Anda di halaman 1dari 74

Modul Aset Tetap dan

Persediaan
Kelompok 7

Andre Nove Yudhistira Hadi (4)


Handika Putra Prihandoyo (17)
Nurul Waheedatun Fatimah (29)
Prasetia Adi Kurniawan (30)
Ruang lingkup aplikasi SAKTI

RKAKL SAS
DIPA Modul Modul
Piutang Komitmen
Modul
Modul Pembayaran
SIMAK Penganggaran
BMN SILABI

Modul Modul
Aset Bendahara
PERSEDIAAN
Modul
sakti SAIBA

Persediaan Modul
Modul Pelaporan
Administrasi

APLIKASI EKSISTING APLIKASI EKSISTING


Modul aset tetap dan modul
persediaan merupakan 2 dari
sekian modul yang ada dalam
sakti

3
Fungsi modul aset tetap dan persediaan

◎ Membuat laporan manajerial dan


pertanggungjawaban barang milik negara
◎ Menjadi sumber data bagi modul GLP untuk
menghasilkan laporan keuangan
◎ Berhubungan dengan modul komitmen dan
anggaran
◎ Memiliki koneksi dengan aplikasi eksisting
Pengertian BMN

◎ Adalah barang yang diperoleh menggunakan


APBN atau perolehan lainnya yang sah
Maksud dari perolehan yang sah yaitu terdiri dari:
◎ Barang hibah/sumbangan
◎ Barang yang diperoleh dari keputusan pengadilan
yang berkekuatan hukum
◎ Barang dari pelaksanaan perjanjian kontrak
◎ Barang yang diperoleh berdasarkan ketentuan
perundang-undangan
Perolehan BMN

Akun yang digunakan harus sesuai dengan


perolehan BMN yaitu
52xxxx untuk persediaan
57xxxx untuk persediaan bansos
53xxxx untuk aset tetap
Atribut BMN

Atribut yang ada di BMN harus terdiri dari


• Kode (Nama) BMN
• Nomor Urut Pendaftaran (NUP)
• Satuan
• Dasar Harga
• Tanggal Perolehan
• Tanggal Pembukuan
• Tanggal Awal Pemakaian
• Kondisi BMN
• Spesifikasi BMN
Mapping kode akun
1 - Persediaan
2 - Tanah
Semakin
Semakin 3 - Peralatan dan Mesin
rinci/ Bidang
Bidang 4 - Gedung dan Bangunan
rinci/
detail
detail 5 - Jalan, Irigasi, dan Jaringan
6 - Aset Tetap Lainnya
Kelompok
Kelompok 7 - Kontruksi Dalam Pengerjaan
8 - Aset Tak Berwujud
Sub
Sub
Kelompok
Kelompok
Sub–sub
Sub–sub
Kelompok
Kelompok
• Persediaan – 117xxx
• Tanah – 1311xx
• Peralatan dan Mesin – 1321xx
• Gedung dan Bangunan – 1331xx
• Jalan, Irigasi, dan Jaringan – 1341xx
• Aset Tetap Lainnya – 1352xx
• Konstruksi Dalam Pengerjaan – 1361xx
• Aset Tak Berwujud –1621xx
Persamaan kode akun

X . XX . XX. XX . XXX
Sub-sub Kelompok Barang
Sub Kelompok Barang
Kelompok Barang
Bidang Barang
Golongan Barang
Kode Akun BMN
Kode Akun BMN
Kode Akun BMN
Kode Akun BMN
Kode Akun BMN
Kode Akun BMN
Penyajian BMN dalam Neraca
Neraca
Aset Lancar
Persediaan
Aset Tetap
Tanah
Peralatan dan Mesin
Gedung dan Bangunan
Jalan, Irigasi dan Jaringan
Aset Tetap Lainnya
Konstruksi Dalam Pengerjaan
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap
Aset Lainnya
Kemitraan dengan Pihak Ketiga
Aset Tak Berwujud
Aset Tetap yang Dihentikan dari Penggunaan Aktif Pemerintah
Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya
Penyajian BMN dalam LO

Kegiatan Operasional
Beban Persediaan
Beban Pemeliharaan
Beban Barang utk Diserahkan kpd Masyarakat
Beban Bantuan Sosial
Beban Penyusutan dan amortisasi
Kegiatan Non Operasional
Surplus/Defisit Pelepasan Aset Non Lancar
Beban/Pendapatan Penyesuaian Nilai Persediaan
Penyajian BMN dalam Ekuitas

Ekuitas Awal
Dampak Kumulatif Perubahan Kebijakan Akuntansi dan
Kesalahan Mendasar
- Koreksi Nilai Persediaan
- Selisih Revaluasi Aset Tetap
- Koreksi Nilai Aset Tetap Non Revaluasi
Pengungkapan BMN dalam CaLK

– Persediaan yang rusak atau usang


– BMN Ekstrakomptabel
– Aset Bersejarah
– Ekstrakomptabel
– Penjelasan atas BMN yang disajikan di Neraca
MODUL PERSEDIAAN

21
Pengertian Persediaan

Persediaan adalah aset lancar dalam


bentuk barang atau perlengkapan yang
digunakan untuk kegiatan operasional
pemerintah dan barang-barang yang
dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan
kepada masyarakat.
Jenis-Jenis Persediaan
◎ Barang konsumsi;
◎ Amunisi;
◎ Bahan untuk pemeliharaan;
◎ Suku cadang;
◎ Persediaan untuk tujuan strategis/berjaga-jaga;
◎ Pita cukai dan leges;
◎ Bahan baku ;
◎ Barang dalam proses/setengah jadi;
◎ Tanah/bangunan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat.
◎ Hewan dan tanaman, untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat
Jenis-Jenis Persediaan

◎ Ruang lingkup meliputi UAKPB dan UAPKPB, dimana


UAKPB menjadi satker induk dan UAPKPB satker
pembantu
◎ UAKPB menjadi entitas pelaporannya, karena SAKTI
menerapkan single database maka transfer data terjadi
otomatis
Fungsi Modul Persediaan
Fungsi dari modul ini adalah mengelola transaksi keluar masuk
persediaan dalam SATKER, yaitu :
◎ perolehan yang berasal dari pembelian oleh PPK maupun Bendahara atau cara
perolehan lainnya pemakaian barang
◎ transfer antar satker maupun internal satker (online),
◎ hibah masuk atau keluar,
◎ penghapusan terhadap barang usang atau rusak,
◎ Persediaan dalam proses
◎ koreksi,
◎ penghapusan,
◎ opname fisik
PERSEDIAAN DALAM SAKTI

Modul persediaan berfungsi mengelola transaksi masuk atau


keluar atas persediaan yang dimiliki Satker, seperti :
•perolehan yang berasal dari pembelian oleh PPK maupun
Bendahara atau cara perolehan lainnya pemakaian barang
•transfer antar satker maupun internal satker (online),
•hibah masuk atau keluar,
•penghapusan terhadap barang usang atau rusak,
•Persediaan dalam proses
•koreksi,
•penghapusan,
•opname fisik
KETERKAITAN DENGAN MODUL LAIN

Komitmen Aset Tetap

Administrator Persediaan

Bendahara GL/Pelaporan

• BAST dari komitmen atau • Persediaan melakukan pencatatan


atas keluar masuknya barang • Jurnal transaksi persediaan
kuitansi dari bendahara
persediaan, melakukan opname fisik dikelola oleh GL/pelaporan
menjadi dasar pencatatan
transaksi pembelian barang dan membuat laporan
persediaan
• Ada proses reklas masuk/keluar dari
• Administrator menyediakan dan atau persediaan ke Aset tetap
data referensi (ada proses support data persediaan
di Modul aset tetap terkait pada
laporan Posisi BMN di Neraca)
ROLE USER MODUL PERSEDIAAN

OPERATOR
o Perekaman transaksi

APPROVER
o Verifikasi
o Persetujuan
o Tutup periode
ALUR PROSES MODUL PERSEDIAAN

Mulai
Mulai

Migrasi
Migrasi Referensi dan
Referensi
Setting
Setting Metode
Metode dan Transaksi
Transaksi

Transfer
Transaksi
Transaksi Transaksi
Transaksi Transfer Opname
Masuk
Masuk Keluar
Keluar
Masuk/Keluar
Masuk/Keluar Koreksi
Koreksi Opname Fisik
Fisik

Persetujuan
Persetujuan Cetak Laporan
Cetak Laporan

Tutup Buku
Tutup Buku Laporan MAT

Selesai
# Aplikasi Persediaan
Kebijakan Akuntansi Persediaan

• Persediaan dicatat menggunakan pendekatan aset, yang berarti


saldo awal dan setiap penambahan persediaan akan secara
otomatis diakui sebagai penambah saldo persediaan.
• Updating nilai saldo persediaan diperhitungkan pada saat
persediaan digunakan dengan penyesuaian pada akhir periode
pelaporan berdasarkan hasil stock opname.

• Nilai beban persediaan diperhitungkan dari total penggunaan


persediaan selama periode tahun anggaran atau dengan
memperhitungkan saldo awal persediaan ditambah dengan
pengadaan persediaan dan dikurangi dengan saldo akhir atau nilai
sisa persediaan hasil stock opname.
• Saldo akhir persediaan yang diperhitungkan dalam perhitungan beban
persediaan adalah nilai persediaan hasil stock opname, bukan catatan
saldo persediaan dalam hal terjadi perbedaan nilai.
Setting Metode

Dalam Modul Persediaan SAKTI ini terdapat dua metode yang harus
disetting terlebih dahulu di awal penggunaannya.

Metode tersebut adalah :


1. Metode Pencatatan
2. Metode Penilaian

Setting
Metode

Metode Metode
Pencatatan Penilaian
Metode Pencatatan

Metode pencatatan adalah metode yang digunakan untuk


menentukan bagaimana pencatatan transaksi persediaan
dilakukan.

Metode pencatatan yang digunakan dalam Modul Persediaan


SAKTI ini adalah Metode Perpetual.

Metode perpetual adalah metode yang menentukan pencatatan


persediaan dilakukan secara langsung dan berkesinambungan
sesuai dengan jumlah dan harga pokok pada setiap transaksi.
Metode Penilaian

Metode Penilaian adalah metode yang digunakan


untuk melakukan penilaian persediaan.

Metode Penilaian yang digunakan dalam Modul Persediaan


SAKTI ada tiga yakni:
1. Metode Harga Satuan Terakhir
2. Metode Harga Rata-rata
3. FIFO
Metode Pencatatan dan Penilaian

[1] Aplikasi Persediaan menggunakan


metode pencatatan perpetual dan Rumus HST
pelaporan secara periodik NP = QP x HP
Dimana:
[2] Kebijakan penilaian persediaan NP : Nilai per jenis persediaan pada tanggal
saat ini yg boleh digunakan metode Neraca
penilaian HST (Harga Satuan QP : Kuantitas/jumlah persediaan pada
Terakhir) *) tanggal pelaporan ( dalam unit) berdasarkan
Laporan Persediaan
HP : Harga pembelian terakhir persediaan
*) HST per KPB (Pembantu KPB + KPB jadi (dalam rupiah per unit), berdasarkan faktur
satu kesatuan perhitungan HPT) pembelian
MIGRASI PERSEDIAAN

ADK
Referensi
Aplikasi Modul
Persediaan Pembuatan ADK Proses Migrasi Persediaan
ADK
Transaksi

Laporan
Laporan
Pencocokan Hasil
Rincian
Migrasi
MIGRASI PERSEDIAAN

Migrasi Persediaan adalah suatu proses paling awal dalam pengunaan Modul Persediaan berupa
pemindahan ADK referensi dan ADK data transaksi persediaan dari Aplikasi Persediaan Eksisting ke
dalam Database SAKTI

Migrasi Persediaan memindahkan saldo barang di periode Desember TAYL

Migrasi Persediaan dilakukan oleh satker yang sebelumnya telah menggunakan Aplikasi Persediaan

Satker baru tidak perlu melakukan proses ini

Migrasi Persediaan hanya dilakukan sekali sepanjang pemakaian SAKTI dan dilakukan sebelum
transaksi persediaan yang lain diinputkan
Catatan dalam Migrasi

Diawali dengan tutup periode November TAYL

Terdapat dua ADK migrasi yang harus di upload secara berurutan yakni Referensi
kemudian Data Transaksi

Memastikan kesesuaian data dari hasil cetakan masing-masing aplikasi

Migrasi data transaksi bisa diulang selama belum dilakukan persetujuan

Diakhiri dengan tutup periode Desember TAYL

Data persediaan yang gagal di migrasi atau yang belum masuk dalam Aplikasi
Persediaan bisa diinputkan melalui menu Saldo Awal
Transaksi Masuk dan Keluar Persediaan

Masuk Keluar

• Saldo Awal • Habis Pakai


• Pembelian • Transfer Keluar
• Transfer Masuk • Hibah Keluar
(Manual/Online) • Keluar Lainnya
• Hibah Masuk • Usang
• Rampasan • Rusak
• Reklas Masuk • Penghapusan
• Reklas Masuk dari Aset Usang/Rusak
• Reklas Keluar
• Reklas Keluar ke Aset
TRANSAKSI MASUK PEMBELIAN

Transaksi masuk pembelian adalah proses pencatatan masuk barang


persediaan yang bersumber dari data pembelian dari Modul Bendahara
maupun dari Modul Komitmen.

Proses pencatatan masuk melalui pembelian ini adalah dengan melakukan


pendetilan barang persediaan.

Data sumber yang digunakan adalah kuitansi, BAST maupun dokumen


lainnya yang sah.
TRANSAKSI MASUK PEMBELIAN

Komitmen

Database Persediaan

• Persediaan melakukan
Bendahara pendetilan per kode barang
persediaan berdasarkan
data pembelian dari
• Komitmen dan Bendahara Komitmen dan Bendahara
mencatat transaksi
pembelian barang
persediaan per sub-sub
kelompok
TRANSAKSI MASUK SELAIN PEMBELIAN

Selain pembelian, barang persediaan juga bisa diperoleh


melalui transaksi berikut ini:
1. Saldo Awal
2. Transfer Masuk
3. Hibah Masuk
4. Rampasan
5. Perolehan lainnya
TRANSAKSI KELUAR HABIS PAKAI

o Transaksi keluar habis pakai adalah transaksi


pengeluaran barang persediaan untuk
penggunaan atau pemakaian
o Dokumen yang digunakan adalah bon
permintaan barang persediaan
TRANSAKSI KELUAR SELAIN HABIS PAKAI

Selain habis pakai, barang persediaan juga bisa dikeluarkan


melalui transaksi berikut ini:
1. Transfer Keluar
2. Hibah Keluar
3. Usang
4. Rusak
5. Keluar lainnya
6. Penghapusan Usang/Rusak
KOREKSI

o Koreksi persediaan digunakan untuk melakukan koreksi


terhadap pencatatan barang persediaan, baik jumlah
maupun nilainya.
o Koreksi ini dilakukan tanpa melalui kegiatan opname fisik.
o Koreksi harus mendapat persetujuan oleh user Approval.
OPNAME FISIK

o Opname fisik adalah suatu kegiatan di akhir periode pelaporan


yang berfungsi untuk mengetahui saldo barang secara riil
dengan cara memeriksa fisik barang persediaan di gudang.
o Hasil berita acara opname fisik ini akan diinputkan ke dalam
Modul Persediaan dan akan menjadi saldo akhir barang
persediaan.
o Hasil inputan opname fisik ini harus disetujui terlebih dahulu
oleh KPB dengan user Approval.
PELAPORAN

Laporan yang dihasilkan oleh Modul Persediaan adalah sebagai


berikut:
1. Laporan Buku Persediaan
2. Laporan Persediaan
3. Laporan Rincian Persediaan
4. Laporan Daftar Transaksi Persediaan
5. Laporan Mutasi Barang Persediaan
6. Laporan Posisi Persediaan di Neraca
Konsolidasi dengan Aset Tetap

Modul Modul
Tutup Periode Aset
Modul
Persediaan
Database
SAKTI
Persediaan Tetap

Proses konsolidasi dengan Modul Aset Tetap terjadi secara


otomatis pada saat Modul Persediaan melakukan proses
tutup periode transaksi bulan yang akan dikonsolidasi.
MODUL ASET TETAP

48
MIGRASI
SIKLUS MODUL TRANSAKSI SIMAK-
ASET TETAP BMN
TRANSAKSI
TRANSAKSI TRANSAKSI TRANSAKSI BMN
TRANSAKSI
BMN ATR KDP BERSEJARAH PIHAK KETIGA

PEROLEHAN PERUBAHAN PENGHAPUSAN

BMN HILANG
PENCATATAN PERSETUJUAN MONITORING
BMN USANG

PENGHENTIAN
PENGGUNAAN
USULAN PENCETAKAN AKTIVASI
SUMMARY
PENGHAPUSAN BUKU PEMBELIAN
ASET
KEMITRAAN

BPYBDS
PENCETAKAN PENUTUPAN
LAPORAN PERIODE PENYUSUTAN
TRANSFER
INTERNAL

KONSOLIDASI
INTEGRASI MODUL ASET TETAP

Modul
Administrasi
Inf. Pendetailan
Modul

Referensi
Bendahara *)
Pembentukan Jurnal &
Input: Inf. Closing
KWITANSI Kode Modul Modul
Jumlah
Harga Aset Tetap Tracing Jurnal
GLP

Summary
Persedia
Modul

an
Komitmen
Inf. Pendetailan

BAST/BAPP Modul
/BAKP Persediaan

*) Rencana akan dipindah ke form


terima barang di Komitmen
KONSEP PEREKAMAN, VALIDASI DAN PERSETUJUAN

Rekam: Validasi: Setuju:

- Dapat diubah dan - Tidak dapat - Tidak dapat


dihapus diubah dan diubah dan
- Tidak tampil dalam dihapus dihapus
laporan - Tidak tampil - Tampil dalam
- Siap untuk dalam laporan laporan
divalidasi - Siap untuk - Terbentuk jurnal
- Dilakukan oleh disetujui - Dilakukan oleh
Operator - Dapat dibatalkan Approver
- Dilakukan oleh
Validator
MONITORING STATUS TRANSAKSI

(Melihat Detail Transaksi)

Jenis Aset :
1. Barang Milik Negara
2. Konstruksi Dalam Pengerjaan
3. BMN Sejarah
4. Barang Pihak Ketiga

Status Transaksi :
1.Rekam
2.Validasi
3.Setuju

Jenis Transaksi dan Periode Transaksi


Mekanisme Perolehan Pembelian

Modul Komitmen Modul Aset Tetap


(Kode, Jumlah,
Nilai)

Melakukan Pendetailan
antara lain meliputi:
Panggil Tanggal pembukuan,
Pencatatan Modul
KWITANSI Nomor DBR/DBL/KIB
Kondisi Barang, Merk, GLP
BAST / Type, dan Keterangan
Nomor
Modul Bendahara Kwitansi Cetak
(Kode, Jumlah, Buku/Daftar
Nilai) Validator
Approver Pembentukan Jurnal Aset

BAST/BAPP/ Cetak
Summary
BAKP Laporan
Mekanisme Perolehan Non Pembelian

MODUL ASET TETAP

Melakukan Pencatatan
Aset R/U/H terdiri Kode
BMN, Jumlah, Nilai, Pencatatan
Tanggal pembukuan, DBR/DBL/KIB
Kondisi Barang, Merk, Modul
Type, dan Keterangan GLP
Cetak
Buku/Daftar
Validator
Pembentukan Jurnal Aset
Approver

Cetak
Summary
Laporan
Cakupan Model Aset Tetap

Modul Aset Tetap merupakan salah satu modul dalam aplikasi SAKTI
yang digunakan untuk pencatatan dan penjurnalan Barang Milik Negara
berupa Aset Tetap dan Aset Lainnya.
Modul Aset Tetap meliputi transaksi :
Transaksi Barang Milik Negara (BMN);

Transaksi Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP);


Transaki BMN bersejarah;

Transaksi Aset Tetap Renovasi (ATR);

Transaksi Barang Fihak Ketiga (BFK);


Transaksi Barang Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya
(BPYBDS);
Transaksi BMN Kemitraan dengan pihak ketiga.
SOP MIGRASI
SALDO AWAL
BMN
Transaksi Barang Milik Negara (BMN)

Saldo AwaL

PEROLEHAN PERUBAHAN PENGHAPUSAN

1. Pembelian; 1. Pengurangan; 1. Penghapusan;


2. Transfer masuk; 2. Pengembangan 2. Transfer keluar;
3. Hibah Masuk; langsung; 3. Hibah keluar;
4. Rampasan; 3. Pengembangan 4. Reklasifikasi
5. Penyelesaian Pembangunan keluar;
dengan KDP;
Langsung; 5. Koreksi
6. Penyelesaian Pembangunan Dengan
4. Perubahan kondisi;
pencatatan.
KDP; 5. Koreksi penambahan
7. Pembatalan Penghapusan; nilai;
8. Reklasifikasi Masuk; 6. Koreksi pengurangan
9. Bangun Serah Guna; nilai;
10. Bangun Guna Serah; 7. Penerimaan aset dari
11. Pertukaran; pengembangan aset
12. Perolehan Lainnya; renovasi
13. Reklasifikasi Dari BPYBDS.
TRANSAKSI KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN (KDP)

PEROLEHAN PERUBAHAN PENGHAPUSAN

1.Pengembangan; 1.Penghapusa
1. Pembelian; 2.Koreksi penambahan n;
2. Transfer nilai; 2.Transfer
masuk; 3.Koreksi pengurangan keluar;
3. Hibah Masuk nilai; 3.Hibah
keluar;
TRANSAKSI ASET TETAP RENOVASI (ATR)

Aset Tetap Renovasi (ATR) adalah renovasi atas aset tetap


bukan milik Satker yang memenuhi persyaratan kapitalisasi
aset tetap
Transaksi ATR terdiri dari:
1. Pembelian;

2. Penyelesaian Pembangunan Langsung;

3. Penyelesaian Pembangunan dengan KDP.

4. Perolehan lainnya
TRANSAKSI BMN BERSEJARAH

BMN bersejarah adalah transaksi yang digunakan untuk


pembukuan BMN yang karena nilai kultural, lingkungan,
pendidikan, dan sejarahnya tidak mungkin secara penuh
dilambangkan dengan nilai keuangan berdasarkan harga
pasar maupun harga perolehannya.
Transaksi BMN Bersejarah Terdiri dari :

1. Saldo Awal BMN Bersejarah

2. Perolehan BMN Bersejarah

3. Penghapusan BMN Bersejarah


TRANSAKSI BARANG PIHAK KETIGA

Barang Pihak Ketiga adalah barang milik pihak ketiga


yang berada dalam pengelolaan UAKPB
Transaksi BFK Terdiri dari :

1. Perolehan Barang Fihak Ketiga

2. Penghapusan Barang Fihak Ketiga


TRANSAKSI BPYBDS

Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS)


adalah proyek Pemerintah yang didanai oleh APBN (Anggaran
Pendapatan & Belanja Negara) yang telah diserahterimakan kepada
BUMN (Badan Usaha Milik Negara) untuk mendukung kegiatan
operasional BUMN, serta tercatat dalam neraca BUMN tetapi belum ada
penetapan status dari proyek pemerintah tersebut kepada BUMN.
Transaksi BPYBDS Terdiri dari :

1. Reklasifikasi BMN ke BPYBDS

2. Penghapusan BPYBDS
TRANSAKSI KEMITRAAN PIHAK KETIGA

Aset Kerjasama/Kemitraan adalah aset tetap yang


dibangun atau digunakan untuk menyelenggarakan
kegiatan kerjasama/kemitraan
Transaksi Kemitraan Pihak Ketiga Terdiri dari :

1. Reklasifikasi BMN Operasional ke


Kemitraan
2. Penggunaan Kembali BMN
Kemitraan
PENCATATAN KIB
Kartu Inventaris Barang (KIB) adalah Kartu untuk mencatat barang-barang
Inventaris secara tersendiri atau kumpulan/kolektif dilengkapi dengan data
asal, volume, kapasitas, merk, type, nilai/harga dan data lain mengenai
barang tersebut yang diperlukan untuk inventarisasi maupun tujuan lain dan
dipergunakan selama barang itu belum dihapuskan.

KIB Terdiri dari :


1. KIB Tanah
2. KIB Gedung dan Bangunan
3. KIB Alat Angkutan
4. KIB Alat Persenjataan
5. KIB Alat Besar
6. KIB Bangunan Air
DBR dan DBL

DBR adalah daftar barang yang mencatat informasi terkait


Barang Inventaris yang ada dalam sebuah ruangan

DBL adalah daftar barang yang mencatat informasi terkait


Barang Inventaris yang tidak ada dalam sebuah ruangan
PENCATATAN BARANG HILANG

Pencatatan barang digunakan untuk mencatat BMN yang secara


substantive sudah dinyatakan hilang berdasarkan bukti ketentuan
yang berlaku.
Pencatatan barang hilang akan menyebabkan kondisi BMN dengan
status hilang dan masih muncul di semua buku dan laporan BMN

Transaksi ini terdiri dari :

1. Pencatatan Barang Hilang

2. Pembatalan Pencatatan Barang Hilang


PENGHENTIAN BMN
DARI OPERASIONAL PEMERINTAH

Penghentian BMN dari Operasional Pemerintah digunakan untuk


mencatat BMN yang sudah dalam kondisi Rusak Berat atau Hilang dan
dihentikan dalam operasional pemerintah.
Penghentian BMN dari Operasional Pemerintah akan memindahkan
BMN dari Kategori Aset Tetap Menjadi Aset Lainnya (Aset Yang
Dihentikan Dari Operasional Pemerintah)
Transaksi ini terdiri dari :

1. Penghentian Aset Dari Penggunaan

2. Pembatalan Penghentian Aset Dari Penggunaan


USULAN PENGHAPUSAN

Usulan menghapus BMN dari daftar barang dengan


menerbitkan keputusan dari pejabat yang berwenang untuk
membebaskan Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna
Barang dari tanggungjawab administrasi dan fisik barang yang
berada dalam penguasaannya.

Transaksi ini terdiri dari :


1. Usulan Penghapusan

2. Pembatalan Usulan Penghapusan


TUTUP BUKU TRANSAKSI BMN

merupakan proses tutup buku saat periode transaksi BMN


dinyatakan berakhir;
◎ dilakukan sebelum Modul Akuntansi dan Pelaporan
melakukan periode tutup buku;
◎ Pada saat Modul Akuntansi dan Pelaporan melakukan
tutup buku permanen, maka Modul Aset Tetap secara
otomatis melakukan tutup buku pada periode berkenaan;
◎ transaksi yang belum dicatat setelah tutup buku, akan
dicatat pada periode berikutnya.
PERHITUNGAN PENYUSUTAN

Penyusutan Aset Tetap adalah penyesuaian nilai karena penurunan kapasitas dan manfaat dari
suatu aset;
o dilakukan setiap semester;
o terdiri dari Perhitungan penyusutan sementara dan Perhitungan penyusutan final
o Laporan Perhitungan penyusutan sementara dilakukan untuk menghitung nilai akumulasi
penyusutan lebih awal pada semester terkait. Proses ini tidak melakukan penjurnalan ke
dalam Modul Akuntansi dan Pelaporan;
o Perhitungan penyusutan final dilakukan untuk menghitung nilai akumulasi penyusutan pada
akhir semester yang bersifat final sehingga apabila ada aset yang belum dicatat maka akan
dicatat pada periode berikutnya;
o Perhitungan penyusutan final akan melakukan penjurnalan secara otomatis;
o Perhitungan penyusutan final dilakukan setelah akhir semester dan sebelum Modul Akuntansi
dan Pelaporan melakukan rekonsiliasi ke KPPN pada periode Juni atau Desember
TRANSAKSI PERIODE UNAUDITED DAN AUDITED

TRANSAKSI PERIODE TRANSAKSI PERIODE


UNAUDITED AUDITED
transaksi ketika periode transaksi ketika periode
Januari sampai Desember unaudited telah dilakukan
telah dilakukan tutup buku tutup buku

Pencatatan diberikan kode Pencatatan diberikan kode


periode 13 dan tanggal buku periode 14 dan tanggal buku
31 Desember 31 Desember
SUMMARY DATABASE

digunakan untuk meringkas data


transaksi untuk keperluan
pencetakan laporan BMN.
Data hasil proses summary :
Laporan BMN, Neraca, Lap.
Penyusutan dll. Sedangkan untuk
mencetak Buku/Daftar BMN
menggunakan tabel detail,
sehingga transaksi yang belum di
summary tidak akan muncul
dalam laporan tetapi sudah bisa di
cetak dalam Buku / Daftar BMN
Laporan BMN terdiri dari :

1. Laporan Barang Kuasa Pengguna;


2. Laporan Persediaan;
3. Laporan Penyusutan;
4. Laporan Kondisi Barang;
LAPORAN BMN 5. Laporan Posisi BMN di Neraca;
6. Laporan Catatan Ringkas BMN;
7. Laporan BPYBDS;
8. Laporan Barang Hilang;
9. Laporan Barang Usang;
10. Laporan Barang Rusak Berat.
BUKU BARANG

Buku BMN terdiri dari :


8. Daftar Transaksi BMN;
1. Buku Barang; 9. Daftar BMN Yang
DihentikanPenggunaannya;
2. Buku Barang bersejarah;
10. Dafatr BPYBDS;
3. Kartu Identitas Barang;
11. Daftar Barang Hilang;
4. Catatan Mutasi Perubahan;

5. Daftar Barang Ruangan; 12. Daftar Barang Usang;

6. Daftar Barang Lainnya; 13. Daftar Barang Rusak Berat;

7. Kartu KDP; 14. Daftar Barang Fihak Ketiga.