Anda di halaman 1dari 29

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

PERTEMUAN KE-2

Oleh : Hana Fadhilah, S.E., M.Si


ANALISIS BISNIS
Analisis bisnis (business analysis) merupakan proses evaluasi
prospek ekonomi dan risiko perusahaan untuk pengambilan
keputusan bisnis. Hal tersebut meliputi :

Analisis Industri

Analisis
Lingkungan Analisis Strategi
Bisnis

Analisis Posisi
Keuangan dan
Kinerja
TUJUAN ANALISIS BISNIS
Tujuan analisis bisnis adalah untuk meningkatkan pengambilan
keputusan bisnis dengan mengevaluasi informasi yang tersedia
tentang situasi keuangan perusahaan, manajemen, rencana dan
strategi, serta lingkungan bisnisnya.
KEGUNAAN ANALISIS BISNIS
a. Manajer
Memberi petunjuk kepada manajer tentang perubahan strategis
dalam kegiatan operasional, investasi dan pendanaan
perusahaan. Selain itu juga untuk mengevaluasi profitabilitas
dan risiko pesaing.
b. Merger, Akuisisi dan Divestasi
Membantu analis untuk menentukan apakah akan ada
tambahan nilai, dan bila ada berapa nilai yang dihasilkan dari
merger, akuisisi dan divestasi bagi perusahaan pembeli maupun
bagi perusahaan target.
c. Manajemen Keuangan
Membantu manajer untuk menilai dampak keputusan keuangan
terhadap profitabilitas di masa mendatang maupun risikonya.
d. Direktur
Membantu direktur dalam menunaikan tanggung jawabnya
sebagai pengawas.
e. Regulator
Mengaudit laporan pajak dan memeriksa kewajaran jumlah
yang dilaporkan.
f. Serikat Pekerja
Membantu serikat kerja dalam negosiasi tawar menawar
gaji/upah, jam kerja, dan kondisi kerja.
KOMPONEN ANALISIS BISNIS
LANGKAH-LANGKAH ANALISIS BISNIS
Langkah-langkah analisis bisnis adalah :

1. Mengevaluasi Lingkungan Bisnis Perusahaan


Caranya adalah dengan mempelajari aktivitas bisnis. Misalnya aktivitas
bisnisnya bergerak dalam bidang produksi kosmetik, makanan, minuman,
pembersih rumah, obat, dll. Lalu misalnya perusahaan memiliki kekuatan pada
kepopuleran merek dan sifat keragaman diversifikasi.
2. Mengevaluasi Strategi Perusahaan
Caranya adalah dengan mempelajari strategi bisnis yang dilakukan. Misalnya
melalui inovasi yang tidak kenal lelah, menggunakan sudut pandang konsumen
untuk membangun produk baru, berfokus pada area yang memiliki tingkat
pertumbuhan, dll.
3. Mengevaluasi Posisi Keuangan dan Kinerja Perusahaan
Caranya adalah dengan mengukur kinerja perusahaan dengan menggunakan
rasio penilaian. Misalnya Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Total Asset Turn
Over, Return On Asset, dll.
ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS DAN
STRATEGI
Analisis Industri
Analisis industri biasanya merupakan langkah pertama,
mengingat prospek dan struktur industri sangat menentukan
profitabilitas perusahaan. Analisis industri biasanya
menggunakan analisis SWOT.
Berdasarkan kerangka ini, sebuah industri dipandang sebagai
kumpulan pesaing yang bertanding untuk memenangkan
kekuatan posisi tawar menawar terhadap pelanggan dan
pemasok, serta aktif bersaing di antara mereka sendiri dan
menghadapi ancaman pendatang baru dan produk substitusi.
Analisis industri harus menilai prospek industri dan tingkat
kompetisi.
Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang
digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengts), kelemahan
(weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (threats)
dalam suatu bisnis.
Analisis lingkungan terdiri dari lingkungan internal (SW) dan
eksternal (OT).
Lingkungan internal terdiri dari analisa mengenai aktivitas
perusahaan atau sumber daya, kapabilitas dan kompetensi inti
yang dimiliki perusahaan.
Lingkungan eskternal terdiri dari lingkungan umum dan
lingkungan industri.
Lingkungan Internal (SW) :
Lingkungan internal perusahaan terdiri dari sumber daya
keuangan, fisik, organisasi, inovasi, motivasi, keterampilan,
pengetahuan, keahlian, sikap, perilaku, produktivitas.
Lingkungan Eksternal (OT) :
A. Lingkungan Industri
Ancaman Pendatang Baru

Pendatang
Baru

Kekuatan Penawaran Kekuatan Penawaran


Pesaing Industri
Pemasok Pelanggan

Pemasok Pembeli
Pesaing Diantara
Perusahaan yang
Ada

Ancaman
Produk Produk/Jasa
Pengganti Pengganti
Ancaman Pendatang Baru
Pendatang baru dapat merupakan pesaing bagi perusahaan
yang ada.
Karena ada pesaing, harga menjadi turun atau biaya menjadi
meningkat yang menyebabkan laba turun.
Perusahaan yang ada harus meningkatkan efisiensi dan
efektifitasnya disegala kegiatan.
Kekuatan Penawaran Pemasok
Pemasok dapat menekan perusahaan-perusahaan dalam industri
dengan cara menaikkan harga serta menurunkan kualitas
barang yang dipasok ke perusahaan.
Pemasok memiliki kekuatan tawar menawar yang tinggi bila:
1. Didominasi oleh sedikit perusahaan.
2. Produknya unik.
3. Industri tersebut bukanlah pelanggan yang penting dan
dominan bagi pemasok.
4. Pemasok mengancam untuk melakukan integrasi hilir.
Kekuatan Penawaran Pembeli
Keinginan Pembeli : Produk kualitas tinggi, pelayanan purna jual
baik, dan harga murah.

Kekuatan Produk Subsitusi/Pengganti


Perkembangan teknologi menciptakan produk-produk baru yang
lebih murah, lebih canggih, sehingga dapat mengganti produk
yang sudah ada.
B. Lingkungan Umum
- Faktor Ekonomi : tingkat inflasi, suku bunga, defisit/surplus
perdagangan, tingkat tabungan, PDB.
- Faktor Sosial : keyakinan, nilai, sikap, opini yang berkembang,
gaya hidup masyarakat, kultur (budaya), pendidikan, ekologis,
etnis.
- Faktor Politik dan Hukum : peraturan perdagangan, perpajakan,
peraturan upah minimum, perundang-undangan perlindungan
tenaga kerja, konsumen, masyarakat umum, dan lingkungan, hak
paten, subsidi pemerintah.
- Faktor Teknologi : penemuan teknologi mengakibatkan efisiensi,
mesin-mesin jadi usang/tidak produktif, relatif competitive cost
jadi naik.
- Faktor Demografi : populasi, struktur umur, distribusi geografis,
pencampuran etnis, distribusi pendapatan.
Analisa lingkungan industri lebih penting dari analisa
lingkungan umum karena perubahan dalam lingkungan industri
akan berdampak kepada perusahaan itu sendiri, sedangkan
lingkungan umum berdampak kepada semua perusahaan,
termasuk pesaing kita.

Tetapi perubahan lingkungan umum kunci keberhasilan sangat


tergantung dari usaha-usaha dari masing-masing perusahaan
dalam mengantisipasi perubahan lingkungan umum tersebut.
Analisis Strategi
Analisis strategi merupakan evaluasi atas keputusan bisnis
perusahaan dan keberhasilan perusahaan membangun
keunggulan kompetitifnya.
Hal ini meliputi valuasi atas tanggapan strategis yang diharapkan
dari perusahaan terhadap lingkungan bisnisnya dan dampak
dari tanggapan tersebut terhadap kesuksesan dan pertumbuhan
di masa depan.
Analisis strategi memerlukan penelitian atas strategi kompetitif
perusahaan untuk bauran produk dan struktur biayanya.
INTERNAL
Strengths Weakness
(Kekuatan) (Kelemahan)
EKSTERNAL

STRATEGI
Opportunities STRATEGI
(Peluang) BERBENAH
AGRESIF DIRI

Threats STRATEGI STRATEGI


(Ancaman) DIVERSIFIKASI DEFENSIF
1. Strategi Agresif
Misalnya dengan meningkatkan tingkat penggunaan produk oleh
pelanggan yang telah ada, memikat pelanggan pesaing dengan
meningkatkan promosi, memikat pembeli baru dengan memberikan
diskon atau melakukan promosi.
2. Strategi Diversifikasi
Misalnya dengan melakukan akuisisi perusahaan yang berkaitan
dengan produk, teknologi dan pasar.
3. Strategi Berbenah Diri
Misalnya dengan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada agar
peluang yang ada dapat diraih.
4. Strategi Defensif
Misalnya dengan melakukan divestasi, yaitu menjual sebagian
perusahaan yang paling tidak menguntungkan atau tidak ada
harapan untuk dipertahankan. Atau cara terakhir adalah melakukan
likuidasi, yaitu menjual seluruh perusahaan.
ANALISIS AKUNTANSI
Analisis akuntansi merupakan proses evaluasi sejauh mana
akuntansi perusahaan mencerminkan realitas ekonomi.
Tujuannya adalah untuk mengevaluasi dan mengurangi risiko
akuntansi serta meningkatkan muatan ekonomis laporan
keuangan, termasuk komparabilitasnya. Hal ini dilakukan dengan
:
a. Mempelajari transaksi dan peristiwa perusahaan.
b. Menilai dampak kebijakan akuntansi terhadap laporan
keuangan.
c. Menyesuaikan laporan tersebut agar lebih mencerminkan
keadaan ekonomi yang mendasarinya.
d. Membuatnya lebih sesuai untuk analisis.
Keterbatasan akuntansi mempengaruhi kegunaan laporan keuangan dan
menimbulkan setidaknya 2 (dua) masalah dalam analisis, yaitu :

a. Masalah Perbandingan
Masalah ini muncul jika perusahaan yang berbeda menerapkan akuntansi yang
berbeda untuk transaksi atau peristiwa yang sama. Masalah ini juga muncul jika
pada saat tertentu perusahaan mengubah akuntansinya yang berakibat pada
timbulnya kesulitan perbandingan sementara.
b. Distorsi Akuntansi
Merupakan penyimpangan informasi akuntansi dari ekonomi yang
mendasarinya. Distorsi ini muncul dalam 3 (tiga) bentuk, yaitu :
- Estimasi manajemen dapat salah atau tidak lengkap. Kesalahan estimasi ini
merupakan sebab utama distorsi akuntansi.
- Manajer dapat menggunakan pilihan dalam akuntansi untuk memanipulasi
atau mempercantik laporan keuangan. Manajemen laba ini dapat
menyebabkan distorsi akuntansi.
- Standar akuntansi dapat menyebabkan distorsi akuntansi karena gagal
menangkap realitas ekonomi.
ANALISIS KEUANGAN
Analisis keuangan merupakan penggunaan laporan keuangan untuk
menganalisis posisi dan kinerja keuangan perusahaan, dan untuk
menilai kinerja keuangan di masa depan.

Analisis keuangan terdiri dari 3 bagian :


a. Analisis Profitabilitas
Merupakan evaluasi atas tingkat pengembalian investasi perusahaan.
Analisis ini berfokus pada :
- Sumber daya perusahaan dan tingkat profitabilitasnya.
- Melibatkan identifikasi dan pengukuran dampak berbagai pemicu
profitabilitas.
- Mencakup evaluasi atas dua sumber utama profitabilitas, yaitu
margin dan dan perputaran.
- Penyebab perubahan profitabilitas dan daya tahan laba.
b. Analisis Risiko
Merupakan evaluasi atas kemampuan perusahaan untuk
memenuhi komitmennya. Analisis risiko melibatkan penilaian
atas solvabilitas dan likuiditas perusahaan sejalan dengan variasi
laba. Karena risiko menjadi perhatian utama kreditur, analisis
risiko sering dibahas dalam konteks analisis kredit .

c. Analisis Sumber dan Penggunaan Dana


Analisis sumber dan penggunaan dana merupakan evaluasi
bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan
dananya. Analisis ini memberikan pandangan tentang implikasi
pendanaan perusahaan di masa depan.
ANALISIS PROSPEKTIF
Analisis prospektif merupakan peramalan hasil di masa depan
(biasanya laba, arus kas atau keduanya). Analisis ini ditarik dari
analisis akuntansi, analisis keuangan serta analisis lingkungan
bisnis dan strategi. Output analisis prospektif adalah hasil yang
diharapkan di masa depan yang digunakan untuk mengestimasi
nilai perusahaan.
-Colgate Company-
Analisis Lingkungan Bisnis
Lokasi : New York
Lama Berdiri : 200 Tahun
Slogan : Senyumlah Dunia
Aktivitas Bisnis :
- Colgate merupakan perusahaan yang merajai produk konsumen secara global.
- Colgate mempunyai merk yang bergerak di pasar perawatan mulut dan gigi,
perawatan pribadi, perawatan rumah, perawatan binatang peliharaan, dan
nutrisi.
- Colgate beroperasi di 200 negara di seluruh dunia.
- Lebih dari 70% pendapatan Colgate berasal dari pengoperasian di pasar
internasional.
- Kekuatan Colgate terletak pada kepopuleran merk dan sifat keragaman
(diversifikasi) usahanya yang tinggi.
- Selain itu, permintaan konsumen yang stabil memperkuat stabilitas keuangan
Colgate sehingga mengurangi risiko ekuitas dan utang bagi investor.
Analisis Strategi :
- Berfokus pada pencapaian penguasaan pasar di kategori produk
utama dan pasar tertentu, tempat dimana kekuatannya berada.
- Colgate menggunakan sudut pandang konsumen untuk
membangun produk baru di dalam negeri, untuk kemudian
melemparnya ke pasar global.
- Colgate juga berfokus pada area di dunia yang memiliki
pembangunan ekonomi serta pertambahan konsumsinya masih
menyediakan peluang untuk bertumbuh.
- Kebijakan dividen yang sangat dermawan, yaitu lebih dari 10
tahun terakhir Colgate telah membayar hampir $11 Miliar
kepada para pemegang sahamnya dalam bentuk dividen tunai
maupun pembelian kembali saham.
Analisis Posisi Keuangan dan Kinerja :
- Di tahun 2006, Colgate memperoleh laba sebesar $1,35 Miliar
dari $12 Miliar hasil penjualannya.
- Dalam 10 tahun terakhir laba meningkat sebesar 111%.
Pertumbuhan laba tersebut disebabkan kenaikan pendapatan
sebesar 44% dan kenaikan margin laba operasi sebesar + 30%.
- Margin laba operasinya lebih dari 10% penjualannya.
- Harga saham meningkat 2 kali lipat dari periode sebelumnya.
- Rata-rata return bagi pemegang saham 12,5% per tahun.
- Dalam 10 tahun terakhir, telah membayar hampir $4 Miliar
pemegang sahamnya dalam bentuk dividen tunai dan $7 Miliar
melalui pembelian kembali saham. Dengan kata lain, Colgate
telah mengembalikan sekitar $11 Miliar kepada para pemegang
sahamnya.