Anda di halaman 1dari 33

Bolehkan Perempuan Menjadi

Pemimpin?

Tresna Mustikasari, S.Si


(Aktivis Bakti LDK DKM Unpad)
MAUKAH MENJADI
SEORANG PEMIMPIN?
Angela Merkel, Kanselir
Jerman

• Perempuan paling berpengaruh di


kancah politik dunia.
• Memiliki gelar doktor di bidang
fisika universitas ternama di
Jerman Timur.
• Menikah dua kali dan tak memiliki
anak ini
Hillary Rodham Clinton

• Menjadi Ibu Negara mendampingi


Presiden Bill Clinton
• Terlibat dalam sejumlah kebijakan
yang dikeluarkan Presiden AS,
terutama persoalan layanan
kesehatan masyarakat.
• Ditunjuk sebagai Kepala Satuan
Tugas Reformasi Layanan
Kesehatan Nasional.
• Hillary merupakan wanita pertama
di AS yang terpilih menjadi Senat
New York tahun 2000
Tri Rismaharini, Wali Kota
Surabaya
• Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata
Guna Tanah Bappeko Surabaya
(1997-2000)
• Kepala Seksi Pendataan dan
Penyuluhan Disbang (2001)
• Kepala Cabang Dinas Pertamanan
(2001)
• Kepala Bagian Bina Bangunan
(2002)
• Kepala Bagian Penelitian dan
Pengembangan (2005)
• Kepala Dinas Kebersihan dan
Pertamanan (2010)
• Wali Kota Surabaya (2010-2015)
LATAR BELAKANG PERAN
POLITIK PEREMPUAN?
NASIB PEREMPUAN MASA PRA-ISLAM

SEJARAH
PERADABAN
SEJARAH AGAMA

YUNANI ROMAWI YAHUDI NASRANI


woman in the world

di kebudayaan Hindu wanita tidak berbeda dengan budak

di kebudayaan Yunani wanita tidak lebih seperti barang belian yang dimiliki
oleh suaminya setelah dibeli pada walinya

di Romawi wanita hanya dianggap sebagai objek seksual oleh kaum pria
UPAYA PERUBAHAN KULTUR &
Banyak fakta Perempuan PEMBERDAYAAN
ketertindasan tidak bisa maju PEREMPUAN
perempuan : (TERUTAMA SCR
 Kekerasan EKONOMI&POLITIK)
 Marjinalisasi
 Subordinasi
 Stereotip
 Beban ganda AKAR : DISKRIMINASI GENDER
akibat kultur(budaya & agama)
 AKSES KE RUANG PUBLIK SULIT
 KEBIJAKAN YANG BIAS GENDER PEREMPUAN
 DOMESTIKASI
BEBAS &
MANDIRI

PERSOALAN
PEREMPUAN : TERCAPAI
SELESAI !!!!!!!!! KESETARAAN &
KEADILAN GENDER
feminisme

Suatu kesadaran akan penindasan dan pemerasan terhadap perempuan dalam


masyarakat,di tempat kerja, dan dalam keluarga, serta tindakan sadar oleh perempuan
maupun lelaki untuk mengubah keadaan tersebut
(Kamla Bashin dan Nighat Said Khan, 1995)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), feminisme diartikan sebagai gerakan
wanita yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum wanita dan pria.
feminisme islam

menggugat al-Qur’an sebagai sumber marjinalisasi perempuan, misal

hukum waris
talaq pada kekuasaan laki-laki
poligami
saksi wanita dibanding pria
pemukulan perempuan
kiprah politik perempuan
NASIB PEREMPUAN
PASCA ISLAM
Hadist Rasulullah Saw yang artinya :
“Bahwa pada suatu ketika Rasulullah Saw ditanya oleh
seorang sahabat : “Ya Rasululullah, kepada siapa aku
harus berbakti selain kepada Allah swt?”. Rasul
menjawab: “Ibumu”, sahabat bertanya lagi: “ Ya
Rasulullah kepada siapa lagi aku harus berbakti?”.
Rasulullah menjawab: “Ibumu”. Sahabat itu bertanya
lagi: “Ya Rasulullah kepada siapa lagi aku harus
berbakti?”. Rasul Saw masih menjawab : “Ibumu”. Ke-
empat kalinya sahabat tersebut bertanya lagi: “Ya
Rasulullah kepada siapa lagi aku harus berbakti?”,
Rasulullah Saw baru menjawab: “Bapakmu”.
KESAMAAN KEDUDUKAN
PEREMPUAN DENGAN LAKI-LAKI

1. Manusia dengan segala potensi yang


sama.
2. Sama-sama menerima beban taklif.
PERBEDAAN PEREMPUAN DENGAN LAKI-
LAKI

1.Perbedaan Biologis
2.Perbedaan Fungsional
Wanita 4x – 6x lebih sering menyentuh sesamanya dibanding pria
Pria mempunyai naluri sebagai seorang pelindung dengan tebal kulit 1.5x
wanita
Wanita lebih peka terhadap sentuhan daripada pria
pada usia 3 tahun kosakata anak wanita 3x lipat anak pria
bertanyalah pada pria tentang suasana kegiatannya, bandingkan dengan
wanita

wanita butuh untuk bicara:


Itali 20.000 kata/hari - Barat 16.000 kata/hari
sedangkan pria berbicara 7000 kata/hari
dalam keadaan dibawah tekanan wanita akan berbicara tanpa berpikir
dan pria akan bertindak tanpa berpikir
oleh karena itu 90% penghuni LP adalah pria
dan 90% yang mendatangi terapis adalah wanita
Bolehkah Perempuan menjadin
pemimpin?

TIDAK!!!
Alasan Pertama; Pemimpin wanita pasti merugikan

Abu Bakrah berkata,

‫ت‬َ ‫س قَ ْد َملَّ ُكوا َعلَ ْي ِه ْم ِب ْن‬ َ ‫ار‬ ِ َ‫لَ َّما بَلَ َغ َرسُو َل هَّللا ِ – صلى هللا عليه وسلم – أَ َّن أَ ْه َل ف‬
ً‫» ِكس َْرى قَا َل « لَ ْن يُ ْفلِ َح قَ ْو ٌم َولَّ ْوا أَ ْم َرهُ ُم ا ْم َرأَة‬
“Tatkala ada berita sampai kepada Nabi shallallahu ’alaihi
wa sallam bahwa bangsa Persia mengangkat putri Kisro
(gelar raja Persia dahulu) menjadi raja, beliau shallallahu
’alaihi wa sallam lantas bersabda, ” Suatu kaum itu tidak
akan bahagia apabila mereka menyerahkan kepemimpinan
mereka kepada wanita”. ” (HR. Bukhari no. 4425)
Alasan Kedua; Wanita kurang akal dan agama

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,


 
‫از ِم ِم ْن‬
ِ ‫ح‬
َ ْ
‫ال‬ ‫ُل‬
ِ ‫ج‬ َّ
‫ر‬ ‫ال‬ ‫ب‬
ِّ ُ ‫ل‬‫ل‬
ِ ‫ب‬
َ َ ‫ه‬ ْ
‫ذ‬ َ ‫أ‬ ‫ين‬
ٍ ‫د‬
ِ ‫و‬
َ ‫ل‬
ٍ ْ
‫ق‬ ‫ع‬
َ ‫ت‬
ِ ‫ا‬ ‫ص‬
َ ِ ‫ق‬‫ا‬َ ‫ن‬ ْ
‫ن‬ ‫م‬
ِ ُ
‫ْت‬‫ي‬َ ‫َما َرأ‬
‫إِحْ َدا ُك َّن‬
“Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang
akal dan agamanya sehingga dapat
menggoyangkan laki-laki yang teguh selain salah
satu di antara kalian wahai wanita.” (HR. Bukhari
no. 304)
Alasan Ketiga; Wanita menurut tabiatnya cenderung
pada kerusakan

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,


 
‫ َوإِ َّن أَ ْع َو َج َش ْى ٍء فِى الضِّ لَ ِع‬، ‫ضلَ ٍع‬ِ ‫ فَإِنَّه َُّن ُخلِ ْق َن ِم ْن‬، ‫َوا ْستَ ْوصُوا بِالنِّ َسا ِء َخ ْي ًر]ا‬
‫ َوإِ ْن تَ َر ْكتَهُ لَ ْم يَ َزلْ أَ ْع َو َج]فَا ْستَ ْوصُوا بِالنِّ َسا ِء َخ ْيرًا‬، ُ‫ فَإ ِ ْن َذهَ ْب َت]تُقِي ُمهُ َك َسرْ تَه‬، ُ‫أَ ْعالَه‬
“Bersikaplah yang baik terhadap wanita karena sesungguhnya
mereka diciptakan dari tulang rusuk. Bagian yang paling
bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah bagian atasnya. Jika
engkau memaksa untuk meluruskan tulang rusuk tadi, maka
dia akan patah. Namun, jika kamu membiarkan wanita, ia akan
selalu bengkok, maka bersikaplah yang baik terhadap wanita.”
(HR. Bukhari no. 5184)
Alasan Keempat; Wanita mengalami haidh, hamil,
melahirkan, dan menyusui

Allah Ta’ala berfirman,


 
‫يض ِم ْن نِ َسائِ ُك ْم إِ ِن ارْ تَ ْبتُ ْم فَ ِع َّدتُه َُّن ثَاَل ثَةُ أَ ْشه ٍُر َوالاَّل ئِي لَ ْم يَ ِحضْ َن‬
ِ ‫َوالاَّل ئِي يَئِس َْن ِم َن ْال َم ِح‬
‫ق هَّللا َ يَجْ َعلْ لَهُ ِم ْن أَ ْم ِر ِه يُ ْسرًا‬
ِ َّ‫ضع َْن َح ْملَه َُّن َو َم ْن يَت‬ َ َ‫ال أَ َجلُه َُّن أَ ْن ي‬ ُ ‫َوأُواَل‬
ِ ‫ت اأْل َحْ َم‬
“Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di
antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang
masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan
begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan
perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah
sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa yang
bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya
kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath Tholaq : 4)
Dimana Kepemimpinan
Perempuan?
Wanita hanya diperbolehkan menjadi pemimpin di rumahnya, itu pun
di bawah pengawasan suaminya, atau orang yang sederajat dengannya.
Mereka memimpin dalam hal yang khusus yaitu terutama memelihara
diri, mendidik anak dan memelihara harta suami yang ada di rumah.
Tujuan dari ini semua adalah agar kebutuhan perbaikan keluarga
teratasi oleh wanita sedangkan perbaikan masyarakat nantinya
dilakukan oleh kaum laki-laki. Allah Ta’ala berfirman,
 
َ ‫ص]اَل ةَ َوآَتِي َن] ال َّز َكا َة] َوأَ ِط ْع َن]هَّللا‬ َّ ‫َوقَرْ َن] ِف]ي بُيُوتِ ُك َّ]ن َواَل تَبَرَّجْ َن] تَبَرُّ َج] ْال َجا ِه ِليَّ ِة] اأْل ُولَ]ى َوأَقِ ْم َن] ال‬
‫ط ِهيرًا‬ ْ َ‫ت َويُطَهِّ َر ُك ْم ت‬ ِ ‫س أَ ْه َل ْالبَ ْي‬ َ ‫َو َرسُولَهُ إِنَّ َما ي ُِري ُد هَّللا ُ لِي ُْذ ِه‬
َ ْ‫ب َع ْن ُك ُم الرِّ ج‬
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias
dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan
dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.
Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari
kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS.
Al Ahzab: 33)
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
 
ِ ‫َو ْال َم ْرأَةُ فِى بَ ْي‬
‫ت َز ْو ِجهَا َرا ِعيَةٌ َو ْه َى َم ْسئُولَةٌ َع ْن َر ِعيَّتِهَا‬
“Dan wanita menjadi pemimpin di rumah
suaminya, dia akan dimintai
pertanggungjawaban mengenai orang yang
diurusnya.” (HR. Bukhari no. 2409)
wanita bernama Zainab datang menemui Rasulullah SAW lalu berkata:
"Aku telah diutus oleh kaum wanita kepada engkau.
Jihad yang diwajibkan oleh Allah ke atas kaum lelaki itu,
jika mereka luka parah, mereka mendapat pahala.
Dan jika mereka gugur pula, mereka hidup disisi Tuhan mereka dengan
mendapat rezeki. Manakala kami kaum wanita, sering membantu mereka.
Maka apakah pula balasan kami untuk semua itu?"

"Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita,


bahawasanya taat kepada suami serta mengakui haknya
adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada jalan Allah,
tetapi adalah sangat sedikit sekali daripada golongan kamu yang dapat
melakukan demikian."
Barangsiapa diamanati Allah seorang putri, bila mati tidak ditangisi, dan bila
hidup dididik secara baik, maka dia dapat jaminan surga
(HR. Abu Dawud, Hakim dari Ibnu Abbas)

“Wahai Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling berhak untuk aku
berbuat baik kepadanya?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” “Kemudian
siapa?” tanyanya lagi. “Ibumu,” jawab beliau. Kembali orang itu bertanya,
“Kemudian siapa?” “Ibumu.”
“Kemudian siapa?” tanya orang itu lagi. “Kemudian ayahmu,” jawab
Rasulullah
(HR. Bukhari dan Muslim)
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya
di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap
istri-istrinya.”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Dunia itu perhiasan; sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah
(HR Muslim)
Feminisme /KKG sama dengan Islam?
Boleh diambil oleh Muslimah?

TIDAK!!!
Agar tidak terjebak pemikiran
ASING, mari kita mengkaji.. (^_^)
Sekian..

Wassalam,,,