Anda di halaman 1dari 46

KEJAKSAAN NEGERI TUAL

PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS


MENUJU WILAYAH BEBAS KORUPSI (WBK)
WILAYAH BIROKRASI BERSIH MELAYANI
(WBBM)
DASAR HUKUM PEMBANGUNAN ZONA
INTEGRITAS
• Peraturan Presiden No.81 tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Indonesia
tahun 2010-2025.
• PERMEN PAN RB No. 52 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembanguna Zona Integritas
menuju WBK dan WBBM di lingkungan Instansi Pemerintah.
• PERJA No. PER-004/A/JA/03/2016 tentang Road Map Reformasi Birokrasi Kejaksaan RI .
• SE.Wakil Jaksa Agung RI No.B-43/B/IV/JA/10/2018 tentang pelaksanaan Program
Reformasi Birokrasi Kejaksaan RI.
• Surat Jaksa Agung Muda Pembinaan No.B-348/C/Cr.5/12/2018 tentang Petunjuk
Pembangunan satuan kerja Zona Integritas menuju WBK /WBBM
PROGRAM REFORMASI BIROKRASI
• Latar belakang pelaksanaan Reformasi Birokrasi adalah akibat rendahnya tingkat kepercayaan
publik terhadap birokrasi instansi Pemerintah,karena masih banyaknya praktek Korupsi
Kolusi Nepotisme, adanya mentalitas birokrat yang tidak profesional, dan pelayanan publik
yang masih jauh dari harapan masyarakat.
• Reformasi Birokrasi adalah salah satu langkah awal untuk penataan sistem penyelenggaraan
Pemerintahan yang baik, efektif dan efisien agar dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat
dan profesional sehingga ekspektasi masyarakat dapat terwujud.
• Sasaran utama Reformasi Birokrasi adalah mewujudkan Pemerintah yang bersih bebas KKN,
akuntabel dan berkinerja tinggi , Pemerintahan yang efektif dan efisien dan Pelayanan Publik
yang baik dan berkualitas sehingga terwujudnya good governance dan tingkat kepercayaan
masyarakat (public trust).
• Salah satu upaya mengakselerasi pencapaian sasaran utama Reformasi Birokrasi adalah
pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi [WBK] dan Wilayah Birokrasi
Bersih Melayani [WBBM] di lingkungan instansi Pemerintah dari Pusat sampai ke Daerah,
termasuk di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia lebih khusus di Kejaksaan Negeri Tual.
PEMBANGUNAN ZI MENUJU WBK DAN
WBBM DI KEJAKSAAN NEGERI TUAL

Dalam rangka pembanguna zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi [WBK] dan Wilayah
Birokrasi Bersih Melayani [WBBM] maka Kejaksaan Negeri Tual telah berkomitmen membangun
6 [Enam] area perubahan yang meliputi :
1. MANAJEMEN PERUBAHAN
2. PENGUATAN KETATALAKSANAAN
3. PENATAAN MANAJEMEN SDM
4. PENGUATAN AKUNTABILITAS KINERJA
5. PENGUATAN PENGAWASAN
6. PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK
1. MANAJEMEN PERUBAHAN

Manajemen perubahan bertujuan untuk mengubah secara sistematis dan konsisten mekanisme
kerja, pola pikir ( mind set ), serta budaya kerja (culture set) individu pada unit kerja yang
dibangun menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dan sasaran pembangunan zona integritas.
Kejaksaan Negeri Tual telah melaksanakan beberapa indikator yang mendukung Manajemen
Perubahan antara lain :
T E L A H M E M B E N T U K T I M K E R J A U N T U K P E M B A N G U N A N Z O N A I N T E G R I TA S
M E N U J U W B K W B B M D E N G A N D I K E L U A R K A N N YA S U R AT K E P U T U S A N
K E PA L A K E J A K S A A N N E G E R I T U A L N O M O R K E P - 0 9 / Q . 1 . 1 2 / C P. 2 / 0 2 / 2 0 2 0
TA N G G A L 2 4 P E B R U A R I 2 0 2 0
KEJAKSAAN NEGERI TUAL TELAH MELAKUKAN PENCANANGAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS DITANDAI
DENGAN PENANDATANGANAN PAKTA INTEGRITAS DAN PENANDATANGANAN PERNYATAAN KOMITMEN
BERSAMA SUDAH SIAP MEMBANGUN ZI MENUJU WBK DAN WBBM TANGGAL 24 FEBRUARI 2020
TELAH MEMBUAT DOKUMEN RENCANA KERJA ZONA INTEGRITAS YANG
MEMUAT TARGET PRIORITAS YANG RELEVAN DENGAN TUJUAN DAN
MELAKUKAN MONITORING SERTA EVALUASI TERHADAP PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS
KAJARI TUAL TELAH MENETAPKAN AGEN PERUBAHAN DALAM
MEMBANGUN ZI
KAJARI TUAL SEBAGAI ROLE MODEL DALAM MEMBANGUN
K O M I T M E N B E R S A M A , P O L A P I K I R ( M I N D S E T ) D A N B U D AYA
K E R J A ( C U LT U R E S E T ) M E M B E R I K A N T E L A D A N D A L A M
P E M B A N G U N A N Z O N A I N T E G R I TA S
BUDAYA KEJA DAN POLA PIKIR TELAH DIBANGUN DAN
SELURUH ANGGOTA SATUAN KERJA KEJAKSAAN NEGERI
TUAL TERLIBAT DALAM PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS
KAJARI TUAL TERUS MENERUS MENSOSIALISASIKAN DAN INTERNALISASI
M E M B A N G U N B U D AYA K E R J A M E L A L U I P E RT E M U A N R E S M I ATA U P U N T I D A K
RESMI.
SALAH SATU METODE DALAM MENUMBUHKAN KOMITMEN
BERSAMA ADALAH MELALUI PENDEKATAN ROHANI YAITU
PELAKSANAAN IBADAH SETIAP HARI SENIN BAGI SETIAP PEGAWAI
SESUAI DENGAN AGAMA MASING-MASING
TELAH MENSOSIALISASIKAN KEPADA MASYARAKAT
TENTANG PEMBANGUNAN ZI MELALUI MEDIA SOSIAL
2. PENGUATAN KETATALAKSANAAN

Penguatan ketatalaksanaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem,


proses, dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, dan terukur pada Zona Integritas menuju
WBK/WBBM.
Kejaksaan Negeri Tual telah melaksanakan beberapa indikator yang mendukung Penguatan
Ketatalaksanaan antara lain :
DALAM RANGKA PENINGKATAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI
INFORMASI DALAM PROSES PELAKSANAAN TUGAS,KEJAKSAN
NEGERI TUAL TELAH MENERAPKAN ADMINISTRASI PENANGANAN
PERKARA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI SEPERTI
PENGGUNAAN APLIKASI CASE MANAJEMEN SYSTEM (CMS) BAIK
UNTUK PENANGANAN PERKARA PIDUM MAUPUN PIDSUS.
MEMANFAATKAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI
DALAM PENGELOLAAN DATA KEPEGAWAIAN MELALUI
SIMKARI
MEMANFAATKAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI DALAM
PENGELOLAAN KEUANGAN MELALUI APLIKASI SAS,
GPP,SAIBA,SIMAK BMN, OM SPAN, DAN E-DOKUMEN
M E N G G U N A K A N T E K N O L O G I I N F O R M A S I D A L A M M E M B E R I K A N I N F O R M A S I K E PA D A
M A S YA R A K AT M E L A L U I M E D I A S O S I A L , A N T A R A L A I N M E L A L U I F B , WA , I N S T G R A M ,
Y O U T U B E D A N M E D I A S O S I A L L A I N N YA
UNTUK EFEKTIVITAS PELAKSANAAN TUGAS SEPERTI KEGIATAN RAPAT, SIDANG PERKARA PIDUM
/PIDSUS, UPACARA SERTIJAB DAN SHARING KNOWLEDGE, KEJAKSAAN NEGERI TUAL
MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI MELALUI VIRTUAL MEETING DENGAN APLIKASI ZOOM
3. PENATAAN MANAJEMEN SDM

Penataan manajemen SDM bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme SDM pada Zona
Integritas WBK/WBBM.
Kejaksaan Negeri Tual telah melaksanakan beberapa indikator yang mendukung penataan
manajemen SDM antara lain :
• Kejaksaan Negeri Tual memiliki 19 pegawai
Jumlah Jaksa 5 orang
Pegawai Tata Usaha 14 orang
KEJAKSAAN NEGERI TUAL TELAH MENERAPKAN ATURAN
DISIPLIN PEGAWAI, DENGAN MENGACU PADA KONDISI YANG
SEHARUSNYA DILAKUKAN
PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN YANG
TELAH DI MUTAHIRKAN SECARA BERKALA
TELAH MEMBUAT LAPORAN E-
LHKPN
DALAM RANGKA MENINGKATKAN PROFESIONALISME
SDM MAKA KEJARI TUAL TELAH MENGIKUTSERTAKAN
PEGAWAI UNTUK MENGIKUTI DIKLAT
MENETAPKAN KEBIJAKAN POLA MUTASI INTERNAL DAN
MENERAPKANNYA, SERTA MELAKUKAN MONITORING DAN
EVALUASI PELAKSANAANNYA.
MENGUSULKAN PENGISIAN JABATAN YANG KOSONG DAN
MELAKUKAN PELANTIKAN BAGI PEGAWAI STRUKTURAL YANG BARU
KEJAKSAAN NEGERI TUAL JUGA RUTIN DALAM PENERAPAN DISIPLIN APEL KERJA PEGAWAI,
MELAKSANAKAN KEGIATAN PEMBANGUNAN ROHANI MELALUI KEGIATAN IBADAH SETIAP HARI SENIN,
DAN
DISIPLIN MELAKSANAKAN KEGIATAN OLAHRAGA BERSAMA SETIAP HARI JUMAT.
4. PENGUATAN AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas kinerja adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk


mempertanggunjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan dalam
mencapai misi dan tujuan organisasi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan
akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
Kejaksaan Negeri Tual telah melaksanakan beberapa indikator yang mendukung penguatan
akuntabilitas kinerja antara lain :
KEJAKSAAN NEGERI TUAL TELAH MELAKUKAN
PENANDATANGANAN PERJANJIAN KINERJA SAMPAI PADA
TINGKAT ESELON V DAN JAKSA FUNGSIONAL
PENYUSUNAN LAPORAN AKUNTABILITAS
KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TELAH
DILAKSANAKAN TEPAT WAKTU
LAPORAN PENUNTUT UMUM KEPADA KAJARI SEBAGAI
PERTANGGUNG JAWABAN PELAKSANAAN TUGAS
5. PENGUATAN PENGAWASAN

Penguatan pengawasan bertujuan untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang


bersih dan bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme pada masing-masing instansi pemerintah.
Kejaksaan Negeri Tual telah melaksanakan beberapa indikator yang mendukung penguatan
pengawasan kinerja antara lain :
DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEPATUHAN TERHADAP PENGELOLAAN
ADMINISTARSI KEUANGAN NEGARA MAKA KEPALA KEJAKSAAN NEGERI TUAL
SECARA RUTIN MENGONTROL DAN MELAKUKAN PEMERIKSAAN KEUANGAN
NEGARA PADA BENDAHARA PENGELUARAN DAN BENDAHARA PENERIMA.
DALAM RANGKA PENGENDALIAN GRATIFIKASI MAKA KEJAKSAAN NEGERI TUAL TELAH
MEMASANG BANER/HIMBAUAN-HIMBAUAN MENOLAK GRATIFIKASI DAN ANTI KORUPSI.
UNTUK MENGHINDARI TERJADINYA BENTURAN KEPENTINGAN TELAH
DILAKUKAN PEMBUATAN SURAT PERNYATAAN INTEGRITAS BAGI PARA
JAKSA YANG MENANGANI PERKARA BAIK PIDUM MAUPUN PIDSUS.
6. PENINGKATAN KUALITAS
PELAYANAN PUBLIK
Peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan upaya meningkatkan kualitas dan inovasi pelayanan
publik pada instansi pemerintah secara berkala sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat. Disamping itu,
peningkatan kualitas pelayanan publik dilakukan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap
penyelenggaraan pelayanan publik dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan menjadikan
keluhan masyarakat sebagai sarana untuk melakukan perbaikan pelayanan publik.
Kejaksaan Negeri Tual telah melaksanakan beberapa indikator antara lain :
• Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik maka Kejaksaan Negeri Tual telah membuat ruang
Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan publik antara
lain : informasi penangan perkara, layanan besuk, layanan tilang,dan layanan pengambilan barang bukti di
tempat yang humanis dan nyaman.
• tersedia layananan hotline bidang Intelijen (0811-7175-757)untuk masyarakat agar lebih efektif, cepat
mendapat informasi hukum dan pelayanan hukum
• Tersedia layanan HAI JPN (0821-1269-0812) kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum
secara gratis dibidang Perdata dan Tata Usaha Negara.
• memanfaatkan media social untuk penyebaran informasi kinerja pembangunan zona integriras kepada
masyarakat dengan cara memasukan kedalam akun social media ( tweeter,Instagram,facebook, dan
channel youtube)
DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK MAKA KEJAKSAAN NEGERI
TUAL TELAH MEMBUAT RUANG PELAYANAN TERPADU SATU PINTU UNTUK MEMPERMUDAH
MASYARAKAT MEMPEROLEH PELAYANAN PUBLIK ANTARA LAIN : INFORMASI PENANGAN
PERKARA, LAYANAN BESUK, LAYANAN TILANG,DAN LAYANAN PENGAMBILAN BARANG BUKTI
DI TEMPAT YANG HUMANIS DAN NYAMAN.
MEMBUKA LAYANANAN HOTLINE UNTUK MASYARAKAT AGAR LEBIH
CEPAT MENDAPAT INFORMASI HUKUM DAN PELAYANAN HUKUM
MEMANFAATKAN MEDIA SOCIAL UNTUK PENYEBARAN INFORMASI KINERJA PEMBANGUNAN ZONA
INTEGRIRAS KEPADA MASYARAKAT DENGAN CARA MEMASUKAN KEDALAM AKUN SOCIAL MEDIA
(TWEETER,INSTAGRAM,FACEBOOK, DAN CHANNEL YOUTUBE)
DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK KEJARI TUAL
TELAH MENERAPKAN SOP ANTARA LAIN :
PELAYANAN TILANG, PENGAMBILAN BARANG BUKTI,DAN PENANGANAN
PERKARA
DALAM RANGKA MENUNJANG KUALITAS PELAYANAN PUBLIK MAKA
KEJARI TUAL TELAH MENYEDIAKAN FASILITAS ANTARA LAIN :

• AREA MEROKOK
• RUANG TUNGGU YANG NYAMAN
• KURSI RODA UNTUK KAUM DIFABLE
• TEMPAT PARKIR RODA 4 DAN RODA 2
• TOILET UNTUK PENGUNJUNG
DALAM RANGKA MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 DAN MEMASUKI
TATANAN NORMAL BARU MAKA KEJAKSAAN NEGERI TUAL TETAP
BERUSAHA MEMBERIKAN PELAYANAN PRIMA BAGI MASYARAKAT
DENGAN MEMPERHATIKAN PROTOKOL KESEHATAN
KEJAKSAAN NEGERI TUAL TELAH MELAKSANAKAN
PROGRAM SOSIAL PEDULI MASYARAKAT YANG
TERDAMPAK COVID-19
TERIMA KASIH