Anda di halaman 1dari 25

GROUP 6

HILMAN FARELLIO SUBCHAN 104118015


GIVSON GABRIEL 104118029
SONIA APRILIA 104118089
SITI NURFADHILAH AHWAN 104118097
ARGA NUGRAHA HARAHAP 104118137
• Self Compacting Concrete
OUTLINE • Sprayed Concrete
• No Fines Concrete
SELF
COMPACTING
CONCRETE
DEFINISI

• SCC merupakan beton yang dapat memadat sendiri


• Merupakan hasil riset di Jepang pada awal tahun 80-an dan
merupakan konsep inovatif karena tidak memerlukan getaran
ataupun alat pemadat pada proses bekisting.
KARAKTERISTIK
• Memiliki fluiditas yang tinggi
• Menghasilan beton yang memiliki kekuatan dan keawetan
(durabilitas) yang lebih baik
• SCC memiliki kekuatan yang tinggi setelah terjadinya pengerasan
terhadap beton (hardened concrete)
KEKUATAN
• Pengujian slump flow test T50 cm dengan menggunakan kerucut Abrams untuk
mengukur (workability).
• Pengujian beton segar harus disesuaikan dengan persyaratan SCC, yaitu :
• Filling ability (kemampuan mengisi celah-celah diantara tulangan)
menggunakan slump cone (Japan of society civil engineers guidelines for concrete 2007).
• Passing ability (kemampuan lolos)
menggunakan L-Shapebox .(The European guidelines for concrete 2005).
• Segregation resistance (ketahanan terhadap pemisahan butiran/ segregasi)
dengan alat V-Funnel (Japan of society guidelines for concrete 2007).
KOMPOSISI
• Membutuhkan nilai faktor air semen (fas) yang rendah.
• Membutuhkan agregat halus 60% dibandingkan beton konvensional.
• Membutuhkan agregat kasar dengan ukuran yang digunakan pada range sekitar
5 mm-20 mm.
ADMIXTURES
• Viscocrete 1003 dan Viscoflow 3211 N
Mempercepat proses pengecoran dengan menambah kecepatan aliran beton pada saat pengecoran.
• Fly ash
Digunakan untuk bahan pengganti semen (dimaksimalkan sampai 20% saja).
• Air Laut
Menjadikan strength beton SCC menjadi lebih kuat.
• Superplasticizer dan Viscocity Modifying Agent
Diperlukan untuk menyebarkan partikel semen menjadi merata dan memisahkan menjadi partikel-
partikel yang halus lebih aktif.
Menjaga nilai faktor air semen (fas) tetap rendah dengan tidak mengurangi workabilitas campuran beton
yang diharapkan.
Menjaga tekstur SCC tetap kental dan homogen.
Kombinasi dari Superplastizicer dengan VMA dapat mengoptimalkan SCC dari segi workability dan
flowability.
KELEBIHAN KEKURANGAN
• Tidak memerlukan vibrator ketika melakukan pemadatan • Dari aspek harga, SCC lebih mahal dibandingkan beton
terhadap beton. konvensional.
• Mengurangi kebisingan yang mengganggu lingkungan • Pembuatan bekisting beton harus diperhatikan agar tidak
sekitar. terjadinya kebocoran akibat keenceran beton.
• Meningkatkan durabilitas struktur. • Beton tidak boleh mengalami segregasi dan tetap harus
• Pengerjaannya menjadi lebih cepat. memenuhi syarat flowability
• Dapat mempermudah aliran beton saat pengecoran
terhadap tempat yang sulit dijangkau.
• Lebih homogen dan stabil.
• Kuat tekan beton bisa dibuat untuk mutu tinggi atau sangat
tinggi.
• Lebih kedap, porositas lebih kecil.
• Susut lebih rendah.
• Dalam jangka panjang struktur lebih awet.
• Tampilan permukaan beton lebih baik dan halus.

Berdasarkan SCC (ACI 237R-07)


PENGGUNAAN

• Berdasarkan workable yang mempunyai tingkat


pengaliran yang lebih baik dibandingkan dengan tingkat
pengaliran dari beton normal, penggunaan SCC dapat
mengatasi permasalahan pengecoran pada lokasi yang
tinggi karena dapat dipompa dengan mudah.
SPRAYED
CONCRETE
DEFINISI
• Spray concrete merupakan beton semprot.

KARAKTERISTIK
Shotcrete dapat meningkatkan kekuatan dengan cepat,
dan kemampuan adaptasi dengan lingkungan yang cepat.

KEKUATAN
memiliki kekuatan rata-rata hingga 25 MPa.
KOMPOSISI
• Penggunaan semen jenis pertama (semen Portland)
menghasilkan kekuatan beton dalam kisaran 32,5 Mpa
• Penggunaan semen jenis kedua (jet khusus)
menghasilkan kekuatan hingga 10 mpa pada 10-20 menit dan lebih dari 30 mpa dalam waktu satu
hari.
• Agregat Kasar
digunakan yang diameternya maksimalnya 25 mm, dan tidak disarankan yang mengandung batu
silica.
• Agregat Halus
dengan modulus kehalusan antara 2,7-3,7 dengan diameter kurang dari 0,075mm.
ADMIXTURES
• Accelerator
Digunakan agar mendapatkan kekompakan dan fleksibilitas yang baik dengan
proses konstruksi yang nyaman serta biaya yang ekonomis.
Accelerator yang digunakan juga harus sesuai dengan standar JC 477-2005.
KELEBIHAN KEKURANGAN
SEMPROT KERING : SEMPROT KERING :
• Bahan penyemprotan yang tidak merata.
• Proses teknologi konstruksi sederhana, nyaman,
• Kualitas air semen yang sebenarnya sulit dikendalikan,
membutuhkan lebih sedikit peralatan konstruksi (hanya
mixer dan mesin semprot kering). yang dapat berpengaruh serius pada kualitas beton.
• Efisiensi produksi rendah, selain itu tidak kondusif untuk
• Jarak transmisi yang panjang, tata letak konstruksi yang
fleksibel, jarak pengangkutan hingga 300 m. kontrol jadwal konstruksi.

SEMPROT BASAH SEMPROT BASAH


• Untuk teknologi konstruksi sulit.
• Debu pada permukaan kerja sedikit.
• Jarak pengangkutan lebih pendek (umumnya tidak lebih
• Laju rebound yang disemprot rendah.
• Kekuatan beton tinggi. dari 50 m)
PENGGUNAAN
• Pembuatan terowongan hidrolik, maupun terowongan pertambangan, jalan bawah
tanah, terowongan kereta api, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), tambang bawah
tanah, kereta bawah tanah, dan tempat penyimpanan bawah tanah.
• Stabilisasi lereng,
• Pembuatan kolam renang,
• Pembuatan saluran air, dan
• Perbaikan beton.
NO FINES CONCRETE
DEFINISI
• Nofines concrete atau disebut Beton non pasir merupakan bentuk
sederhana dari beton ringan, yang dalam pembuatannya tidak
menggunakan agregat halus (pasir).
• Dengan menghilangkan beberapa material seperti agregat halus,
sehingga dapat menekan biaya produksi yang dibutuhkan.
• Dapat mengurangi berat keseluruhan struktur sehingga memberikan
fleksibilitas yang cukup baik dibanding beton konvensional pada
umumnya.
KARAKTERISTIK
• Tidak adanya agregat halus dalam campuran beton DAPAT
menimbulkan segregasi atau berpori sehingga beratnya berkurang.
• Memiliki berat jenis yang rendah dibanding dengan beton normal.

KEKUATAN
• Kekuatan tekan beton tanpa campuran bervariasi antara 1,4
MPa sampai sekitar 14 MPa.
KOMPOSISI
• Seperti namanya ( no fines concrete), pada proses pembuatan beton ini material
berupa pasir atau agregat halus dapat dikatakan tidak ada.
• Agregat kasar yang digunakan biasanya memiliki diameter antara 10 – 20 mm.
ADMIXTURES
• Gelembung Udara
Membuat beton memiliki pori-pori udara ketika sudah jadi.
• Serat Polypropylene
Untuk memaksimalkan kekuatan tarik belah beton.
Dapat terurai dengan cepat.
Serat polypropylene tanpa ragu membantu menghambat pembentukan retakan
karena penyusutan pengeringan.
KELEBIHAN KEKURANGAN
• Low Shrinkage • Porous
• Light Weight • Kuat tekan rendah
• Thermal insulation • Tidak memiliki kemkompakan saat dalam
• Eliminated segregation kondisi plastis
• Reduce cement demand • Beton no fines concrete lebih permeable
• Simple dibandingkan dengan beton biasa
• Sound insulation
• Environment Friendly
PENGGUNAAN

• trotoar,
• konstruksi bangunan gedung,
• perkerasan jalan raya, maupun
• dinding penahan tanah.
ANY QUESTION ?
THANKS

Anda mungkin juga menyukai