Anda di halaman 1dari 16

Sanitasi Hygiene

Kecantikan

3.1 Memahami hygiene dibidang kecantikan.


4.1 Melakukan pengelompokan hygiene
dibidang kecantikan.
Pengertian dan ruang lingkup
Sanitasi dan hygiene

Pengertian Sanitasi Beberapa pengertian sanitasi, menurut


beberapa pendapat:
1) Menurut Hopkins, Sanitasi adalah usaha pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan
fisik manusia yang mempengaruhi atau mungkin dipengaruhi, sehingga merugikan
perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup.
2) Menurut Dr. Azrul Azwar, MPH sanitasi adalah cara pengawasan masyarakat yang
menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin
mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.
Pengertian dan ruang lingkup
Sanitasi dan hygiene

3) Menurut Ehler & Steel, sanitation is the prevention od diseases by eliminating or


controlling the environmental Faktor which from links in the chain of tansmission.
“Sanitasi adalah upaya pencegahan penyakit dengan menghilangkan atau
mengendalikan Faktor lingkungan yang berasal dari mata rantai dalam pengiriman”.

Sanitasi merupakan suatu usaha pencegahan terhadap berbagai faktor lingkungan


yang dapat menghindarkan munculnya penyakit sehingga kesehatan manusia dapat
terpelihara secara sempurna. Pada hakekatnya adalah sanitasi mengarah kepada usaha
konkrit dalam mewujudkan kondisi hygiene dan usaha ini dinyatakan dengan pelaksanaan
di lapangan berupa pembersihan, penataan, sterilisasi, penyemprotan hama, dan
sejenisnya.
Ruang Lingkup Sanitasi pada bidang
kecantikan, meliputi :
1) Sanitasi pada lingkungan kerja: Klinik/Salon kecantikan dikategorikan
industri atau tempat usaha jasa kecantikan, penyelenggaraannya harus
memenuhi Peraturan pemerintah tentang Persyaratan kesehatan lingkungan
kerja Perkantoran dan industri nomor: 405/menkes/sk/xi/2002.

Kebersihan pada lingkungan tempat kerja terdiri dari 2 komponen, yaitu:


a. Komponen ruangan dan lingkungan didalam (indoor) meliputi: aroma
ruangan yang segar, lantai dibersihkan dengan desinfectan, air bersih,
cahaya terang, sirkulasi udara segar, sarana pembuangan air yang rapi tidak
bocor dan tidak menimbulkan bau, dan ketersediaan air minum dan untuk
perawatan.
b. Komponen lingkungan (outdoor): area kerja diluar gedung yang bersih
dari sampah ditandai ada tempat sampah organic dan anorganik, saluran
air bersih dan air kotor yang terjaga sehingga tidak tercemar.
Ruang Lingkup Sanitasi pada bidang
kecantikan, meliputi :
2) Sanitasi pada alat salon/klinik
Alat salon yang dipergunakan untuk pelayanan perawatan kecantikan
dilakukan pembersihan menggunakan bahan pembersih kimia atau
dengan penyinaran untuk membunuh bakteri yang mungkin tertinggal
saat pencucian manual.

Syarat peralatan praktik kecantikan kulit:


a) Jelas mempunyai daya guna
b) Tidak menimbulkan bahaya, baik dalam waktu dekat
c) Segera langsung maupun dalam waktu yang lama
d)Dalam menggunakan alat-alat khususnya kecantikan kulit, harus
memperhatikan hal-hal sebagai berikut: keadaan fisik kulit, local kulit
misalnya kulit wajah, kulit kaki dst, usia, kehamilan dan sebagainya.
Hygiene di Bidang Kecantikan

Hygiene di bidang kecantikan terdiri dari:


 Hygiene perorangan (personal hygiene)
 Sanitasi dan hygiene lingkungan
 Hygiene perusahaan
 Sanitasi hygiene alat dan kosmetika
Hygiene Perorangan (Personal Hygiene)

Personal Hygiene berasal dari bahasa yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan higiene
berarti sehat, jadi personal hyghiene adalah suatu usaha perawatan diri untuk memelihara dan
mempertahankan kesehatan diri seseorang baik untuk kesehatan fisik maupun psikis. Hygiene
perorangan disebut juga kebersihan diri, kesehatan perorangan atau Personal Hygiene.

Tindakan hygiene personal pada beautician di dunia usaha/industri kecantikan bertujuan:


• Meningkatkan kualitas kesehatan seseorang.
• Memelihara kebersihan diri seseorang.
• Memperbaiki higiene personal yang kurang.
• Mencegah penyakit.
• Membudayakan personal hygiene pada dunia usaha atau industri kecantikan.
Sanitasi dan Hygiene Lingkungan

Lingkungan merupakan suatu tempat dimana seseorang berada untuk melakukan kegiatan. Lingkungan
hidup manusia merupakan sasaran utama sanitasi dan hygiene untuk dilakukan perbaikan (koreksi) dan
pencegahan (prevensi) terhadap berbagai hal terkait masalah; air, limbah, pencemaran udara,
perumahan, pengawasan terhadap berbagai wabah atau virus dan bakteri pembawa (vektor ) penyakit.
Kebersihan pada lingkungan tempat kerja pada komponen ruangan dan lingkungan didalam (indoor)
meliputi: aroma ruangan yang segar, lantai dibersihkan dengan desinfectan, mebel air bersih tak
berdebu, cahaya terang, sirkulasi udara segar, sarana pembuangan air yang rapi tidak bocor dan tidak
menimbulkan bau, dan ketersediaan air minum dan untuk perawatan. Pada lingkungan outdoor, yakni
area kerja diluar gedung yang bersih dari sampah ditandai ada tempat sampah organic dan anorganik.
Saluran air bersih dan air kotor yang terjaga sehingga tidak tercemar.
Hygiene Perusahaan

Hygiene sebuah perusahaan bertujuan untuk menjaga, melindungi, memelihara serta


mempertinggi tingkat kesehatan jasmani dan rohani manusia yang bekerja dalam suatu
perusahaan, baik pimpinan perusahaan itu, karyawan maupun semua orang yang datang
dan berurusan dengan perusahaan itu.
 
Sanitasi Hygiene Alat dan
Kosmetika

Alat-alat kecantikan yang digunakan dalam pelayanan kecantikan harus memenuhi


syarat sanitasi dan hygiene yakni terlebih dahulu dilakukan sterlisasi.

a) Alat Listrik Kecantikan Kulit


Pembersihan alat dilakukan dengan alat lap kering dari bahan
cotton yang lembut, agar tidak menimbulkan luka atau lecet pada
alat. Jika terdapat bercak atau sisa kosmetika yang menempel
dibersihkan dengan cream pembersih khusus logam,
dan digosok dengan cotton hingga bersih. Kemudian alat yang
telah bersih di lakukan sterilisasi, bisa dengan bahan kimia atau
dengan penyinaran.
Sanitasi Hygiene Alat dan
Kosmetika

b) Alat Kecantikan Kulit Manual


Bahan besi/logam: Peralatan yang terbuat dari besi yaitu senduk una, setelah digunakan harus
segera dibersihkan dengan menggunakan alcohol yang telah dibasahi pada kapas.
Bahan Kayu: Peralatan dari kayu biasanya berupa sendok/spatula, Kayu merupakan penghantar
panas yang buruk oleh karenanya kayu akan memberi peluang untuk bakteri berkembang biak dan
akhirnya mencemari kosmetika. Oleh karena itu, jika Anda telah selesai menggunakan alat ini, segera
dibersihkan seluruh permukaannya dengan sabun dan bilas di bawah air mengalir.
Bahan plastik dan melamin: Peralatan yang terbuat dari plastik, dan melamin permukaannya mudah
sekali berminyak. Pembersihan dan sterilisasi alat dariplastik dengan direndam pada air hangat
(dicampur dengan detergent). Menggosok dengan spon pencuci yang lembut. Membilas dengan air
dingin. Kemudian dikeringkan dengan lap kering.
Bahan kain (lenan): Bahan yang terbuat dari kain seperti handuk, kamisol, dan bandana di bersihkan
dengan dicuci menggunakan deterjen, setelah kering disetrika dan disimpan di almari.
Sanitasi Hygiene Alat dan
Kosmetika

Tindakan sanitasi hygiene pada kosmetika dibedakan sesuai wujud kosmetika, dari berbagai
produk yang ada maka wujud kosmetika yang dipergunakan antara lain:
1. Preparat cream: Pada prinsipnya preparat cream merupakan emulsi oil in water. Untuk menjaga
sanitasi kosmetika, tempatnya bersihkan dengan lap kering agar tidak ada debu dan lemak yang
menempel pada tutupnya. Dalam pemakaian ambil dengan menggunakan alat berupa spatula atau
sendok dari bahan plastik, kaca atau logam stainless jangan menggunakan bahan tembaga.
2. Preparat berbentuk cair: Preparat cair dapat berupa lotion jernih disebut juga larutan, namun jika
terdapat endapan disebut campuran. Lotion ini harus selalu tertutup bahan cair sifatnya mudah
tumpah, dan aromanya mudah menguap. Pemakaiannya tuangkan pada kapas atau pada cawan
kecil dan segera ditutup kembali. Preparat cair lainnya seperti milk cleanser, face tonic, air mawar,
serum dll. Untuk sanitasi kosmetika ini, kemasannya dibersihkan dengan lap kering.
3. Powder berupa bubuk: Produk yang bersifat bubuk mudah terbang dan terhirup udara, oleh
karenanya simpanlah ditempat kering dan pemakaiannya tuangkan pada cawan kecil secukupnya
untuk digunakan, hal ini menjaga kualitas kosmetika agar tidak rusak, seperti masker wajah
powder.
Sanitasi Hygiene Alat dan
Kosmetika

 
4. Pasta: Kosmetika setengah padat yang merupakan campuran bahan dasar salep,
contoh massage cream. Kosmetika wujud ini penyimpanan dan pemakaiannya sama
seperti yang berwujud cream.
5. Aerosol: Suatu preparat berbentuk cair dalam tabung untuk pengeluarannya dibantu
dengan tekanan gas, contoh hair spray, parfum dll. Pemakaiannya agar efektif
diarahkan langung pada bagian tertentu, dan perawatannya cukup dibersihkan dengan
lap kering.
6. Preparat padat: Kosmetika bentuk padat relatif lebih tahan lama, namun demikian
penyimpanan yang harus ditempat suhu ruangan agar tidak mudah terkontaminasi
bakteri. Pemakaiannya jika dipergunakan untuk pelanggan harus menggunakan bahan
disposal misalnya menggunakan cotton bud atau tissue agar tidak menjadi lahan
berkembangnya bakteri.
Sanitasi Hygiene Alat dan
Kosmetika

Bahan kosmetika yang tidak diizinkan untuk digunakan dalam produksi kosmetika antara lain:
 Antimon dan senyawanya.
 Arsen dan senyawanya.
 Barium dan garamnya, kecuali barium sulfat.
 Berlium dan senyawanya.
 Bitional.
 Fosfor
 Hidrokinon Monobenzileter
 Hormon

Hal yang penting yang juga harus diperhatikan dalam penggunaan, dan pemilihan kosmetika perhatikan
label kadaluarsa produk, serta harus memiliki izin BPOM. Penggunaan kosmetik disesuaikan dengan
kondisi kulit wajah klien, maka perlu adanya diagnosa kulit wajah yang meliputi jenis kulit, kelainan kulit,
lipatan dan garis kulit, pori-pori, tunos dan turgor.
Kesimpulan
• Penerapan sanitasi dan hyghiene di bidang kecantikan
sangat perlu untuk menjaga kebersihan dan kesehatan
karyawan, lingkungan, terutama pada pelayanan jasa
terhadap klien. Sebagai salah satu bentuk kualitas
pelayanan yang diberikan oleh klinik kecantikan agar
pelanggan merasa puas dan tidak dirugikan.
• Sanitasi dan hyghiene di bidang kecantikan meliputi
hyghiene perorangan, sanitasi dan hyghiene lingkungan,
hyghiene perusahaan, sanitasi hyghiene alat dan
kosmetika.
Tugas!
• Membuat inventaris bahan dan alat
pembersih dan manfaatnya, gunakan
referensi dari modul serta berbagai
media yang lain.

Anda mungkin juga menyukai