipas angin di jendela
sedemikian rupa agar aliran udara keluar gedung melalui jendela. Jendela
harus membuka keluar dan tidak mengarah ke daerah publik. Uji tekanan
negatif dapat dilakukan dengan men empatkan sedikit bedak tabur
dibawah pintu dan amati apakah terhisap ke dalam ruangan. Jika
diperlukan kipas angin tambahan di dalam ruangan dapat meningkatkan
aliran udara.
 4. Jaga pintu tertutup setiap saat dan jelaskan kepada pasien mengenai
perlunya tin dakan-tindakan pencegahan ini.
 5. Pastikan setiap orang yang memasuki ruangan memakai APD yang
sesuai ; masker (bila memungkinkan masker efisiensi tinggi harus
digunakan, bila tidak, gunakan masker bedah sebagai alternatif), gaun,
pelindung wajah atau pelindung mata dan sarung tangan.
 6. Pakai sarung tangan bersih, non steril ketika masuk ruangan
 7. Pakai gaun yang bersih, non steril ketika masuk ruangan jika akan
berhubungan dengan pasien atau kontak dengan permukaan atau barang-
barang di dalam ruangan.
SURVEILANS PPI
KEWAJIBAN SETIAP PETUGAS
KESEHATAN DI RSSAC

HARAP DIISI, TARIK DATA DIKOMPUTER


EHRDRS,KOORDINASI KARU PJT DENGAN IPCLN
MASING2 DAN TIM PPIRS RSSAC
PENCEGAHAN PENGENDALIAN INFEKSI
KHUSUS COVID- 19

RUMAH SAKIT SARI ASIH


CIPONDOH
PENDAHULUAN
• Coronavirus jenis baru dilaporkan mulai
muncul di Wuhan pada 12 Desember 2019,
kemudian diberi nama Severe Acute
Respiratory Syndrome Coronavirus 2
(SARS- COV2), dan menyebabkan
penyakit Coronavirus Disease- 2019
(Covid-19)n

Selain itu, telah diteliti bahwa SARS-


CoV-2 dapat bertahan pada aerosol
(dihasilkan melalui nebulizer) selama
setidaknya 3 jam.

AIRBORNE TRANSMISI
Beberapa masalah covid

• SARS-CoV-2 dapat bertahan pada benda mati seperti plastik dan stainless steel selama 72 jam, tembaga
4 jam, kardus 24 jam.
• SARS-CoV-2 ditemukan pada pencemaran lingkungan yang luas pada kamar dan toilet pasien Covid-19
dengan gejala ringan.
• SARS-CoV-2 juga dapat terdeteksi pada gagang pintu, dudukan toilet, tombol lampu, jendela, lemari,
hingga kipas ventilasi, namun tidak terdapat pada sampel udara
Cara penuluran CoVid-19

• Dibagi menjadi OTG, ODP, PDP


dan Kasus Terkonfirmasi.
• Kasus Terkonfirmasi adalah pasien terinfeksi
COVID-19 dengan hasil tes positif melalui
pemeriksaan PCR.
• Kontak Erat adalah seseorang yang melakukan
kontak fisik atau berada dalam ruangan atau
berkunjung (dalam radius 1 meter dengan
kasus PDP atau konfirmasi) dalam 2 hari
sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari
setelah kasus timbul gejala.
Strategi-strategi PPI untuk mencegah atau membatasi
penyebaran COVID-19
1. Menjalankan langkah-langkah pencegahan standar untuk
semua pasien
2. Memastikan dilakukannya triase, identifikasi awal, dan
pengendalian sumber
3. Menerapkan langkah-langkah pencegahan tambahan empiris
atas kasus- kasus suspek infeksi COVID-19;
4. Menerapkan pengendalian administratif; dan

5. Menggunakan pengendalian lingkungan dan rekayasa.


Our COVID screening tent – Entrance

Tersedia tenda yang digunakan untuk melakukan


screening awal
Professor Didier Pittet, MD, MS, CBE
TAHAPAN SKRINING AWAL :

1. PENGUNJUNG RS AKAN DI PERIKSA SUHU DAN


TANYAKAN GEJALA YG DIALAMINYA SAAT ITU LALU
KATEGORIKAN DALAM 3 WARNA MERAH,KUNING DAN
HIJAU

2.PENGUNJUNG RS AKAN DI ARAHKAN KE TEMPAT SESUAI


KATEGORINYA
MERAH : IGD
KUNING : POLI INFEKSIUS
HIJAU : SESUAI TUJUANNYA
PPI – saat mengirim pasien dalam pengawasan dan konfirmasi

1. Hindari memindahkan dan mengirim pasien langsung dari ruangannya


kecuali karena alasan medis (pindahkan ke ruangan tersendiri atau
kohort)
2. Jika transpor dibutuhkan,
• gunakan rute yang sudah ditentukan untuk mengurangi resiko pajanan terhadap petugas
dan pasien lain , dll
• Pasien wajib memakai masker medis
• Pastikan petugas kesehatan yang mengantar pasien menerapkan protocol cuci tangan dan
memakai APD yang sesuai.
3. Informasikan petugas kesehatan di tempat rujukan semua kewaspadaan
yang diperlukan saat akan berangkat.
PENCEGAHAN RISIKO PAPARAN COVID-19 PADA PETUGAS

1. Mematuhi kebersihan tangan 5 (lima) Moment dan 6 )enam) langkah (jangan menggunakan
asesoris di tangan dan kuku harus selalu pendek)
2. Jarak dengan pasien lebih dari 1-2 meter, ingat penularan melalui percikan selaput mukosa hidung
dan mulu (hati hati jika jarak wajah terlalu dekat arahkan muka pasien berlawanan arah dengan
petugas)
3. Memahami dan menggunakan APD sesuai protokol dan fungsinya : bagaimana cara
menggunakan dan melepaskan yang”BAIK ” dan ”BENAR” serta di tempat yang ”BENAR” ada
kekhawatiran pelanggaran terhadap meninggalkan area perawatan pasien ketika sudah aman
dan lepas dan ganti APD sebagaimana mestinya
4. Bekerja menggunakan ”BAJU KERJA” jika memugkinkan membawa baju ganti dan dokter tidak
menggunakan jas sneli/jas dokter. Menggunakan pakaian kerja pribadi merupakan resiko sumber
penularan, sebagai alternatif Fasyankes mempertimbangkan penggunaan scrub sebagai baju kerja
5. Hindari menggunakan benda yang menjuntai (name tag yang bertali, jika rambut Panjang diikat
keatas, jika menggunakan jilbab jika memungkinkan masukan ke dalam kerah baju atau diikat
kebelakang)
PENCEGAHAN RISIKO PAPARAN COVID-19
6. Tidak melakukan kontak fisik dengan pasien (bersalaman) jika terpaksa dan sesuai
indikaisMematuhi kebersihan tangan 5 (lima) Moment dan 6 )enam) langkah
7. Jarak dengan pasien lebih dari 1-2 meter, ingat penularan melalui percikan selaput mukosa
hidung dan mulu (hati hati jika jarak wajah terlalu dekat arahkan muka pasien berlawanan
arah dengan petugas)
8. Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang berpotensi
terkontaminasi, baik saat menggunakan sarung tangan atau tidak bersarung tangan DAN
Hindari makan dan minum bersama sama dalam waktu bersamaan dan tidak berbagi
makanan dalam satu tempat makan
9. Dilakukan pemeriksaan Rapid Test dan PCR pada petugas terindikasi sesuai protokol
10. Jika didapatkan tanda atau gejala : sakit tenggorokan, demam, batuk atau sesak nafas maka
• Jangan masuk kerja (isolasi mandiri)
• Beritahu atasan langsung atau Komite PPI (IPCN) untuk mencari evaluasi medis tindak
lanjut (dirawat atau isolasi mandiri)
• Dapat bekerja Kembali jika tidak berisiko sumber penularan ke orang lain
PENUTUP

• COVID-19 ADALAH PANDEMI


• Penularan : KONTAK, DROPLET dan pada Tindakan menghasilkan
aerosol AIRBORNE
• Penggunaan APD : bagaimana cara menggunakan dan melepaskan
yang”BAIK ” dan ”BENAR” serta di tempat yang ”BENAR”
• Prinsip penanggulangan infeksi: STOP Transmission
• Lakukan Kewaspadaan Standar, Kewaspadaan Transmisi Kontak dan
Droplet
IF I HAVE NOT CHANGE BEGINS
WASHED
MY HAND, PLEASE WITH ME
TELL ME,

IF YOU HAVE NOT AND


WASHED
YOURS I WILL TELL
YOU
BEGINS TODAY,
HERE AND NOW

THINK BIG

START SMALL

ACT NOW
Prevention
is Primary
Terima Kasih