Anda di halaman 1dari 15

Kebutuhan cairan dan

elektrolit
Nama Kelompok

 Fanny Fira Indayani


 Ferika Rafaris
 Fitri Nisa Ayu Lestari
 Gusti Reni Anggraini
 Halimatus Sa’diyah
 Wihel Ananda Putri
Kebutuhan cairan dan elektrolit
Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses
dinamik, karena metabolisme tubuh membutuhkan
perubahan yang tetap dalam berespon terhadap stressor
fisiologis dan lingkungan.
KEBUTUHAN CAIRAN TUBUH
Umur Kbutuhan air Ml/kg berat badan
Jumlah air dalam 24 jam

3 hari 250 -  300  80 – 100

1 tahun 1150 – 1300 120 – 135

2 tahun 1350 – 1500 115 – 125

4 tahun 1600 – 1800 100 – 110

10 tahun 2000 – 2500 70 – 85

14 tahun 2200 – 2700 50 – 60

18 tahun 2200 – 2700 40 – 50

Dewasa 2400 – 2600 20 – 30


Prosedur Pemasangan NGT
Memasukkan makanan cair/obat-obatan,
cair/padat yang dicairkan

Mengeluarkan cairan/isi lambung dan gas


DEFINISI
yang ada dalam lambung
Melakukan
pemasangan selang Mengirigasi karena perdarahan/keracunan
(tube) dari rongga dalam lambung
hidung ke lambung
(gaster) Mencegah/mengurangi nausea dan
vomiting setelah pembedahan atau trauma

Mengambil spesimen dalam lambung


untuk studi laboratorium
Pasien dengan
masalah saluran
pencernaan atas
Pasien yang
Pasien tidak tidak mampu
sadar (koma) menelan

INDIKASI
Persiapan Alat
1. Selang NGT (untuk 6. Spuit/alat suntik ukuran
anak-anak lebih kecil 50cc
ukurannya) 7. Plester
2. Jelly 8. Stetoskop
3. Spatel lidah 9. Handuk
4. Handscoen steril 10. Tissue
5. Senter 11 . bengkok
Prosedur
 Mendekatkan alat ke samping klien
 Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan tujuannya
 Membantu klien pada posisi fowler/semi fowler
 Mencuci tangan
 Periksa kepatenan nasal. Minta pasien untuk bernapas melalui
satu lubang hidung saat lubang yang lain tersumbat, ulangi
pada lubang hidung yang lain, bersihkan mucus dan sekresi
dari hidung dengan kassa/lidi kapas. Periksa adakah infeksi
 Memasang handuk diatas dada klien
 Buka kemasan steril NGT dan taruh dalam bak instrumen steril
 Memakai sarung tangan
 Mengukur panjang selang yang akan dimasukkan dengan cara
menempatkan ujung selang dari hidung klien ke ujung telinga atas lalu
dilanjutkan sampai processus xipodeus
 Beri tanda pada selang yang telah diukur dengan plester
 Beri jelly pada NGT sepanjang 10-20 cm dari ujung selang tersebut
 Meminta klien untuk rileks dan bernapas normal. Masukkan selang
perlahan sepanjang 5- 10 cm. Meminta klien untuk menundukkan kepala
(fleksi) sambil menelan.
 Masukkan selang sampai batas yang ditandai
 Jangan memasukkan selang secara paksa bila ada tahanan
a. jika klien batuk, bersin, hentikan dahulu lalu ulangi lagi. Anjurkan
klien untuk tarik napas dalam
b. jika tetap ada tahanan, menarik selang perlahan-lahan dan
masukkan ke hidung yang lain kemudian masukkan kembali secara
perlahan
c. jika klien terlihat akan muntah, menarik tube dan menginspeksi
tenggorokan lalu melanjutkan memasukkan selang secara bertahap.
 Mengecek kepatenan
a. Masukkan ujung pipa sampai dengan terendam dalam mangkok
berisi air, klem dibuka jika ternyata sonde masuk dalam lambung
maka ditandai dengan tidak adanya gelembung udara yang keluar
b. Masukkan udara dengan spuit 2-3 cc ke dalam lambung sambil
mendengarkan dengan stetoskop. Bila terdengar bunyi kemudian
udara dikeluarkan kembali dengan menarik spuit
 Pasang spuit/corong pada pangkal pipa apabila sudah yakin pipa masuk
lambung
 Memfiksasi selang pada hidung dengan plester
 Membantu klien mengatur posisi yang nyaman
 Merapikan dan membereskan alat
 Melepas sarung tangan
 Mencuci tangan
 Mengevaluasi respon klien
 Pendokumentasian tindakan dan hasil