Anda di halaman 1dari 26

KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM HUBUNGAN INTERPERSONAL

DENGAN KLIEN,KELUARGA,KELOMPOK,SESAMA PERAWAT DAN


TENAGA KESEHATAN LAINNYA

NAMA KELOMPOK 5 :
1.JAMES ABRAM
2.RENATA NOVRIELA
3.SALSABILLA ADILA ADHA
4.SUCI LAILI AFRIZA
A.Pengertian Komunikasi Int
erpersonal
Berikut adalah beberapa pengertian komunikasi interpersonal menurut para
ahli, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. G.R Miller dan M. Steinberg (1975): Komunikasi interpersonal dapat dipa


ndang sebagai komunikasi yang terjadi dalam suatu hubungan interpersonal.
2. Judy C. Pearson, dkk (2011) : Komunikasi interpersonal sebagai proses yan
g menggunakan pesan-pesan untuk mencapai kesamaan makna antara-palin
g tidak-antara dua orang dalam sebuah situasi yang memungkinkan adanya k
esempatan yang sama bagi pembicara dan pendengar.
3. Joseph A. DeVito (2013) : Komunikasi interpersonal adalah interaksi verb
al dan nonverbal antara dua (atau kadang-kadang lebih dari dua) orang yang
saling tergantung satu sama lain.
4. Ronald B. Adler, dkk (2009) : Komunikasi interpersonal adalah semua ko
munikasi antara dua orang atau secara kontekstual komunikasi interpersonal.
B.Elemen-elemen dalam Komun
ikasi Interpersonal
Menurut Joseph A. DeVito (2013 : 8-16), dalam komunikasi inter
personal terdapat beberapa unsur atau elemen penting, yaitu :
• Sumber-Penerima(Source-Receiver)
• Pesan (Message)
• Encoding-Decoding
• Media (Channel)
• Gangguan (Noise)
• Umpan balik (Feedback)
• Konteks (Context)
• Etika (Ethics)
C.Sifat Komunikasi Interpers
onal
Menurut Joseph A. DeVito (2013), komunikasi interper
sonal memiliki beberapa sifat, yaitu :

• Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang


melibatkan dua individu atau lebih yang masing-masin
g saling bergantung.
• Komunikasi interpersonal adalah secara inheren bers
ifat relasional.
• Komunikasi interpersonal melibatkan pesan verbal
maupun pesan nonverbal.
Lanjutan
• Komunikasi interpersonal berlangsung dalam berba
gai bentuk.
• Komunikasi interpersonal melibatkan berbagai pilih
an.


D.Prinsip-Prinsip dalam Kom
unikasi Interpersonal
Menurut Joseph A. DeVito (2013), prinsip-prinsip komunikasi interspersonal adalah seba
gai berikut :
• Komunikasi interpersonal adalah suatu proses transaksional. Komunikasi interpersonal
adalah sebuah proses, atau kejadian yang berkelanjutan, dimana masing-masing elemen
saling bergantung satu sama lain.
•Komunikasi interpersonal memiliki tujuan. Komunikasi interpersonal memiliki 5 (lima) t
ujuan, yaitu untuk :
1.belajar – komunikasi interpersonal membuat kita dapat belajar memahami orang lain
dan dunia secara lebih baik.
2.membina hubungan – komunikasi interpersonal membantu kita untuk berhubungan d
engan orang lain.
3.mempengaruhi – melalui komunikasi interpersonal kita dapat mempengaruhi sikap da
n perilaku orang lain.
4.bermain – komunikasi interpersonal dapat berfungsi sebagai kegiatan bermain.
5.membantu – melalui komunikasi interpersonal seorang terapis menggunakan teknik pe
nyebuhan jiwa yang dikenal dengan metode komunikasi terapeutik dalam keperawatan.
• Komunikasi interpersonal adalah ambigu
• Hubungan interpersonal dapat berbentuk simetris at
au komplementer.
• Komunikasi interpersonal merujuk pada isi dan hubu
ngan diantara para partisipan.
• Komunikasi interpersonal adalah dapat diberi tanda
atau ditandai karenanya setiap orang memisahkan b
agian-bagian komunikasi ke dalam stimuli atau rangs
angan dan respon terhadap perspektif dasar yang di
miliki oleh masing-masing partisipan.
• Komunikasi interpersonal tidak dapat dihindari, tidak
dapat diulang, dan tidak dapat diubah. Ketika berada
dalam sebuah situasi interpersonal, kita tidak dapat
tidak berkomunikasi, dan kita tidak dapat mengulang
secara tepat sebuah pesan secara spesifik.
• menurut Paul Watzlawick, Janet Beavin, dan Don Jackson,
terdapat 5 (lima) prinsip-prinsip komunikasi atau aksioma
komunikasi yang dapat membantu kita memahami intera
ksi komunikasi interpersonal secara lebih utuh, yaitu :

• 1.Kita tidak dapat tidak berkomunikasi.
• Setiap interaksi memiliki dimensi isi dan dimensi hubunga
n.
• 2.Setiap interaksi dimaknai dengan bagaimana interaksi t
ersebut diberi tanda.
• Pesan berupa simbol-simbol verbal dan petunjuk nonverb
al.
• 3.Pertukaran pesan bersifat simetris atau komplementer.
E.Teori Komunikasi Interper
sonal
Berikut beberapa teori komunikasi interpersonal sebaga
imana dirumuskan oleh para ahli, diantaranya adalah :
• Constructivism – kerangka kerja teoritis yang berupay
a untuk menjelaskan mengapa individu berkomunikasi
dengan cara yang mereka lakukan dan mengapa bebera
pa komunikator lebih sukses dibanding yang lainnya.
• Symbolic interactionism atau interaksionisme simbolik
atau teori interaksi simbolik – sebuah perspektif sosiolo
gi yang dipengaruhi oleh banyak ahli teori yaitu George
Herbert Mead dan Herbert Blumer.
• Attribution Theory – sebuah kerangka kerja untuk memahami bagaiman
a masing-masing individu menginterpretasikan perilaku mereka sendiri
dan perilaku orang lain.
• Action assembly theory – teori yang dikenalkan oleh John Green ini ber
usaha untuk menjelaskan dari mana pikiran kita datang dan bagaimana
kita mengartikan berbagai macam pikiran tersebut ke dalam komunikasi
verbal dan komunikasi nonverbal.
• Communication accommodation theory – teori yang dikembangkan ole
h Howard Giles dkk ini menitik beratkan pada bagaimana dan mengapa
orang memodifikasi atau mengubah perilaku komunikasi mereka dalam
situasi yang berbeda.
• Social penetration theory – teori yang digagas oleh Irving Altman dan D
almas Taylor menggambarkan bagaimana self-disclosure menggerakan
hubungan dari superfisial ke intim.
• The relationship development model – teori yang dikenalkan oleh Mark
Knapp menyajikan sepuluh tahapan model hubungan yang dapat meny
atukan atau bahkan terpisah. Setiap tahapan bercirikan pola komunikasi
yang berbeda.

F.Hubungan Interpersona
• Hubungan interpersonal dapat diartikan sebagai as
osiasi antara paling tidak dua orang yang saling berg
antung, yang menggunakan beberapa pola interaksi
secara konsisten, dan siapa yang menjadi pasangan
interaksi dalam sebuah periode waktu. Hubungan i
nterpersonal merupakan hal paling penting dalam d
alam komunikasi interpersonal yang efektif.

G.Tahapan Hubungan Interper
sonal
Menurut Joseph A. DeVito (2013), hubungan interper
sonal dibangun melalui beberapa tahapan, yaitu :
• Kontak
• Keterlibatan
• Keakraban
• Kemunduran
• Perbaikan
• Putusnya hubungan

H.Faktor-faktor yang Mempengaru
hi Hubungan Interpersonal
Menurut Rakhmat (2001 : 129) terdapat beberapa faktor y
ang dapat mempengaruhi hubungan interpersonal, dianta
ranya adalah :
• Percaya – merupakan faktor yang paling penting. Percay
a diartikan sebagai suatu keyakinan yang kuat mengenai
keandalan, kebenaran, kemampuan, atau kekuatan sese
orang atau sesuatu.
• Sikap sportif – sikap untuk mengurangi resiko defensif d
alam komunikasi.
• Sikap terbuka – sikap terbuka memiliki pengaruh yang b
esar terhadap keefektifan komunikasi interpersonal.
I.Manfaat Mempelajari Komun
ikasi Interpersonal
Mempelajari komunikasi interpersonal dapat memberi
kan manfaat, diantaranya adalah :
• Dapat mendatangkan manfaat intelektual termasuk
didalamnya pemahaman yang mendalam terhadap d
iri dan orang lain serta hubungan interpersonal.
• Dapat memberikan manfaat praktis termasuk didala
mnya pribadi, sosial atau hubungan, dan profesional.
• Komunikasi interpersonal sangat penting bagi kita se
cara fisik. Mereka yang memiliki hubungan interpers
onal yang baik lebih sehat secara mental dan fisik.
• Komunikasi interpersonal membantu kita memenu
hi kebutuhan sosial kita.
• Melalui penelitian komunikasi interpersonal dapat
membuat kita berpikir bahwa kita berkomunikasi d
alam suatu hubungan dan menyadari bahwa secara
aktual berkomunikasi dalam suatu hubungan adala
h sangat berbeda.

2.Pengertian Komunikasi Efe
ktif
A.Pengertian Komunikasi.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu
pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal
yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.
B.Faktor yang mempengaruhi komunikasi diantaranya :
Latar belakang budaya
Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya
, sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan
maka komunikasi semakin efektif.
Ikatan kelompok atau group
Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pes
an.
•Harapan
•pendidikan
•situasi
C.Unsur-unsur Komunikasi
Komunikator.
• Pengirim (sender) yang mengirim pesan kepada komunikan dengan menggunakan media tertentu.
Unsur yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya su
atu komunikasi.
• Komunikan
• Penerima (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian memahami, menerjemahka
n dan akhirnya memberi respon.
• Media
• Saluran (channel) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi. Beru
pa bahasa verbal maupun non verbal, wujudnya berupa ucapan, tulisan, gambar, bahasa tubuh, ba
hasa mesin, sandi dan lain sebagainya
• Pesan.
• Isi komunikasi berupa pesan (message) yang disampaikan oleh Komunikator kepada Komunikan. Kej
elasan pengiriman dan penerimaan pesan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan komunik
asi
• Tanggapan.
• Merupakan dampak (effect) komunikasi sebagai respon atas penerimaan pesan. Diimplentasikan da
lam bentuk umpan balik (feed back) atau tindakan sesuai dengan pesan yang diterima.
D.Tujuan Komunikasi Efekti
f
• Tujuan dari Komunikasi Efektif sebenarnya adalah m
emberi kan kemudahan dalam memahami pesan yan
g disampaikan antara pemberi informasi dan peneri
ma informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh
pemberi informsi lebih jelas dan lengkap, serta dapat
dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima
informasi, atau komunikan.
• Agar pengiriman informasi dan umpan balik atau fee
d back dapat seimbang sehingga tidak terjadi monot
on. Selain itu komunikasi efektif dapat melatih pengg
unaan bahasa nonverbal secara baik.
E.Fungsi komunikasi efektif
Dengan berkomunikasi, kita dapat menjalin hubungan, saling pengertian dengan orang lain kare
na komunikasi memiliki beberapa fungsi yang sangat penting, di antaranya adalah:
•Fungsi informasi.
Untuk memberitahukan sesuatu (pesan) kepada pihak tertentu, dengan maksud agar komunika
n dapat memahaminya.
•Fungsi ekspresi.
Sebagai wujud ungkapan perasaan / pikiran komunikator atas apa yang dia pahami terhadap ses
uatu hal atau permasalahan.
•Fungsi kontrol.
Menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, dengan memberi pesan berupa perintah,
peringatan, penilaian dan lain sebagainya.
•Fungsi sosial.
Untuk keperluan rekreatif dan keakraban hubungan di antara komunikator dan komunikan.
•Fungsi ekonomi.
Untuk keperluan transaksi usaha (bisnis) yang berkaitan dengan finansial, barang dan jasa.
F.Hambatan-hambatan Komunik
asi Efekti
Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, ada hambata
n-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efe
ktif yaitu adalah:
• Status effect
• Semantic Problems
• Perceptual distorsion
• Cultural Differences
• Physical Distractions
• Poor choice of communication channels
• No Feed back
3.Komunikasi efektif dalam hubungan
interpersonal dengan keluarga
Adapun contoh komunikasi yang efektif dalam hubun
gan interpersonal perawat dengan keluarga pasien ad
alah sebagai berikut:
• Perkenalan
• Keluhan
• Permasalahan
• Memberikan motivasi


4.Komunikasi efektif dalam hubun
gan interpersonal dengan klien.
Teknik Komunikasi Terapeutik
Tiap klien tidak sama, sehingga diperlukan penerapa
n teknik berkomunikasi yang berbeda pula. Teknik ko
munikasi berikut ini, terutama penggunaan referensi
dari Shives (1994), Stuart & Sundeen (1950) dan Wils
on & Kneisl (1920), yaitu:
• Mendengarkan dengan penuh perhatian Berusaha
mendengarkan klien
• Menunjukkan penerimaan Menerima tidak berarti
menyetujui.
• Menanyakan pertanyaan yang berkaitan.
• Mengulang ucapan klien dengan menggunakan kat
a-kata sendiri.
• Klarifikasi
• Memfokuskan
• Menyampaikan hasil observasi
• Menawarkan informasi Tambahan
• Diam
• Meringkas
• Memberikan penghargaan
• Menawarkan diri

• Memberi kesempatan kepada klien untuk memulai
pembicaraan.
• Menganjurkan untuk meneruskan pembicaraan.
• Menempatkan kejadian secara teratur akan menolo
ng perawat dan klien untuk melihatnya dalam suatu
perspektif.
• Menganjurkan klien untuk menguraikan persepsiny
a.
• Refleksi


E. KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM HUBUNGAN INTERPERSO
NAL DENGAN SESAMA PERAWAT DAN TENAGA KESEHATAN L
AINNYA

1.KOMUNIKASI DENGAN SESAMA PERAWAT :


2.KOMUNIKASI ANTARA PERAWAT DENGAN TENAG
A KESEHATAN LAINNYA.
• Komunikasi antara Perawat dengan Dokter
• Komunikasi antara perawat dengan Ahli terapi resp
iratorik
•Komunikasi antara Perawat dengan Ahli Farmasi
•Komunikasi antara Perawat dengan Ahli Gizi
Terimakasih :-)