Anda di halaman 1dari 21

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

PERTEMUAN KE-5

Oleh : Hana Fadhilah, S.E., M.Si


PENGERTIAN LAPORAN ARUS KAS
Kas (Uang Tunai) : Saldo sisa dari arus kas masuk dikurangi arus
kas keluar yang berasal dari periode-periode sebelumnya.

Laporan Arus Kas : Laporan keuangan yang berisi informasi


mengenai aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu
perusahaan selama periode tertentu.
MANFAAT LAPORAN ARUS KAS
a. Membantu perusahaan dalam memprediksi jumlah, waktu dan
ketidakpastian dari arus kas dimasa yang akan datang.

b. Memprediksi kemampuan kas perusahaan untuk membayar


gaji, dividen, pembelian aset, pembayaran utang jangka pendek
maupun jangka panjang, dsb.

c. Mengetahui penyebab perbedaan antara laba bersih (net


income) pada laporan laba rugi dan arus kas bersih (net cash flow)
dari aktivitas operasi pada laporan arus kas sehingga dapat menilai
reliabilitas (keakuratan) laba bersih perusahaan.
Indo Corporation
Perbandingan antara Pelaporan Basis Akrual dengan Basis Kas

Laporan Laba Arus Kas


Rugi Operasi
Pendapatan $660.000 $651.000 Kas Diterima dari
Pelanggan
Keuntungan Penjualan 5.000 -
Aset Tetap
665.000 651.000 Total Penerimaan Kas
Harga Pokok Penjualan (363.000) (362.000) Pembayaran
Pemasok
kepada

Beban Operasi (183.000) (176.000) Pembayaran Beban


Beban Penyusutan dan (35.000) -
Amortisasi
Laba Bersih $84.000 $113.000 Kas dari Operasi
Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa
laporan laba rugi merupakan alat mengukur profitabilitas
sedangkan laporan arus kas merupakan alat mengukur likuiditas
dan solvabilitas. Mengapa?

Karena laporan laba rugi menggunakan basis akrual, maka


pendapatan yang belum diterima perusahaan sudah diakui
sebagai pendapatan dan beban yang belum dibayarkan
perusahaan sudah diakui sebagai beban. Hal tersebut tidak
menunjukkan kas bersih yang sebenarnya.

Sedangkan laporan arus kas menggunakan basis kas sehingga


dapat mengukur kas bersih yang sebenarnya untuk mengetahui
berapa likuiditas dan solvabilitas perusahaan untuk memenuhi
kewajibannya, membayar dividen, meningkatkan kapasitas, dan
mendapatkan pendanaan.
PELAPORAN BERDASARKAN AKTIVITAS
a. Aktivitas Operasi
Merupakan aktivitas perusahaan yang terkait dengan laba.

Arus kas masuk dari aktivitas operasi meliputi :


- Penerimaan kas dari pelanggan
- Penerimaan kas dari piutang bunga obligasi
- Penerimaan kas dari dividen saham
- Penerimaan refund dari supplier/pemasok
Arus kas keluar dari aktivitas operasi meliputi :
- Pembayaran kas kepada pemasok
- Pembayaran gaji karyawan
- Pembayaran pajak penghasilan kepada pemerintah
- Pembayaran bunga kepada kreditur/investor
b. Aktivitas Investasi
Merupakan aktivitas perusahaan yang terkait dengan cara untuk
memperoleh dan menghapuskan aset non-kas.

Arus kas masuk dari aktivitas investasi meliputi :


- Penerimaan kas dari penjualan aset tetap
- Penerimaan kas dari penjualan surat berharga berupa investasi
- Penerimaan kas dari penagihan pokok pinjaman (tidak
termasuk bunga)
- Penerimaan kas dari penjualan aset lainnya yang digunakan
dalam kegiatan produksi (tidak termasuk persediaan)
Arus kas keluar dari aktivitas investasi meliputi :
- Pembayaran kas untuk membeli aset tetap
- Pembayaran kas untuk membeli surat berharga berupa
investasi
- Pembayaran kas untuk pemberian pinjaman kepada pihak
lain
- Pembayaran kas untuk membeli aset lain yang digunakan
dalam kegiatan produksi, seperti hak paten (tidak termasuk
persediaan)
c. Aktivitas Pendanaan
Merupakan aktivitas perusahaan yang terkait dengan cara untuk
mendapatkan, menarik dan mendistribusikan dana untuk mendukung
aktivitas usaha.

Arus kas masuk dari aktivitas pendanaan meliputi :


- Penerimaan kas dari penerbitan saham
- Penerimaan kas dari penerbitan wesel
- Penerimaan kas dari penerbitan surat obligasi
Arus kas keluar dari aktivitas pendanaan meliputi :
- Pembayaran kas dividen kepada pemegang saham
- Pembayaran kas untuk membeli kembali modal saham (treasury
stock)
- Pembayaran kas untuk melunasi pokok pinjaman utang jangka
panjang (tidak termasuk bunga)
METODE PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS
Metode penyusunan laporan arus kas terdiri dari 2, yaitu :

a. Metode Tidak Langsung


Pada metode ini, arus kas dari kegiatan operasi ditentukan dengan
cara mengoreksi laba bersih yang dilaporkan di laporan laba rugi
dengan beberapa hal, seperti beban penyusutan, kenaikan aset
lancar dan utang lancar, serta laba rugi karena pelepasan investasi.

b. Metode Langsung
Pada metode ini, arus kas dari kegiatan operasi dirinci menjadi arus
kas masuk dan arus keluar. Arus kas masuk dan arus kas keluar
dirinci lebih lanjut dalam beberapa jenis penerimaan dan
pengeluaran kas.
Format Metode Tidak Langsung
Arus kas yang berasal dari aktivitas operasi :
Laba bersih menurut laporan laba rugi XXX
Dikurangi : XXX
Biaya depresiasi
Penurunan persediaan kantor XXX
Kenaikan utang jangka pendek XXX
XXX (XXX)
Arus kas bersih dari aktivitas operasi XXX

Arus kas yang berasal dari aktivitas investasi :


Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi XXX
Kas keluar untuk membeli peralatan (XXX)
Arus kas bersih dari aktivitas investasi XXX

Arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan :


Kas yang diterima dari penjualan saham XXX
Dikurangi : XXX
Kas untuk membayar dividen
Kas untuk membayar utang obligasi XXX (XXX)
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan XXX
Kenaikan kas XXX
Saldo kas pada awal tahun XXX
Saldo kas pada akhir tahun XXX
Format Metode Langsung
Arus kas yang berasal dari aktivitas operasi :
Kas yang diterima dari pelanggan XXX
Dikurangi : XXX
Kas untuk membeli persediaan
Kas untuk membayar biaya operasi XXX
Kas untuk membayar biaya bunga XXX
Kas untuk membayar pajak XXX (XXX)
Arus kas bersih dari aktivitas operasi XXX

Arus kas yang berasal dari aktivitas investasi :


Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi XXX
Kas keluar untuk membeli peralatan (XXX)
Arus kas bersih dari aktivitas investasi XXX

Arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan :


Kas yang diterima dari penjualan saham XXX
Dikurangi : XXX
Kas untuk membayar dividen
Kas untuk membayar utang obligasi XXX (XXX)
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan XXX
Kenaikan kas XXX
Saldo kas pada awal tahun XXX
Saldo kas pada akhir tahun XXX
ANALISIS IMPLIKASI ARUS KAS
a. Keterbatasan Pelaporan Arus Kas
Berikut ini adalah keterbatasan pelaporan arus kas :
- Tidak diharuskannya pengungkapan terpisah untuk arus kas yang
terkait dengan pos luar biasa atau operasi yang dihentikan.
- Bunga dan dividen yang diterima serta bunga yang dibayarkan
dikelompokkan sebagai arus kas operasi. Banyak pengguna
laporan menganggap bunga yang dibayar sebagai arus kas keluar
pendanaan, serta bunga dan dividen yang diterima sebagai arus
kas masuk investasi.
- Pajak dikelompokkan sebagai arus kas operasi. Pengelompokan
ini dapat mendistorsi analisis atas masing-masing dari ketiga
aktivitas jika manfaat atas biaya pajak yang signifikan dialokasikan
pada aktivitas tersebut dengan cara yang tidak proporsional.
- Pemindahan laba atau rugi penjualan aset tetap atau investasi
sebelum pajak (bukan setelah pajak) dari aktivitas operasi
mendistorsi analisa atas aktivitas operasi dan aktivitas investasi.
Hal ini disebabkan pajak yang terkait tidak dipindahkan,
melainkan tertinggal dalam total beban pajak dalam aktivitas
operasi.
Kesimpulan Analisis Arus Kas
1. Analisis laporan arus kas memungkinkan kita untuk menilai
kualitas keputusan manajemen dari waktu ke waktu dan
dampaknya pada hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan.
2. Jika analisis meliputi periode waktu yang panjang, analisis
tersebut dapat menghasilkan pandangan atas keberhasilan
manajemen dalam bereaksi terhadap perubahan kondisi usaha
dan kemampuan manajemen untuk menangkap kesempatan
dan mengatasi kesulitan.
3. Analisis arus kas meliputi dimana manajemen menggunakan
sumber dayanya, dimana manajemen mengurangi investasi,
dari mana kas tambahan dihasilkan, dan dimana klaim atas
perusahaan dikurangi.
4. Pada akhirnya, seluruh penggunaan kas secara produktif akan
berdampak terhadap proses penjualan dan dikonversi menjadi
piutang atau kas. Operasi yang menguntungkan akan
menghasilkan penerimaan kas melebihi jumlah yang
diinvestasikan dan meningkatkan arus kas masuk.
5. Komponen arus kas harus diperhatikan untuk memberikan
petunjuk penting tentang stabilitas sumber dana. Misalnya, arus
kas masuk dari pengurangan piutang biasanya bukanlah sumber
dana yang dapat diandalkan karena terbatasnya arus kas masuk
dari pengurangan piutang.
6. Kenaikan arus kas operasi dari kenaikan kewajiban lancar juga
biasanya bukan merupakan sumber arus kas masuk yang dapat
dipertahankan karena jika perusahaan menunda pembayaran,
maka biasanya pemasok akan membebankan biaya yang lebih
tinggi atau menghentikan pengiriman produk.
RASIO ARUS KAS
•a.  Rasio Arus Kas Operasi
Rasio arus kas operasi digunakan untuk mengetahui kemampuan
arus kas operasi dalam membayar kewajiban lancar.

Rumusnya adalah :
•b.  Rasio Kecukupan Kas terhadap Bunga
Rasio kecukupan kas terhadap bunga digunakan untuk mengetahui
kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atas utangnya.

Rumusnya adalah :
•c.  Rasio Kecukupan Kas terhadap Utang Lancar
Rasio kecukupan kas terhadap utang lancar digunakan untuk
mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar utang
lancarnya berdasarkan arus kas operasi bersih.

Rumusnya adalah :
•d.  Rasio Kecukupan Arus Kas
Rasio kecukupan arus kas adalah ukuran kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan kas dari operasi yang cukup
untuk menutupi pengeluaran modal, investasi dalam persediaan
dan dividen tunai. Untuk menghilangkan pengaruh siklus dan
pengaruh acak lainnya, biasanya digunakan total 3 tahun untuk
menghitung rasio ini.

Rumusnya adalah :
•e.  Rasio Reinvestasi Kas
Rasio reinvestasi kas adalah ukuran atas persentase investasi
dalam aset yang mencerminkan kas operasi yang ditahan dan
diinvestasikan kembali dalam perusahaan untuk mengganti aset
dan pertumbuhan operasi.

Rumusnya adalah :