Anda di halaman 1dari 85

Keterampilan

IPC (Interpersonal
Communication)
untuk Perubahan
Perilaku
Model & teknik

Materi ini dikembangkan Komponen C4D (Communication for Development) UNICEF untuk
mendukung kegiatan peningkatan kapasitas yang dikelola KEMENKES RI
No Topik Durasi (menit)
1 Pemahaman dasar dan model KAP 30
2 Teknik-teknik membangun suasana
2.1. Pernggunaan nama 45
2.2. Nonverbal yang memotivasi 60
2.3. Permainan yang menyenangkan 60
2.4. Mendengarkan fasilitatif 60
3 Teknik-teknik membangun partisipasi
3.1. Bertanya yang mengundang bicara 60
3.2. Curah pendapat 60
3.3. Menurunkan tekanan berbicara 45
3.4. Berbicara yang membangun imajinasi 45
3.5. Feedback yang menyemangati 45
4 Tools untuk perubahan perilaku (pengenalan dan praktik di kelas) 120
5 Teknik fasilitasi
5.1. Teknik fasilitasi - pengertian & kerangka kerja 15
5.2. Teknik fasilitasi - proses belajar skills 15
5.3. Teknik fasilitasi - mengelola percakapan 60
720 menit
12.0 jam
Topik #1
PENGANTAR & MODEL IPC
PERUBAHAN PERILAKU
Pesan & Makna

Komunikator Komunikan
1 2

4
3
IPC – Interpersonal Communication
Komunikasi tatap muka

Verbal - non verbal

One to one
One to many
Group to group Direncanakan – tidak direncanakan

Dengan yg dikenal – tak dikenal

Lama – sebentar

Formal – informal
Alat berkomunikasi

Media mandiri/
Manusia pengganti manusia

Tubuh/ Suara/ Otak Alat bantu Video dll.


Alat berkomunikasi

Media mandiri/
Manusia pengganti manusia

Tubuh/ Suara/ Otak Alat bantu Video dll.


Prinsip
1. Menyenangkan &
menambah akrab
2. Semua bicara
& mendengarkan
3. Ke arah aksi,
perubahan perilaku
Semangat datang/ berinteraksi
kembali tanpa embel-embel uang
Model IPC Perubahan Perilaku

Ke arah aksi/
Belajar
perubahan
partisipatif
Semua bicara dan perilaku
mendengarkan Sepakat, komit,
Intensi aksi

Bangun suasana
Senang dan bertambah akrab
Ingat setiap orang punya ini
Ingat setiap orang punya ini
Model IPC Perubahan Perilaku

Orang punya “pagar” yang harus diturunkan


Bila tidak, pesan-pesan akan mental

“Merebut“ remote control orang


Kehadiran fisik tidak berarti pikiran dan hatinya juga hadir

Belajar lebih efektif saat orang merasa nyaman


ketimbang tegang

Bangun suasana
Model IPC Perubahan Perilaku

Tidak bicara, tidak ada rasa memiliki


Ikut bicara, ikut memiliki forum IPC

Orang bicara adalah syarat IPC bisa berlaku.


Belajar Marah-marah jauh lebih bagus dari pada diam
partisipatif
Semua bicara dan Bicara adalah kehadiran pikiran.
mendengarkan Dihargai saat bicara bisa menghadirkan hati.
Tahu tidak berarti melakukan
Perokok paling tahu bahaya merokok.
Ke arah aksi/
perubahan
Antar orang ke tahap perubahan perilaku perilaku
Sepakat, komit,
Cari cara yang paling pas
Intensi aksi
Topik #2
PENGGUNAAN NAMA
Ingat setiap orang punya ini
Ingat setiap orang punya ini
Komponen #1

Menghadirkan
pikiran dan hati Mendengarkan
Peserta saling peserta
kenal dan untuk
bergaul menghargai
Berkomunikasi
nonverbal yang
Permainan memotivasi Dan lain-lain
menyenangkan

Bangun suasana
Teknik #1: Penggunaan nama
• Nama bukan sekedar
identitas
• Tapi harapan, cita-cita,
mimpi, pengalaman, dan
hal mulai lainnya
• Memanggil dengan nama
membuat otak beraktivasi
dan tersentuh hati
Agar hafal nama
• Gunakan segera Selalu panggil
• Gunakan sering lengkap dengan
namanya. Jangan
• Perhatikan ciri khusus hanya pak, bu,
• …. kak, bang, bung
Memanfaatkan nama lain yang bermakna

• Nama anak untuk


memanggil seorang
ayah atau ibu
• Membuatnya
teringat posisi dan
peran sebagai orang
tua (dengan sikapnya
yang harus positif:
bertanggung jawab,
sabar dll)
Fasilitator: Ayo, cari cara mengenalkan diri

• Apakah nama Anda


populer? Bila tidak,
cari cara
mengenalkan nama
sehingga orang
mudah hafal.

Nama saya Risang.


Buah Pisang, huruf P
diganti dengan huruf
R.
Topik #3
BERKOMUNIKASI NONVERBAL
YANG MEMOTIVASI
Teknik #2: Berkomunikasi secara nonverbal
yang memotivasi

Nonverbal – tanpa kata-kata


• Lebih dipercaya
• Langsung masuk ke hati
• Beresiprokal
Dari ujung rambut ke ujung kaki
Kontak Mata #1
Konteks forum
1. Merata. Jangan pada satu dua
orang (mencurigakan)
2. Jangan terlalu cepat (2-4 detik)
3. Boleh lihat lantai atau langit-
langit sesaat, saat berpikir. Tapi
balik kontak mata lagi
4. Hidupkan, gembirakan wajah Kontak di antara dua alis. Bukan kedua mata
(silahkan rasakan
perubahannya)
5. Sampai timbal balik (kita
mengangguk, orang ikut
mengangguk dll)
Kontak Mata #2
Konteks one to one
1. Lakukan dengan dinamik.
Sesuaikan dengan arah
pembicaraan (menyerap atau
mendorong)
2. Boleh sesekali melihat yang lain
untuk berpikir atau memberi
waktu berpikir
Kontak di antara dua alis. Bukan kedua mata
3. Hidupkan, gembirakan wajah
(silahkan rasakan perubahannya)
4. Pastikan timbal balik (kita
mengangguk, orang ikut
mengangguk dll)
Tangan
• Jangan “dianggurin” tapi
jangan berlebihan
sampai ambil alih
perhatian
• Jangan dikantongin
kecuali sedang berdrama
• Sesuaikan dengan
perasaan yang ingin
disampaikan
Ambil insiatif
• Tunjukan bahwa anda
mendengarkan dengan
menunjukkan nonverbal
positif
– Sesuaikan dengan
nonverbal pembicara
– Saat dia ingin meyakinkan
Anda, maka Anda
mengangguk-angguk
– Dll
Topik #4
PERMAINAN YANG
MENYENANGKAN
Permainan
• Lesson games : permainan
untuk membantu proses
pembelajaran (pemahaman,
aplikasi dll)
• Non lesson games
– Memecah kebekuan (ice
breaking)
– Menyegarkan (energizing)
– Membantu komunikasi antar
partisipan
– Mendorong leadership
Permainan
• Lesson games : permainan
untuk membantu proses
pembelajaran (pemahaman,
aplikasi dll)
• Non lesson games
– Memecah kebekuan (ice
breaking)
– Menyegarkan (energizing)
– Membantu komunikasi antar
partisipan
– Mendorong leadership
Bina Suasana
Ragam Permainan Konsentrasi
Tidak mutually exclusive 1. Tangkap jari....
2. Salah, salah, benar
3. 1,2, prok-prok/ bom
Lagu - gerak
4. Tepuk tangan lawan
1. Marina menari
5. Ribu – biru
2. 1 + 1 = 2...
6. Ini, yang ini, kalau yang ini
3. Kupikir-pikir...
7. 3 sekawan
4. Tangan kanan kiri...
8. 7 up
5. Kalau kau suka hati...(2 versi)
6. Topi bundar hilang
7. Pada hari minggu Beregu
8. Kereta fantasi 1. Regu tembak
9. Senam keluarga sehat 2. Tupai
10. Berkumpul berapa 3. Bola beregu
4. Angkat bahu bersam
Permainan: Short cut ke gembira
• Konteks kelompok Posisi
• Perhatikan waktu tersedia
(panduan fleksibel)
• Di awal
– Lagu gerak
< 30 menit
1 lagu gerak • Di tengah
– Konsentrasi/ beregu
30 – 1 jam
1 lagu gerak • Di akhir
1 beregu/ konsentrasi (versi singkat) – Lagu gerak/ beregu

1 - 2 jam Penguasaan minimal


1-2 lagu gerak
1 beregu/ konsentrasi Kader: 15 permainan
Tenaga promkes: 20 permainan
Topik #5
MENDENGARKAN FASILITATIF
Mendengarkan Fasilitatif
• Mendengarkan yang
membuat orang….
– merasa dihargai
– lebih terbuka bicara
– lebih banyak bicara
– Akhirnya: setelah kita
dengarkan, mereka akan
mendengarkan saat kita bicara
– Akhirnya: lebih termotivasi
merubah perilakunya sendiri
Mendengarkan aktif
• Tidak ada prasangka
• Tidak menduga-duga
• Simak lalu temukan
tema pokok (motivasi
bicara, yang
dikhawatirkan, dll)
• Angkat/ tanya singkat
untuk membantu
bercerita/ berpendapat
lebih lanjut
Mana yang mendengarkan..?
• Pak PDAM, air di sini • Pak PDAM, air di sini kecil
kecil alirannya alirannya
• Maaf, bu Risa. Sekarang • Kecil seperti bagaimana, bu
RIsa?
saya tidak bicara air. Di
• Kecil sekali. Dua jam, bak
sini saya ingin bicara
baru bisa penuh.
tentang air limbah.
• Sejak kapan, bu?
Bolehkah??
• Iya, sudah dua hari airnya
tidak mengalir. Hari senin
airnya kecil, selasanya tidak
ada sama sekali…
Parahrase – Berempati - Refokus
• Iya, sudah dua hari airnya kecil. Hari senin airnya
malahtidak ada sama sekali…
• Oh, jadi dua hari ini airnya tidak mengalir ya, bu Risa?
• Iya, betul itu, pak
• Duh, mohon maaf, bu Risa jadi kesusahan ya.. Boleh saya
catat dulu keluhan ibu Risa dan saya sampaikan ke kantor?
• Iya, pak
• Nah, ini sudah saya sampaikan ke kantor via WA. Mohon
ditunggu jawabannya ya, bu Risa. Sekarang, bolehkah saya
meminta ibu Risa untuk…?
• Contohnya..?
• Seperti…?
• Maksudnya….?
• Sebut kata itu
• Apa lagi?
• Ada lagi?
• Selain itu?
• Tadi yang kurang disukai, kalau yang disukai?
Paraphrasing
• Menyampaikan kembali dalam bentuk rangkuman/ lebih
singkat (kalimat berbeda, ada kata-kata yang sama)
– Ibu Eri: Menurut saya, kita menanam sayur saja di kebun masing-
masing supaya tidak usah beli sayuran ke pasar. Kan mahal…
– Fasilitator: Oh, jadi menurut Ibu Eri, tanam sayur saja supaya tidak
usah beli ke pasar. Begitu ya?
• Fungsi
– Partisipan merasa didengar/ dihargai
– Forum lebih mendengar karena diulang
– Melanjutkan pembicaraan (bila tidak
diambil alih fasilitator)
Mirroring
• Menyampaikan satu atau dua kata kembali
persis yang disampaikan partisipan (verbatim)
– Pak Chandra: Menurut saya, kuncinya di suara
– Fasilitator: Suara
• Fungsi
– Menghargai
– Sikap netral
– Mengatur kecepatan bicara partisipan
Topik #6
BERTANYA YANG MEMOTIVASI
PEMBICARAAN
Model IPC Perubahan Perilaku

Tidak bicara, tidak ada rasa memiliki


Ikut bicara, ikut memiliki forum IPC

Orang bicara adalah syarat IPC bisa berlaku.


Belajar Marah-marah jauh lebih bagus dari pada diam
partisipatif
Semua bicara dan Bicara adalah kehadiran pikiran.
mendengarkan Dihargai saat bicara bisa menghadirkan hati.
Kelompok/
berjenjang Jigshaw, fish bowl dll

Kartu metapan
Trade show

Diskusi terbuka
Round table

Curah pendapat
Lagu gerak, cerita, dll

Visual aid
Teknik bertanya Belajar
partisipatif Transect walk
Pengaturan kursi
Semua bicara dan
Mendengarkan mendengarkan
Body Mapping
fasilitatif
Mengelola arus Pile sorting
percakapan

Mapping
Kelompok/
berjenjang Jigshaw, fish bowl dll

Kartu metapan Trade show


Teknik-teknik
Diskusi terbuka
Round table fasilitasi

Curah pendapat
Lagu gerak, cerita, dll

Visual aid
Teknik bertanya Belajar
partisipatif Transect walk
Pengaturan kursi
Semua bicara dan
Mendengarkan mendengarkan
Body Mapping
fasilitatif
Mengelola arus Pile sorting
percakapan
Keterampilan Tools
Mapping partisipasi
komunikasi
pembelajaran
Bertanya
• Bertanya sepertinya
sepele,

•tapi itu roh


IPC
Contoh pertanyaan: Coba bandingkan

• Makanan apa saja yang


mengandung banyak zat
besi?
• Apa yang terjadi dalam organ
pencernaan bila minum TTD
bersamaan dengan minum
teh?
• Apa yang ibu makan pagi
tadi?
Apa tujuan bertanya?
• Menguji, menge-test
• Menemukan masalah
• Memojokkan
• Menunjukkan
kepintaran kita
• …….?????
Kita bertanya…
• Membantu
partisipan
berpendapat
atau berbagi
pengalaman.
• Membangun
hubungan.
Tips bertanya
1. Bertanyalah yang mudah
dulu.
2. Berikan waktu peserta
berpikir.
3. Bila tidak ada yang
merespon, tenang saja,
tanya lagi dengan kata-kata
yang lebih mudah.
4. Ada jawaban, dengarkan
secara aktif.
Pertanyaan Terbuka - Tertutup
• Ibu tahu manfaat cuci • Kalau ingin partisipan
tangan pakai sabun? berbicara banyak, gunakan
(TERTUTUP, ya atau pertanyaan terbuka
tidak) • Pertanyaan tertutup sering
• Siapa di sini yang tadi digunakan saat bangun
pagi cuci tangan pakai komitmen (akhir)
sabun? (TERTUTUP – • Pertanyaan tertutup
saya atau bukan saya) tentang pengalaman
(pernah/ tidak pernah)
• Apa saja manfaat cuci kadang diperlukan di awal
tangan pakai sabun? untuk “pemanasan”
(TERBUKA – letih, lemah,
lesu, …….)
Teknik bertanya
• Perasaan
– Apa yang ibu rasakan? Rasanya bagaimana?
• Contoh
– Meminta contoh dari jawaban sebelumnya
– Contohnya…? Seperti apa itu..?
• Pengalaman
– Mencari tahu apa yang dialami warga secara spesifik,
berdasarkan alur
– Apa yang dilakukan? Apa yang terjadi? Lalu? Kemudian?
Teknik bertanya
• Persoalan yang sensitif  third party question
– Di desa sebelah ibu-ibu tidak mau masak, anaknya
dikasih ciki-ciki saja. Kira-kira apa alasannya?
• Untuk mengangkat beban berpikir  magic
wand question
– Anggap saja uang bukan halangan. Uang ada. Mau
masak apa ibu buat anak-anak?
• Mengapa, kenapa  belakangan saja
– Setelah orang banyak bicara, baru tanya kenapa,
mengapa dll. Di awal terkesan judgemental.
Grand tour – Mini tour (Sayre, 2001)
• Grand tour questions
– Pertanyaan umum, mudah dijawab dan berisi
keadaan umum
– Ada kegiatan apa saja di kampung?
– Makanan apa saja yang suka di makan anak-anak
di sini?
• Minitour questions
– Pertanyaan spesifik dari satu aspek yang
dikemukakan hasil grand tour question
– Karang Taruna? Apa saja kegiatan-kegiatannya?
– Telur penyu? Beli di mana?
Grand tour – Mini tour (Sayre, 2001)
• Aplikasi
– Memunculkan agenda
pembicaraan dari
masyarakat yang sama
dengan agenda petugas
(bukan petugas yang
mengangkat agenda)
– Memunculkan rasa
memiliki
– Bisa ditata untuk ke arah
perubahan perilaku
Contoh Aplikasi Grand tour – Mini tour
1. Ibu-ibu apa kabar?
2. Ibu-ibu, bagaimana kesehatan anak kita? Apakah dalam
sebulan terakhir ada yang sakit?
3. Sakit apa saja? (Grand tour)
4. Oh, ada yang sakit diare, batuk, demam…. Hmm, pada
kesempatan sore ini, boleh saya membahas tentang
diare? Supaya nanti anak kita terhindar dari diare?

(Padahal agenda pertemuan yang harus dijalankan tenaga promkes itu


adalah tentang diare. Namun, bukan dia yang mengangkat kata diare
pertama kali)
Topik #7
CURAH PENDAPAT
Aturan Curah Pendapat (Brainstorming)

• Kuantitas, bukan kualitas


• Dorong ide-ide liar
• Tahan penilaian
• Bangun ide baru dari ide yang sudah
muncul (jangan dirahasia-rahasiakan…)
Topik #8
MENURUNKAN TEKANAN BICARA
• Pengalaman dan
keberanian partisipan
berbeda-beda
• Amati, cari tahu
• Tentukan intervensi
Mana yang lebih mudah?
• Berbicara di forum?
• Berbicara dalam kelompok?
• Berbicara dengan pasangan?
Mana situasi dengan tekanan lebih
besar pada partisipan?

Bagaimana dengan…?
• Berbicara langsung vs. ditulis
Kartu Metaplan
1. Satu kartu untuk 1 ide
2. Tulisan besar, terbaca dari
jarak 3 meter atau lebih
3. Singkat, 1 - 3 kata
4. Tiket untuk berbicara, bukan
wadah ide lengkap
5. Harus bisa dipindah-
pindahkan (cari dinding yang
melekat)
Topik #9
BERBICARA YANG MEMBANGUN
IMAJINASI
Verbal: birokratis/ institutional
• Konsep
• Logis
• Hirarkis
Verbal: institutional…lanjutan
• Konseptual (pengertian/ definisi)
– Yang dimaksud dengan keamanan adalah…
– Diare adalah….
• Logis (masalah-tujuan/ solusi)
– Ini disebabkan oleh
– Masalah yang Ibu/ Bapak hadapi ini….
– Yang perlu Ibu/ Bapak lakukan adalah…
– Tujuan dari kegiatan ini adalah….
• Hirarkis/ instruktif/ Kontrol
– Kami menyediakan ini itu…agar….
– Ibu/ Bapak harus berpartisipasi dalam…supaya…
– Kalau Ibu/ Bapak tidak begini begitu, maka…
Bahasa alternatif
• Theatre of Mind, Story telling/
Dongeng/ Bercerita/ Ngobrol.
Ada….
– Panggung….
– Aktor/ pemain/ lakon
– Cerita/ alur
– Detial deskripsi situasi/ suasana
– Dialog hidup
– Kata-kata yang menyerupai gerak
– Emosi! Emosi!!! Perasaan!!!
Topik #10
FEEDBACK YANG MENYEMANGATI
Feedback/ Umpan balik/ Feedforward/
Umpan maju
• Memberi
– Deskriptif, bukan judgmental
• Ibu tidak peduli terhadap lingkungan sendiri| Saya lihat
ada kubangan di pekarangan….
• Suami ibu malas! | ………………….
– Spesifik
• Rumah ibu sehat!
• Rumah ibu bersih, tidak ada kubangan air di sana..
– Apresiatif  hal positif/ kelebihan/ kekuatan perlu
diangkat (jangan selalu negatif/ kekurangan)
• Ibu rajin datang ke pertemuan…..
Tambahan
TEKNIK FASILITASI
Ibu Bidan
• Dia
melahirkan?
(tujuan)
• Dia bantu
proses
persalinan?
http://ibibadung.com/
Kesimpulannya: Kerja Fasilitator

•Proses
• Bukan tujuan
• Bagaimana caranya agar anggota forum dapat
mengutarakan gagasan dengan nyaman dan leluasa,
saling belajar, memahami, dan akhirnya sepakat
untuk merubah perilaku?
• Teori: Kerangka Kerja Fasilitator

AKHIR AKHIR

Saling
Divergensi Konvergensi
memahami
1

suasana nyaman, saling percaya


AKHIR

AWAL
• Adalah TUGAS AWAL
fasilitator untuk mengenal
partisipan dan membantu
partisipan saling
mengenal
• Perkenalan = INVESTASI
• Perkenalan = LANGKAH
AWAL BINA SUASANA
Semua ada tujuan & implikasinya
Setting tempat duduk, sampaikan
• Lingkaran besar
– Semua sejajar
– Untuk berbagi
– Tidak ada pusat/ center
– Bila ada pusat/ center lakukan sebentar saja
• Lingkaran-lingkaran kecil
– Untuk berdiskusi
– Bukan untuk memperhatikan satu orang narasumber secara lama
• Huruf U
– Untuk memperhatikan satu narasumber dan saling berdiskusi (tanya jawab)
– Ada meja, perlu untuk menulis hal rinci, teknis
• Kotak
– Agar pimpinan bisa mengontrol peserta
– Semua memperhatikan pimpinan dan dapat diperhatikan pimpinan
• Teater
– Untuk menikmati, dirasakan, bukan hal teknis dan rinci
– Ada satu pusat/ narasumber
– Bukan untuk diskusi kelompok
• Ruan kelas
– Untuk memperhatikan hal yang rinci, teknis
– Satu pusat/ narasumber
• Pastikan kita bisa berkontak mata
dengan semua partisipan
• Bila setting lingkaran, usahakan
satu lapis
• Sesuaikan arah komunikasi
dengan setting ruang
Hatur nuhun