Anda di halaman 1dari 23

Perkembangan pelayanan kebidanan di luar negeri

Dosen Pembimbing :
Rosalin Ariefah,M.Keb

Oleh Kelompok 5 :
1. Ayunama Arum Dwiyanti
2. Elin Bettrillia Armanto
3. Gusti Reni Anggini
4. Nur Amida Novita Asria
5. Rochmi Erisa
6. Yuspita Sari Mangesa
A. Di Amerika

1. Perkembangan Pelayanan Kebidanan di Amerika

• Tahun 1765 Pendidikan formal untuk bidan mulai


dibuka.
• Tahun 1770-1820 wanita golongan atas melahirkan
ditolong dokter.
• Tahun 1915 diberlakukan protap
• Tahun 1900-1930 AKI mengalami penurunan menjadi
600-700 kematian
• Tahun 1955 dibuka American College
of Nurse
• Tahun Midwives(ACNM)
1765, pendidikan formal untuk bidan mulai di buka pada akhir abad ke 18.
• Sejak
Tahun 19821990
awal tahun dibentuk MANAdi AS ditangani oleh dokter; bidan
setengah persalinan
hanya menangani persalinan perempuan yang tidak mampu mebayar dokter.
(Midwives
• Tahun of North
1955 American America)
College of  Nurse-Midwifes (ACNM) di buka.
• Pada tahun 1971, seorang bidan di Tennese mulai menolong persalinan secara
mandiri di institut kesehatan.
• Pada tahun 1979, badan pengawasan obat Amerika menyatakian bahwa ibu
bersalin yang menerima anestesi dalam dosis tinggi melahirkan anak-anak
dengan kemunduran perkembangan psikomotor.
• Pada era 1980-an, ACNM membuat pedoman alternatif lain dalam homebirth.
0pada tahun yang sama dibuat legalisasi tentang praktik profesional bidan,
sehingga membuat bidan menjadi sebuah profesi dengan lahan praktik yang
spesifik dan membutuhkan organisasi yang mengatur profesi tersebut.
• Pada tahun 1982 MANA (Midwive Alliance Of  North America) dibentuk guna
meningkatkan komunikasi antar bidanserta mwembuat peraturan sebagai dasar
kompetisi untuk melindungi bidan.
Pelayanan Kebidanan
Pelayanan Kebidanan
B. Di Belanda
1. Perkembangan Pelayanan Kebidanan di
Belanda

1) Prof. Geerit Van Kloosterman tahun 1984,


menyatakan bahwa setiap kehamilan adalah
normal, harus selalu dipantau dan mereka
bebas memilih untuk tinggal di rumah atau
rumah sakit, dimana bidan yang sama akan
memantau kehamilannya.
2) Maria De Broer yang mengatakan bahwa
kebidanan tidak memiliki hubungan dengan
keperawatan; kebidanan adalah profesi yang
mandiri.
Pendidikan Kebidanan di Belanda terpisah
dari pendidikan keperawatan dan berkembang
menjadi profesi yang berbeda.
Selama pendidikan di ketiga institusi
tersebut menekankan bahwa kehamilan,
persalinan, dan nifas sebagai proses fisiologis.
Ini diterapkan dengan menempatkan mahasiswa
untuk praktek di kamar bersalin dimana wanita
dengan resiko rendah melahirkan.
PELAYANAN PELAYANAN
YANG DI BERIKAN BIDAN
BELANDA

1) Pelayanan Antenatal
2) Pelayanan Intrapartum
3) Pelayanan Postpartum
Pelayanan kebidanan
C. Di Jepang
1. Perkembangan Pelayanan Kebidanan
di Jepang
Setelah perang dunia II, pelayanan kebidanan banyak
terkontaminasi oleh medikalisasi. Pelayanan kepada
masyarakat masih bersifat hospitalisasi.
Jepang melakukan peningkatan pelayanan dan
pendidikan bidan serta mulai menata dan merubah situasi.
Pada tahun 1987 peran bidan kembali dan tahun 1989
berorientasi pada siklus kehidupan wanita mulai dari
pubertas sampai klimaktelium serta kembali ke
persalinannormal.
 
Pendidikan kebidanan di Jepang diawali
dengan terbentuknya sekolah bidan pada
tahun 1912 didirikan oleh Obgyn, dan baru
mendapatkan lisensi pada tahun 1974.
Kemudian pada tahun 1899 lisensi dan
peraturan-peraturan untuk seleksi baru
terbentuk.Tahun 1987, pendidikan bidan
mulai berkembang dan berada dibawah
pengawasan obstretikian
D. Di Australia

1. Perkembangan Pelayanan Kebidanan di


Australia

Kebidanan dan keperawatan di Australia


dimulai dengan tradisi dan latihan yang
dipelopori oleh Florence Nightingale pada
abad ke-19. Pada tahun 1824 kebidanan
masih belum dikenal sebagai bagian dari
pendidikan medis di Inggris dan Australia.
Kebidanan masih banyak didominasi oleh
dokter.
Pendidikan bidan pertama kali di
Australia dimulai pada tahun 1862.
Lulusan itu dibekali dengan
pengetahuan teori dan praktek.
Pendidikan diploma kebidanan
dimulai tahun 1893. Dan sejak itu
tahun 1899.
E. Di Selandia Baru

1. Perkembangan Pelayanan Kebidanan


di Selandia Baru

Model kebidanan yang digunakan di


Selandia baru adalah partnershiip antara
bidan dan wanita. Bidan dengan
pengetahuan, keterampilan dan
pengalamannya serta wanita dengan
pengetahuan tentang kebutuhan dirinya
dan keluarganya serta harapan – harapan
terhadap kehamilan dan persalinan.
Wanita tukang sihir telah dikenal sebagai
bagian dari sistem maternal sejak tahun 1904,
tindakan keperawatan tahun 1971 mulai
diterapkan pada setiap ibu hamil, hal ini
menjadikan bidan sebagai perawat spesialis
kandungan.
Pada tahun 1970 Selandia Baru telah
menerapkan medicalisasi kehamilan.
F. Di inggris
1.Perkembangan kebidanan di inggris
praktek kebidanan diterbitkan tahun 1902 di Inggris, dan
didesain untuk melindungi masyarakat dari praktisi yang tidak
memiliki kualifikasi. Pada saat itu sebagian besar bidan, buta
huruf, bekerja sendiri, menerima bayaran untuk pelayanan yang
mereka berikan pada klien. praktek bidan yang mempunyai
kualifikasi meningkat dari 30% pada tahun 1905 menjadi 74%
di tahun 1915, banyak wanita yang lebih menyukai dukun
karena di dukun lebih murah dan mengikuti tradisi
Selama tahun 1920-an 50-60% wanita hanya ditolong oleh seorang
bidan dalam persalinannya,tetapi karena keadaan gawat darurat
bidan harus di bantu oleh dokter. Dan pada tahun 1935 persalinan
dan nifas dan pelayanan antenatal mulai dipromosikan dan Pada
tahun 1930 perawat yang juga terdaftar memasuki kebidanan karena
dari tahun 1916 mereka dapat mengikuti kursus pendek kebidanan
daripada wanita tanpa kualifikasi sebagai perawat.
Dengan perkembangan persalinan alternatif, bidan mulai
mengembangkan praktik secara mandiri. Selama
pertengahan 1980 kira – kira ada 10 bidan yang praktik
secara mandiri di Inggris. Pada 1990 ada 32 bidan
independent dan pada tahun 1994 angka perkiraan dari
bidan independent adalah 100 orang dengan 80 orang
diantaranya terdaftar dalam independent midwifery.
• Alasan bidan di Inggris melaksanakan praktek mandiri:

a. Penolakan terhadap model medis dalam


kelahiran(medicalisasi)
b. Ketidakmampuan untuk menyediakan perawatan yang
memuaskan dalam NHS(National Health Servis ).
c. Untuk mengurus status bidan sebagai praktisi.
d. Untuk memberikan kelangsungan perawatan dan
kemampuan bidan dalam memberikan pertolongan
persalinan di rumah sebagai pilihan mereka.
Contoh gambar pelayanan di inggris
G.Di Jerman

1.Perkembangan pelayanan
kebidanan di Jerman

Ante Natal Care (ANC) dan pertolongan


persalinan di negara ini masih diklakuakan oleh
ginekologi dan bersifat hospitalisasi. Dengan
demikian, perawatan yang berkelanjutan continuity
of care) dari pelayanan yang diberikan hampir tidak
ada.
TERIMA KASIH