Anda di halaman 1dari 16

PERSPEKTIF KEPERAWATAN

GAWAT DARURAT
ABDUL KADIR HASAN
1. Latar belakang
• Gawat darurat adalah suatu keadaan yang
terjadinya mendadak mengakibatkan
seseorang atau banyak orang memerlukan
penanganan / pertolongan segera dalam arti
pertolongan secara cermat, tepat dan cepat
• Apabila tidak mendapatkan pertolongan
semacam itu maka korban akan mati atau
cacat / kehilangan anggota tubuhnya seumur
hidup.
• Keperawatan gawat darurat adalah pelayanan
profesional keperawatan yang di berikan pada
pasien dengan kebutuhan urgen dan kritis.
• Kedaruratan yaitu apapun yang di alami pasien
atau keluarga harus di pertimbangkan sebagai
kedaruratan.
• Keperawatan kritis dan kegawatdaruratan
bersifat cepat dan perlu tindakan yang tepat,
serta memerlukan pemikiran kritis tingkat tinggi.
• Perawat gawat darurat harus mengkaji pasien
mereka dengan cepat dan merencanakan
intervensi sambil berkolaborasi dengan dokter
gawat darurat.
• Dan harus mengimplementasikan rencana
pengobatan, mengevaluasi efektivitas
pengobatan, dan merevisi perencanaan dalam
parameter waktu yang sangat sempit.
• Tantangan besar bagi perawat, yang juga harus
membuat catatan perawatan yang akurat melalui
pendokumentasian. 
• Serta diperlukan perawat yang mempunyai kemampuan
atau ketrampilan yang bagus dalam mengaplikasikan
asuhan keperawatan gawat darurat untuk mengatasi
berbagai permasalahan kesehatan baik aktual atau
potensial mengancam kehidupan tanpa atau terjadinya
secara mendadak atau tidak di perkirakan tanpa atau
disertai kondisi lingkungan yang tidak dapat dikendalikan.
• Keberhasilan pertolongan terhadap penderita
gawat darurat sangat tergantung dari
kecepatan dan ketepatan dalam melakukan
pengkajian awal yang akan menentukan
keberhasilan Asuhan Keperawatan pada
system kegawatdaruratan pada pasien
dewasa.
• Dengan Pengkajian yang baik akan
meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
• Aspek–aspek yang dapat dilihat dari mutu
pelayanan keperawatan yang dapat dilihat
adalah kepedulian, lingkungan fisik, cepat
tanggap, kemudahan bertransaksi, kemudahan
memperoleh informasi, kemudahan
mengakses, prosedur dan harga (Joewono,
2003).
2. Tujuan Keperawatan GaDar
• Bagi profesi keperawatan pelatihan
kegawatdaruratan, dapat dijadikan sebagai
aspek legalitas dan kompetensi dalam
melaksanakan pelayanan keperawatan gawat
darurat yang tujuannya antara lain:
a.Memberikan perlindungan kepada masyarakat
terhadap pelayanan keperawatan gawat
darurat yang diberikan.
b.Menginformasikan kepada masyarakat tentang
pelayanan keperawatan gawat darurat yang
diberikan dan tanggungjawab secara professional
c.Memelihara kualitas/mutu pelayanan keperawatan
yang diberikan
d. Menjamin adanya perlindungan hokum bagi
perawat
e. Memotivasi pengembangan profesi
f.Meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan
3. Tujuan Kegawatdaruratan
a. Mencegah kematian dan cacat (to save life
and limb) pada periderita gawat darurat,
hingga dapat hidup dan berfungs kembali
dalarn masyarakat sebagaimana mestinya.
b. Merujuk penderita . gawat darurat melalui
sistem rujukan untuk memperoleh
penanganan yang Iebih memadai.
c. Menanggulangi korban bencana.
4. Falsafah Keperawatan Gawat Darurat

a. Bidang cakupan keperawatan gawat darurat: pre


hospital, in hospital, post hospital.
b. Resusitasi pemulihan bentuk kesadaran
seseorang yang tampak mati akibat
berhentinya fungsi jantung dan paru yang
berorientasi pada otak.
c. Pertolongan diberikan karena keadaan yang
mengancam kehidupan
d. Terapi kegawatan intensive: tindakan terbaik untuk klien
sakit kritis karena tidak segera di intervensi menimbulkan
kerusakan organ yang akhirnya meninggal. 
e. Mati klinis: henti nafas, sirkulasi terganggu, henti jantung,
otak tidak berfungsi untuk sementara (reversibel).
Resusitasi jantung paru (RJP) tidak dilakukan bila:
kematian wajar, stadium terminal penyakit seperti kanker
yang menyebar ke otak setelah 1/2-1 jam RJP gagal
dipastikan fungsi otak berjalan. 
f. Mati biologis: kematian tetap karena otak
kerkurangan oksigen. mati biologis merupakan
proses nekrotisasi semua jaringan yang mulai dari
neuron otak yang nekrosis setelah satu jam tanpa
sirkulasi oleh jantung, paru, hati, dan lain – lain. 
g. Mati klinis 4-6 menit, kemudian mati biologis. 
h. Fatwa IDI mati: jika fungsi pernafasan seperti jantung
berhenti secara pasti (irreversibel atau terbukti
kematian batang otak).
5. Perspektif Keperawatan Gawat Darurat

• Keperawatan kegawatdaruratan adalah


pelayanan profesioanal keperawatan yang
diberikan pada pasien dengan kebutuhan
urgen dan kritis atau rangkaian kegiatan
praktek keperawatan kegawatdaruratan yang
diberikan oleh perawat yang kompeten untuk
memberikan asuhan keperawatan di ruang
gawat darurat.
• Keperawatan kritis dan kegawatdaruratan
meliputi pertolongan pertama, penanganan
transportasi yang diberikan kepada orang yang
mengalami kondisi darurat akibat rudapaksa,
sebab medik atau perjalanan penyakit di mulai
dari tempat ditemukannya korban tersebut
sampaipengobatan definitif dilakukan di
tempat rujukan.