Anda di halaman 1dari 58

12.

Irisan kerucut (Konik) dan


Koordinat Kutub
1. Parabola
2. Elips dan Hiperbola
3. Uraian Tambahan Tentang Elips dan Hiperbola
4. Translasi Sumbu
5. Rotasi Sumbu
6. Sistem Koordinat Kutub
7. Grafik Persamaan Kutub
8. Kalkulus dengan Koordinat Kutub
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 1
Definisi Konik

 Apabila sebuah kerucut lingkaran tegak


dipotong dengan berbagai bidang pada sudut
yang berbeda terhadap sumbu simetri maka
kita akan dapatkan kurva-kurva yang berbeda
seperti parabola, elips, hiperbola, lingkaran,
garis yang berpotongan dll yang disebut konik
(irisan kerucut).

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 2


08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 3
Definisi Konik (lanj)

 Misalkan pada suatu bidang ada garis l tetap


(garis arah) dan F sebuah titik tetap (fokus)
yang tidak terletak pada garis l, maka himpunan
PF
titik-titik P yang rasio jarak dari fokus dan PL
jarak dari garis arah adalah
konstanta positif e yang memenuhi hubungan:

PF  e PL
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 4
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 5
Besar e (eksentrisitas)menentukan bentuk irisan
kerucutnya:
– ELIPS jika 0 < e < 1
– PARABOLA jika e = 1
– HIPERBOLA jika e > 1

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 6


Parabola
Parabola (e = 1). Sebuah y
L(-p, y) P(x, y)
parabola adalah himpunan
titik-titik P yang berjarak
sama dari garis arah l dan
fokus F yang memenuhi
hubungan: (lihat Gambar)
F(p, 0) x
PF  PL
Dari sini kita dapatkan pers.
baku parabola mendatar dan
terbuka ke kanan :

08/05/2020 y  4 px
2
Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT x = -p 7
Parabola (lanj)
x = -p y y
x dan y dalam pers. x=p

tersebut dapat F(p,0)


dipertukarkan dan akan x F(-p,0) x

didapatkan bentuk
y 2  4 px y 2  4 px
parabola yang berbeda,
seperti yang terlihat x 2  4 py y y
F(0,p)
dalam gambar. y=p

x x
y = -p F(0,-p)
x 2  4 py
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 8
Sifat Optis

Sebuah sifat geometri sederhana dari parabola


dijadikan dasar banyaknya penggunaan dalam ilmu
teknik misal mikrophone parabolik, radar dan teleskop
radio, lintasan peluru, kabel jembatan gantung, busur
panah dll.
Dalam fisika dinyatakan bahwa cahaya yang datang
kepermukaan mengkilap dipantulkan kembali dengan
sudut pantul yang sama dengan sudut datangnya. Lebih
jelasnya perhatikan gambar berikut:
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 9
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 10
Sifat Optis (lanj)

Kita harus membuktikan y


bahwa   . P(x0,y0) G
Jika segitiga PFQ
sama kaki maka    a
terbukti. 
Q(?,0) F(p,0) x

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 11


Sifat Optis (lanj)

Cari dulu absis Q.


Cari gradien garis singgung di titik P( x0 , y0 ).
dengan mendeferensialkan secara implisit pers.
parabolanya.
Dengan gradien yang didapat, maka akan
diperoleh pers. garis singgung sbb
2p
y  y0   x  x0 
08/05/2020
y 0
Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 12
Sifat Optis (lanj)

Cari koordinat Q dengan memasukkan y = 0


pada pers. garis singgung. ( x = -x0 / Q(-x0 ,0)).
Buktikan FP = FQ dengan menggunakan rumus
jarak, yaitu

FP   x0  p  2  y02  x02  2 x0 p  p 2  4 px0

 x02  2 x0 p  p 2  x0  p  FQ

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 13


Drill Set

Tentukan persamaan parabola dimana


vertexnya berada dititik asal dan sumbunya
adalah sumbu y jika parabola tersebut melalui
titik (-3, 5). Buatlah sketsanya
Tentukan persamaan garis singgung dan garis
normal dari parabola-parabola yang terletak
dititik yang diberikan berikut ini. y2 = 16x, (1, -4)

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 14


Drill Set (Tugas)
1. Kabel penggantung bagian tengah
sebuah jembatan gantung
berbentuk sebuah parabola. Jarak
antara menara penyangganya
adalah 800 m. Kabel
digantungkan pada menara
disebuah titik yang letaknya 400 m
diatas lantai jembatan. Berapakah
tingginya batang penggantung
kabel yang letaknya 100 m dari
menara? Diandaikan bahwa kabel
itu menyinggung lantai jembatan
ditengah jembatan.

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 15


12.2 Elips dan Hiperbola
y

Pers. Konik PF  e PL
A’(-a, 0) F(c, 0)
Elips jika 0 < e <1 A(a, 0) x
Hiperbola jika e > 1
Memiliki dua puncak lihat x=k
Elips(0<e<1)
gambar (sering disebut y
konik terpusat).
F(c, 0)
A’(-a, 0) A(a, 0) x

x=k
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 16
Hiperbola(e>1)
Elips dan Hiperbola (lanj)

Bila kita ambil terlebih dahulu P = A kemudian


P = A’ maka diperoleh
a  c  e k  a   ek  ea
a  c  e k  a   ek  ea
selesaikan untuk c dan k , diperoleh
a
c  ea dan k 
08/05/2020
e
Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 17
Elips dan Hiperbola (lanj)

Jika titik-titik P dan L


seperti terlihat dalam y

gambar, maka pers PF  e PL P(x, y) a 


L , y 
e 
2
 x  ae  y  e  x  a 
2 2
 e F(ae, 0) x
2a  a 2  2 2
2 2 2 2 2 2
menjadi
x  2aex  a e  y  e x  x  e x  2aex  a 2
 e e 2 

1  e x  y  a 1 e 
a
2 2 2 2 2 x
e
1  e x  y  x
2 2 2 2
y2
a 1  e  a 1  e  a  
 1
2 2 2 2 2 2 2
a 1 e
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 18
Persamaan Baku Elips

Untuk elips 0 < e <1, sehingga 1 – e2 > 0.


Dengan memisalkan b  a 1  e 2 pada pers
sebelumnya maka didapatkan pers baku elips
sbb

2 2
x y
 1
2 2
a b
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 19
Persamaan Baku Elips (lanj)
Bilangan 2a dinamakan garis
tengah panjang dan 2b garis y
tengah pendek. B(0,b)
Bilangan a, b dan c pada
gambar memenuhi hub. b a
A(a, 0)
Pythagoras, a2 = b2 + c2
Jika e 1 maka didapatkan A’(-a, 0)
F’(-c,0) c F(c,0) x
bentuk elips yang tipis dan
memanjang.
Jika e  0 maka didapatkan
B’(0,-b)
bentuk elips yang hampir
berbentuk lingkaran.
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 20
Persamaan Baku Hiperbola

Untuk hiperbola e > 1, sehingga e2 - 1 > 0.


2 2
Apabila b  a e  1 atau b   a 1  e
maka pers baku hiperbola menjadi

2 2
x y
 1
2 2
a b

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 21


Persamaan Baku Hiperbola (lanj)

c = ae
c2 = a2 +b2 y
y
b
x
a
Asimtot:
c b
F’(-c, 0) F(c, 0) x
b
y x A’(-a, 0)
a
A(a, 0)
a
b
y x
a

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 22


12.3 Uraian Tambahan Elips dan
Hiperbola y

Rumus tambahan:
P (x , y )

Untuk elips: F ’(-a e , 0 ) F (a e , 0 ) x

PF   PF  2a
a 0 < e < 1 a
x   x 
e e
Untuk hiperbola y

P (x, y )

PF   PF  2a F ’ ( -a e , 0 ) F (ae , 0 )
x

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT a e > 1 a 23


x   x 
e e
Sifat Optis Elips dan Hiperbola
Garis
Elips Hiperbola singgung
P(x0, y0)
Persamaan x2 y2 x2 y2

 1  1

Gradien di
2 2 2 2
a b a b

garis F’(-c, 0) F(c, 0)

singgung(x0, m
b 2 x0
m
b 2 x0

2 2
y0) a y0 a y0 Garis
singgung

Pers. Garis P(x0, y0)
singgung di x0 x y0 y x0 x y0 y

F’(-c, 0) F(c, 0)
(x0, y0) a2

b2
1
a2

b2
1

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT  24


12.4 Translasi Sumbu

Disebut translasi sumbu


apabila sumbu baru y v
P(x, y)
sejajar dengan sumbu P(u, v)
lama dan searah yang
memenuhi pers berikut:
u  x  h, v  yk (h, k) u

atau secara ekivalen x


x  u  h, y vh

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 25


Melengkapkan Kuadrat

Ada suatu teknik untuk menyelesaikan


persamaan kuadrat yang rumit yang dikenal
sebagai Melengkapkan Kuadrat dengan
menghilangkan suku-suku berpangkat satu,
dalam bentuk
2 2
Ax  Cy  Dx  Ey  F  0, A  0, C  0

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 26


Contoh
Buatlah sebuah translasi yang akan
menghilangkan suku-suku berderajat satu,
2 2
4 x  9 y  8 x  90 y  193  0
dan gunakan informasi ini untuk mensketsa
grafik dari persamaan tersebut.

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 27


Penyelesaian
Gunakan melengkapkan kuadrat dari x 2  ax, kita harus
menambahkan a 2 4 (kuadrat dari setengah koefisien).


4 x2  2 x   9  y2 10 y   193
4  x 2  2 x  1  9  y 2  10 y  25   193  4  225
2 2
4  x  1  9  y  5   36

 x  1 2   y  5 2
1
9 4
Translasi u  x  1 dan v  y  5 akan mentransformasikan
u 2 v2
persamaan ini menjadi   1, yang merupakan bentuk
9 4
standar elips horizontal.
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 28
Bentuk-bentuk Persamaan Umum
Berderajad Dua
(AC=0) Parabola:y 2  4 x Lingkaran:
x
(AC>0) Elips: 
2
y 2
x2  y2  4
1
9 4 2 2
Titik: 2 x  y 0
x2 y2
(AC<0) Hiperbola:  1
9 4
2 Himpunan
2 kosong:
2
y 4 2 x  y  1
Garis Sejajar: y 2  0
Garis tunggal: Garis2 berpotongan
2
x y 0
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 29
12.5 Rotasi Sumbu

Jika persamaan umum kuadrat kita putar pada


sumbu koordinat maka akan didapatkan pers
derajat dua berikut ini:
2 2
Ax  Bxy  Cy  Dx  Ey  F  0
Terlihat disini suku baru Bxy sebagai akibat dari
pemutaran sumbu.

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 30


Pemutaran (Rotasi)

Pada gambar disamping y


bisa kita lihat hubungan P
dari x, y, u dan v. v
u v
Pada segitiga OPM, r y u
terlihat bahwa: u N
x 
cos(   )  
sehingga r
M x

x  r cos(   )  r (cos  cos  sin  sin  )


08/05/2020
 (r cos Goegoes
) cosDwi Nusantoro,
 (r sin  ) sin 
ST., MT 31
lanjutan

Dalam OPN berlaku u  r cos  dan v  r sin  .


Jadi,
x  u cos  v sin 
Dengan cara yang sama diperoleh pula

y  u sin   v cos
Keduanya dinamakan rumus Rotasi Sumbu
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 32
12.6 Sistem Koordinat Kutub

Parametric equations and


polar coordinates enable us
to describe a great variety
of new curves – some
practical, some beautiful,
some fanciful, some
strange.

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 33


Sistem Koordinat Kutub
Cara lain menyajikan
kedudukan suatu titik selain
dalam koordinat kartesian
adalah dengan menggunakan P ( r , )
koordinat kutub. r
Koordinat kutub P dinyatakan 
dengan r yang merupakan
Sumbu
jari-jari lingkaran dan  adalah
sudut antara jari-jari dan Kutub
sumbu kutub  P(r, ).

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 34


Contoh 1

Plot titik-2 yang persamaan kutubnya diberikan oleh:


– A. (1, 5π/4)
– B. (2, 3π)
– C. (2, -2π/3)
– D. (-3, 3π/4)

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 35


Hubungan Dengan Koordinat
Kartesian
Andaikan sumbu kutub
berimpit dengan sumbu x y
positif sistem koordinat
kartesian (x, y) maka P
koordinat kutub (r, ) r
memenuhi persamaan: y

x  r cos  r 2  x2  y2 x x
y
y  r sin  tan  
x
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 36
Contoh 2

Ubahlah titik (2, π/3) dari koordinat kutub ke koordinat


kartesian.
Jawab:
– Karena r = 2 dan θ = π/3 maka,

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 37


Contoh 3
(a) Gambarlah grafik persamaan kutub r = 2 cosθ.
(b) Tentukan persamaan untuk grafik tersebut.
Jawab:
– Kita substitusikan kelipatan dari π/6 untuk θ dan menghitung
nilai r yang bersesuaian.

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 38


08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 39
Persamaan Kutub untuk Garis
Jika sebuah garis melalui kutub,
maka pers adalah  = 0.
Apabila garis tidak melalui kutub, P ( r , )
misalnya berjarak d dari kutub
dan andaikan 0 adalah sudut r
antara sumbu kutub dan garis
 0 d
tegak lurus (lihat gambar) maka
kita dapatkan pers garis: 0
Garis
d
Garis : r
cos(   0 )
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 40
Untuk Lingkaran dan Konik

Lingkaran : r  2a cos(   0 )

ed
Konik : r
1  e cos(   0 )

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 41


Tunjukkan bahwa persamaan kutub dari
sebuah lingkaran yang berpusat di  c,  
dan mempunyai jari-jari a adalah
r  c  2rc cos      =a .
2 2 2

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 42


x  r cos  , y  r sin 
x0  c cos  , y0  c sin 
P  r , 
x 2  y 2  r 2  pers. lingkaran dgn pusat  0, 0 
 x  x0  x  rycosxy,0 r ycosr sin
2 2
r, 2 y  r sin 
r x0  2c cos  , y0  c sin  2
y  x  c cos     y  c sin    a
2 x 2 c cos  , y  c sin 
x  y  0r  per. lingkaran
2
0
2
dgn pusat  0, 0 

c  c,     x  x0  x2 yy2 y0 r 2 r 2pers. lingkaran dgn pusat (0,0)


2 2

 x 2 c cos2    2y  c sin   2  a22


2 2

 y0 x 2  y 2 a  c x  x20 c x ycos


 y0 ry sin  
 x 22 y 2  a 2  c 2  2c2 x cos   y sin2  2
o x=x0 r  a  rc a 2c cxrccos
2 2
cos  cos
  y  r sin  
 csinrsin
2 2 2

2c r cos  cos   r sin  sin  
r 2  a 2  c 2  2rc cos     

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 43


Cara lain dengan menggunakan Aturan
Sinus dan Kosinus

C
a 2  b 2  c 2  2bc cos     
dengan mengganti b  r maka
r=b a
diperoleh,
B
c
a 2  r 2  c 2  2rc cos     


o x=x0
A

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 44


12.7 Grafik Persamaan Kutub

Sebelumnya kita telah membahas garis, lingkaran dan


konik, sekarang kita akan membahas grafik yang lebih
rumit namun pers tetap sederhana jika menggunakan
persamaan kutub.
Namun sebelumnya kita akan menguji dulu kesimetrian
yang cukup dalam koordinat kutub. Hal ini penting untuk
membantu kita dalam menggambar suatu grafik.

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 45


Sifat Simetri

Garfik persamaan kutub ( r , )


simetri terhadap sumbu x
(yaitu sumbu kutub dan
perpanjangannya kekiri) 
apabila  diganti dengan
-  akan menghasilkan 
pers yang sama. (lihat
gambar)
( r , )

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 46


Lanjutan

Grafik pers kutub simetri


terhadap sumbu y (yaitu (r ,    ) ( r , )
garis  = /2) apabila 
diganti dengan  - 
akan menghasilkan pers 
yang sama (lihat 
gambar)

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 47


Lanjutan

Grafik pers kutub simetri ( r , )


terhadap titik asal,
apabila r diganti –r
menghasilkan

persamaan yang sama.
(lihat gambar)

(  r , )

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 48


Kardioid dan Limason
Perhatikan pers yang
berbentuk:
r  a  b cos r  a  sin 

a, b konstanta positif.
Grafiknya dinamakan
limason. Sedangkan
Kardioid adalah limason ab ab ab
yang khusus, yakni
apabila a = b.
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 49
Ilustrasi gambar MATLAB

90 2
120 60
1.5

150 1 30

0.5

180 0

210 330

240 300
270

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 50


12.8 Kalkulus di dalam Koordinat kutub

Persoalan kalkulus yang paling mendasar adalah


menentukan garis singgung gradien kurva dan
menentukan luas daerah yang dibatasi oleh kurva. Dan
dalam sub bab ini kita membahas dua persoalan tsb
menggunakan koordinat kutub.
Jika dalam koordinat kartesian luas dasar adalah
persegipanjang maka dalam koordinat kutub luas dasar
tersebut adalah luas suatu juring (sektor) lingkaran.
(lihat gambar)
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 51
Lanjutan

Kita ketahui luas


lingkaran dengan jari-jari
r adalah r2, maka luas
sudut lingkaran dengan 

sudut pusat  radian r


adalah (/2)r2.
Sehingga A
1 2
2
r

1 2
Luas sektor : A r
2
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 52
Luas Dalam Koordinat Kutub
Kita akan menentukan luas n
A(R) yang dibatasi oleh
kurva r=f( ) dan sudut- n1
sudut = serta  = Rn
(gambar kiri). 2
Kita bagi selang [, ] r f ()
  1
menjadi n bagian selang oleh R R2
bilangan I = 0,1,2,…n R1 0
sehingga daerah R terbagi
 
menjadi R1, R2, …, Rn dan
luas A(R)=A(R1)+ A(R2)+
…+ A(Rn). (Gambar kanan)
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 53
Lanjutan

Pada gambar terlihat i


bahwa luas A(Ri) ui
vi
dengan selang [i-1, i], f  i 1
mencapai nilai minimum
di ui dan mencapai nilai Ri
maksimumnya di vi jadi  i
apabila     
i i i 1
maka kita dapatkan:

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 54


Lanjutan
1 1
[ f (u i )]  i  A( Ri )  [ f (vi )] 2  i
2
2 2
n n n
1 1
 2
2
[ f (u i )]  i  
A( Ri ) 
2

[ f (vi )] 2  i
i 1 i 1 i 1
Ruas pertama dan ketiga ketaksamaan 
tersebut adalah
1
jumlah integral yang sama yaitu  2 [ f ( )] d  apabila norm
2

partisi kita buat nol maka kita dapatkan rumus untuk luas
yaitu: 1

A   [ f ( )] 2 d
2

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 55


Catatan-Catatan

08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 56


Rumus Sudut Gabungan
sin( A  B )  sin A cos B  cos A sin B
sin( A  B )  sin A cos B  cos A sin B
cos( A  B )  cos A cos B  sin A sin B
cos( A  B )  cos A cos B  sin B sin B

tan A  tan B
tan( A  B ) 
1  tan A tan B
tan A  tan B
tan( A  B ) 
1  tan A tan B
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 57
Aturan Sinus & Cosinus

a b c
  A
sin A sin B sin C

2 2 2 c b
a  b  c  2bc cos A
b 2  a 2  c 2  2ac cos B
c 2  b 2  a 2  2ac cos C B C
a
08/05/2020 Goegoes Dwi Nusantoro, ST., MT 58