Anda di halaman 1dari 57

REPRODUKSI & ANDROLOGI

Oleh :

Dr.ABDULLAH WALI NASUTION, DABK,SP.AND


SPESIALIS ANDROLOGI & SEKSOLOGI
REPRODUKSI :
1. PENGERTIAN
2. SISTEM ORGAN REPRODUKSI MANUSIA
3. HORMON-HORMON YANG MENGATUR
SISTEM REPRODUKSI
4. SPERMATOGENESIS DAN HORMON YANG
MENGATURNYA
5. OOGENESIS DAN HORMON YANG MENGATURNYA
6. MENSTRUATION DAN PUBERTAS
ANDROLOGI :
1. PENGERTIAN
2. SPEREMATOLOGI
3. SPERMA ANALISA
4. FERTILITAS & INFERTILITAS
5. INFERTILITAS PRIA DAN FAKTOR PENYEBABNYA
6. PEMERIKSAAN INFERTILITAS PRIA & PENGOBATANNYA.
7. INFERTILITAS WANITA & FAKTOR PENYEBABNYA *
8. PEMERIKSAAN INFERTILITAS WANITA & PENGOBATANNYA *
9. SEKSUALITAS
PENGERTIAN :

REPRODUKSI ADALAH SUATU PROSES


YANG TERJADI MULAI DARI SATU SEL
SAMPAI TERJADINYA KEHAMILAN
DAN KELAHIRAN
SISTEM ORGAN REPRODUKSI PRIA
SISTEM ORGAN REPRODUKSI WANITA
KELAINAN PERKEMBANGAN
ORGAN REPRODUKSI PRIA
• MIKROPENIS
• MAKROPENIS
• HYPOSPADIA
• EPISPADIA
• UNDESCENSUS TESTICULORUM
• KRIPTORKHISMUS
• HYPOGONADISME
• AGENESIS TESTIS
PANJANG PENIS NORMAL ANAK
LAKI-LAKI
UMUR : PANJANG (CM/E)
------------------------------------------------------------
0 - 06 BULAN : 3,0 +/- 0,8
6 - 12 BULAN : 4,1 +/- 0,8
1 - 02 TAHUN : 5,0 +/- 0,9
2 - 03 TAHUN : 5,4 +/- 1,0
3 - 04 TAHUN : 5,6 +/- 1,0
4 - 05 TAHUN : 6,0 +/- 1.0
5 - 07 TAHUN : 6,3 +/- 1,0
7 - 11 TAHUN : 6,5 +/- 1,0
--------------------------------------------------------------
TESTIS
ANATOMI TESTIS
• TERDAPAT 2 BUAH KIRI & KANAN
• TERLETAK DALM KANTONG SKROTUM
• BENTUK BULAT LONJONG
• PERABAAN KENYAL
• VOLUME 12-16 CM3
FUNGSI TESTIS

• PRODUKSI HORMON TESTOSTERON


• PRODUKSI SPERMATOZOA
P E N I S

ANATOMI PENIS
• BENTUK BULAT LONJONG
• TERDIRI ATAS :
– PREPUTIUM
– CAPUT
– COLLUM
– CORPUS
• PADA CORPUS TERDPT:
– CP. CAVERNOSUM PENIS
– CP. SPONGIOSUM PENIS

• DLM BATANG PENIS TERDPT: URETRA


– URETRA BERPANGKAL PD VESICA URINARIA
(MEATUS OF URETRA INT) DAN BERUJUNG
PD MEATUS of PENIS (MEATUS OF URETRA
EXT)
EPIDIDIMIS

• BERAWAL DARI RETE TESTIS


BERAKHIR PD DUCT.EJACULATORIUS
• PANJANGNYA MENCAPAI 3 M.
• TERD.ATAS 3 BAGIAN :
– PARS EFF.EPIDS.
– EPIDIDIMIS
– PARS DEFF.EPIDS

• FUNGSI EPIDIDIMIS
– SALURAN SPERMATOZOA
– TEMPAT PENDEWASAAN SPERMATOZOA
KEL. SEKS ACESSORIS PRIA

• KEL. COWPERI
• KEL. PROSTAT
• VESICULA SEMINALIS
KEL. COWPERI

• MENGHASILKAN CAIRAN KELENJER


YG BERFUNGSI UTK LUBRIKASI URETRA
TERUTAMA PADA WAKTU COITUS
KEL.PROSTAT

• TERDAPAT ATAS LOBUS-LOBUS:


– L. ANTERIOR
– L. MEDIALIS
– L. POSTERIOR
– L. LATERALIS
KLINIS : HIPERTROFI PROSTAT

• GEJALA :
– SUSAH BUANG AIR KECIL
– BUANG AIR KECIL MENGEDAN
– PANCARAN LEMAH, HALUS / KECIL
– PERASAAN TAK PUAS SETELAH BAK
– RETENSI URINE
PENGATURAN HORMONAL THD
REPRODUKSI PRIA

• Proses reproduksi diatur oleh hormonal.


• Pada pria hormon yang berperan terutama :
• GnRH (gonadotropin releasing hormone)
• LH (luteinizing hormone)
• FSH (follicle stimulating hormone)
• Testosteron (androgen)

• GnRH : dihasilkan oleh hipotalamus


• LH : dihasilkan oleh hipofise
• FSH : dihasilkan oleh hipofise
• Testosteron: dihasilkan oleh testis
Poros Hipotalamus-Hipofise-Testis
PERANAN HORMON TERHADAP
REPRODUKSI WANITA

• Proses reproduksi wanita diatur oleh hormonal,


terutama :
• GnRH
• LH
• FSH
• LTH
• Lactogen
• Esterogene
• Progesterone
• LTH : dihasilkan oleh hipofise
• Laktogen : dihasilkan oleh hipofise
• Esterogen : dihasilkan oleh ovarium
• Progesteron : dihasilkan oleh ovarium
Proses Hipotalamus-Hipofise-Ovarium:
Uterus dan Mamae
PENGENDALIAN GONADOTROPIN THD
SPERMATOGENESIS

Hewan Hipofisektomi
(tikus)

Berat testis menurun

LH LH
FSH

- Berat testis lebih meningkat - Berat testis meningkat


- Spermatogenesis diperta - Spermatogenesis diperta-

hankan hankan
PERAN FSH THD SPERMATOGENESIS

FSH

Sel germinal Selsertoli

Sel germinal sensitif ABP(androgen binding protein)


Terhadap androgen

Androgen diikat ABP

Spermatogenesis meningkat Spermatogenesis meningkat


PERAN ESTEROGEN THD
SPERMATOGENESIS
HIPOFISE

Esterogen

Gonadotropin menurun

Sel germinal menurun (degenerasi)

Spermatogenesis menurun
SEL SERTOLI

Esterogen

Androgen menurun

Spermatogenesis menurun
PUBERTAS
Biasanya terjadi pada usia 12-16 tahun
Cepat lambatnya P dipengaruhi oleh :
• ras
• keturunan
• iklim
• lingkungan
TANDA-TANDA PUBERTAS WANITA

• menarche
• mammae membesar
• panggul membesar
• perobahan suara
• perobahan prilaku/psikis
• tumbuh villi pada axilla dan sekitar genital
TANDA-TANDA PUBERTAS PRIA

• mimpi basah
• tumbuh villi pd axilla dan sekitar genital
• perobahan suara
• perobahan prilkau/psikis

datangnya masa pubertas pertanda bahwa


sistem
hormonal telah mulai berfungsi normal.
SPERMATOGENESIS dan
OOGENESIS

Pengertian :
– Spermatogenesis : suatu proses pembentukan
dan pematangan selbenih pria (spermatozoa).
– Oogenesis : suatu proses pembentukan
dan pematangan sel benih wanita (ovum)
ANDROLOGI

PENGERTIAN
Andrologi : Suatu ilmu yang mempelajari tentang
anatomi, histologi, fisiologi,
biokimia
dan patologi sistem reproduksi pria dan
seksualitas
SPERMATOLOGI

• Spermatologi : suatu ilmu yang mempelajari


tentang sperma dan
spermatozoa
• Sperma : suatu cairan ejakulat yang
terdiri dari , cairan kel. vesikula
seminalis,kel. prostat, kel.
cowperi, kel. littre, epididimis,
testis dan/atau tanpasel
spermatozoa
• Spermatozoa : sel benih pria
MORFOLOGI SPERMATOZOA
SPERMA ANALISA

Sperma analisa : pemeriksaan sperma secara


makroskopis dan mikroskopis

Indikasi pemeriksaan
– Suami pasangan infertil
– Pre dan post vasektomi
– Konsultasi pra-nikah
– Bukti proses perceraian
– Kriminal
PERSIAPAN ANALISA SPERMA

1. Abstinentia 3 hari
2. Cara pengambilan : Onani atau Coitus
intruptus
3. Wadah atau penampungan : glas bermulut
lebar
4. Pengiriman : paling lama 1 jam sudah sampai
di tempat pemeriksaan
PARAMETER ANALISA SPERMA

Makroskopis :

1. likuifaksi : ≤ 60 menit
2. volume : 2 – 5 cc
3. warna : putih agak kekuningan
4. bau : khas; bau buah akasia
5. viskositas : 1 – 2 dtk (pipet Elliasson)
6. ph : 6–8
Mikroskopis

1. konsentrasi / cc : ≥ 20 juta
2. konsentrasi / ej : ≥ 50 juta
3. motil : ≥ 50 %
4. gerak baik : ≥ 75 %
5. kecepatan : ≤ 1,3 dtk
6. agglutinasi : negatif
7. morfologi normal : ≥ 50 %
Sel-sel lain

• Sel epitel :………./ lpb


• Sel lekosit :………./ lpb
• Sel eritrosit :………./ lpb

Uji Fruktosa (Azoospermia) : positif / negatif


CL AS.
FERTILITAS DAN INFERTILITAS

PENGERTIAN

Fertilitas : Kemampuan seseorang untuk dihamili


(wanita), dan / atau kemampuan
seseorang untuk menghamili (pria)

Infertilitas : Ketidak mampuan suatu pasangan untuk


mendapatkan keturunan, setelah menikah
1 (satu) tahun atau lebih (WHO,2th), dan
telah melakukan hubungan seksual secara
teratur tanpa memakai kontra sepsi.
Faktor penyebab Infertilitas

• faktor anatomis
• faktor hormonal
• faktor infeksi
• faktor immunologis
• faktor frekwensi koitus
Faktor penyebab Infertilitas Pria

• faktor anatomis
• faktor hormonal
• faktor infeksi
• faktor immunologis
• faktor vaskuler
• faktor suhu & radiasi
• faktor kimiawi / obat2an
• faktor mekanis
• faktor genetik
Pemeriksaan Infertilitas Pria

I : Pemeriksaan umum
II : Pemeriksaan genitalia
III : Pemeriksaan laboratorium
Pengobatan Infertilitas Pria

I : Medikamentosa / hormonal
II : Inseminasi buatan
III : Bayi tabung
INFERTILITAS WANITA
(FEMALE INFERTILIZATION)

INFERTILITAS WANITA
ADALAH ADALAH SUATU KEADAAN
DIMANA SESEORANG WANITA TIDAK
MAMPU UNTUK DIHAMILI OLEH
SESEORANG PRIA YANG FERTIL
FAKTOR PENYEBAB
INFERTILITAS WANITA
• FAKTOR ANATOMIS
- kelainan posisi uterus
- adanya sumbatan tuba
- kelainan bentuk uterus
• FAKTOR INFEKSI
• FAKTOR HORMONAL
• FAKTOR IMMUNOLOGIS
• ADANYA TUMOR, KISTA DLL
PEMERIKSAAN
INFERTILITAS WANITA
• PEMERIKSAAN FISIK
• PEMERIKSAAN GENITALIA
• PEMERIKSAAN LABORATORIUM
- tanda-tanda infeksi
- kadar hormonal
- ph atau keasaman vagina
• PEMERIKSAAN RO. (HSG)
• PEMERIKSAAN IMMUNOLOGIS
PENGOBATAN INFERTILITAS

• MEDIKAMENTOSA
• OPERATIF
• INSEMINASI BUATAN
• GIFT (gamet intra fallopian transfer)
• ZIFT (zygote intra fallopian transfer)
• IVF (invitro fertilization)
• ICSI (Intra cytoplasmic sperm injection)
SEKSUALITAS

Pengertian

Disfungsi seksual : Kegagalan / ketidak mampuan


seseorang untuk melakukan hubungan seksual
secara normal

Disfungsi ereksi : Kegagalan / ketidak mampuan


seseorang pria untuk mendapatkan
ereksi yang sempurna serta
mempertahankannya untuk melakukan hubungan
seksual yang normal
Female sexual dysfunction

• sexual desire disorder


• sexual arousal disorder
• sexual pain disorder
• orgasmic disorder
Male sexual dysfunction

• sexual desire disorder


• erection disorder
• ejaculation disorder
• orgasmic disorder
Ejaculation disorder :

•premature ejaculation
•Retardationejaculation
•unejaculation
Faktor penyebab Disfungsi seksual

I : psikogenik
II : organik
III : kombinasi psikogenik dan organik
Penyebab organik

• diabetes mellitus
• hipertensi
• hiperkolesterolemi
• penyakit jantung
• penyakit ginjal
• cedera tulang punggung
Pengobatan disfungsi seksual

• Obati penyakit dasar


• Hindari stress
• Hormonal (jika diperlukan)
• Aprodisiak
• Suntikan intra cavernosa
• Seks terapi
• Vacum; balon; operatif