Anda di halaman 1dari 61

FERTILISASI : PERTEMUAN ♀ x ♂

(Prose's penyatuan 2 gamete)


Istilah Zigot, Embrio,
dan Fetus
Zigot, Zygote : Sel telur hasil fertilisasi oleh spermatozoa.
Zigot merupakan bentuk paling awal dari perkembangan
hewan. Sering disebut juga sebagai sel telur yang
terbuahi (Fertilisasi)

Embrio : Tahap awal perkembangan hewan. Istilah ini digunakan setelah


zigot memulai pembelahan mitosis sampai dengan sebelum proses
organogenesis dimulai.
Pada hewan plasenta, perkembangan embrio praimplantasi sering
digunakan dengan istilah embrio tahap 2 sel, embrio 4 sel, embrio 8 sel,
morula, morula kompak, blastosis, blastosis ekspan, blastosis hatching
/hatched.
istilah embrio biasanya digunakan sampai umur kebuntingan 60 hari.
Diatas umur kebuntingan 2 bulan istilah yang digunakan ialah fetus.
Pengecualian ialah pada hewan non mamalia (tanpa plasenta), misalnya
pada unggas yang seluruh perkembangannya terjadi di
dalam telur, maka istilah embrio digunakan untuk seluruh tahapan
perkembangan sampai dengan menetas.

Fetus, Fetus : Perkembangan hewan


mamalia setelah masa perkembangan
embrional sampai dengan saat kelahiran.
Untuk mencapai inti ovum
spermatozoa hrs melewati
1. sel granulosa
2. Zona pellusida
3. dinding sel ovum
(membran vitellin)
PENETRASI SPERM

Untuk masuk ke dalam sel ovum, spermatozoa


terlebih dahulu harus menembus:
(a). Massa kumulus (bila masih ada)
(b). Zona pelusida
(c). Membran vitellin

Pertautan kepala sperma dengan permukaan membran vitellus.

aktivasi sel ovum


• Kepala sperm menempel pd zone pellucida
(receptor zp)

• Ab antizona: memblok penempelan sperm

• Ikatan ZP dpt dihambat dg Ab antisperm


atau glikoprotein yg diekstrak dr ZP.
 Diepididymis (10 – 15 hr)
Maturasi tergt dari sekresi epididymis
dan waktu transport

Motility/hyperactivation
Di Ampula,

 Sp aktif bergerak (ampula mengandung zat spt: bicarbonate,


pyruvate, asam amino bebas,oxygen, karbohidrate, steroid, Co2
dan nucleosides)
 Bag kepala sp mengandung enzim hyaluronidase yg berfungsi
mencairkan asam hyhaloronate diantara sel-sel granulosa
 Adanya reaksi zona (untuk mencegah sp lain masuk

 RZ : jelas pada domba, tapi tdk jelas pada babi (antara m.vitellin
dan zp sering ditemukan lebih dari 1 ekor sp.) dan kelinci ±
200 sp

 Pd hw yg tdk mempunyai RZ, mempunyai Vitellin Blok

 RZ dan VB sangat penting, karena ovum dan sp adl sel-sel


haploid
Haploid + haploid

Diploid
(berkemb normal)
Istilah:
supernumenary sperm (Sperma Supernumerik) : bila sudah
terjadi RZ dan VB, tapi dlm vitellus didapat lebih dari 1 sp

Polispermia gagal fertilisasi (jmlh kromosum > dr normal)

fertilisasi Triploid

kebunt. mati
PENJIWAAN SPERM DAN OVUM

• Kepala sp menyentuh membran vitelin


• Reaksi membran ditandai, adanya tonjolan kecil pd membran
• Kepala dan seluruh tubuh sp masuk kedlm sitoplasma sel ovum
• Membran plasma yg menjadi pembungkus sp lebur menjadi satu dg
membran vitellin
• Pengkerutan protein dan pembelahan inti sel ovum yg terakhir
• Hasil pengkerutan: dikeluarkannya cairan kedalam rongga antara zp
dan vitellin
• Hasil pembelahan inti sel ovum menghasilkan polar bodi
• Kepala sperma terlepas dg bagian lainnya dan menggembung
Period of Cleavage

a. Zygote
b. Blastomeres
c. morula
• Fertlisasi Zygote (gamet)

2 cell, 4 cell, 8 cell, 16 cell dan 32 cell


(Dlm Zona Pelluucida)

32 cell (stadium morulla)


 Cairan terlihat terkumpul diantara cel morulla Balstocoele
 Tubuh embrio terlihat terbagi 2, karena ada bag sel yg tumbuh
membentuk lapisan tipis dibagian permukaan
– Bag luar disebut Trophoblast Plasenta
– Bag dalam inner cell mass Mahluk baru
32 cell (stadium morulla)

• Cairan terlihat terkumpul diantara cel morulla


Balstocoele
• Tubuh embrio terlihat terbagi 2, karena ada bag
sel yg tumbuh membentuk lapisan tipis dibag
permukaan
• Bag luar disebut Trophoblast Plasenta
• Bag dalam inner cell mass Mahluk baru
• Morolla masuk uterus Blastocyst yg mempunyai trophoblast

• Fungsi trophoblast : menyerap cairan yg mengandung nutrisi bagi


embrio

• Pada beberapa mamalia zp pecah setelah Blastocyst menyentuh


endometrium Implantasi

• Cairan uterus memp. peran sangat penting dalam menunjang kehidupan


embrio menjelang implantasi (spt; Glysin, alanine, taurine dan glutamine)
Time of Events in Early Embryonic Development

spesies

Cattle Horse Sheep Swine

Gamet Longevity (Hours)


• Sperm 30-40 72-120 30-48 34-72
• Ovum 20-24 6-8 16-24 5-10

Ebryonic Development (days)


• 2- cell 1 1 1 0,6-0,8
• 4-cell 1,5 1,5 1,3 1
• 8-cell 3 3 1,5 2,5
• Blastocyst 7-8 6 6-7 5-6
• Hatching 9-11 8 7-8 6

Blastocyst Transport to Uterus


Hours 72-84 140-144 66-72 46-48
Cell stage 8-16 Blastocyst 8-16 4

Blastocyst Elongation (days) 13-21 - 11-16 11-15


Initial Placentation (days) 22 17 15 13

Birt (days) 278-290 335-345 145-155 112-115


AWAL PERKEMBANGAN ENBRIO
IMPLANTASI

Proses implantasi adl proses yg berlangs scr bertahap

1. Persentuhan embrio dengan endometrium


2. Terlepasnya Zona pellusida
3. Pergeseran atau pembagian tempat (polytocous)
4. Pertautan trophoblast dengan epitel endometrium

Pecahnya Zp: - ada sebelum menyentuh endometrium (beberapa mammalia)


- setelah menyentuh endometrium (marmot) akibat
adanya juluran-juluran protein yg berasal dr trophpbalst (akibat
reaksi dr embrio)

Hewan Polytocous: akan terjadi penyebaran embrio disebut dingan


mekanisme kontraksi uterus ((Spacing embrio)
IMPLANTASI
Implantasi merupakan pertautan antara plasenta anak dan plasenta induk
dan implantasi sudah terjadi, apabila embrio telah bertautan dengan
endometrium dan tempatnya tdk berubah

Proses Implantasi pada beberapa hewan

Babi:
- Setelah 1,5 – 2 hr di tuba : embrio masuk utereus
- Spacing embrio (pengaturan tempat embrio) kurang lebih 10-15 hr
- Terlepasnya zp (sebelum implantasi)
- Stl Implantasi: trophpblast tumbuh cepat
- Nutrisi untuk embrio berasal dr uterus yg disebut dgn Histotrophe (susu
uterus)
- Terjadi hubungan yg erat antara trophoblast dengan endometrium
sehingga terbentuk plasenta
- implantasi sempurna terjadi 18-20 hari
Domba

morulla memasuki lumen uterus 3hr post ovulasi


morulla berubah menjadi blastula
Blastula melayang-layang dlm histotrophe (17 hr post ovulasi)
Masih dapat dilakukan di flushing
Db. Mempunyai karunkula dan tersebar diseluruh permukaan
endometrium
Jumlah karunkula terbanyak adl pada curvatura mayor dr cornua uteri
dan mempunyai demensi lebih besar drpd di bagian apex cornua uteri
Karunkula berbtk mangkok (cotyledonaria) jml ± 90 buah
Terjadi persentuhan antara trophoblast dg epitel karunkula
Sel-sel trophoblast masuk dalm cell vili pada karunkula dan kemudian
pertautan yg sangat erat
Hr ke 30 implantasi selesai
Sapi
Hampir sama dg db (karunkula)
umlah embrio hampir sama 1-2 buah
 Bedanya: faktor waktu dan kemungkinan terjadinya anastomosa bila
kembar (tidak terjadi pd domba)
Anastomosa (kembar ♂♀) mengakibatkan terjadinya Freemartin (majir)
Implantasi lebih lambat yi. ± 40 hr
Karunkula berbtk spt bunga kol (cotyledonaria) jml 100 -110
KOTILEDON / CHORION

Endometrium Endometrium

KARUNKULA
Membran Slip

Plasentoma
PADA KUDA
Blastocyst dapat hidup dlm susu uterus sampai 60 hr
Ukuran embrio tdk mengalami perkemb yg cepat (± 5 cm)
> 60 hr, trophoblas tumbuh vili-vili dan terjadi pertautan
Implantasi terjadi 14 mgg (3,5 bln)
“Implantation”
Initial Attachment
attachment (d) complete (d)

Cow 25 40

Ewe 16 30
Sow 12 18-20

Mare 45-50 100-120


Plasentasi
Terjalinya tenunan tubuh embrio dan induknya pada waktu pertumb.
embrio untuk keperluan penyaluran makanan dr induk ke anak dan zat
buangan dr anak ke induk.

Selaput Fetus
Selaput Fetus dari luar ke dalam adalah Amnion, allantois, chorion dan
kantong kuning telur (yolk sac)

Amnion: merupakan bag yg menyelubungi fetus dibagian paling dalam

Allantois: bag yg terdapat diantara amnion dan khorion

Khorion: bag yg menyelubungi fetus dibagian paling luar


• Lapis sel allantois dibag dalam menjadi satu atau berhimpitan dg
sel-sel membrana amnion
• Lapis luar berfusi atau berhimpitan dng sel-sel membrana khorion
• Arteri dan vena dr plasenta ke tubuh embrio berada pd lapisan
membrana allantois dan khorion
• Adanya ruang amnion yg berisi cairan yg konsistensinya agak kental

Fungsi cairan amnion: mengurangi getaran atau goncangan dr luar


tubuh induk dan sbg tempat penampungan zat buangan dr embrio
mll urethra.

• Cairan allantois konsistensinya lebih encer memungkinkan bagi


fetus mengikuti perubahan posisi induk

Fungsi : sebagai tempat pembuangan urin melalui urachus (sal urin


yg menghubungkan kantong urin dan kantong allantois melalui tali
pusar.
• Kantong kuning telur tehenti tummbuh setelah kantong amniom
dan allantois terbentuk seutuhnya
Chorionic Connective Tissue

• Embryo travels down tube and enters uterus


• Embryo interacts with wall of uterus
– Implantation
– Maternal recognition of pregnanc
Bentuk Plasenta

• Diffuse

– Kuda, unta, babi, Lumba-lumba


• Zonary
– Carnivores (anjing dan kucing
• Cotyledonary (placentomes)
– Sapi, domba,kambing
• Discoid
– Primata, tikus, kelincirodents,
Discoid
Zonary

Cotyledonary Diffuse
STRUKTUR HISTOLIOGIS PLASENTA

FETUS INDUK

Kapiler

Endothel Endothel

Jar. Ikat
Epitel Epitel Jar Ikat
Chorion Endometrium
STRUKTUR HISTOLIOGIS

• Macamnya dibedakan berdasarkan jumlah lapisan


tenunan sel yg memisahkan aliran darah induk dan anak

• Ada 5 struktur scr histologis


1. epiheliochoreale
2. syndesmochoreale
3. endotheliochoreale
4. hemochreale
5. hemoendothelia
Ephiteliochoreale: tdp pd tipe P difusa (kd)
darah induk dan anak dipisahkan oleh 2 lapis epitel, 2 lapis endotel, dan 2
lapis tenunan pengikat yg masin-masing berasal dr endo dan trophoblast

syndesmochoreale: tdp pd tipe P. cotyledonaria (sp,kb,db)


darah anak dan induk dipisahkan oleh 3 lap. Tenunan sel yi. Endotel,
tenunan pengikat dan tenunan epitel trophoblast (dr anak). Dari induk
hanya endothel

endotheliochoreale : tdp pd tipe P. zonaria (aj, kc)

Hemochreale : tdp pd tpe plasenta diskoidales (man, mencit, tikus, marmot


dan kelinci)
mempunyai lapisan pemisah darah anak dan induk lebih tipis dan
dipisahkan oleh 3 tenunan lap sel yg berasal dr trophoblast (endotel,
t.pengikat dan ep. trophoblast)
Hemoendothelia : (hemo = darah, endothel = epithel p.darah)
darah induk dan anak hanya dipisahkan oleh 1 lapis
tenunan sel yi endothel dr p.darah anak (tdp pd kelinci dg
tipe P.diskoidale)
Plasenta merupakan tempat untuk:

1.Transfer (air dan gas, Glukosa, asam amino)


2.Trasport aktif (Na, K, Ca)
3.Transfer hormon steroid
4.Transfer Bahan2 Tosik (obat-obatan)
5.Transfer Microorganisms (viruses, bacteria)
Hormon yang diproduksi oleh plasenta berfungsi untuk:

1.Memelihara kebuntingan (progesterone)


2.Menstimulasi aktiviatas ovarium (PMSG,HCG)
3.Memacu pertumbuhan dan maturase fetus
4.Membantu kelahiran
Hormon-hormone Plasenta:

• Equine (eCG)/PMSG
– Mempunyai aktivitas
FSH dan LH pada kuda
bunting
– Dihasilkan oleh
endometrial cups
• Human (hCG)
– Mempunyai aktivitas LH (LH like activity)
– Dihasilkan oleh plasenta wanita hamil
– Dapat dideteksi melalui urin wanita hamil
– Sering digunakan untuk menginduksi ovulasi dan luteinization

Hormon Plasenta pada beberapa Hewan

Babi:
•Estradiol
– Dihasilkan pada hari ke 11-12 setelah konsepsi
– Increases prolactin receptors
– Promotes exocrine secretion of PGF
– Stimulates uterine contractions to distribute fetuses
– Minimum 2 conceptuses per horn required
Periode dr mulai fertilisasi sampai kelahiran normal

3 periode kebuntingan

1. Periode ovum : mulai fertilisasi sampai implantasi)


2. Periode embrio : implantasi sampai pembentukan
alat2 tubuh bag. dalam)
3. Periode fetus : periode terakhir dari terbentuknya
alat tubuh bag dalam, extremitas sampai lahir

Lama kebuntingan: masing-masing sp berbeda


Perbedaan individu dalam spesies disebabkan oleh:
. Faktor genetik
. Faktor sosial dan lingkungan
SIRKULASI PLASENTA

• 2 sirkulasi yg paralel yaitu sirkulasi fetus dan maternal


(induk)
• Pada plasenta epithelichoreale, darah ini tidak tercampur
• Darah yg mensuplai plasenta adalah darah arteri dan
vena uterina
• Arteri umbilicus membawa darah dr fetus ke plasenta
• Darah kembali ke vena umbilicus dr plasenta ke fetus
• Aliran darah fetus dan maternal bisa countercurrent,
concurrent dan crosscurrent (aliran yg berbeda)
SIRKULASI DARAH FETUS
• Pada prinsipnya sama dg hewan dewasa, kecuali oxygenation
terjadi pada plasenta bukan pada paru-paru
• Sirkulasi fetus juga diperkirakan mempunyai aliran darah oksigen
langsung kejaringan

1. Ductus venosus darah terbesar vena umbilicalis dr dalam


liver ke seluruh tubuh
Partus /Kelahiran

Inisiasi Partus
•Diawali dengan Maturnya fetus
•Stage 1: Initisiasi kontraksi uterus
•Stage 2: Pengeluaran Fetus
•Stage 3: Pengeluaran selaput fetus
•Fetal pituitaria fetus-adrenal axis
– Stressnya fetus
– Pelepasan ACTH fetus
– Stimulasi adrenal fetus untuk memproduksi corticoids
• Fetal pituitary-adrenal axis
– Fetal stress
– Release of fetal ACTH
– Stimulates fetal adrenals to produce corticoids
Fetal corticoids
Promotes synthesis of:
•17a hydroxylase
•17-20 desmolase
•Aromatase

Increased E2

Decreased P4

Removal of ‘P4 block’


Increased secretions of
reproductive tract
Hormonal Changes that Control Parturition
Hypothalamus Corticotropic Releasing
Hormone CRF
Fetal anterior
Steps Time of parturition is
pituitary gland
Fetal ACTH causes - controlled by maturation
Adrenalcorticotropic of the hypothalamus-
Fetal Corticosteroids pituitary-adrenal axis
Hormone (ACTH)
causes -
Removal Blocks Parturition
Progesterone levels Infusion
placental production induces Stimulates
or CL regression) - oxytocin receptor
parturition Fetal in myometrium
Production of Estrogens Adrenal
by placenta - Estrogen
Corticosteroid (Increase)
PGF2production by
uterus -
Glucocorticoid Progesterone
Pine-needle abortion in (Decrease)
cattle - cause by a
corticosteroid-like product Prostaglandin
Redrawn from Liggins, G.C. F2
1969. In Foetal Autonomy (Increase)
Stadium Partus:

I. Dilatasi Cervix. (2-6 jam pada sapi)


- Kontraksi uterus akibat kerja dari estrogen dan PGF2 alfa
- Kontraksi terkoordinir dan teratur
- Fetus terdorong ke servik dan servik mengalami delatasi
- Pecahnya membrane Chorioallantois
- Terjadinya tekanan pada servik, menyebabkan
terstimulasinya pelepasan oksitosin dan terjadi kontraksi
muskulus abdominal
II. Pengeluaran Fetus (.5-2 jam pada sapi)

- Kontraksi uterus sangat kuat dan tingginya kadar hormone


estrogen,PGF2 alfa dan oksitosin
- Pecahnya selaput fetus
- Fetus keluar melalui vagina dan vestibulum
.
Sow Delivery of Piglets

Length of Stage II in sow is 2 to 4 hours

Delivery of piglets is usually between 8 to 45 minutes


between each one.

Delivery will alternate piglets between horns

Last 1/4 of horn in large litters increases the chance


of stillborn -
Length of umbilical cord

Uterine horn contracts to shorten distance after delivery


of each piglet
III. Expulsion of the Placenta (4-5 hours, cow)

Uterine contractions continue

Blood forced from cotyledon villi - shrinkage separates


cotyledon and caruncle

Contractions push placenta out

Causes of retained Placentas:

-Infections caused adhesions between cotyledon and


caruncle

-Calving stress - twins or calving difficulty - edema of


cotyledon - won't separate from caruncle
-Weak uterine contractions - villi won't shrink Oxytocin
Milk fever - Calcium low
Parturition: Stage I
• Increased myometrial activity
• Fetal positioning
• Cervical relaxation/dilation
• Oxytocin release
• Rupture of chorioallantois
Parturition: Stage II
• Estrogen stimulates secretory activity
• Fetal activity (response to hypoxia)
stimulates myometrial activity
• Cervical stretching (pressure) causes
oxytocin release
• Eventually fetus is delivered
Parturition: Stage III
• Release of fetal membranes