Anda di halaman 1dari 48

PENGENALAN TERAPI

MANIPULASI
SAFUN RAHMANTO
MANUAL TERAPI
• Manual therapy, manipulative therapy adalah
pengobatan fisik terutama digunakan oleh
terapis pijat, fisioterapi, okupasi terapis, ahli
tulang, ahli osteopati, dan dokter osteopathic
untuk mengobati nyeri muskuloskeletal dan
disability; termasuk meremas dan manipulasi
otot, mobilisasi sendi dan manipulasi sendi.
Massage therapy
Acupressure
Shiatsu
Joint manipulation
PERMUKAAN SENDI
• Tidak ada permukaan sendi yang benar2 datar & benar2
berbentuk seperti silinder
• Penyebutan bentuk “ datar” atau berbentuk “bola” yg
hal ini untuk mempermudah saja dan hal itu sebetulnya
tidak akurat.
• MacConaill mengklasifikasikan bentuk permukaan sendi
menjai dua yaitu OVOID dan SELLAR. Permukaan sendi
ovoid bias berbentuk konvek ataupun konkaf dari
segala arah. Permukaan sendi sellar atau sendiny sering
disebut saddle joint bentuknya konkaf dilihat dari satu
arah dan konvek apabila dilihat dari arah yag tegak
lurus dari arah yang pertama.
Klasifikasi MacConaill
• MacConaill mengklasifikasikan bentuk
permukaan sendi menjai dua yaitu OVOID dan
SELLAR. Permukaan sendi ovoid bias
berbentuk konvek ataupun konkaf dari segala
arah.
• Permukaan sendi sellar atau sendiny sering
disebut saddle joint bentuknya konkaf dilihat
dari satu arah dan konvek apabila dilihat dari
arah yag tegak lurus dari arah yang pertama.
Posisi Sendi
• Resting Position
(Maximum Lose-
Packed Position/MLPP)
• Actual Resting Position
• Lose-Packed Position
(LPP)
• Close-Packed Position
(CPP)
GERAKAN TULANG DAN SENDI
• Ilmu yang mempelajari gerakan tubuh
manusia (Kinematika) dibagi menjadi dua,
yaitu
• yang mempelajari gerakan tulang disebut
Osteokinematika dan
• yang mempelajari gerakan sendi atau gerakan
yang terjadi pada permukaan sendi disebut
Artrokinematika.
Ada 2 tipe dasar gerakan tulang :
Rotasi = gerakan berputar pada suatu
aksis
Translasi = gerakan menurut garis lurus
Roll-Gliding
• Rotasi dan translasi tulang akan menghasilkan
gerakan tertentu dalam sendi. Rotasi tulang
menghasilkan gerakan Roll-Gliding di dalam
sendi, dan translasi tulaang menghasilkan
gerakan Gliding, traction ataupun
Compression dalam sendi.
• Tiga gerakan terakhir termasuk dalam Joint
Play movement.
Roll-Gliding

Rotasi Tulang  Roll-Gliding = Gerakan


Fisiologis
Translasi  Gliding, Traction, Compression =
Joint Play
ROTASI TULANG – GERAKAN FISIOLOGIS

• Rotasi tulang disebut gerakan “fisiologis”


• Gerakan fisiologis, baik aktif maupun pasif
menghasilkan gerakan Roll-Gliding di dalam
persendian
Rolling dan gliding
a. Rolling : Gerakan permukaan sendi bila mana
perubahan jarak titik kontak pada satu permukaan
sendi sama besar nya dengan perubahan jarak titik
kontak pada permukaan sendi lawannya
- Terjadi pada permukann sendi datar dan lengkung
(koncaf/konveks) dan antara permukanan sendi lengkung
incongruent ( jari-jari kelengkungan tidak sama besar)
b. Gliding : Gerakan pada permukanan sendi di mana
hanya ada satu titik kontak pada permukaan sendi yang
selalu kontak dengan titik-titik kontak yang baru (selalu
berubah) pada permukaan sendi lawannya.
Kombinasi rool dan gliding
 Kombinasi antar gerakan roliling dan gliding
yang hanya bisa terjadi pada permukaan sendi
yang tidak congruent.
 Karena permukaan sendi manusia tidak ada
yang benar-benar congruent maka gerakan
fisiologis hanya dapat menghasilkan rool-
gliding.
Arah roling
 Komponen rooling dari gerakan roll-gliding
selalu berherak searah dengan gerakan
tulang.
 Hal ini berlaku baik yang bergerak permukaan
sendi konkaf maupun konveks.
 Komponen roling tidak pernah terjadi tanpa di
sertai gliding karena akan merusak sendi
 Tidak pernah di gunakan mobilisasi persendian .
Arah gliding
• Permukaan sendi tergantung dari bentuk sendi tulang
yang bergerak konkaf dan konveks.
• Jika permukaan sendi konkaf bergerak , gliding akan
searah dengan gerakan tulang. Tulang yang bergerak
dan permukaan sendi konkav berada pada sisi yang
sama pada axis gerakan.
• Jika permukanna sendi konvek bergerak , gliding akan
berlawanan arah dengan gerakan tulang. Permukanann
tulang sendi konvek dan tulang yg bergerak berada
pada sisi yang berlawanan dari aksis gerakan.
Translasi tulang
Gerakan translasi adalah: gerakan menurut garis lurus
dan joint movement yang termasuk dalam gerakan
translasi ini adalah : traksi, compressions dan gliding.
Catatan : selama terjadi gerakan translasi , semua
bagian tulang akan bergerak:
1. Menurut garis lurus
2. Dalam jarak yang sama
3. Dalam arah yang sama
4. Dengan kecepatan yang sama.
BIDANG TERAPI
BIDANG TERAPI
The “slack”
Terminologi “ umummnya digunakan pada
dunia pelayaran, untuk menggambarkan
kekendoran tali yang membentang antara
perahu/kapal dan tiang penambat, maka tali
akan “slack taken up” untuk
menggambarkan tingkat ketegangan tali.
Kegunaan
a. Penting bagi fisioterapi untuk dapat
merasakan kapan sendi dalam keadaan
kendor (slack)?
b. Kapan dalam keadaan menegang (slack taken
Up)?
• Diperlukan kemampuan tingkat fisioterapi
dalam gerakan.
Gradasi gerakan untuk traksi dan gliding

di bagi menjadi 3 tingkat bedasarkan tingkat kekendoran


yang dirasakan fisioterapis pada gerakan pasif:
1. Grade I Traksi : Amplitudo sangat kecil sehingga tidak
sampai terasa adannya pergeseran permukaan sendi.
(kekuatan gaya tarik yang diberikan sebatas cukup untuk
menetralisir gaya kompresi yang bekerja pada sendi,
kombinasi antara ketegangan otot, gaya kohesivitas
kedua permukaan sendi.
Grade I: traksi di gunakan bersama dengan grade II dan
III.
Gradasi gerakan untuk traksi dan gliding

b. Grade II Traksi dan gliding : gerakan terjadi


slack taken UP jaringan di sekitar akan
menegang.
c. Grade III traksi da Gliding : gerakan sampai
diperoleh slack taken Up kemudian di tambah
/di beri gaya lebih besar lagi sehingga jaringan
di sekitar persendian terenggang.
Lingkup gerak

Grade I Grade II Grade III

Kendor/ Slck Tegang slack taken Up Terenggang Strecs


Joint play
• Istilah yang di gunakan pada manipulasi
therapi untuk menggambarkan apa yang
terjadi di dalam sendi ketika terjadi translasi.
• Gerakan gerak pasif
• Ada 3 macam joint play movement:
1. Traksi
2. Compresi
3. Gliding
Traksi
 Apabila gerakan translasi
tulang arahnya tegak lurus
dan menjauhi bidang terapi,
serta terjadi peregangan
permukaan sendi .
 Apabila tidak sampai
menimbulkan peregangan
permukaan sendi di sebut
distraksi.
Tujuan traksi
1. Untuk mengurangi nyeri
Digukan traksi grade I dan grade II tetapi tidak
terjadi slack taken up. Pada posisi resting position
dan actual reting positions.
2. Untuk menambah mobilitas sendi
Digunakan traksi grade III untuk meregangkan
jaringan yang memendek , menghambat gerakan
dan dilakukan resting positions /actual resting
positions
Kompresion
• Apabila arah gerakan translasi tegak lurus
terhadap dan arah bidang terapi dan kedua
permukaan sendi saling mendekat/menekan .
• Kompresi sendi dapat membantu
membedakan antara lesi artikular dan ekstra
artikular.
Pola Kekakuan Sendi

ADA 2 : Pola kapsuler dan Pola non kapsuler

KEKAKUAN POLA KAPSULER:


• Terjadi karena mengkerutnya kapsul sendi secara
menyeluruh
• Pola kekakuannya spesifik
• Penyebabnya artritis dan atau artrosis
Contoh: Pola kapsuler bahu: exo rot >Abd>endo rot
KEKAKUAN SENDI POLA NON KAPSULER

> Penyebab kekakuan bukan kapsul sendi


secara menyeluruh
> Pola kekakuannya tidak spesifik
Contoh: kaku pola non kapsler bahu
- kekakuan abduksi dll.
COLLAGEN ADHESION
• MENYEBABKAN CONTRAKTUR
• BILA ADA INFLAMASI JUMLAH SANGAT BESAR SHG
KONTRAKTUR BERAT
• COLLAGEN WAVING + CROSS LINKS
• DPT TIMBUL MYOFASCIAL PAIN
• DPT JADI FIBROSIS
Translatoric gliding
• Apabila gerakan translasi yang terjadi
pararel/sejajar dengan bidang terapi (bukan
sejajar dengan permukaan sendi). Dan
menimbulkan geseran dan luncuran antara
kedua permukaan sendi .
• Gerakan join play ini di lakukan baik pada saat
test maupun terapi, melakukan gliding selalu
dengan traksi grade I
Translatoric gliding
• Gliding yang terjadi pada sendi hanya kecil
(jaraknya sangat pendek ) karena permukaan
sendi tidak kongruent dengan sempurna.
Menentukan arah gerakan gliding yang
terbatas.
• Mobilisasi sutau sendi dilakukan dengan cara
melakukan gerakan gliding kearah tertentu
sesui dengan arah gliding yang terbatas.
• Ada 2 cara menentukan arah gliding:
1. Glide test
2. Hukum koncaf dan konveks
Glide test ( cara langsung)
• Dilakukan gerakan gliding secara pasif
kesegala arah untuk menentukan merasakan
secara langsung gerakan gliding kearah mana
yang terbatas.
• Setelah di ketahui arah gerakan gliding yang
terbatas dilakukan mobilisasi untuk
memperbaiki gliding yang terbatas.
Hukum koncav dan konveks
• Lakukan pemeriksaan gerakan fisiologis secara
aktif dan pasif dan menentukan gerakan mana
yang terbatas.
• Bayangkan Bentuk permukaan sendi yang
bergerak tersebut konkaf dan konveks
• Selanjutnya arah dari gerakan yang terbatas
dapat di simpulkan mengunakan hukum
koncaf dan konveks.
Hukum concaf dan conveks
1. Permukaan sendi yang bergerak (kanan) konveks.
Apabila gerakan tulang kearah terbatas (panah lengkung
panjang maka arah terapinya ke bawah (dua anak panah tebal).
2. Permukaan sendi yang bergerak (kanan) concaf.
Apabila gerakan tulang kearah atas terbatas (panah lengkung
panjang) maka arah terapinya juga keatas (dua anak panah
tebal).

Aturan : 1. Konveks: berlawanan arah


2. Konkaf : searah