Anda di halaman 1dari 16

Penelitian Keperawatan

dan Khasanah
Kefilsafatan Ilmu
KELOMPOK II

Debby H A. Ottta
Doris Otta
Emanuel C. Riti
Ferdinand Manoh
Fiki B Samene
Fifitryani O Mengga
Heavy J Sanam
Hidayat Bazeher
I Nyoman Suhendrawan
Imanuel Faot
Ike R Busa
Yusmar B Simanulang
PENAHULUAN

pengembangan profesi riset keperawatan di


indanesia perlu mendapat prioritas utama hal ini
berkaitan dengan tuntutan profesi dan tuntutan global
bahwa setiap perkembangan serta perubahan
memerlukan suatu perencanaandalam intervensi
yang akurat.hal tersebut memerlukan suatu hasil
penelitian yang dapat di pertanggung jawabkan
keasliannya dengan memperhatikan
setiapmperubahan yang terjadi.
Riset merupakan salah satu peran perawat yang
harus dilaksanakan .salah satu jalan yang harus di
tempuh adalah mulai melaksanakan riset dari
sekarang.sehingga diharapkan profesi ini tetap eksis
dan diakui oleh profesi lain sebagai profesi yang
mandiri dan dapat berpartisipasi dalam
pembangunan kesehatan serta untuk menjawab isu
bahwa perawat tidak dapat melakukan riset karena
ketrbatasan pengetahuan riset dan ilmu terkait.
Menurut Roener et.al (1992) salah satu hambatan
mengapa perawat tidak melaksanakan riset adalah
karena mereka tidak mampu mengaplikasikan hasil
penemuan di jurnal- jurnal yang kebanyakan
berbahasa asing.sedangkan yang berhubungan
dengan waktu kebanyakan mereka mengatakan tidak
punya waktu melaukan riset karna kesibukan
mengajar dan study administrasion.
Kondisi tersebut membutukan perhatian yang sangat
serius baik dari individu perawat sendiri
,profesi,departemen kesehatan.
Untuk mengadakan perubahan tersbut maka di
perlukan adanya :
 penataan pendidikan tinggi keperawatan
 penataan pelayanan kesehatan/asuhan
keperawatan
 penataan lingkungan yg kondisif u perkembangan
keperawatan dalam mengantisipassi perkembagan
IPTEK.
 pembinaan kehidupan profesional.
 perubahan riset keperawatan bagi perawat bagi
perawat dengan mencari peluang –peluang yang ada.
Pengembangan dari berbagai aspek keperawatan ini
saling berhubungan,saling bergantung ,saling
mempengaruhi dan saling berkepentingan.oleh karena
itu inovasi dari kelima aspek tersebut merupakan
fokus utama keperawatan di indonesia dalam prosep
profesionalisme.keadaan ini bisa di capai apabila para
perawat indonesia menguasai keperawatan secara
profesional.
STRUKTUR PENGETAHUAN ILMIAH.
Ilmu merupakan :pengetahuan yang di peroleh
dengan menggunakan metode ilmiah.
Makna ilmu pengetahuan menunjukan 3 hal yaitu:
1) kumpulan pengetahuan (produk)
2) aktivitas dan proses berpikir ilmiah (proses)
3) metode ilmiah ( metode )
Proses

ilmu
produk metode
1. ilmu sebagai produk
ilmu sebagai produk merupakan kumpulan
informasi yg telah teruji kebenarannya dan
dikembangkan berdasarkan metode ilmiah dan
pemikiran logis .
struktur ilmu ada 4:
 paradigma
 Teori
 konsep dan asumsi
 variabel dan parameter.
2. Ilmu sebagai proses
merupakan cara mempelajari suatu realitas
(kejadian) dan upaya memberi penjelasan tentang
suatu mekanisme (jawaban terdapap suatu
pertanyaan mengapa dan bagaimana)
3. Ilmu sebagai metode
merupakan metode untuk metode untuk
memperoleh pengetahuan yang objektif dan dapat di
uji kebenarannya.
 Syarat sebagai ilmu pengetahuan adalah:
1) logis : dapat dinalar dan masuk akal
2) empiris : data dapat diamati dan diukur
3) diperoleh melalui metode ilmiah.
 memenuhi metode ilmiah mekanisme stimulus
respon
1) stimulus
 masalah
 Perumusan masalah penelitian.

2) Logika
 kajian teori
a. stimulus intervensi keperawatan
Stimulus yg di berikan perawat berupa asuhan
keperawatan dalam meningkatkan respon adaptasi .
b. Konsep ligkungan
Lingkungan merupakan semua kondisi internal dan
eksternal yg mempengaruhi dan berakibat terhadap
perkembangan perilaku seseorang dan kelompok.
c. Konsep sehat
sehat adaalaah: suatu keadaan dan proses dalam
upaya menjadikan dirinya terintergrasi secara
menyeluruh.
Kondisi sehat sakit di kondisikan secara berbeda-
beda oleh individu.
d.kperawatan adalah : model pelayanan profesional
dalam memenuhi kebutuhan dasar yg di berikan
kepada individu baik sehat maupun sakit yg
mengalami ngangguan fisik,psikologi, sosial agar
dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal.
3.Perumusan hipotesis.
hipotesis adalah dugaan atau jawaban sememtara
terhadap suatu pertanyaan atau tujuan penelitian
Syarat hipotesa yg baik adalah:
 berupa pertanyaan

 layak uji

 berdasarkan teori /konsep

 adanya hubungan antar variabel.


KESIMPULAN

Saat ini untuk memosisikan perawat sebagai peran


yg penting pada lingkungan yg terus berubah
.perawat harus gesit dan tanggap saat menangkap
kesempatan dengan visi yang jelas agar peran
perawat potensial dalam membuat terobosan besar
pada bidang kesehatan an kesejahtearaan rakyat.
Untuk memperoleh peluang di era globalisasi dalam
riset keperawatan maka perawat harus mempunyai
suatu keahlian dalam memprediksikan terjadinya
suatu perubhan.
Dan memanfatakan perubahan yang terjadi menjadi
suatu peluang.peluang untuk terwujud jika kita
mampu :
 memilih masalah /topik riset yg orisional yg sesuai
dng keinginan penyandang dana.
 masalah yg dipilih harus mampu memberikan
konsep yang baru dalam menyelesaikan masalah
yang berkembang
 mempunyai mental pantang menyerah untuk terus
mencoba mengajulkan proposal-proposal yang leih
berkualitas.
DAFTAR PUSTAKA

NURSALAM KONSEP DAN PENERAPAN


METODE ILMIAH PENELITIAN ILMU
KEPERAWATAN
2002