Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PADA Tn. N DENGAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA DENGAN


ANAK REMAJA
DENGAN MASALAH KESEHATAN ASAM URAT
Dosen Pengampu : Ns. Novita Wulan Sari, M.kep

Disusun Oleh :

SHINTA ANTI OKTAVIANI


20101440118071

AKADEMI KEPERAWATAN KESDAM IV/DIPONEGORO SEMARANG


A. Data Umum
1. Nama kepala keluarga : Tn. N
2. Alamat : Boyolali
3. Pekerjaan kepala keluarga : Satpam di CV
4. Pendidikan kepala keluarga : SMP
5. Komposisi keluarga : Kepala keluarga, istri, dan anak
6. Tipe keluarga : Tn. N mengatakan tinggal bersama istri dan anaknya (nuclear family)
7. Suku bangsa : Tn. N mengatakan asli dari suku jawa
8. Agama : Tn. N mengatakan keluarganya memeluk agama islam
9. Status sosial ekonomi : Tn. N mengatakan “sebagai kepala keluarga saya bekerja sebagai satpam di CV, istri saya
wirausaha, penghasilan kami cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok”.
10. Aktivitas rekreasi keluarga : Tn. N mengatakan rekreasi keluarga setiap libur panjang atau cuti.
B. Riwayat Tahap Perkembangan
1. Tahap perkembengan keluarga saat ini : Tn. N mengatakan “ Anak saya berusia 20 tahun” tahap perkembangan keluarga
dengan usia remaja.
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum tercapai : Tn. N mengatakan “mampu memenuhi kebutuhan sosial, psikologi
dan perkembangan namun belum memberikan kotribusi untuk masyarakat” .
3. Riwayat keluarga inti : Tn. N mengatakan “kaki kadang terasa nyeri . Setelah duduk kaki sering kesemutan kadang-kadang
telapak tangan juga terasa kaku setelah bangun tidur” .
C. Data lingkungan
1. Karakteristik rumah
Tn. N mengatakan “saya saat ini tinggal bersama anak dan istri saya dirumah sendiri. Luas rumah berukuran ± 100m 2 jenis permanen, terdiri
dari 2 kamar, ruang tamu, dapur, ruang keluarga, sirkulasi udara cukup baik, perabot rumah cukup rapi, kebersihan cukup bersih, lantai rumah
keramik, jenis jamban jongkok, pencahayaan cukup terang, air yang diminum keluaga adalah air PDAM, kamar mandi dan MCK cukup bersih
dan tidak lembab, ventilasi ada disetiap ruang, jarak sapitank <10 meter”
2. Denah rumah

d
n
a

e
J
l
e
J
n F E e
d A n
e
l D d
a e
l
B a
C
n
d
e

a
J

l
KETERANGAN : (A=Ruang Tamu), (B=Kamar 1), (C=Kamar mandi), (D=Dapur), (E=Ruang Keluarga), (F=Kamar 2)
3. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Lingkungan tetangga cukup baik, keluarga dan tetangga disekitarnya sering duduk dan berbincang-bincang bersama. Setiap 2 minggu sekali
diadakan gotong royong dan semua warga ikut serta dalam kegiatan tersebut.
4. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Lingkungan tetangga cukup baik, keluarga dan tetangga disekitarnya sering duduk dan berbincang-bincang bersama. Setiap 2 minggu sekali
diadakan gotong royong dan semua warga ikut serta dalam kegiatan tersebut.
5. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Di dalam keluarga dan masyarakat Tn. N sering mengikuti perkumpulan dikampungnya seperti rapat RT, pengajian, selain
itu keluarga juga sering berkumpul dirumah Tn. N
6. Sistem pendukung keluarga
Tn. N mengatakan “saya, istri dan anak saya ikut BPJS apabila sakit langsung berobat di puskesmas dekat tempat tinggal
saya”
D. Struktur keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Keluarga ini berkomunikasi langsung dengan menggunakan bahasa jawa dan indonesia serta terbuka dan memanfaatkan alat
komunikasi handphone, keluarga mendapat informasi kesehatan dari petugas kesehatan dan informasi yang di dapat dari
televisi.
2. Struktur kekuatan keluarga
Tn. N mengatakan “dalam keluarga saya yang lebih dominan mengambil keputusan yaitu saya (Tn. N) sebagai kepala
keluarga, dengan meminta pertimbangan anak dan istri” .
3. Struktur peran
• Formal : Tn. N sebagai kepala keluarga, Ny. S sebagai istri dan 2 orang anaknya.
• Informal : Tn. N (suami Ny. S) sebagai pencari nafkah, Ny. S membantu suami mencari nafkah sebagai wirausaha.
4. Nilai dan norma agama
Tn. N mengatakan “ dalam kehidupan ini sudah ada yang mengatur, baik mati dan rezeki yaitu Allah SWT. Begitu juga
dengan kesehatan keluarga percaya bahwa setiap sakit itu ada obatnya, apabila ada keluarga yang sakit dan dirawat oleh
E. Fungsi keluarga
1. Fungsi afektif
Tn. N mengatakan “hubungan antara keluarga sangat baik, saling mendukung dan apabila ada yang sakit, keluarga akan merawatnya dan bila tidak ada
perkembangan dibawa ke puskesmas. Keluarga juga saling menghormati, menghargai dan menyayangi” .
2. Fungsi sosialisasi
Tn. N mengatakan “hubungan antara keluarga sangat baik, selepas bekerja keluarga berkumpul untuk berbincang-bincang. Anggota keluarga selalu menjaga
dan menaati norma yang ada” .
3. Fungsi perawatan kesehatan :
- Mengenal masalah kesehatan : Tn. N mengatakan “ jika saya merasa tidak enak badan saya langsung pergi ke puskesmas, kadang-kadang apabila saya
merasa pegal-pegal saya bawa untuk istirahat, saya tidak mengerti mengenai asam urat, dan tidak tahu untuk tanda dan gejalanya. Saya kira kalau saya nyeri
itu hanya nyeri biasa karena terlalu banyak beraktivitas”.
- Kemampuan memutuskan tindakan yang tepat : Tn. Nmengatakan “ jika merasa sakit ringan/pegal-pegal menggunakan minyak hangat atau dipijat,kalau
sudah sakit berat baru saya bawa ke puskesmas/dokter”.
- Kemampuan melakukan perawatan terhadap keluarga yang sakit : Tn. N mengatakan “apabila nyeri sendi saya timbul saya beli jamu racikan yang
dicampur dengan telur ayam jawa. Jika saya sakit saya bawa ke puskesmas apabila saya sudah tidak tahan dengan rasa sakit tersebut, dan kalau anak saya
sakit saya rawat sendiri, jika tidak ada perkembangan saya bawa ke dokter”.
- Memodifikasi lingkungan untuk meningkatkan kesehatan : Nn. S (anak Tn. N) selalu membantu pekerjaan rumah yaitu membersihkan rumah dan
membantu memasak tiap pagi dan sore. Ny. S (Istri Tn. N) Termasuk orang yang menyukai jeroan, missal memasak menu soto, bakso, seperti itu pasti ada
jeroan dan keluarga juga suka menikmati masakan tengkleng.
- Menggunakan pelayanan kesehatan : Tn. N mengatakan “ apabila ada anggota keluarga yang sakit ringan dibelikan obat warung, tetapi apabila belum
sembuh atau tidak ada perkembangan segera dibawa ke puskesmas/dokter”.
4. Fungsi reproduksi
Tn. N dan Ny. S saat ini sudah dikaruniai 2 orang anak, yang satu Sdr. S (20 tahun) dan Ny. R (39 tahun yang sudah berumah tangga sendiri).
5. Fungsi ekonomi
F. Stress dan koping keluarga
1. Stressor jangka panjang dan pendek
• Stressor jangka panjang : Tn. N dan Ny. S khawatir pada masa depan anaknya nanti.
• Stressor jangka pendek : Bersumber pada ekonomi keluarga.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi stressor
Apabila ada masalah dalam keluarga, baik itu permasalahan dari anak maupun istri terutama pada masalah kesehatan, Tn. N akan menyelesaikan dengan istrinya
Ny. S
3. Strategi koping yang digunakan
Keluarga Tn. N selalu terbuka satu sama lain dalam suatu permasalahan baik yang dialami oleh individu maupun masalah keluarga dan masyarakat untuk
mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalahnya.
4. Strategi adaptasi disfungsional
Tn. N dan Ny. S setelah kegiatan selalu meluangkan waktu untuk keluarga, bertukar cerita.
G. PEMERIKSAAN FISIK
No Keterangan Kepala Keluarga Anggota Keluarga Anggota Keluarga

1. Nama Tn. N Ny. S Sdr. S


TD 120/70 mmHg 130/90 mmHg 110/80 mmHg
N 80 x/menit 76 x/menit 83 x/menit
RR 18 x/menit 18 x/menit 20 x/menit
S 36,0̊ C 36,3̊ C 35,9̊ C
 
2. Kepala dan Bentuk meshocepal, tidak ada Bentuk meshocepal, tidak ada lesi, Bentuk meshocepal, tidak ada lesi,
leher lesi, tidak ada pembesaran tidak ada pembesaran kelenjar tidak ada pembesaran kelenjar
kelenjar tyroid pada leher tyroid pada leher tyroid pada leher
3. Thorax atau dada Bentuk simetris, vocal vremitus Bentuk simetris, vocal vremitus kanan Bentuk simetris, vocal vremitus kanan
kanan dan kiri sama, suara nafas dan kiri sama, suara nafas vesikuler dan kiri sama, suara nafas vesikuler
vesikuler Suara paru pekak, tidak ada bunyi Suara paru pekak, tidak ada bunyi
Suara paru pekak, tidak ada bunyi suara nafas tambahan suara nafas tambahan
suara nafas tambahan
4. Abdomen Bising usus normal (15 x/menit), tidak Bising usus normal (15 x/menit),
Bising usus normal (15 x/menit), ada nyeri tekan disemua kwadran tidak ada nyeri tekan disemua
tidak ada nyeri tekan disemua kwadran
5. Punggung kwadran Tidak ada kelainan
Tidak ada kelainan
6. Genetalia dan Tidak ada kelainan Tidak terkaji
rektal Tidak terkaji
7. Tidak terkaji Kekuatan otot
Ekstremitas 5 5 Kekuatan otot
Kekuatan otot 5 5
5 5 5 5
5 5
8. 5 5 Normal
Fungsi Normal
9. Pendengaran Normal Normal
Normal
10. Fungsi Normal Composmentis, GCS: 15, E = 4 V = 5
penglihatan M=6 composmentis, GCS: 15, E = 4 V = 5
11. composmentis, GCS: 15, E = 4 V = 5 M=6
Fungsi M=6 Kulit lembab, tidak ada lesi, warna
12. Neurologis sawo matang Kulit lembab, tidak ada lesi, warna
Kulit lembab, tidak ada lesi, warna sawo matang
Integumen sawo matang -
-
Pemeriksaan Asam urat : 7,4
H. Harapan keluarga
Tn. N berharap agar dia segera sembuh dari penyakitnya dan keluarganya senantiasa selalu diberi kesehatan dan panjang umur.

ANALISA DATA
No Tanggal Data Fokus Etiologi Problem

1. Rabu,6 Juni DS : Kurang pengetahuan Ketidakefektifan


2020 - Tn. N dan keluarga mengatakan tidak mengetahui tentang asam urat tentang program manajemen kesehatan
- Tn. N dan keluarga mengatakan tidak mengetahui tanda gejala asam terapeutik (00078)
urat dan makanan pantangannya.
- Tn. N mengatakan tidak mengetahui kalau ternyata asam uratnya
tinggi
DO :
Tn. N dan keluarga banyak bertanya mengenai penyakit yang
2. Rabu,6 Juni dideritanya Nyeri akut
2020
Agen cidera (00032)
DS : biologis(asam urat)
- Tn. N mengatakan kadang-kadang badan dan kaki saya terasa pegal
dan nyeri.
- Tn. N mengatakan nyeri timbul kadang-kadang dimalam hari.
P = Kadar asam urat yang meningkat
Q = Seperti ditusuk-tusuk
R = Pada kaki
S = Skala nyeri 4
T = Hilang timbul
DO :
- Tn. N tampak nyeri
- Tn. N tampak memegangi kaki yang dirasakan nyeri
- Tn. N tampak mengoleskan minyak hangat pada bagian yang nyeri
- Hasil pemeriksaan = Asam urat = 7,4 
DIAGNOSA KEPERAWATAN
I. Ketidakefektifan manajemen kesehatan berhubungan dengan Kurang pengetahuan tentang program terapeutik
(00078)
II. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis (asam urat) (00032)

INTERVENSI KEPERAWATAN
No Diagnosa Tujuan Umum Tujuan Khusus Evaluasi Intervensi
Keperawatan Kriteria Standar Keperawatan

1. Ketidakefektifan Setelah Setelah dilakukan Respon Asam urat adalah Pengajaran proses penyakit
manajemen dilakukan tindakan selama 5 hari verbal Penyebab asam urat : (5602)
kesehatan b.d tindakan diharapkan keluarga Faktor yang terjadi : Lakukan pengkajian terkat
kurang keperawatan mampu mengenal 1. Genetik penyakit
pengetahuan selama 5 hari masalah asam urat 2. Produksi asam urat Berikan pendidikan kesehatan
tentang program diharapkan pada anggota keluarga dalam tubuh meningkat tentang asam urat
terapeutik keluarga mampu dengan cara : 3. Usia diatas 40 tahun Lakukan PHBS pada pasien
(00078) mengetahui - menjelaskan 4. Alkohol dan obat- Berikan pendidikan kesehatan
tentang penyakit pengertian asam urat obatan kimia cara merawat keluarga
asam urat - mengetahui 5. onsumsi makanan dengan asam urat
mengenali tanda dan Respon tinggi purin Berikan informasi tentang
gejala asam urat verbal Pencegahan : pemanfaatan lingkungan
- mengetahui faktor 1.konsumsi buah dan sekitar dengan menggunakan
apa saja yang sayur yan dapat terapi rebusan daun salam
menyebabkan menurunkan asam urat Sarankan pasien untuk
meningkatnya asam 2. Konsumsi makanan memeriksakan dirinya ke
urat yang tinggi potasium klinik kesehatan secara rutin.
2. Nyeri akut b.d Setelah dilakukan Setelah dilakukan Respon aktif Manfaat daun salam untuk Manajemen nyeri :
agen cidera tindakan tindakan keperawatan mengobati asam urat 1.Kaji skala nyeri
biologis (asam keperawatan selama 5 hari keluarga dan Kontraindikasi : 2.Bantu klien untuk menentukan
urat) (00032) selama 5 hari pasien mampu 1.Penderita diabetes lokasi nyeri
diharapkan menggunakan terapi 2. Ibu hamil 3. Ajarkan teknik relaksasi nafas
mampu komplementer rebusan 3. Ibu menyusui dalam
mengetahui nyeri daun salam untuk Cara membuat : 4. Kolaborasi dengan pemberian
menurunkan asam urat, 1.Masukkan 750 cc air obat analgesik
dengan cara : kedalam panci, masak  
1.mengetahui manfaat hingga mendidih
daun salam dan efek 2. Cuici daun salam
sampingnya hingga bersih
2. mengetahui kadar asam 3. Masukkan kedalam air
urat yang mendiddih, tunggu
sampai air tersisa 250 cc
4. Masukkan air rebusan
daun salam ke dalam
gelas
5. Diminum 1x sehari
selama 1 minggu
IMPLEMENTASI
Tanggal No Implementasi Evaluasi Formatif Paraf
Diagnosa
1. Rabu I Melakukan pengkajian S : Tn. N mengatakan tidak tau apabila kadar asam Shinta
10/05/2020 kepada Tn. N uratnya meningkat
16. 13 WIB O : Asam urat : 7,4
16. 22 WIB II
Mengkaji nyeri S : Pasien mengatakan kadang terasa nyer pada bagian
kaki
O:
P = Kadar asam urat yang meningkat
Q = Ditusuk-tusuk
R = Kaki
S = Skala nyeri 3
T = Hilang timbul
2. Kamis I Memberikan pendidikan S = Tn. N mengatakan bersedia untuk diberikan Shinta
07/05/2020 kesehatan tentang tanda- pendidikan kesehatan
09.00 WIB tanda asam urat O = Tn. N tampak kooperatif
3. Jumat II Mengajarkan teknik relaksasi S : Tn. N mengatakan bersedia Shinta
08/05/2020 nafas dalam O : Tn. N tampak kooperatif
07.45 WIB
4. Sabtu I Memberikan informasi mengenai S : Tn. N bertanya bagaimana tahap Shinta
09/05/2020 pemanfaatan lingkungan sekitr pembuatannya
15.01 WIB dengan menggunakan terapi rebusan O : Tn. N tampak koopertif bertanya
ar daun salam

5. Minggu II Melakukan evaluasi dengan cek S : Tn. Mengatakan bersedia Shinta


10/05/2020 kadar asam urat Tn. N O : Asam urat = 6,0
19.02 WIB  

II Mengevaluasi tindakan relaksasi S : Tn. N mengatakan lebih rileks dan nyeri


nafas dalam yang telah diajarkan berkurang
O : Tn. N tampak rileks
EVALUASI
Hari/Tang Diagnosa Keperawatan Evaluasi Paraf
gal
Minggu, Ketidakefektifan manajemen S : Tn. N mengatakan sudah paham tentang penyakit asam urat Shinta
10/05/2020 kesehatan berhubungan dengan Tn. N mengatakan sudah mengerti tentang penggunaan terapi air
Kurang pengetahuan tentang program rebusan daun salam
terapeutik (00078) O : Tn. N tampak mengerti
Tn. N dapat menjelaskan tentang cara pembuatan terapi air rebusan
daun salam
 A : Masalah teratasi
 P : Intervensi dihentikan, tujuan tercapai.
Pendidikan kesehatan tentang asam urat
Pendidikan kesehatan tentang pemberia terapi air rebusan daun
salam

Minggu, Nyeri akut b.d agen cidera biologis S : Tn. N mengatakan nyeri, pegal-pegal berkurang dengan teknik Shinta
10/05/2020 relaksasi nafas dalam
P = Kadar asam urat yang meningkat
Q =Seperti dicubit
R = Di kaki
S = Skala nyeri 2
T = Hilang timbul
O:
- Tn. N tampak lebih rileks
- Tn. N tampak menanggulangi nyerinya dengan teknik relaksasi
nafas dalam
SELESAI 