Anda di halaman 1dari 32

Referat

APENDISITIS
Pembimbing :
dr. Taufik Hidayat, Sp. B

AULIA OKTARIANI
1908436686
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Apendisitis  Peradangan pada
apendiks vermiformis

Merupakan kegawatdaruratan
abdomen  pembedahan

Memiliki gejala klasik nyeri perut


ulu hati  kanan bawah

Memiliki potensi komplikasi


berat
PENDAHULUAN

Indonesia (2009)  596.132 orang


(3,36%)

Indonesia (2010) ↑↑↑  621.435


orang (3,53%)

Umumnya pada usia 17 – 25 th

Laki-laki > Perempuan


Worldmap Style

Your Text Here Your Text Here


Easy to change colors, Easy to change colors,
photos and Text. photos and Text.

Text Here Text Here 150,000 280,000


50% 50% 50% 50%
Text Here

Text Here Your Text Here Your Text Here


Easy to change colors, Easy to change colors,
photos and Text. photos and Text.

120,000 160,000
50% 50% 50% 50%
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi
Organ berbentuk tabung tertutup

Terletak di regio iliaka dekstra (titik mc


burney)
Melekat pada permukaan
posteromedial sekum (2,5cm dari
ileosekal junction)

Panjang 8-13 cm

Variasi posisi : retrosekal, presekal,


subsekal, pelvik, post ilel dan pre ileal
Perdaahan arteri & vena apendikularis,
persarafan nervus torakalis IX-X dan
parasimpatis dari nervus vagus
Anatomi
Embriologi

Kehamilan 6-7 Kehamilan 8


Baru Lahir
Minggu minggu
• penonjolan tepi • apendiks • apendiks
antimesenterium mengalami mengalami rotasi
lengkung midgut pertumbuhan ke arah postero-
bagian kaudal memanjang dari medial dan
distal sekum menetap pada
posisi 2,5 cm di
bawah katup
ileosekal
Apendisitis
Definisi

• Peradangan yang terjadi pada


apendiks vermiformis
• Penyebab akut abdomen tersering
• Sering pada laki-laki usia 10-30th

Etiologi
• Obstruksi limen apendiks akibat
hiperplasia jar. Limfoid (65%),
fekalit(35%), infeksi, parasit,
neoplasma
Patofisiologi
Terjadi obstruksi  mucus yg diproduksi mukosa mengalami
bendungan  makin lama mucus makin banyak, tp elastisitas
dinding apendiks mempunyai keterbatasan  pe↑ tek.
intralumen  menghambat aliran limfe  terjadi edema,
diapedesis bakteri, & ulserasi mukosa
Apendisitis  ditandai oleh nyeri
Akut Fokal
epigatrium.

Bila sekresi mucus terus berlanjut  tekanan jd terus me↑↑ 


obstruksi vena, edema ++, & bakteri akan menembus dinding
 peradangan meluas & mengenai peritoneum setempat 
shg timbul nyeri di daerah kanan bawah.
Apendisitis Supuratif Akut
Patofisiologi
Patofisiologi
Patofisiologi
Bila aliran arteri terganggu  infark
dinding apendiks yg diikuti dgn gangrene

Apendisitis Gangrenosa

Bila dinding yang telah rapuh itu pecah


Obstruksi apendiks
Apendisitis Perforasi
Manifestasi Klinis dan Diagnosis

Anamnesis

Nyeri abdomen di epigastrik (awal), kanan bawah (bbrp jam


kemudian)

Anoreksia, mual, vomitus (75%)

Demam

Gejala progrsif hingga dehidrasi, asidosis,diare & nyeri


meluas
Manifestasi Klinis dan Diagnosis
Pemeriksaan Fisik

Tampak sakit berat

Demam ringan (37,5-38,5), jika >39,4oC  Kemungkinan


perforasi atau gangren

Distensi abdomen

Defans muskular
Manifestasi Klinis dan Diagnosis
Rovsing Sign
Nyeri tekan titik Mc
Burney Pada penekanan perut
kiri bawah/ fossa iliaka
berlokasi disepertiga kiri akan dirasakan
lateral garis antara nyeri pada perut kanan
spina iliaka anterior bawah
superior dan umbilicus
Blumberg Sign
Nyeri rebound
tenderness tekanan di perut kiri
bawah/ iliac fossa kiri
Nyeri pada kuadran dilepaskan segera
kanan bawah saat akan terasa nyeri pada
penekanan dilepaskan perut kanan bawah
Manifestasi Klinis dan Diagnosis
PSOAS Sign

Uji psoas dilakukan dg


rangsangan otot psoas lewat
hiperektensi sendi panggul kanan
atau fleksi aktif sendi panggul
kanan, kemudian paha kanan
ditahan

Bila appendiks yg meradang


menempel di m. psoas mayor,
maka tindakan tsb akan
menimbulkan nyeri
Manifestasi Klinis dan Diagnosis

Obturator Sign

Gerakan fleksi & endorotasi sendi


panggul pada posisi terlentang

Bila apendiks yg meradang kontak


dengan m.obturator internus yang
merupakan dinding panggul kecil,
maka tindakan ini akan menimbulkan
nyeri
Manifestasi Klinis dan Diagnosis
Rectal Toucher

Rectal Toucher dapat dilakukan untuk menentukan letak


apendik, nyeri akan terasa bila peradangan
apendik di rongga pelvik
Alvarado Score
Symptoms Score
• Migration of pain from central area to RLQ •1
• Anorexia •1
• Nausea-vomiting
•1
Sign Score
• Tenderness in RLQ •2
• Rebound Tenderness •1
• Elevated temperature (≥ 38oC)
•1
Laboratory Score
• Leukocytosis (10.400/mm3) •2
• WBC Count Shift to the left •1
Interpretation Alvarado Score

Total Score

5-6 7-8 9 - 10
• Possible • Probable • Very
Probable
• Observa • Observa
tion tion/Adm • Surgery
ission
Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium Histopatologi Urinalisa


• Peningkatan leukosit • Menyingkirk
• Gold
10.000-18.000/mm3 an diagnosis
• Perforasi hingga Standard banding lain
>20.000/mm3

Apendikogra
m USG CT Scan
• Filling • Apendiks • Pelebaran dan
• Partial memanjang dan penebalan
menebal dinding apendiks
Filling melangalami • Jaringan sekitar
• Non Filling peradangan melekat
Diagnosis Banding
Kista Ovarium Batu Ginjal/Ureter
KET
Dextra Dextra
• nyeri perut • t nyeri perut • nyeri perut
kanan bawah kanan kanan

• Terlambat haid • Tidak demam • Nyeri kolik dan


• Cavum douglas • VT & RT teraba menjalar ke
menonjol massa rongga inguinal
pelvis • Nyeri ketok
• Pastikan dgn CVA (+)
USG • Urinalisa :
eritrosit (+),
kristal (+)
• BNO IVP (+)
Klasifikasi Apendisitis
Apendisitis

Akut Kronik

Apendisitis Akut Sederhana


Apendisitis Akut Purulenta
Apendisiris Akut Gangrenosa
Apendisitis Infiltrat
Apendisitis Abses
Apendisitis Perforasi
Penatalaksanaan
Jika kondisi
pasien tidak Konser Operatif
Jika Diagnosis
Klinis Jelas 
memungkinkan
operasi
vatif Apendektomi

Apendisitis gangren atau perforata dapat diberikan antibiotik


untuk mencegah infeksi.

Penundaan apendektomi + antibiotik  abses dan peforasi

Apendisitis kronik  apendektomi elektif


periapendikuler infiltrat  konservatif & medikamentosa
adekuat. hingga masa mengecil < 3cm  apendektomi dgn
insisi paramedian
Komplikasi

Periapendikular Periapendikular
Abses infiltrat

Perforasi
Infeksi/sepsis
Apendiks
Prognosis

Mortalitas Morbiditas
meningkat ↑↑ jika
Umumnya Mortalitas
5% jika infeksi
baik <1%
perforasi pasca
dan usia tua operasi
KESIMPULAN
Kesimpulan
Apendisitis adalah peradangan pada apendiks akibat
obstruksi lumen, karena hiperplasia limfoid, fekalit,
benda asing, parasit usus dan neoplasma.

Diagnosis dapat ditegakkan melalui anamnesis,


pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

Gejala klinis dapat berupa nyeri pada regio


epigastrium/periumbilikalis hingga disertai mual,
anoreksia dan demam.
Kesimpulan
Nyeri tekan, nyeri lepas dan defans muskuler pada
dititik McBurney menunjukkan tanda rangsangan
peritoneum.

Terapi pada apendisitis dapat dilakukan tindakan


operatif dan tindakan konservatif.

Prognosis pada apendisitis tanpa perforasi adalah


baik
TERIMA KASIH