Anda di halaman 1dari 16

PENGELOLAAN JALUR

WISATA
DI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO
PROVINSI JAWA BARAT
Dimas Firliantoro/J3B917156
Latar Belakang
L ATA R B E L A K A N G

Jalur wisata dibuat Daya apresiasi dan wawasan Untuk memahami


sebagai upaya untuk pengunjung juga akan bentuk pengelolaan
mengangkat potensi yang meningkat sehingga tertarik yang sudah
dimiliki oleh suatu untuk berkontribusi positif diterapkan
kawasan terhadap kawasan wisata.

2
Tujuan
Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini yaitu mempelajari


pengelolaan jalur wisata di Taman Nasional
Gunung Gede Pangrango

3
Manfaat
Manfaat

1. Memahami dan merasakan lingkungan dunia


kerja secara langsung
2. Memahami dan merasakan secara langsung
pengelolaan jalur wisata di lapangan
3. Mampu mengaplikasikan ilmu yang dipelajari
saat masa perkuliahan
4. Membantu memberikan data umum terkait
pengelolaan jalur wisata sebagai pertimbangan
dalam pengembangan kegiatan wisata di
Provinsi Jawa Barat
5. Sebagai bahan evaluasi bagi pihak Taman
Nasional Gunung Gede Pangrango Provinsi
Jawa Barat dalam pengelolaan kawasan wisata.

4
Jenis Data
J E N I S D ATA YA N G D I A M B I L

Pengelolaan Jalur Wisata: Patroli Jalur Wisata:


Pembangunan, Perawatan, a. Pengawasan keselamatan
Pemanfaatan sumberdaya dari pengunjung
b. Pengawasan keselamatan
pengunjung dari sumberdaya
c. Pengawasan keselamatan
pengunjung dari pengunjung
d. Patroli jalur illegal.

Jenis data yang diambil dalam kegiatan penyusunan Praktik Kerja Lapang dapat berkembang sesuai kondisi di lapangan.

5
Place Footer Here
M E TO D E P E N G A M B I L A N D ATA

Wawancara Observasi
Pengambilan data dengan Pengambilan data dengan
metode wawancara cara observasi merupakan
diperoleh dengan cara pengumpulan data atau
bertanya secara langsung informasi dengan mengamati
kepada pihak pengelola secara langsung dan tidak
langsung

6
PERENCANAAN EKOWISATA
BURUNG
DI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO
PROVINSI JAWA BARAT
Dimas Firliantoro/J3B917156
1. Latar Belakang

• Kegiatan ini sudah menjadi hobi


01 baru di kalangan masyarakat,
sehingga berpotensi untuk
dikembangkan ke arah
pengelolaan yang lebih lanjut
(BTNB 2010).
• Birdwatching dapat digunakan
sebagai media untuk
meningkatkan kesadaran tentang
pentingnya konservasi burung di
alam.
1. Latar Belakang

• Aktivitas manusia yang terlalu


01 dekat dengan sarang bisa
membuat sarang ditinggal kabur
oleh induknya dalam kondisi ini,
telur dan anakan tak mampu
bertahan hidup karena predasi
oleh hewan lain (Watson 1996).
1. Latar Belakang

• Banyaknya jenis burung yang


01 hidup di TNGGP menjadikan pula
kawasan ini termasuk daerah yang
penting bagi burung (IBA=
Important Bird Area) (Rombang &
Rudiyanto 1999).
• Tercatat lebih dari 250 jenis
burung ada di kawasan Taman
Nasional Gunung Gede Pangrango.
1. Latar Belakang

• Perencanaan ekowisata burung ini


01 nantinya dapat menjadi masukan
untuk membuat kegiatan wisata
dapat dilakukan secara
berkelanjutan dengan menyusun
perencanaan ekowisata burung di
Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango.
2 . Tu j u a n d a n
manfaat
Tujuan Manfaat
1. Mengidentifikasi keanekaragaman 1. Masyarakat mendapat informasi
jenis burung yang ada di Taman mengenai potensi ekowisata satwa
Nasional Gunung Gede Pangrango. burung di Kawasan Taman Nasional
Gunung Gede Pangrango.
2. Mengidentifikasi dan mengetahui
02 respon burung terhadap warna. 2. Masukan bagi pengelola mengenai
perencanaan ekowisata burung di
3. Merancang program ekowisata Kawasan Taman Nasional Gunung
burung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Gede Pangrango.
3. Meningkatkan kesadaran bersama
4. Menyusun dan merancang desain mengenai pentingnya menjaga dan
promosi ekowisa burung di Taman melestarikan lingkungan untuk
Nasional Gunung Gede Pangrango kelangsunga kehidupan satwa
melalui media promosi audio visual. burung.
3. Jenis Data
1. Sumber Daya Wisata 2. Respon burung

A. Burung A. Respon burung terhadap warna


• Jenis B. Habitat
Burung Respon burung dilihat dengan
• Jumlah
individu • Kondisi biotik memberikan perlakukan warna baju
• Waktu a. Vegetasi berbeda oleh pengamat, warna yang
penemuan b. Satwa lain
dikenakan adalah merah, kuning, hijau
• Lokasi • Kondisi Fisik
dan hitam.
penemuan a. Kelembaban

03 • Aktivitas satwa b. Ketinggian


4. Metode
Index Point Of Abundance
Metode IPA (Index Point Of 04
20m
Abundance) dipilih mengingat kondisi
Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango merupakan habitat rapat.
Menurut Bibby et al., (2000) metode
titik hitung lebih sesuai untuk
penelitian burung yang tidak terlalu
banyak berpindah dan juga lebih
memungkinkan untuk dilakukan di
habitat yang rapat.
4. Metode

Metode Warna
04
Respon burung dilihat dengan
memberikan perlakukan warna baju
berbeda oleh pengamat, warna yang
dikenakan adalah merah, kuning, hijau
dan hitam.
THANK YOU

16