Anda di halaman 1dari 40

Pemulasaran Jenazah

SUSPEK COVID-19
INSTALASI PEMULASARAN JENAZAH
RSUD RA KARTINI KABUPATEN JEPARA
Apa itu COVID-19 ? Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)
Penyakit yang disebabkan oleh infeksi Coronavirus baru
yang dilaporkan pertama kali akhir tahun 2019
Pertama di laporkan
sebagai pneumonia
misterius di Wuhan, China,
31 Desember 2019.

Normal

Radang

– Pneumonia  peradangan di paru-paru yang


disebabkan oleh patogen seperti virus/bakteri/jamur
Paru-paru
mber: https://www.businessinsider.sg/china-virus-everything-we-know-deadly-2019-ncov-wuhan-spread-2020-1/?r=US&IR=T
tps://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204
Kebijakan

Undang-undang nomor 4 tahun 1984


• Tentang wabah penyakit menular

Undang-undang nomor 6 tahun 2018


• Tentang kekarantinaan kesehatan

Surat Edaran Dirjen P2P Nomor 483 tahun 2020


• Tentang Revisi ke-2 Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi
Infeksi Novel Corona Virus (COVID-19)
Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk :


• Penanganan jenazah pasien menular di layanan
kesehatan
• Mencegah terjadinya transmisi/penularan penyakit
dari jenazah ke petugas kamar jenazah.
• Mencegah terjadinya penularan penyakit dari
jenazah ke lingkungan dan pengunjung.
Ruang Lingkup

Ruang Rawat / Kamar Isolasi

Instalasi Gawat Darurat (IGD)

Intensive Care Unit (ICU)

Ruang Pemulasaran
Definisi

Merupakan kegiatan pengelolaan jenazah pasien


menular mulai dari ruangan, pemindahan ke kamar
jenazah, pengelolaan jenazah di kamar jenazah, serah
terima kepada keluarga dan pemulangan jenazah.
Persiapan

Petugas Jika ada keluarga


memberikan yang ingin
penjelasan melihat jenazah
Seluruh petugas
kepada pihak
pemulsaran Diizinkan dengan
keluarga tentang
jenazah harus memakai Alat
penanganan
menjalankan Pelindung Diri
khusus bagi
kewaspadaan (APD) lengkap
jenazah yang
standar sebelum jenazah
meninggal
dengan penyakit masuk kantong
menular Susp jenazah
Covid-19
• Gaun sekali pakai, lengan panjang dan
kedap air,
Petugas yang • Sarung tangan nonsteril (satu lapis)
menangani yang menutupi manset gaun,
jenazah • Pelindung wajah atau
kacamata/google,
memakai APD • Masker bedah,
lengkap • Celemek karet
(apron),
• Sepatu tertutup yang
tahan air.
Perlakuan Terhadap Jenazah

Tidak dilakukan suntik pengawet dan tidak dibalsem

Jenazah dibungkus dengan menggunakan kain kafan kemudian


dibungkus dengan bahan dari plastik (tidak tembus air), setelah itu
diikat

Masukan jenazah ke dalam kantong jenazah yang tidak mudah


tembus

Pastikan tidak ada kebocoran cairan tubuh yang dapat mencemari


bagian luar kantong jenazah
Perlakuan Terhadap Jenazah

Pastikan kantong jenazah disegel dan tidak boleh dibuka lagi

Lakukan disinfeksi bagian luar kantong jenazah menggunakan


cairan desinfektan

Jenazah hendaknya dibawa menggunakan brankar khusus ke


ruangan pemulasaran jenazah/kamar jenazah oleh
petugas dengan memperhatikan Kewaspadaan standar.

Jika akan diautopsi hanya dapat dilakukan oleh petugas khusus,


autopsi dapat dilakukan jika sudah ada izin dari pihak keluarga dan
direktur RS
Ruang Pemulasaran/Ruang
Jenazah
Petugas memastikan kantong jenazah tetap dalam keadaan tersegel kemudian
jenazah dimasukkan ke dalam peti kayu yang telah disiapkan, tutup dengan
rapat, kemudian tutup kembali menggunakan bahan plastik lalu didesinfeksi
sebelum masuk ambulance.

Jenazah diletakkan di ruangan khusus, sebaiknya tidak lebih dari 4 (empat) jam
disemayamkan di pemulasaran.

Petugas memberikan penjelasan kepada keluarga untuk pelaksanaan


pemakaman agar jenazah tidak keluar atau masuk dari pelabuhan, bandar
udara, atau pos lintas batas darat Negara.
Menuju Tempat
Pemakaman/Kremasi
Setelah semua prosedur pemulasaran jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak
keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah tersebut.

Jenazah diantar oleh mobil ambulan jenazah ke tempat pemakaman/tempat


kremasi.

Pastikan penguburan/kremasi tanpa membuka peti jenazah.

Penguburan dapat dilaksanakan di tempat pemakaman umum.


DRAFT HIMBAUAN PENANGANANN JENAZAH
KASUS CIVID-19 UNTUK UMAT MUSLIM

DI RUANGAN RAWAT
1. PETUGAS MEMBERSIHKAN NAJIS ( JIKA ADA SEBELUM MEMANDIKAN
2. PETUGAS MEMANDIKAN DENGAN CARA TAYAMUM
3. PETUGAS MENGKAFANI
4. JIKA SETELAH MENGKAFANI KELUAR NAJIS KEMBALI MAKA DIABAIKAN
PADA SAAT PEMAKAMAN
5. PETUGAS MEMASTIKAN POSISI TUBUH MAYIT KE ARAH KIBLAT DISISIKANAN
TUBUHNYA
2. SHOLAT JENAZAH DILAKUKAN DI R.ISOLASI SAAT DI RUMAH SAKIT SEBELUM
DIMASUKKAN KEDALAM KUBUR
SERAH TERIMA JENAZAH SUSPEK COVID-
19
dr. Nesia Hani A
Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara
TEHNIS PENURUNAN DARI AMBULAN

- Serah terima jenazah dari ambulan dilakukan dengan


petugas RS dan relawan, bisa menggunakan brangkar yang
dari ambulan
Atau jika jarak dan medah tanah tidak bisa dilalui dengan
brangkar maka dilakukan dengan petugas pemakaman
dengan mengangkat dengan tangan bersama atau alat
bantu dengan menggunakan APD lengkap.
TEHNIS
MEMASUKAN
KE PETI
TEHNIS
MEMASUKAN
PETI
TATA CARA
ISLAMI
TATA CARA
ISLAMI
WhatsApp Video 2020-04-18 at 16.33.32.mp4
PENIMBUNAN
DESINFEKTAN
HAL YANG PERLU
DIPERHATIKAN
5 hal yang harus dipertimbangkan
1. Tetapkan indikasi penggunaan dengan mempertimbangkan:
Risiko terpapar
Dinamika transmisi:
Transmisi penularan Covid 19 ini adalah droplet dan kontak: Gaun, sarung tangan, masker
bedah, penutup kepala, goggles, sepatu pelindung
Transmisi airborne bisa terjadi pada tindakan yang memicu terjadi nya aerosol : Gaun,
sarung tangan, masker N 95, penutup kepala, goggles, sepatu pelindung dan face shield
2. Cara "memakai" dengan BENAR
3. Cara "melepas" dengan BENAR
4. Cara mengumpulkan ("disposal") setelah dipakai.
5. Gunakan di dekat pasien dan segera lepaskan jika telah selesai tindakan di area pemakaman
URUTAN PENGGUNAAN APD

Urutan menggunakan alat pelindung diri


1. Lakukan kebersihan tangan, cek semua APD berfungsi baik
2. Cover shoes atau sepatu boat
3. Melakukan kebersihan tangan
4. Apron/gaun/coverall
5. Masker bedah atau N 95
6. Penutup kepala/topi
7. Kaca mata
8. Sarung tangan
PELEPASAN APD
Urutan melepaskan alat pelindung diri:
1. Sarung tangan
2. Lakukan kebersihan tangan
3. Apron/gaun/coverall
4. Kaca mata→ masukan dalam kontainer yang tertutup
5. Penutup kepala/topi
6. Masker bedah atau N 95
7. Kebersihan tangan
8. Cover shoes atau sepatu boats
9. Melakukan kebersihan tangan
PEMUSNAHAN APD

MANAJEMEN LINEN
-Semua linen, baju pasien dan baju jaga, gaun daur ulang
adalah linen infeksius → dimasukkan dalam kontainer atau
trolly linen kotor dengan kantong plastik warna kuning
- Linen dimasukkan dalam kantong plastik kuning dalam
kontainer yang tertutup
-Segera di kirimkan ke laundry
PEMUSNAHAN APD

MANAJEMEN LIMBAH
• Semua limbah diperawatan pasien COVID 19 adalah limbah
infeksius
• Sampah segera di angkut ke TPA → petugas menggunakan
APD lengkap( topi, masker, sarung tangan panjang, apron
dan sepatu boots)
Pembuangan sampah
• Kantong sampah domestik ( warna hitam)
• Kantong sampah infeksius (warna kuning) Sampah yang
terkontaminasi bahan infeksius

• SETELAH ITU:
• MANDI, KRAMAS, GOSOK GIGI
• GANTI SEMUA BAJU YANG DIKENAKAN DENGAN BAJU GANTI
BARU DAN BERSIH
WhatsApp Video 2020-03-23 at 17.54.48.mp4
TERIMA KASIH

TERIMA KASIH