Anda di halaman 1dari 36

Obat Tradisional dan Fitoterapi

Sistem Pencernaan

Mills S, Bone K. 2000. Principles and Practice of Phytotherapy: Modern Herbal


Medicine. Churchill Livingstone. Edinburg
Highlight OTF Sistem Pencernaan
• Pengobatan: • Perawatan:
– Gangguan fungsi: – Defisiensi pencernaan
dispepsia, refluks dan anoreksia
gastroesofagus, irritable – Intoleransi dan alergi
bowel syndrome
makanan
– Kondisi inflamasi pada
– Tukak lambung
saluran pencernaan atas:
ulcer mulut, esofagitis, – Penyakit inflamasi pada
gastritis saluran pencernaan
– Infeksi gastrointestinal bawah: Chron’s disease
kronis dan ulcerative collitis
– Konstipasi – Diverticulitis
Highlight OTF Sistem Pencernaan
• Perhatian khusus:
1. Kondisi malnutrisi dan malabsorbsi parah
2. Kanker lambung
3. Kerusakan empedu dan kanker saluran empedu
Saluran Pencernaan
• Saluran panjang yang digunakan
untuk memecah dan memroses
makanan, mengabsorbsi nutrien dan
mengeluarkan sisa makanan
• Diatur oleh saraf, ganglia dan
neurohormon yang saling
terintegrasi, yang sifatnya
terdesentralisasi
• Sistem terganggu: penanganan
secara lokal
• Self correcting dan autonomous
termanifestasi dalam gerak
peristaltik: any bolus of food in the
gut, simply by being there, is
propelled in one direction toward
the lower bowel
Absorbsi, Sekresi dan Motilitas
• Makanan memicu motilitas dan reflek sekretomotor:
sebagian air dan elektrolit yang terabsorbsi bersama
makanan dikembalikan ke lumen
• Fungsi motilitas dan sekresi seringkali diregulasi
secara bersamaan
– Herbal karminatif mengurangi motilitas dan aktivitas
sekresi, dan khusus pada jahe juga meningkatkan
aktivitas absorbsi
– Herbal yang mengandung enyawa pahit, kolagogum dan
laksatif meningkatkan motilitas dan aktivitas sekresi
Absorbsi, Sekresi dan Motilitas

Produk bakteri (antigen) memicu aktivasi sistem imunitas pada lumen

Rangkaian kejadian yang berkaitan dengan pelepasan mediator inflamasi

Peningkatan motilitas dan aktivitas sekresi saluran pencernaan

Kontraksi kuat otot saluran pencernaan dan diare

Food Poisoning dan Infeksi Saluran Pencernaan


Aktivitas Lambung
• Lambung menyimpan makanan yang telah
dikunyah
• Produksi asam lambung normalnya
menyesuaikan kemampuan duodenum untuk
menetralkannya
• Kecepatan pengosongan lambung berkaitan
dengan perlindungan struktur dan fungsi
intestinal
Mediator Kimia Aktivitas Pencernaan
• Serotonin: memediasi refleks emetik
– Jahe sebagai antagonis reseptor 5-HT3 digunakan untuk mengurangi
muntah akibat kemoterapi kanker
• Noradrenalin: menekan transmisi kolinergik dan merangsang
kontraksi non-kolinergik
– Capsaicin menurunkan motilitas dan aktivitas sekretomotor saluran
pencernaan melalui iritasi mukosa lokal
• Kolesistokinin: hormon untuk mencerna protein dan lemak,
melalui stimulasi sekresi pankreas, kontraksi kandung
empedu, dan pengaturan pengosongan lambung
– Dirangsang oleh herbal yang berasa pahit
• Gastrin: merangsang peningkatan sekresi asam lambung dan
pepsin
Flora Normal • E. coli, Enterococccus
faecalis, Bacteroides
distasionis melindungi
usus dari serangan bakteri
patogen melalui
modifikasi sistem
empedu, stimulasi
peristaltik, induksi respon
imun, dan kompetisi
substrat

• Bakteri anaerob membantu pencernaan sekunder dan


menurunkan intestinal transit time
• Flora normal juga mengurangi respon tubuh terhadap
antigen dari makanan melalui pengurangan
penyerapannya lewat mukosa
Flora Normal
• Populasi flora normal tergantung pada makanan: laktosa
dan protein (bayi), dan gula (dewasa)
• Antibiotik sangat berpengaruh pada flora normal
• Artemisia absinthium, Marsdenia dan bawang putih
membantu memulihkan kondisi flora normal melalui
perbaikan fungsi hepar dan empedu, bila digunakan
bersamaan dengan diet tinggi serat dan rendah gula
sederhana
• Fruktooligosakarida dari tumbuhan sebagai prebiotik:
membantu kolonisasi flora normal di usus besar
– Cynara (daun artichoke) dan Urginea (Squill)
Dasar Farmakologi untuk Terapi Herbal di
Saluran Pencernaan
• Sebagai sumber refleks enterik: Modifikasi sistem vagal
mempengaruhi pengaturan lambung dan paru-paru
• Sebagai organ endokrin: Aktivitas pencernaan mengatur sekresi
insulin, glukagon, somatostosin, ganstrin, kolesistikinin
• Sebagai bagian dari sistem neurohormon yang umum:
Menghubungkan status pencernaan dengan emosi
• Sebagai area tubuh dengan aktivitas imunologi tertinggi
• Sebagai rute akses potensial berbagai patogen: Fecal oral disease
• Sebagai penentu kadar gula darah
• Sebagai bagian dari sirkulasi enterohepatik
• Sebagai organ eliminasi utama tubuh
• Sebagai rumah dari berbagai simbion dan organisme parasit
Serat dan Bulk Laksatif
• Herbal: Linum (linseed), Plantago ovata (ispaghula), P.
psyllium (biji dan kulit biji psyllium)
• Indikasi penggunaan:
– Konstipasi
– Inflammatory bowel disease
– Gangguan gula darah, termasuk diabetes
– Kondisi dispeptik dan inflamasi lambung
– Penggunaan tradisional untuk penumpukan cairan dan obesitas
• Kontraindikasi: anemia defisiensi besi, osteoporosis, dan
malnutrisi kronis
• Penggunaan: dalam bentuk serbuk, bisa dimasukkan
dalam kapsul yang diminum bersama makanan
Emetik
• Herbal: Cephaelis (ipekak), Urginea (squill)
• Emetik digunakan untuk mengeluarkan racun,
sebagai pilihan pertama pada infeksi bronkhitis
dan saluran pencernaan, juga keracunan empedu
• Kontraindikasi:
– Keracunan pada kondisi koma dan konvulsi
– Keracunan akibat produk petroleum dan bahan-
bahan korosif lain
• Penggunaan: dalam bentuk sirup
Mucilago
• Herbal: Althea (marsmallow), Ulmus (elm licin), Plantago mayor (plantain),
P. lanceollata (ribwort), Symphytum (comfrey), Tussilago (clotsfood),
Chondrus (Irish moss), Lobaria (lungwort), Verbascum (mullein)
• Indikasi:
– Kondisi dispeptik, terutama yang disertai hiperasiditas
– Penyakit inflamasi: refluks esofagitis, gastritis, tukak lambung, enteritis, ileitis,
colitis
– Batuk kering
– Secara topikal untuk lesi yang meradang, pruritis
• Kontraindikasi: Bronkhial kongestif dan kondisi catarhal
• Penggunaan: dalam kapsul, sebelum makan (untuk gangguan di lambung
dn usus), setelah makan (untuk refluks esofagitis), atau sesuai kapan saja
(untuk ekspektoran)
Saponin
• Herbal: Primula (cowslip), akar manis, ipekak, Senega (snakeroot),
klabet
• Indikasi:
– Kongesti bronkhial
– Gangguan pencernaan
– Secara tradisional untuk modulator hormonal
• Kontraindikasi:
– Secara topikal pada luka terbuka
– Kolik, malabsorbsi lemak
– Defisiensi vitamin D, E, dan K
• Penggunaan: sebelum makan pada pasien sensitif, tidak untuk
penggunaan jangka panjang
Tanin
• Herbal: Hamamelis (witghhazel), Quercus (oak), Agrimonia (agrimony),
Geranium, Acacia catechu, Polygonum (bistort)
• Indikasi:
– Inflamasi saluran pencernaan atas
– Diare yang terjadi setelah inflamasi saluran pencernaan
– Secara topikal untuk luka terbuka yang bernanah, hemoroid dan luka bakar
ringan
• Kontraindikasi:
– Konstipasi
– Anemia
– Malnutrisi
• Penggunaan: diminun setelah makan, penggunaan jangka panjang
dengan dosis besar tidak disarankan
Herbal Pungent (Penghangat Tubuh)
• Herbal: cabe, jahe, wasabi, kunyit
• Indikasi:
– Dispepsia congestif
– Mual, muntah, kolik, diare
– Kongesti bronkhial
– Ganguan sirkulasi periferal
– Secara topikal untuk nyeri otot dan sendi, juga inflamasi subdermal
– Secara tradisional untuk mengatasi kondisi tubuh yang dingin
• Kontaindikasi:
– Digunakan bersama obat-obat yang memiliki indeks terapi sempit
– Kondis hiperasiditas dan refluks gastroesofagal
– Hepatitis
– Kondisi nefritis kronis
• Penggunaan: bisa untuk jangka panjang
Herbal Aromatis
• Herbal: kapulaga, jintan hitam, adas manis, adas, kayu manis,
lengkuas, pala
• Indikasi:
– Kolik dan kembung
– Irritable bowel disease
– Dispepsia kongestif
– Kongesti bronkhial
– Secara tradisional untuk meningkatkan metabolisme dan proses
pencernaan, juga infeksi kronis dan radang
• Kontraindikasi pada gastroesofagal refluks
• Penggunaan: sebelum makan, bisa untuk penggunaan jangka
panjang
Antispasmodik Volatil
• Herbal: kamomil, mint, parsley, timi
• Indikasi:
– Dispepsia
– Kolik dan kembung
– Irritable bowel disease
– Gastritis
– Secara tradisional untuk demam dan kecemasan saraf
• Kontraindikasi pada kejadian keracunan lambung dan usus
• Penggunaan: Sebelum makan, bisa digunakan dalam
jangka panjang
Resin
• Herbal: Calendula (marigold), Dorema
(ammoniacum), Myrica (bayberry)
• Indikasi:
– Kondisi radang pada mulut, tenggorokan dan
saluran pencernaan bagian atas
– Limfodenopati dan infeksi yang berulang
• Penggunaan: tidak larut air, sehingga diminum
dalam bentuk tinktur. Penggunaan jangka
panjang tidak disarankan
Laksatif Antraquinon
• Herbal: lidah buaya, Senna, ketepeng cina, cascada,
frangula, rhubarb
• Indikasi:
– Konstipasi atonik
– Secara tradisional untuk penumpukan cairan dan obesitas
• Kontraindikasi:
– Konstipasi akibat iritasi usus besar
– Bowel Disease
– Diare
• Penggunaan: diminum saat makan malam
Herbal Pahit
• Herbal: gentian, cantaury, wormwood, dandelion, black root
• Indikasi:
– Nafsu makan hilang
– Gangguan liver dan empedu
– Gangguan gula darah
– Gastritis kronis dan tukak lambung
– Intoleransi dan alergi makanan
– Secara tradisional untuk demam dan jaundice
• Kontraindikasi: tukak usus halus
• Penggunaan: tinktur dengan konsentrasi 5-10%, bisa
digunakan untuk jangka panjang
Fitoterapi untuk Gangguan Sistem
Pencernaan
1. Tukak Mulut
2. Dispepsia dan Refluks Gastroesofagal
3. Anorexia
4. Mual
5. Tukak Lambung
6. Tukak Duodenum
Tukak Mulut (Abhthous Ulceration)

• Kondisi tukak superfisial pada mulut, berulang


• Penyebab: stres emosional, imunitas lemah, ketidakseimbangan flora
normal mulut, dan penggunaan gigi palsu
• Tujuan terapi untuk mempercepat penyembuhan tukak dan memperbaiki
ketidakseimbangan yang ada:
– Mengurangi stress
– Memperbaiki diet, dengan banyak sayur dan buah
– Menjaga higienis mulut
Fitoterapi Tukak Mulut
1. Akar manis: antiinflamasi dan soothing
2. Echinacea: Memperkuat imunitas, merangsang saliva,
antiinflamasi
3. Myrrh: antiseptik dan antiinflamasi
4. Propolis: penyembuh luka, antiinflamasi, antiseptik,
anastesi lokal
5. Piper methysticum (kava): anastesi lokal
6. Calendula: antiseptik, antiinflamasi, penyembuh luka
7. Rheum palmatum (rhubarb): antiseptik, antiinflamasi
astringen, penyembuh luka
Studi Kasus Tukak Mulut
• Ny X, seorang • Untuk diminum:
pasien wanita Akar manis 1:1 20 mL
berumur 42 tahun,
Echinacea 1:2 25 mL
telah menderita
tukak mulut Propolis 1:10 25 mL
selama 30 tahun. Valeriana officinalis 1:2 20 mL
Semua giginya Total 100 mL
telah dicabut pada Dosis 5 mL, diminum dengan air, 3 x sehari
usia 15 tahun
karena
pengapuran. Ny X • Untuk dioleskan pada tukak:
selalu merasa Propolis 1:10 50 mL
khawatir dan sulit
Calendula 1:2 50 mL
untuk bersantai
Ny. X juga disarankan untuk berkumur dengan
Total 100 mL campuran yoghurt dan air
secara teratur
Tukak Mulut Ny. X
• Sediaan topikal dibuat dalam • Setelah 4 minggu pengobatan,
bentuk tinktur: tukak Ny. Y hanya kambuh 4
kali, yang terjadi pada minggu
pertama pengobatan
• Agar resin dalam calendula ,
• 4 minggu berikutnya, hanya
myrrh, kava dan propolis terjadi 1 tukak
terambil • Setahun kemudian, tukak mulut
• Resin akan mengering ketika Ny. Y tidak pernah kambuh lagi
diaplikasikan, menahan • Ny. X tetap meminum ramuan
bahan aktif lain tetap herbal tersebut dengan dosis
melekat pada tukak sehingga yang lebih rendah, yaitu 1 atau
terjadi kontak lebih lama 2 kali sehari
Fitoterapi Dispepsia dan Refluks
Gastroesofagal
• Pendekatan terapi dan herbal yang digunakan untuk Dispepsia dan Refluks
gastroesofagal mirip

1. Akar manis dan mucilago (slippery elm dan marshmallow) sebagai


mukoprotektor. Dikonsumsi setelah makan dan sebelum tidur
2. Herbal pahit pada dosis rendah meningkatkan tone oesophageal sphincter
dan memperbaiki pengosongan lambung. Pada dosis tinggi meningkatkan
asiditas lambung, seingga harus digunakan dengan hati-hati
3. Herbal karminatif dan minyak atsiri pada dosis tinggi mengurangi tone
oesophageal sphincter. Pada dosis rendah memperbaiki motilitas saluran
pencernaan
4. Herbal antiinflamsi meringankan gejala dan mempercepat penyembuhan
Studi Kasus Dispepsia dan Refluks
Gastroesofagal
• Seorang pasien wanita • Formula herbal:
berumur 58 tahun, Ny.
S, telah menderita Passiflora incarnata 1:225 mL
heartburn selama 10- Matricaria chamomila 1:225 mL
15 tahun. Selama ini Ny.
Filipendula ulmaria 1:225 mL
S menghindari
Stellaria mediasuccus 25 mL
konsumsi alkohol,
gandum, ragi, beras dan Total 100 mL
merokok. Ny. S pernah Dosis 5 mL, 3 x sehari
menggunakan slipery
elm dan antasida • Dalam 4 minggu, Ny. S hanya 1 kali
sebelumnya. Ny. S tidak merasakan serangan heartburn. Heartburn
suka akar manis Ny. S hilang setelah 4 minggu berikutnya
Anoreksia
• Kondisi di mana fungsi sistem • Fitoterapi:
pencernaan bagian atas yang
lemah 1. Herbal pahit untuk memperbaik
aspek-aspek dalam sistem
• Penyebab: usia lanjut, anemia pencernaan bagian atas
• Gejala: stagnasi setelah 2. Herbal aromatis untuk
meningkatkan sekresi asam lambung
makan, keberadaan makanan
3. Herbal pungent untuk stimulasi
tak tercerna di feses, asam lambung
kembung, intolerensi 4. Herbal kholeretik untuk
makanan berlemak, mual meningkatkan sekeresi asam
• Merupakan gejala dari empedu
5. Kolagogum untuk meningkatkan
banyak penyakit kronis
fungsi kantung empedu
Contoh Formula Fitoterapi Anoreksia
Gentiana lutea 1:5 10 mL
Coleus forskohlii 1:1 65 mL
Zingiber officinale 1:2 25 mL
Total 100 mL
Dosis 20 tetes (0,7 mL), diminum dengan air 20 menit
sebelum makan

• Bila pasien mengalami iritasi setelah penggunaan


ramuan herbal, herbal pahit harus dihentikan
penggunaannya
Mual
• Gejala dari berbagai penyakit
• Herbal untuk meredakan mual:
– Jahe
– Mint
– Kamomil
– Ballota nigra (black horehound)
– Filipendula (meadowsweet)
• Untuk mual akibat motion sickness: herbal
diminum 1 jam sebelum perjalanan
Tukak Lambung dan Tukak Duodenum

• Pendekatan fitoterapi tukak lambung: dengan


memperhatikan semua penyebab dan faktor-
faktor yang memperburuk kondisi tsb
• Bukan sebatas mengurangi sekresi asam
lambung, tapi juga dengan melindungi mukosa
dan meningkatkan kapasitas tubuh untuk
menyembuhkan tukak
Fitoterapi Tukak Lambung dan Tukak
Duodenum
• Akar manis dan mucilago: antiinflamasi dan meningkatkan perlindungan mukosa. Akar
manis juga meningkatkan sekresi basa bikarbonat di pankreas. Dikonsumsi sebelum
makan
• Herbal pahit: menguatkan membran mukosa lambung. Kontraindikasi pada tukak
duodenum
• Hydrastis canadensis (golden seal): memperbaiki membran mukosa dan memiliki
aktivitas antibakteri
• Propolis dan bawang putih segar: antibakteri Helycobacter pylori
• Herbal imunomodulator: mengaktifkan imunitas tubuh untuk memerangi H. pylori
• Herbal astringen: mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan mukoproteksi
pada tukak
• Herbal antiinflamasi: menghentikan siklus tukak dan mempercepat penyembuhan
luka
• Herbal spasmolitik dan karminatif: meningkatkan motilitas pencernaan
• Filipendula: menormalkan aktivitas asam lambung
Contoh Formula Tukak Lambung
Foeniculum vulgare 1:2 3 mL
Filipendula ulmaria 1:2 25 mL
Akar manis 1:1 15 mL
Kamomil 1:2 20 mL
Gentiana lutea 1:5 2 mL
Echinacea 1:2 20 mL
Calendula officinalis 1:2 15 mL
Total 100 mL

• Dosis 5 mL , diminum dengan air, 3 x sehari, sebelum makan


• Disertai dengan:
– 1 SDM serbuk slippery elm sebelum makan
– 1 tablet hydrastis 500 mg setelah makan (hydrastis inkompatibel dengan
Contoh Formula Tukak Duodenum
Filipendula ulmaria 1:2 20 mL
Akar manis 1:1 15 mL
Kamomil 1:2 25 mL
Propolis 1:10 15 mL
Echinacea 1:2 25 mL
Total 100 mL

• Dosis 5 mL, diminum dengan air, tiga kali sehari, setengah jam
sebelum makan
• Disertai dengan:
– 1 SDM serbuk slippery elm sebelum makan
– 1 tablet hydrastis 500 mg setelah makan (hydrastis inkompatibel
dengan Filipendula