Anda di halaman 1dari 42

STRUKTUR DAN SKALA UPAH

R. Darmawan, SH.MH
Kasi Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi


Daerah Istimewa Yogyakarta
STRUKTUR DAN SKALA UPAH

Dasar Hukum

PP No. 78 Tahun 2015 ( Ps. 14 ayat 2 )


2
STRUKTUR DAN SKALA UPAH

Struktur dan skala upah wajib disusun oleh


pengusaha dengan memperhatikan
golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan,
dan kompetensi. ( Ps. 14 ayat 2 PP 78 Th 2015 )

3
PENGERTIAN
• Struktur Upah adalah susunan tingkat upah dari yang
terendah sampai dengan yang tertinggi atau dari yang
tertinggi sampai dengan yang terendah.

• Skala Upah adalah kisaran nilai nominal upah dari yang


terkecil sampai dengan yang terbesar  untuk setiap
golongan jabatan.

• Upah yang tercantum dalam Struktur dan Skala Upah


merupakan upah pokok.

4
PENYUSUNAN STRUKTUR SKALA DAN UPAH

• Penyusunan Struktur dan Skala Upah


dapat menggunakan tahapan:
1. Analisa jabatan ( Anjab )
2. Evaluasi jabatan ( Evajab)
3. Penentuan Struktur Upah ( Jabatan Terendah s/d Tertinggi )
4. Penentuan Skala Upah ( Kisaran Nominal Upah Terendah s/d Tertinggi )
• Analisa jabatan merupakan proses
memperoleh dan mengolah data jabatan
menjadi informasi jabatan yang dituangkan
dalam bentuk uraian jabatan.

5
Lanjutan….

• Evaluasi jabatan merupakan proses menilai,


membandingkan, dan pemeringkatan jabatan
(memeringkat jabatan-jabatan).
• Penentuan Struktur dan Skala Upah dilakukan
oleh Pengusaha berdasarkan kemampuan
Perusahaan dan harus memperhatikan upah
minimum yang berlaku.
• Struktur dan Skala Upah ditetapkan oleh
pimpinan Perusahaan dalam bentuk surat
keputusan.
PEMBERITAHUAN
STRUKTUR SKALA DAN UPAH

• Struktur dan Skala Upah wajib diberitahukan


kepada seluruh Pekerja/Buruh oleh Pengusaha.
• Pemberitahuan Struktur dan Skala Upah kepada
seluruh Pekerja/Buruh yang dilakukan secara
perorangan.(bersifat rahasia prsh)
• Struktur dan Skala Upah yang diberitahukan
sekurang-kurangnya Struktur dan Skala Upah pada
Golongan Jabatan sesuai jabatan Pekerja/Buruh
yang bersangkutan.
7
Lanjutan….

• Struktur dan Skala Upah yang ditetapkan harus


dilampirkan oleh Perusahaan pada saat mengajukan
permohonan:
– pengesahan dan pembaruan PP (Peraturan
Perusahaan); atau
– pendaftaran, perpanjangan dan pembaruan PKB
(Perjanjian Kerja Bersama).
• Struktur dan Skala Upah yang dilampirkan
diperlihatkan kepada pejabat yang berwenang pada
kementerian atau dinas provinsi atau dinas
kabupaten/kota yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan bidang ketenagakerjaan.
Lanjutan….

• Setelah dokumen Stuktur dan Skala Upah


diperlihatkan, pejabat yang berwenang harus
mengembalikan dokumen Struktur dan Skala Upah
kepada pihak Perusahaan pada saat itu juga.
• Selain melampirkan Struktur dan Skala Upah,
pimpinan Perusahaan melampirkan surat
pernyataan telah ditetapkannya Struktur dan Skala
Upah di Perusahaan.
• Surat pernyataan didokumentasikan oleh pejabat yang
berwenang pada kementerian atau dinas provinsi atau
dinas kabupaten/kota yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan bidang ketenagakerjaan, dan sebagai
bukti tertulis telah dilakukan penyusunan Struktur
dan Skala Upah.
PENINJAUAN
STRUKTUR SKALA DAN UPAH

• Struktur dan Skala Upah dapat ditinjau oleh


Pengusaha. ( misalnya penyesuaian karena ada kenaikan UMK )
• Hasil peninjauan Struktur dan Skala Upah
diberitahukan kepada Pekerja/Buruh yang
Golongan Jabatannya mengalami perubahan.
SANKSI

Perusahaan yang tidak menyusun struktur dan


skala upah serta tidak memberitahukan struktur
dan skala upah kepada pekerja/buruh, dikenai
sanksi administratif.
Sanksi Administratif diatur dalam Permenaker
No. 20 Tahun 2016

11
SANKSI ADMINISTRATIF TERKAIT
STRUKTUR DAN SKALA UPAH
1. Teguran Tertulis
Teguran tertulis diberikan sampai dua kali teguran masing-masing
untuk jangka waktu 15 hari terhitung sejak tidak dipenuhinya
kewajiban

2. Pembatasan kegiatan usaha


Meliputi:
a. pembatasan kapasitas produksi baik berupa barang maupun jasa
dalam waktu tertentu; dan/atau
b. penundaan pemberian izin usaha di salah satu atau beberapa
lokasi bagi perusahaan yang memiliki proyek di beberapa lokasi.
c. Sampai dengan dipenuhinya kewajiban Pengusaha
METODE UMUM DALAM MENYUSUN
STRUKTUR DAN SKALA UPAH

Dalam penyusunan Struktur dan Skala Upah


terdapat beberapa metode yang dapat digunakan
oleh Pengusaha sesuai dengan kondisi dan
kemampuan perusahaan masing-masing. Metode
tersebut antara lain:
•metode rangking sederhana
•metode poin faktor
PENYUSUNAN STRUKTUR DAN
SKALA UPAH
1 ANALISA JABATAN
Proses memperoleh data jabatan dan mengolahnya
menjadi informasi jabatan atau uraian jabatan.

2 EVALUASI JABATAN
Proses menilai, membandingkan, dan memeringkat
jabatan-jabatan

3 MENETAPKAN STRUKTUR DAN SKALA UPAH


Dilakukan oleh Pengusaha berdasarkan kemampuan Perusahaan
dengan memperhatikan:
upah minimum yang berlaku; dan/atau
tingkat upah pada Perusahaan sejenis.
15
Analisa jabatan meliputi :
Inventarisasi semua jabatan yang ada dalam perusahaan

Membuat uraian masing-masing jabatan ( Job


Description / Job Desk )

16
uraian jabatan meliputi :

1. Mendefinisikan jabatan
2. Menguraikan tugas jabatan
3. Memberi nilai berat ringannya beban tanggung
jawab pada jabatan
4. Memberi nilai aktivitas Fisik dan Mental
5. Memberi nilai kondisi kerja ( lingkungan kerja,
kenyamanan dan bahaya di lingkungan kerja )

17
Pengertian :

Suatu sistem untuk memeringkatkan jabatan secara logis


dan adil, dengan membandingkan setiap jabatan terhadap
jabatan lainnya untuk menentukan nilai relatif jabatan yang
ada dalam satu organisasi
Pemeringkatan Jabatan didasarkan pada job des
masing-masing jabatan

18
OBJEK YANG DISURVEY ADALAH UPAH PADA
SEMUA JABATAN DI PERUSAHAAN SEJENIS

FUNGSI :
UNTUK MENGETAHUI INFORMASI TINGKAT UPAH
DI PASARAN DAN KEBIASAAN MAUPUN PRAKTEK
YANG BERLAKU, SESUAI GOLONGAN JABATAN
UNTUK MENEKAN TURN OVER DI PERUSAHAAN
MEMPERTAHANKAN KARYAWAN YANG MEMILIKI
KINERJA YANG BAIK DENGAN MEMBERIKAN UPAH
LEBIH TINGGI DARI PERUSAHAAN LAIN

19
MENETAPKAN NILAI NOMINAL UPAH

• MENETAPKAN NILAI NOMINAL UPAH BERDASARKAN HASIL


EVALUASI JABATAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN DATA UPAH
MARKET

( DATA HASIL SURVEY UPAH )


• PENETAPAN NILAI NOMINAL UPAH SECARA SEDERHANA DENGAN
MENENTUKAN NILAI MIN DAN MAX UPAH PADA GOL JABATAN,
PENENTUAN NOMINAL UPAH INI DILAKUKAN OLEH TIM EVALUASI
JABATAN DAN TELAH DISETUJUI OLEH PIMPINAN / DIREKTUR
PERUSAHAAN
20
Metode Non Metode Kuantitatif
Kuantitatif
.

1 Ranking 1 Perbandingan factor

2 Garis kebijakan 2 Point Factor

Hasil : Golongan Jabatan / Grade

21
• KELEBIHAN :
 Sederhana
 Mudah
 Singkat
 Murah biayanya

• KELEMAHAN
Sangat subjektif
Sulit dilaksanakan jika jumlah jabatan banyak

22
Urutkan jabatan dari jabatan terendah ke
1
jabatan tertinggi

Membuat tabel susu : jabatan, golongan


2 jabatan, nilai minimum dan nilai maksimum
masing-masing jabatan

Memasukkan batas nilai minimum dan


3 maksimum masing-masing jabatan

23
N JABATAN GOLONG BATAS NILAI BATAS NILAI
O AN MINIMUM MAKSIMUM
1 Waiter 1 1.710.000 2.000.000

2 Sales Marketing 2 2.000.000 2.500.000

3 Chasier 3 2.500.000 3.000.000

4 Assistant Chef 4 3.000.000 3.500.000

5 Chef 5 4.000.000 5.000.000

24
24
• Pemeringkatan Jabatan dapat dilakukan dengan menggunakan tabel
rangking, dengan cara membandingkan antara jabatan-jabatan yang
ada dalam perusahaan saudara
Cara pemberian nilai pada jabatan yaitu :
• Diberi nilai 3 apabila bobot jabatan lebih tinggi
• Diberi nilai 2 apabila bobot jabatan sama
• Diberi nilai 1 apabila bobot jabatan lebih rendah

Seperti pada tabel berikut :


NO NAMA JABATAN Assistant Chef Chasier Chef Waiter Sales Marketing SKOR RANK

1 Assistant Chef - 3 1 3 3 10 2

2 Chasier 2 - 1 3 3 9 3

3 Chef 2 3 - 3 3 11 1

4 Waiter 1 1 1 - 1 4 5

5 Sales Marketing 1 1 1 3 - 6 4
• Setelah jabatan-jabatan diperbandingkan dan diberi nilai bobot
jabatannya maka diketahui jabatan yang mempunyai jumlah nilai
tertinggi menduduki ranking pertama, selanjutnya diikuti dengan
jabatan yang mempuyai jumlah nilai lebih rendah berada dibawahnya
dan seterusnya
• Dari hasil pe-ranking-an di atas tampak urutan jabatan dari jabatan
tertinggi sampai terendah sbb :
1. Chef --------------------- menduduki ranking 1 / tertinggi
2. Assistant Chef
3. Chasier
4. Sales Marketing
5. Waiter ------------------ menduduki rangking 5 / terendah
• Dengan hasil penilaian jabatan tsb maka terbentuk Struktur Upah
Step 1 Menentukan faktor
Step 2 Memberi bobot pada faktor dan angka poin max nya
Step 3 Menetapkan turunan faktor dan angka poinnya
Step 4 Menganalisa dan mendeskripsikan pekerjaan / job desk
Step 5 Menentukan tingkat pekerjaan dan nilainya
Step 6 Menjumlah poin total dan menyusun hirarkinya
Pembobotan Jabatan
Berdasarkan Permenaker No. 1 Tahun 2017 ttg SUSU

Faktor yang digunakan untuk menilai jabatan :

Ada 4 Factor umum yang digunakan :

1
1 Skill (keahlian)

2
2 Tanggung jawab (responsibility)

3
3 Usaha Fisik / Mental ( aktivitas fisik / mental )

Kondisi Kerja (work condition)


4
4 ( kenyamanan dan resiko bahaya di lingkungan kerja)
Pembobotan Factor dan Penentuan Poin Max
FACTOR POIN MAX
1. Skill / Keahlian 300
2. Usaha Fisik/Mental 120
3. Tanggung Jawab 480
4. Kondisi Kerja 100
TOTAL 1.000
30

NB :
1.Pembobotan factor menitikberatkan pada factor “tanggung Jawab” shg nilai poin
max nya factor “tanggung jawab” terbesar diantara ketiga factor yg lain
2.Penentuan nilai poin max masing-masing factor ditetapkan oleh Tim EVA JAB
4 Factor masing-masing dibagi menjadi 2 Turunan Factor
dan diberi nilai poin maximalnya
Factor Factor Factor
Factor Skill
Usaha Fisik Mental Tanggung Jawab Kondisi kerja
(poin max 300 )
(poin max 120) (poin max 480) (poin max 100)

Kewenangan Kondisi Kerja


Pengetahuan Aktivitas Fisik
(poin max 120) (poin max 40)
dlm membuat (poin max 40)
peraturan
(poin max 240)

Pengalaman Aktivitas Mental Kewenangan Bahaya Kerja


Kerja (poin max 80) di bidang
(poin max 180) (poin max 60)
keuangan
(poin max 240)
31
Lanjutan ...

Pembuatan Level Pada Turunan Factor dan Diberi


Nilai Poin Pada Setiap Level
• Turunan factor Pengetahuan 5 level
• Turunan factor Pengalaman Kerja 5 level
• Turunan factor Usaha Fisik 5 level
• Turunan factor Usaha Mental 5 level
• Turunan factor Peraturan 5 Level
• Turunan factor Keuangan 5 Level
• Turunan factor Kondisi di tempat Kerja 5 Level
• Turunan factor Bahaya di tempat kerja 5 Level
Lanjutan ...
PEMBERIAN NILAI PADA TURUNAN FAKTOR
PENGETAHUAN & PENGALAMAN KERJA
Dengan mempertimbangkan tingkat pendidikan dan pengalaman kerja
yang diperlukan supaya bisa melaksanakan pekerjaan sesuai standar
FAKTOR LEVEL KETERANGAN POIN
Pengetahuan 1 Pendidikan SD 10
Poin max 120 2 Pendidikan SMP 30
3 Pendidikan SMA 60
4 Pendidikan D3 90
120
33

5 Pendidikan S1 atau lebih tinggi

Pengalaman 1 Kurang dari 1 tahun 0


Poin max 180 2 1 - 2 tahun pengalaman kerja 20
3 3 - 6 tahun pengalaman kerja 60
4 7 - 10 tahun pengalaman kerja 130

5 Lebih dari 10 tahun pengalaman kerja 180


Lanjutan ...

FAKTOR LEVEL KETERANGAN POIN


Fisik 1 Pekerjaan dengan aktivitas fisik sangat sedikit 10
Poin max 40 2 Pekerjaan dengan aktivitas fisik sedikit 10
3 Pekerjaan dengan aktivitas fisik sedang 20
4 Pekerjaan dengan aktivitas fisik sering 30
40
34

5 Pekerjaan dengan aktivitas fisik sangat sering

Mental 1 Pekerjaan yang sedikit membutuhkan pemikiran 10


Poin max 80 2 Pekerjaan yang membutuhkan pemikiran ringan 20
3 Pekerjaan yang membutuhkan pemikiran sedang 40
4 Pekerjaan yang membutuhkan pemikiran berat 60
5 Pekerjaan yang membutuhkan pemikiran sangat berat 80
Lanjutan ... PEMBERIAN NILAI PADA TURUNAN FAKTOR
PERATURAN & KEUANGAN
Dengan mempertimbangkan aspek kewenangan dalam membuat regulasi
di perusahaan dan kewenangan mengelola keuangan di perusahaan
FAKTOR LEVEL KETERANGAN POIN

Peraturan
Poin max 240 1 Melaksanakan peraturan dan prosedur 20
2 Merancang peraturan atau perubahan aturan 40
3 Merancang kebijakan dan prosedur bagian 120
4 Merancang/merumuskan/merekomendasikan kebijakan Perusahaan 160
35

5 Mengambil keputusan atas kebijakan makro Perusahaan 240

Keuangan
Poin max 240 1 Tidak ada wewenang keuangan 0
2 Memeriksa dan memverifikasi transaksi keuangan 40
3 Berwewenang menyetujui transaksi < Rp 10 juta 120
4 Berwewenang menyetujui transaksi > Rp 10 juta sampai dengan Rp 100 juta 160
5 Mengetahui dan Menyetujui transaksi > Rp100 juta 240
Lanjutan ...
PEMBERIAN NILAI PADA TURUNAN FAKTOR
KONDISI KERJA & BAHAYA KERJA
Dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan di tempat kerja dan
bahaya atau ancaman risiko di tempat kerja
FAKTOR LEVEL KETERANGAN POIN

Kondisi Kerja 1. Kondisi lingkungan kerja sangat nyaman ( sejuk, tenang, dll )
0
Poin max 40 2 Kondisi lingkungan kerja cukup nyaman ( sejuk )
10
3 Kondisi kurang nyaman ( panas, tanpa ac )
36

20
4 Kondisi kerja tidak nyaman ( bising, panas, dll )
30
5 Kondisi kerja sangat tidak nyaman ( bising, panas, bau, kumuh dll )
40

Bahaya Kerja 1. Pekerjaan tidak membahayakan ( di ruang kerja sangat aman )


0
Poin max 60 2. Pekerjaan sedikit membahayakan ( di ruang kerja )
10
TABEL POIN FACTOR
POIN TURUNAN FAKTOR
POIN TURUNAN
FAKTOR Level Level Level Level Level
MAX FAKTOR
SATU DUA TIGA EMPAT L IMA

Skill Pengetahuan 10 30 60 90 120


300
(Keahlian) Pengalaman 0 20 60 130 180

Effort Fisik 10 10 20 30 40
120
(Usaha) Mental 10 20 40 60 80

Resposibility Peraturan 20 40 120 160 240


(Tanggung 480
Jawab) Keuangan 0 40 120 160 240
37

Kondisi Kerja 0 10 20 30 40
Work Condition
100
(Kondisi Kerja) Bahaya 0 10 20 40 60

TOTAL 1.000 1.000


Contoh hasil penilaian jabatan
NAMA JABATAN : Manager
Factor Jabatan Kriteria Level Poin

Pengetahuan 5 120
SKILL / KEAHLIAN
Pengalaman 3 60
Fisik 3 20
USAHA Mental 5 80
Peraturan 5 240
TANGGUNG JAWAB
Keuangan 5 240

Kondisi Kerja 2 10
KONDISI KERJA
Bahaya 4 40

Jumlah 810
NO NAMA JABATAN POIN FAKTOR TOTAL
SKILL EFFORT RESPONS W.Con POIN

1 Manajer 180 100 480 50 810


(120+60) (20+80) (240+240) (20+40)

2 GM 920
3 Asisten manajer 700
4 Operator 430
5 Office Boy 210
6 Acaunting 830
7 Security 450
8 Administrator 390
9 Supervisor HRD 610
39
UPAH UPAH UPAH
GOL TERENDAH TENGAH TERTINGGI
RANK JABATAN JABATA (MIN) (MID) (MAX)
N

1 GM 10 15.000.000 17.500.000 20.000.000


2 Manajer 9 11.000.000 11.500.000 12.000.000
3 Asisten Manajer 8 10.000.000 10.500.000 11.000.000
4 Supervisor HR 7 9.000.000 9.500.000 10.000.000
5 Accountant 6 8.000.000 8.500.000 9.000.000
6 Administrator 5 7.000.000 7.500.000 8.000.000
7 Sekertaris 4 5.000.000 5.500.000 6.000.000
8 Operator Mesin 3 4.000.000 4.500.000 5.000.000
9 Security 2 3.000.000 3.500.000 4.000.000
10 Office Boy 1 1.649.800 2.324.900 3.000.000
MENGHITUNG BESARAN ANGKA UPAH TERENDAH ( MIN )
UPAH TENGAH ( MID ) DAN UPAH TERTINGGI ( MAX )
Jika dua diantaranya diketahui, maka nilai dari dua besaran lainnya dapat dihitung dengan rumus
seperti pada tabel berikut ini :
Batas upah Batas Upah Rentang / Kisaran Upah Tengah
Terendah ( MIN ) Tertinggi ( MAX ) ( Spread ) ( MID )

Diketahui Diketahui (Max – Min) x 100% ( Max + Min )


Min 2

Diketahui Min x (Spread + 1) Diketahui Min x (Spread + 2)


2

Diketahui 2 Mid - Min 2 x (Mid – Min) Diketahui


Min

Max Diketahui Diketahui Max x (Spread + 2)


Spread + 1 2 x (Spread + 1)

2 Mid - Max Diketahui 2 (Max – Mid) Diketahui


2 Mid - Max

2 Mid 2 Mid (Spread + 1) Diketahui Diketahui


Spread + 2 (Spread + 2)
41
SEKIAN
TERIMA KASIH