Anda di halaman 1dari 24

Polusi Lingkungan

Polusi
Udara Luar Ruang

Polusi
Udara
Mikroorganisme yang disebarkan
lewat udara dan menemari
makanan dan minuman telah ama
menjadi penyebab utama
morbiditas, terutama dinegara
industri.
Polusi
Udara Dalam Ruang
PAJANAN INDUSTRI


Pajanan industri sama bergamnya seperti industri itu sendiri. Senyawa oragnik digunakan secara luas dalam jumlah besar di seluruh
dunia. Beberapa seperti kloro form dan karbon tetraklorida, ditemukan dalam zat pembersih lemak da obat dry cleaning serta
pembersih cat. Pajanan akut ke uap dengan kadar tinggi dapat menyebabkan depresi sistem saraf pusat, bahkan koma.

PNEUMOKONIOSIS


Pneumokoniosis adalah istilah yang semula digunakan untuk menjelaskan reaksi paru nonneoplastik terhadap inhalasi debu mineral.
Istilah ini telah diperluas intinya untuk menakup penyakit yang dipicu oleh partikel organik atau inorganik, dan sebagian pakar
menganggap penyakit paru nonneoplastik yang dipicu oleh uap atau asap kimia sebagai pneumokoniosis.

SILIKOSIS


Silikosis adalah suatu penyakit saluran pernafasan akibat menghirup debu silika, yang menyebabkan peradangan dan pembentukan
jaringan parut pada paru-paru.

BERILLIOSIS


Berilliosis (Beryllium Disease)adalah suatu peradangan paru-paru yang terjadi akibat menghirup debu atau asap yang mengandung
berilium. Dulu berillium biasa digali dan disuling untuk digunakan dalam industri elektronik dan kimia dan dalam pembuatan bola
lampu pijar.
ASAP TEMBAKAU

Tidak hanya perokok aktif yang dapat terserang berbagai macam


penyakit serius akibat asap rokok yang ia semburkan, namun juga perokok
pasif. Penyakit-penyakit tersebut tak hanya dapat menyebabkan penderitaan
yang panjang, namun bahkan kematian.
CEDERA AKIBAT BAHAN KIMIA
Substansi non-terapeutik yang dapat menyebabkan
penyakit, diantaranya yaitu:

Etil Alkohol Timbal

Karsiogen
Adiksi Obat
Industrial

Agen Non
Terapeutik Lain
CEDERA AKIBAT AGEN FISIK


Gaya mekanis dapat menyebabkan beragam bentuk
Trauma kerusakan. Jenis cedera bergantung pada bentuk
benda yang menumbuk, jumlah energi yang
Mekanis dibebaskan saat dan tumbukan, dan jaringan atau
organ yang terkena tumbukan.


Panas dan dingin yang berlebihan merupakan penyebab cedera

Cedera ●
yang penting
Dibagi menjadi :

1. Luka Bakar
Termal ●


2. Hipertemia
3. Hipotermia
CEDERA LISTRIK

Cedera listrik, yang dapat menyebabkan kematian, dapat disebabkan


oleh arus tegangan rendah (misal, dirumah dan tempat kerja) atau
arus tegangan tinggi dari kabel tegangan tinggi atau petir. Terdapat
dua tipe cedera : (1) luka bakar dan (2) fibrilasi ventrikel atau
terhentinya pusat jantung dan pernapasan akibat terganggunya impuls
listrik normal. Jenis cedera serta keparahan dan luas luka bakar
bergantung pada kuat arus dan jalur arus listrik di dalam tubuh.
CEDERA AKIBAT RADIASI PENGION

Radiasi pengion adalah sebuah pedang bermata dua : radiasi tersebut


merupakan alat yang sangat penting dalam diagnosis klinis dan, bagi
sebagian tumor, merupakan cara terapi yang menyembuhkan, tetapi
pada saat yang sama juga merupakan mutagen kuat dan perusak sel.

Gelombang
elektromagnet
ik
Radiasi
Pengion
Neutron
berenergi tinggi
dan partikel
bermuatan
PENYAKIT GIZI
Penyebab umum insufisiensi gizi adalah :

 1. Ketidaktahuan dan kemiskinan


Kaum tuna wisma , usia lanjut dan anak miskin sering menderita malnutrisi energi protein (PEM)
serta difisiensi trace nutrients.

 2. Alkoholisme kronis
Pecandu alkohol kadang-kadang menderita PEM , tetapi lebih sering mengalami difisiensi beberapa
vitamin, terutama tiamin, piridoksin, folat, dan vitamin A.

 3. Penyakit akut dan kronik


Laju metabolik basal mengalami percepatan di banyak penyakit, sehingga kebutuhan harian akan
semua nutrien meningkat. Kegagalan menyadari kenyataan ini dapat mengganggu pemulihan

 4. Pembatasan makanan secara sengaja


Anoreksia nervisa, bulimia nervosa , dan gangguan makan lainnya yang tidak terlalu nyata mengenai
banyak orang yang khawatir akan citra tubuh

 5. Penyakit malnutriai lainnya yang jarang adalah sindrom malabsorpsi, penyakit genetik, terapi obat
tertentu dan nutrisi parenteral total.
MALNUTRISI ENERGI-PROTEIN

Malnutrisi energi-protein (PEM) memiliki dua jenis gangguan, yaitu


marasmus dan kwashiorkor. Dua jenis gangguan tersebut merupakan bentuk
kekurangan gizi yang paling berat pada anak-anak. Pada anak-anak PEM
ditandai dengan penurunan berat badan, terjadi perlambatan pertumbuhan,
perubahan perilaku, seperti mudah marah, apatis, penurunan respon sosial,
rasa cemas yang berlebihan. Pada orang dewasa PEM ditandai dengan
penurunan berat badan, mudah lelah, mengalami luka yang bersifat tidak
dapat menutup diakibatkan kurangnya gizi dalam proses katabolik.
DEFISIENSI VITAMIN

Vitamin A Vitamin Vitamin E


(retinol) D (Tokoferol)

Vitamin Vitamin Vitamin B1


K C (Thiamin)

Vitamin B2 Vitamin B3 Vitamin B6


(Riboflavin) (Niasin) (Piridoksin)

Vitamin B12
Asam Folat
(Sionokobala
PROSES PENUAAN

Penuaan (aging) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-


lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri dan
mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tridak
dapat memperbaiki kekurangan yang didierita.
Proses Tahapan Penuaan
Pada usia 25-35 dan pada masa ini produksi hormon mulai berkurang (mulai

Fase
Fase 11 mengalami penurunan produksi). Pada tahap ini, sebagian besar hormon di
Subklinik dalam tubuh mulai menurun, yaitu hormon testosteron, growth hormon, dan
Subklinik
hormon estrogen.

Kedua transisi, yakni pada usia 35-45 tahun. Produksi hormon sudah menurun

Fase
Fase 22 sebanyak 25%, biasanya pada masa ini, ditandai dengan lemahnya penglihatan
Transisi (mata mulai mengalami rabun dekat) sehingga perlu menggunakan kacamata
Transisi berlensa plus, rambut mulai beruban, stamina dan energi tubuh pun berkurang.

Pada usia 45 tahun ke atas , produksi hormon sudah berkurang hingga



Fase
Fase 33 akhirnya berhenti sama sekali. Kaum perempuan mengalami masa yang
Klinik
Klinik disebut menopause sedangkan kaum pria mengalami masa andropause.
Terima
kasih