Anda di halaman 1dari 15

KETUBAN PECAH DINI

 
Disusun oleh:
Khairani Auliya
012.06.0044
 
DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN OBGYN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH R. SOEDJONO
SELONG FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR
MATARAM
TAHUN 2020
DEFINISI
Ketuban pecah dini atau yang sering disebut
dengan KPD adalah ketuban pecah spontan
tanpa diikuti tanda-tanda persalinan, ketuban
pecah sebelum pembukaan 3 cm (primigravida)
atau sebelum 5 cm (multigravida).
KLASIFIKASI
KPD adalah pecahnya selaput ketuban sebelum
adanya tanda – tanda persalinan spontan.
Terminologi :
 Premature Rupture Of The Membrane (PROM) :
Pecahnya selaput ketuban sebelum onset
persalinan pada pasien yang umur kehamilannya
≥ 37 minggu.
 Preterm Premature Rupture Of The Membrane
(PPROM) : Pecahnya selaput ketuban sebelum
onset persalinan pada pasien yang umur
kehamilannya < 37 minggu.
 Prolonged Premature Rupture Of The Membrane :
Pecahnya selaput ketuban selama ≥ 24 jam dan
belum terjadi onset persalinan.
 Periode Laten : Interval waktu antara pecahnya
selaput ketuban dengan persalinan. Bervariasi dari
1 – 12 jam tergantung umur kehamilannya
(semakin kurang bulan, periode laten semakin
lama ; 85 % kehamilan cukup bulan dengan KPD
memiliki periode laten < 24 jam sedangkan 57 %
kehamilan < 37 minggu dengan KPD memiliki
periode laten > 24 jam).
ETIOLOGI
1. Inkompetensi Serviks
Serviks yang tidak lagi mengalami kontraksi,
didasarkan pada adanya ketidakmampuan serviks
uteri untuk mempertahankan kehamilan.
Inkompetensi serviks sering menyebabkan
kehilangan kehamilan pada trimester kedua.
Berhubungan dengan kelainan uterus seperti septum
uterus dan bikornis.
Terdiagnosa ketika terjadi penipisan serviks dan
membuka tanpa disertai rasa nyeri. Biasanya Ibu
datang dengan keluhan perdarahan pervaginam.
2. Polihidramnion
Akumulasi berlebihan cairan amnion (> 2
liter), seringkali terjadi disertai gangguan
kromosom, kelainan struktur seperti fistula
trakeosofageal, defek pembuluh saraf dan
malformasi susunan saraf pusat akibat
penyalahgunaan zat dan diabetes pada ibu.
AFI (amnion fluid indeks) pada kehamilan
cukup bulan secara normal memiliki rentang
antara 5,0 cm dan 23,0 cm
3. Infeksi Bakteri Vaginosis
Persalinan preterm terjadi tanpa diketahui
penyebab yang jelas, infeksi diyakini merupakan
salah satu penyebab terjadinya ketuban pecah
dini dan persalinan preterm. Vaginosis bakterial
adalah sindrom klinik akibat pargantian
laktobasilus penghasil H2O2 yang merupakan
flora normal vagina dengan bakteri anaerob
dalam konsentrasi tinggi seperti gardnerella
vaginalis, yang akan menimbulkan infeksi.
Keadaan ini telah lama dikaitkan dengan
kejadian ketuban pecah dini, persalinan
preterm dan infeksi amnion, terutama bila
pada pemeriksaan pH vagina lebih dari 5,04
yang normalnya nilai pH vagina adalah
antara 3,8-4,5. Abnormalitas pH vagina
dapat mengindikasikan adanya infeksi
vagina.
4. Riwayat KPD Sebelumnya
Riwayat ketuban pecah dini sebelumnya
beresiko 2-4 kali mengalami ketuban pecah
dini kembali. Patogenesis terjadinya ketuban
pecah dini secara singkat ialah akibat adanya
penurunan kandungan kolagen dalam
membrane sehingga memicu terjadinya
ketuban pecah dini dan ketuban pecah dini
preterm terutama pada pasien risiko tinggi.
karena komposisi membran yang
menjadi mudah rapuh dan kandungan
kolagen yang semakin menurun pada
kehamilan berikutnya
5. Trauma
 Misalnya hubungan Seksual selama
kehamilan trimeser ketiga, baik dari
frekuensi koitus >3x, penetrasi penis yang
dalam
 Pemeriksaan dalam dan amnionsintesis
6. Kelainan Letak
Hal ini biasanya disebabkan oleh
peningkatan massa plasenta dan produksi
hormon
PATOFISIOLOGI
Tatalaksana
Daftar Pustaka
Cunningham FG, dkk. Williams
Obstetric, ed. 23.New York: McGraw-
Hill; 2010.
Pedoman Diagnosis – Terapi Dan Bagian
Alir Pelayanan Pasien, Lab/SMF Obstetri
dan Ginekologi Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana RS Sanglah
Denpasar. 2015.