Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN

JAGA
ILEUS OBSTRUKTIF
SKDI 2
ICD X k56.69
KEPANITERAAN KLINIK
Nanda Taufik Hidayat BAGIAN ILMU BEDAH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2019
IDENTITAS PASIEN
 Nama : An. LSA
 Usia : 5 tahun
 Jenis kelamin : Perempuan
 Tanggal MRS : 4 November 2019
 Nomor MR : 01023331
KELUHAN UTAMA

Nyeri diseluruh bagian perut sejak


3 hari SMRS
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
3 hari SMRS, pasien mengeluhkan nyeri pada seluruh perut, nyeri
dirasakan terus menerus, nyeri tidak menjalar, nyeri dirasakan semakin
memberat jika pasien melakukan aktivitas, pasien juga mengeluhkan
perutnya kembung, BAB (-), kentut (+) ,namun sebelumnya pasien
sudah mengeluhkan BAB tidak lancar sejak 2 hari sebelumnya. Demam
(-), mual (-), muntah (-) pasien lalu pergi berobat ke puskesmas dan
dikasih obat lambung, dan dirujuk ke RSUD Siak.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
 Pasien dirawat selama 1 hari di RSUD Siak, namun keluhan tidak
berkurang, nyeri dirasakan sangat hebat dari sebelumnya, perut pasien
semakin tegang dan membesar, mual (+), muntah (+), sebanyak 1x,
muntah berisi sisa makanan, cairan, dan tidak disertai darah, muntah
dengan volume ± 2 gelas belimbing. BAB (-), kentut (+), demam (-) dan
BAK tidak ada keluhan. Penurunan BB (-).
Riwayat Penyakit Dahulu

 Pasien pernah mengalami keluhan yang sama 3 bulan yang


lalu, dan dirawat di RSUD Arifin Achmad selama 5 hari
 Tidak ada riwayat operasi pada perut sebelumnya
 Tidak ada riwayat menderita hernia
Riwayat Penyakit Keluarga
 Tidak ada anggota keluarga lain yang mengeluhkan hal yang
sama dengan pasien.
Pemeriksaan Fisik
 Keadaan umum : Tampak sakit sedang
 Kesadaran : Komposmentis
 Keadaan gizi : Baik
 Vital Sign :
 Nadi : 120 x/menit
 Nafas : 27 x/ menit
 Suhu : 36,9 ºC
Face pain rating scale : 6
Pemeriksaan Fisik
 Pem Kepala dan leher : DBN
 Pem Toraks : DBN
 Pem Abdomen : Status Lokalis
 Pem Ekstremitas : DBN
 Pem Kelenjar limfe : DBN
 Pem Genitourinarius : DBN
 Pemeriksaan Rectal toucher : Status Lokalis
Status lokalis
 Inspeksi : Perut tampak cembung,
distensi (+), darm contour (-), darm steifung (-).
 Auskultasi : Bising usus (+) 7x/menit dan meningkat
 Palpasi : Perut tegang, defans muskuler (+)
 Perkusi : sulit dinilai
Status lokalis
 Tonus sfingter ani normal
 Ampula rekti tidak kolaps
 Mukosa licin, nyeri tekan (-)
 Hand scoen : feses (+), waktu jari ditarik menyemprot keluar
feses, darah (-), lendir (-)
Status lokalis
Pemeriksaan darah rutin
03/12/2019

 Hb : 11,8 g/dL  Kimia Darah


 Hematokrit : 38,7 %  GDS : 72
 Trombosit : 281 x 10^3/uL
 Eritrosit : 4,52 x 10^6/uL o Elektrolit
 Leukosit : 10,8 x 10^3/uL  Natrium : 137 mmol/L
 Kalium : 3,7 mmol/L
 Cl- : 107 mmol/L
FOTO POLOS ABDOMEN
RSUD SIAK
FOTO POLOS ABDOMEN
DIAGNOSIS KERJA
 Ileus Obstruksi ec. Scibala

DIAGNOSIS BANDING
Hirsprung’s Desease
Rencana Pemeriksaan Penunjang
 Pemeriksaan Barium Enema
Penatalaksanaan
 Non Farmakolgi  Farmakologi

 Observasi  IVFD RL 18 tpm (makro)


 Pasien puasa  Inf Pct 3 x 150 mg
 Pemasangan NGT (dialirkan)  Inf metronidazole 3 x 100 mg
 Pemasangan cateter  Inj. Iv ceftriaxone 1 x 750 mg
 Supp bisakodil 1 x 5 mg
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
 Ileus adalah gangguan/hambatan pasase isi usus yang me
rupakan tanda adanya obstruksi usus akut yang segera
membutuhkan pertolongan atau tindakan.
 Ileus ada 2 macam yaitu:
 ileus obstruktif
 ileus paralitik
DEFINISI
 Ileus obstruktif (ileus mekanik) adalah keadaan dimana isi lumen
saluran cerna tidak bisa disalurkan ke distal atau anus karena adanya
sumbatan/hambatan mekanik yang disebabkan kelainan dalam lumen
usus, dinding usus atau luar usus yang menekan atau kelainan
vaskularisasi pada suatu segmen usus yang menyebabkan nekrose
segmen usus tersebut
ANATOMI
Etiologi
 Hernia inkaserata
 Volvulus Midgut
 Adhesi
 Atresia Usus
 Intususepsi
 Hirschsprung
 Atresia ani
Klasifikasi
 Berdasarkan lokasi obstruksinya

 Ileus obstruktif letak tinggi : obstruksi mengenai usus halus (dari


gaster sampai ileum terminal).

 Ileus obstruktif letak rendah : obstruksi mengenai usus besar (dari


ileum terminal sampair ectum)
Klasifikasi
 Berdasarkan stadiumnya

 Obstruksi sebagian (partial obstruction)


 Obst ruksi sederhana ( simple obstruction)
 Obstruksi strangulasi (strangulated obstruction)
Klasifikasi
 Berdasarkan etiologi :
 Intralumen : gallstone ileus, ileus akibat ascariasis, benda
asing, fekalit
 Lesi intramural : tumor, striktur, invaginasi, enteritis akibat
radiasi
 Lesi ekstralumen : adhesi, hernia, tumor ekstrinsik
DIAGNOSIS
 Anamnesis
 Nyeri abdomen
 Muntah
 Distensi abdomen
 Tidak bisa BAB (obstipasi)
 Massa di abdomen dan inguinal
 Gejala lainnya:
- BAB berdarah dan lendir
- Demam
DIAGNOSIS
 Pemeriksaan fisik
 Inspeksi

 Perut tampak cembung, distensi, darm contour (-), dan


darm steifung (-)
DIAGNOSIS
Pemeriksaan fisik

 Palpasi
Pada palpasi bertujuan mencari adanya tanda iritasi
peritoneum apapun atau nyeri tekan, yang mencakup
defans muskuler atau rebound dan pembengkakan atau
massa yang abnormal.
DIAGNOSIS
 Auskultasi

 Gambaran klasik dalam obstruksi usus mekanik adalah adanya


episode gemerincing logam bernada tinggi (metallic sound) di
antara masa tenang. Suara demikian bersamaan dengan nyeri kolik
yang dirasakan pasien.
 Jika pasien diperiksa setelah usus di atas obstruksi telah
berdilatasi, maka aktivitas peristaltik usus bisa sangat menurun
hingga tidak ada.
DIAGNOSIS
 Pemeriksaan penunjang

 Pemeriksaan laboratorium
 Darah rutin
 Kimia darah
 Urinalisa
DIAGNOSIS
 Pemeriksaan penunjang

 Pemeriksaan Radiologi
 Foto polos abdomen 3 posisi
Pemeriksaan Radiologi
Ileus obstruksi letak tinggi Ileus obstruksi letak rendah

 Dilatasi di proximal sumbatan (sumbatan  Gambaran sama seperti ileus obstruksi letak
paling distal ileocecal junction) dan tinggi
 Gambaran penebalan usus besar yang juga
kolaps usus di bagian distal sumbatan.
 Coil spring appearance distensi tampak pada tepi abdomen
 Air fluid level yang panjang-panjang di kolon.
 Herring bone appearance
 Ileus paralitik gambaran radiologi ditemukan
 Air fluid level yang pendek-pendek dan
dilatasi usus yang menyeluruhdari gaster
banyak (step ladder sign) sampai rectum.
Ileus Obstruktif Ileus paralitik

Tampak coil spring dan herring bone Tampak dilatasi usus keseluruhan
appearance
Penatalaksanaan
 Pasien dengan obstruksi intestinal biasanya mengalami dehidrasi dan
kekurangan Natrium, Khlorida dan Kalium yang membutuhkan penggantian
cairan intravena dengan cairan salin isotonic seperti Ringer Laktat.

 Urin harus di monitor dengan pemasangan Foley Kateter.

 Pemeriksaan elektrolit serial, seperti halnya hematokrit dan leukosit,


dilakukan untuk menilai kekurangan cairan.

 Antibiotik spektrum luas diberikan untuk profilaksis atas dasar temuan


adanya translokasi bakteri pada ostruksi intestina
PENATALAKSANAAN
Dekompresi

 Pemasangan nasogastric tube -> mengosongkan lambung,


mengurangi resiko terjadinya aspirasi pulmonal karena muntah
dan meminimalkan terjadinya distensi abdomen.

 Pasien dengan obstruksi parsial dapat diterapi secara konservatif


dengan resusitasi dan dekompresi.

 Penyembuhan gejala tanpa terapi operatif dilaporkan sebesar 60 –


85% pada obstruksi parsial.
TERIMA KASIH