Anda di halaman 1dari 31

Konsep Dasar Praktik Kebidanan

Dosen Pembimbing: Ibu Syamsiah, S. Tr. Keb

Kebutuhan Istirahat dan Tidur dan Praktik ROM

D-3 KEBIDANAN SAMARINDA TINGKAT 1


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KALIMANTAN TIMUR
Kelompok 6 :
1. Nur Amida Novita Asria (P07224219028)
2. Nurhardiani (P07224219029)
3. Pri Handini Hapsari (P07224219030)
4. Ratna Komala Sari (P07224219031)
5. Ria Andayani (P07224219032)
6. Yuspita Sari Mangesa (P07224219044)
Istirahat dan Tidur Menurut Beberapa Ahli:

• Kebutuhan manusia perlu diperhatikan dengan cara memenuhi


kebutuhan hidupnya. manusia harus bekerja siang dan malam,
Bahkan, mereka tidak mengenal waktu sehingga mengorbankan
satu hal yang sangat berarti, yaitu istirahat dan tidur. (Siregar, 2011)

• Istirahat dan tidur yang tepat sama pentingnya dengan nutrisi yang
baik dan latihan yang kuat. (Potter dan Perry, 2013)

• Tidur adalah bagian dari penyembuhan dan perbaikan. Tidur


membekan waktu untuk perbaikan dan pemulihan sistem tubuh.
(Potter dan Perry, 2011)

• Mencapai kualitas tidur yang baik menjadi sangat penting bagi


kesehatan dan sebagai bentuk penyembuha dari penyakit. (Potter
dan Perry, 2013)
Definisi Istirahat dan Tidur

Istirahat dan Tidur merupakan


kebutuhan dasar mutlak harus dipenuhi
oleh semua orang.
Fisiologis Tidur

Aktivitas tidur diatur dan dikontrol oleh dua sistem pada batang
otak, yaitu Reticular Activating System (RAS) dan Bulbar
Synchronizing Region (BSR).

Tidur ditandai dengan:


1. Aktivitas fisik, minimal
Perubahan-perubahan fisiologis tubuh dan penurunan respon
terhadap rangsangan eksternal. Secara umum, terdapat dua efek
fisiologis tidur, pertama efek pada sistem saraf yang dapat
memulihkan kepekaan normal dan kseimbangan di antara
berbagai susunan saraf. kedua, memulihkan kesegaran dan fungsi
organ dalam tubuh, mengingat terjadinya penurunan aktivitas
organ tubuh tersebut selama tidur.
Fungsi Tidur

Fungsi tidur adalah memperbaiki


(restorative) kembali oran-organ tubuh.
(Fordiastiko)
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tidur

Penyakit Lingkungan
Penyakit dapat a
menyebabkan nyeri atau Faktor lingkungan dapat membantu
distress fisik yang sekaligus menghambat proses tidur. Tidak
menyebabkan susah adanya stimulus tertentu atau adanya
tidur. stimulus yang asing dapat menghambat
upaya tidur. Sebagai contoh, temperatur
yang tidak nyaman atau ventilasi yang
buruk dapat mempengaruhi tidur
seseorang

Gaya Hidup
Kelelahan Individu yang sering
berganti jam kerja
Kondisi tubuh yang lelah harus mengatur
dapat mempengaruhi aktivitasnya agar bisa
pola tidur seseorang. tidur pada waktu yang
tepat.
Click here to add your title

1 2 3 4 5

Stress Emosional Stimulant dan Diet Merokok Medikasi


Ansietas dan Alkohol Penurunan berat Nikotin yang Obat-obatan
depresi sering kali Kafein yang badan dikaitkan terkandung dalam tertentu dapat
menganggu tidur terkandung dalam dengan penurunan rokok memiliki efek mempengaruhi
seseorang. beberapa minuman waktu tidur dan stimulasi pada kualitas tidur.
dapat merangsang sering terjaga di tubuh.
SSP sehingga malam hari.
menganggu pola
tidur.
Macam-Macam
Gangguan Tidur
1. Insomnia
Adalah ketidakmampuan nemenuhi 2. Parasomnia
kebutuhan tidur, baik secara kualitas Masalah tidur yang lebih banyak
maupun kuantitas. yerjadi pada anak-anak.
3 jenis insomnia: - Night Terrors
1. Insomnia insial, yaitu kesulitan - Sleepwaking dan Sleeptalking
untuk memulai tidur. - Bukisme
2. Insomnia Intermitan, yaitu - Enuresis
kesulitan untuk tetap tidur karena
seringnya terjaga.
3. Insomnia terminal yaitu bagun
terlalu dini dan sulit untuk tidur
kembali.
Lanjutan

3. Hypersomnia
Gangguan ini adalah kebalikan dari 4. Sleep Apnea
insomnia. Seringkali penderita ini di Gangguan yang dicirikan dengan
bilang malas. Mereka membutuhkan kurangnya aliran udara melalui
waktu tidur yang lebih lama dari hidung dan mulut. Ada 3 jenis
ukuran normal. Namun, mereka apneatidur: Apnea obstruktif,
mudah lesu dan letih. apnea sentral, dan campuran.
Lanjutan

5. Narkolepsi
Orang yang menderita narkolepsi 6. Somnabulisme
boleh dikatakan dapat tidur diwaktu Berjalan-jalan dalam tidur, lebih banyak terlihat
sedang berdiri, tengah pada analk-anak daripada di kalingan orang
mengemudikan kendaraan, tidur di dewasa. Bahaya bagi orang yang menderita
tengah-tengah suatu pembicaraan somnabulisme adalah bahwa ia dapat
atau selagi berenang. mendapatkan cidera, dan tindakan-tindakan
membuat lingkungannya aman merupakan suatu
keharusan, umpamanya memasang kunci-kunci
yang benar-benar bekerja baik pada pintu-pintu.
RAGE OF MOTION (ROM)
RAGE OF MOTION (ROM)
ROM ( Range of Motion) adalah jumlah maksimum gerakan yang mung
kin dilakukan sendi pada salah satu dari tiga potongan tubuh, yaitu sagit
al, transversal, dan frontal. Pengertian ROM lainnya adalah latihan gera
kan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot
, dimana klien menggerakan masing-masing persendiannya sesuai gerak
an normal baik secara aktif ataupun pasif.

Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk m


empertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan m
enggerakan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan
massa otot dan tonus otot (Potter & Perry, 2005).
Tujuan dan Manfaat ROM

1. Tujuan ROM
a. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibiltas dan kekuatan otot
b. Mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan
c. Mencegah kekakuan pada sendi
Tujuan dan Manfaat ROM

2. MANFAAT
ROM bermanfaat untuk :
a. Menentukan nilai kemampuan sendi tulang dan
otot dalam melakukan pergerakan
b. Mengkaji tulang, sendi,dan otot
c. Mencegah terjadinya kekakuan sendi
d. Memperlancar sirkulasi darah
e. Memperbaiki tonus otot
f. Meningkatkan mobilisasi sendi
g. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan
JENIS-JENIS ROM
a. ROM Aktif, yaitu gerakan yang dilakukan oleh seseorang (pasien) de
ngan menggunakan energi sendiri. Perawat memberikan motivasi, dan
membimbing klien dalam melaksanakan pergerakan sendi secara mandir
i sesuai dengan rentang gerak sendi normal (klien aktif).

ROM Pasif, yaitu energi yang dikeluarkan untuk latihan berasal dari or
ang lain (perawat) atau alat mekanik. Perawat melakukan gerakan perse
ndian klien sesuai dengan rentang gerak yang normal (klien pasif)
Jenis Gerakan
Macam-macam gerakan ROM, yaitu:
a. Fleksi, yaitu berkurangnya sudut persendian.
b. Ekstensi, yaitu bertambahnya sudut persendian.
c. Hiperekstensi, yaitu ekstensi lebih lanjut.
d. Abduksi, yaitu gerakan menjauhi dari garis tengah tubuh.
e. Adduksi, yaitu gerakan mendekati garis tengah tubuh.
f. Rotasi, yaitu gerakan memutari pusat dari tulang.
g. Eversi, yaitu perputaran bagian telapak kaki ke bagian luar, bergerak membentuk sudut persendian.
h. Inversi, yaitu putaran bagian telapak kaki ke bagian dalam bergerak membentuk sudut persendian.
i. Pronasi, yaitu pergerakan telapak tangan dimana permukaan tangan bergerak ke bawah.
j. Supinasi, yaitu pergerakan telapak tangan dimana permukaan tangan bergerak ke atas.
k. Oposisi, yaitu gerakan menyentuhkan ibu jari ke setiap jari-jari tangan pada tangan yang sama.
Sendi Yang Digerakan
a. ROM Aktif
Seluruh tubuh dari kepala sampai ujung jari kaki oleh klien sendri secara aktif.
b. ROM Pasif
Seluruh persendian tubuh atau hanya pada ekstremitas yang terganggu dan klien tida
k mampu melaksanakannya secara mandiri.
- Bahu tangan kanan dan kiri ( fkesi/ekstensi, abduksi/adduksi, Rotasi bahu)
- Siku tangan kanan dan kiri (fleksi/ekstensi, pronasi/supinasi)
- Pergelangan tangan (fleksi/ekstensi/hiperekstensi, abduksi/adduksi)
- Jari-jari tangan (fleksi/ekstensi/hiperekstensi, abduksi/adduksi, oposisi)
- Pinggul dan lutut (fleksi/ekstensi, abduksi/adduksi, rotasi internal/eksternal)
- Pergelangan kaki (fleksi/ekstensi, Rotasi)
- Jari kaki (fleksi/ekstensi)
Macam-Macam Gerakan Range of Motion (ROM)

1. Leher
Fleksi 45⁰ gerakan dagu menempel ke dada
Ekstensi 45⁰ kembali ke posisi tegak (kepala tegak)
Hiperekstensi 10⁰ menggerakkan kepala kearah belakang
Rotasi 180⁰ memutar kepala sebanyak 4 kali putaran
Fleksi lateral kanan 40-45⁰ dan fleksi lateral kiri 40-45⁰ memiringkan kepala menuju kedua bahu kir
i dan kanan
2. Bahu
Fleksi 180⁰ menaikkan lengan ke atas sejajar dengan kepala
Ekstensi 180⁰ mengembalikan lengan ke posisi semula
Hiperekstensi 45-60⁰ menggerakkan lengan ke belakang
Abduksi 180⁰ lengan dalam keadaan lurus sejajar bahu lalu gerakkan kearah kepala
Adduksi 360⁰ lengan kembali ke posisi tubuh
Rotasi internal 90⁰ tangan lurus sejajar bahu lalu gerakkan dari bagian siku kearah kepala secara berulang
Rotasi eksternal 90⁰ dan kearah bawah secara berulang
3. Siku
Fleksi 150⁰ menggerakkan daerah siku mendekati lengan atas
Ekstensi 150⁰ dan luruskan kembali.
4. Lengan bawah
Supinasi 70-90⁰ menggerakkan tangan dengan telapak tangan diatas
Pronasi 70-90⁰ menggerakkan tangan dengan telapak tangan dibawah.
5. Pergelangan tangan
Fleksi 80-90⁰ menggerakkan pergelangan tangan kearah bawah
Ekstensi 80-90⁰ menggerakkan tangan kembali lurus
Hiperekstensi 89-90⁰ menggerakkan tangan kearah atas.
6. Jari-jari tangan
Fleksi 90⁰ tangan menggenggam
Ekstensi 90⁰ membuka genggaman
Hiperekstensi 30-60⁰ menggerakkan jari-jari kearah atas
Abduksi 30⁰ meregangkan jari-jari tangan
Adduksi 30⁰ merapatkan kembali jari-jari tangan
7. Ibu jari
Fleksi 90⁰ menggenggam
Ekstensi 90⁰ membuka genggaman
Abduksi 30⁰ menjauhkan/meregangkan ibu jari
Adduksi 30⁰ mendekatkan kembali ibu jari
Oposisi mendekatkan ibu jari ke telapak tangan
8. Pinggul
Fleksi 90-120⁰ menggerakkan tungkai keatas
Ekstensi 90-120⁰ meluruskan tungkai
Hiperekstensi 30-50⁰ menggerakkan tungkai kebelakang
Abduksi 30-50⁰ menggerakkan tungkai ke samping menjauhi tubuh
Adduksi 30-50⁰ merapatkan tungkai kembali mendekat ke tubuh
Rotasi internal 90⁰ memutar tungkai kearah dalam
Rotasi eksternal 90⁰ memutar tungkai kearah luar
9. Lutut
Fleksi 120-130⁰ menggerakkan lutut kearah belakang
Ekstensi 120-130⁰ menggerakkan lutut kembali keposisi semula lurus.
10. Mata kaki
Dorso fleksi 20-30⁰ menggerakkan telapak kaki kearah atas
Plantar fleksi 20-30⁰ menggerakkan telapak kaki kearah bawah
11. Kaki
Inversi/supinasi 10⁰ memutar/mengarahkan telapak kaki kearah samping dalam
Eversi/Pronasi 10⁰ memutar/mengarahkan telapak kaki kearah samping luar
12. Jari-jari kaki
Fleksi 30-60⁰ menekuk jari-jari kaki kearah bawah
Ekstensi 30-60⁰ meluruskan kembali jari-jari kaki
Abduksi 15⁰ mereganggkan jari-jari kaki
Adduksi 15⁰ merapatkan kembali jari-jari kaki
Click here to add your title

THANK YOU