Anda di halaman 1dari 36

IT Preneurship

Waralaba Dengan
Strategi Usaha

Edi
Noersasongko
Tujuan Pelajaran
• Mendeskripsikan tiga jenis waralaba: nama dagang,
distribusiproduk, dan murni
• Menjelaskan keuntungan dan kerugian membeli
waralaba
• Membahas cara yang benar dalam membeli waralaba
• Menguraikan tren-tren utama yang membentuk
waralaba
Merupakan suatu aktivitas Harus dapat
yg menggunakan teknik memberikan manfaat,
guna mengkomunikasikan memenuhi kebutuhan
tentang produk yang konsumen, dan
ditawarkan oleh dapatmemuaskan
penjual/produsen konsumen.
PROMOTION PRODUCT
PRICE PLACE
Harga merupakan Tempat atau lokasi yang
suatu hal penting strategis akan menjadi
karena dapat salah satu keuntungan
mempengaruhi bagi perusahaan karena
pendapatan total mudah terjangkau oleh
dan biaya. konsumen.
Profesional berarti ahli yg bekerja pada
Performance atau kinerja adalah
bidang yg sesuai dgn keahliannya.
hasil kerja yang dapat
Profesional selalu melakukan inovasi
dicapai/diukur oleh seseorang atau
kelompok orang dalam suatu serta mengembangkan kemampuan
organisasi, sesuai dengan yang dimiliki supaya mampu bersaing
wewenang dan tanggung jawab untuk tetap menjadi yang terbaik di
masing-masing, bidangnya.

Merupakan suatu aktivitas Harus dapat


PERF yg menggunakan teknik
ORMA
C
memberikan manfaat,
S IONAL
E guna mengkomunikasikan memenuhi kebutuhan E
POW tentang produk yang konsumen, dan PROF
ER LIC
PUB
ditawarkan oleh dapatmemuaskan
penjual/produsen konsumen.
Power dibutuhkan untuk
simpati dan dukungan
PROMOTION PRODUCT Public relations
publik, agar mampu yaitu program yang
menembus blocked
PRICE PLACE dirancang untuk
Harga merupakan Tempat atau lokasi yang mempromosikan
market yang dijaga oleh
suatu hal penting strategis akan menjadi dan/atau
para gatekeepers, yaitu
karena dapat salah satu keuntungan melindungi citra
instansi pemerintah
mempengaruhi bagi perusahaan karena perusahaan atau
/non goverment
pendapatan total mudah terjangkau oleh produk individual
organization/
dan biaya. konsumen. yang dihasilkan.
organsisasi swasta
yang berorientasi
kepada kepentingan
publik.
PEOPLE
Merupakan karyawan perusahaan. Kebutuhan
konsumen terhadap karyawan berkinerja tinggi
akan menyebabkan konsumen puas dan loyal.

SHT
Pelajaran Kasus Ini (Kewirausahaan)
 Ada 3 cara untuk memasuki dunia usaha, yaitu:
1. Merintis Usaha Baru, yaitu membentuk dan mendirikan
usaha baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi,
dan manajemen yang dirancang sendiri.
2. Kerja sama manajemen (franchising), yaitu kerjasama antar
enterpreneur dengan perusahaan besar dalam mengadakan
persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan
usaha (wiralaba)
3. Membeli perusahaan yang sudah ada, yaitu dengan membeli
perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir
oleh orang lain dengan nama dan organisasi usaha yang
sudah ada.
3. Franchising / Waralaba
 Waralaba adalah perjanjian dimana salah satu pihak yang
diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak
kekayaan intelektual (HKI) atau penemuan atau ciri khas usaha
yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan
persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut, dalam rangka
penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa.

 Pemberi waralaba (Franchisor) adalah badan usaha atau


perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk
memanfaatkan dan atau menggunakan hak kekayaan intelektual
(HKI) atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya.

 Penerima waralaba (Franchisee) adalah badan usaha atau


perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau
menggunakan hak kekayaan intelektual (HKI) atau penemuan
atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.
Setiap 8 menit lahir satu franchise didunia !
Bisnis Waralaba
 Pembeli waralaba
(franchisee) membayar
iuran (fee) dan royalti
kepada induk perusahaan
(franshiser) untuk
mendapatkan hak
menggunakan merk
dagang induk perusahaan,
 Pembeli waralaba tidak menjual barang atau
mendirikan bisnis mereka jasanya, dan seringkali
sendiri; melainkan mereka menggunakan format dan
membeli “paket sukses” sistem bisnisnya
dari penjual waralaba,
yang menunjukkan cara
menggunakannya.
BisnisWaralaba
Pembeli waralaba tidak
seperti pemilik bisnis yang
mandiri, tidak memiliki
kebebasan untuk mengubah
cara-cara menjalankan bisnis.
Sebagai contoh, mengubah
strategi periklanan atau
mengubah lini produk.
 Tetapi mereka
mendapat cara-cara
kesuksesan yang telah
dibuktikan oleh penjual
 Jadi pada dasarnya, ketika orang membeli
waralaba, ia membeli model bisnis yang sukses
Jenis Waralaba: Bisnis to Bisnis

• Jenis waralaba ini akan menegosiasikan penyediaan


layanan atau produk ke bisnis lain dan tidak akan
langsung berhubungan dengan konsumen.
Jenis Waralaba: Waralaba Manajemen

 Disini penerima waralaba membeli hak untuk


memakai nama dari pemberi waralaba tanpa
mendistribusikan produk tertentu dengan nama
pemberi waralaba tersebut

 Pada jenis waralaba ini, penerima diijinkan


menggunakan beberapa identitas dari penerima
Jenis Waralaba: Waralaba Ritel

Eceran atau disebut pula ritel adalah salah satu cara


pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang
melibatkan penjualan barang secara langsung ke
konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan
untuk bisnis bisnis.
 Pada jenis waralaba ini, penerima diijinkan
menggunakan beberapa identitas dari penerima
jenis waralaba yang berkembang terdiri dari dua jenis waralaba. Yang pertama
adalah  waralaba produk dan merek dagang, yaitu pemberian hak izin dan
pengelolaan dari franchisor kepada penerima waralaba (franchisee) untuk
menjual produk dengan menggunakan merek dagang dalam bentuk keagenan,
distributor atau lesensi penjualan. Franchisor membantu franchisee untuk
memilih lokasi yang aman untuk menjalankan usahanya. Yang kedua adalah
 waralaba format bisnis, yaitu sistem waralaba yang tidak hanya menawarkan
merek dagang dan logo tetapi juga menawarkan sistem yang komplit dan
komprehensif tentang tatacara menjalankan bisnis. Jenis waralaba yang
banyak berkembang di Indonesia saat ini adalah jenis waralaba format bisnis.
Jenis-Jenis Waralaba

 Waralaba Distribusi Produk (Product Distribution Franchising)


meliputi seorang pemberi waralaba yang memberikan hak kepada
penerima waralaba untuk menjual produk tertentu dengan nama
merk dagang pemberi waralaba melalui distribusi yang selektif dan
terbatas

 Waralaba ini, penerima diijinkan menggunakan beberapa identitas


dari penerima

Hanya menjual, tidak memproduksi


Jenis Waralaba

 Waralaba Distribusi Produk (Product Distribution Franchising)


meliputi seorang pemberi waralaba yang memberikan hak kepada
penerima waralaba untuk menjual produk tertentu dengan nama
merk dagang pemberi waralaba melalui distribusi yang selektif dan
terbatas

 Waralaba ini, penerima diijinkan menggunakan beberapa identitas


dari penerima

Hanya menjual, tidak memproduksi


Jenis-Jenis Waralaba

 Waralaba Murni (Pure Franchising) juga dikenal sebagai


waralaba lengkap yang meliputi pemberian hak untuk suatu
nama dagang, produk atau jasa untuk dijual , fisik pabrik,
metode pengoperasian, rencana strategi pasar, proses
pengendalian mutu, komunikasi dua arah dan jasa bisnis yang
diperlukan.
 Penerima waralaba membeli hak untuk menggunakan semua
elemen dari suatu operasi bisnis yang terpadu.
 Merupakan jenis wiralaba yang paling cepat perkembanganya
dari semua jenis waralaba. Pada umumnya: restoran, hotel,
perusahaan jasa bisnis, agen persewaan, lembaga pendidikan,
alat kecantikan dan lainnya
Edi Noersasongko
Edi Noersasongko
Edi Noersasongko
Kontribusi Waralaba
 Alih Teknologi. Pemerataan penggunaan teknologi modern,
baik dari luar maupun dari dalam negri dengan cepat akan
dapat dinikmati oleh pelaku bisnis waralaba, tentu dengan
standart mutu yang terjamin seperti yang telah dijanjikan
oleh pihak pemberi waralaba
 Memperbesar peluang usaha. Dalam waralaba, seseorang
yang telah berhasil dalam bisnis, kemudian menularkan
“virus” keberhasilan tersebut kepada pihak lain. Mereka
kemudian bekerja sama tanpa saling merugikan, akan tetapi
saling menguntungkan dan sekaligus membuka peluang
usaha lainnya.
 Memperluas kesempatan kerja. Prospek daya serap
ketenagakerjaan dalam waralaba ini tidak diragukan lagi. Yang
efeknya tentu saja meningkatkan perekonomian nasional
secara keleluruhan.
Edi Noersasongko
Keuntungan Membeli Waralaba
 Konsep usaha yang telah terbukti,
dengan nama perniagaan yang terkenal,
citra korporat, dan produk atau jasa yang
telah teruji.
 Memanfaatkan pengalaman penjual,
Pada kenyataannya pengalaman adalah
inti pembelian waralaba. Banyak
wirausahawan masuk dalam bisnis
dengan banyak membuat kesalahan
mahal.
 Mendapat kepuasan, Menurut survei terakhir dari Gallup terhadap
pemilik waralabam, 82 persen pembeli menyatakan “cukup puas”
sampai “sangat puas” dengan pekerjaan mereka.
 Dukungan pelatihan manajemen, salah satu faktor kegagalan bisnis.
Dalam hal ini penjual memberikan pelatihan manajemen kepada para
pembeli.
Keuntungan Membeli Waralaba
 Mengurangi risiko, Kegagalan
binis waralaba lebih kecil
dibandingkan dengan
melakukan sendiri bisnis yang
baru.

 Daya tarik merk, Pembeli waralaba membeli hak untuk


menggunakan nama merk yang sudah terkenal dan diiklankan
secara nasional.

 Mutu produk dan jasa standar, penjual waralaba biasanya


menuntut agar semua pembeli waralaba tunduk pada standar
yang seragam dalam mutu dan pelayanan.
Keuntungan Membeli Waralaba
 Program iklan nasional, Pemasaran nama
dan merk produk yang meliputu daerah
geografis yang luas akan terasa ringan
bila dipikul sesama pembeli waralaba.
 Pembelian secara murah, penerima
waralaba dapat membeli suplai, ramuan,
peralatan dan lain dari pemberi waralaba
dengan tingkat harga yang rendah, karena
melakukan penerimaan dalam jumlah
besar.
 Pendanaan lebih mudah, pihak perbankan biasanya bersedia
menyediakan dana bagi outlet baru dari waralaba yang telah
terkenal.
 Exclusive territory, pemberi waralaba biasanya memberikan pemberi
penerima waralaba hak ekslusif dalam satu daerah geografis
tertentu.
Kerugian Membeli Waralaba
 Hilangnya Kebebasan, pemberi
sering memegang kendali
sampai detil, mulai dari produk,
jasa dan sering pada prosedur
sehari-hari. Tidak ada
kebebasan, penerima pada
dasarnya adalah tawanan yang
berbahagia. Wirausahawan
yang ingin jadi bos sendiri akan
kecewa dengan waralaba.

 Iuran dan pembagian keuntungan, semua pemberi


mengenakan sejenis iuran dan minta bagian pendapatan
pemberian yang dihasilkan atas penggunaan nama, produk
atau jasa.
Kelemahan Pembeli Waralaba
 Kurang fleksibel, penerima harus
mengacu pada pedoman, sistem
dan format dari pemberi waralaba,
sedang pasar dan kompetisi selalu
berubah
 Rentan terhadap publisitas buruk,
apabila penerima dalam suatu
jaringan mengalami publisitas buruk,
maka penerima lain juga akan
mengalami dampaknya.
 Sepenuhnya mengikuti standar. penerima waralaba diisyaratkan
untuk menjaga standar operasi tertentu. Bila gagal memenuhi
standar yang telah ditetapkan, pemberi waralaba bisa menghentikan
lisency nya
10 Mitos Waralaba
1. Waralaba merupakan cara
yang paling aman untuk
masuk kedunia bisnis dan
tidak pernah gagal.
Waralaba bisa, dan
memang ada yang gagal.
Pembeli harus berhati-hati
dalam menilai risiko
waralaba sama dengan
bisnis lain.
2. Saya akan membuka waralaba dengan lebih sedikit uang
daripada yang diperkirakan oleh pewaralaba. Meluncurkan
sebuah usaha, termasuk waralaba, umumnya memerlukan
lebih banyak uang daripada yang diperkirakan oleh
wirausahawan. Jika penjual mengatakan Amda membutuhkan
$100.000, lebih baik Anda menyiapkan $$150.000
10 Mitos Waralaba
3. Semakin besar organisasi waralabanya, semakin sukses usaha
saya. Lebih besar tdk selalu lebih baik dlm usaha waralaba.
Beberapa operasi waralaba yg terbesar selalu berjuang unt
mempertahankan tingkat pertumbuhan karena lokasi terbaik telah
diambil dan pasar telah jenuh
4. Saya akan mengguakan 80% dari
sistem bisnis pemilik waralaba, namun
saya akan meningkatkannya dengan
pengalaman dan pengetahuan saya.
Membeli waralaba adalah membeli
pengalaman dan pengetahuan
mereka. Mengapa harus membayar
uang kepada pemilik waralaba jika
Anda tidak mau menggunakan sistem
mereka?
10 Mitos Waralaba
5. Semua waralaba pada dasarnya sama. Setiap waralaba memiliki
kepribadian, persyaratan, prosedur dan budayanya masing-masing.
Biasanya ada yang lebih cocok dengan Anda dibanding yang
lain.Hindari waralaba yg menawarkan biaya rendah tetapi tidak
cocok dengan tujuan Anda. Seberapapun rendah biaya tersebut.
6. Saya tidak perlu menjadi manajer yang
aktif. Saya bisa menjadi pemilik yang
tidak hadir dan masih tetap sukses.
Kebanyakan pewaralaba menghindari
pemilik yang absen. Kesuksesan
waralaba memerlukan banyak perhatian
langsung dan pembeli adalah orang
yang paling tepat untuk melakukannya
10 Mitos Waralaba
7. Setiap orang bisa menjadi pewaralaba yang sukses dan puas.
Dengan lebih dari 30.000 pilihan waralaba, Anda sangat mungkin
menemukan satu waralaba yang sesuai dengan selera Anda. Akan
tetapi tidak setiap orang cocokmenjadi pembeli waralaba. Mereka
yg memiliki semangat “bebas”, kemungkinan besar akan menderita
jika menjalankan waralaba
8. Waralaba adalah cara yang paling
murah untuk memulai bisnis Anda
sendiri. Meskipun ada waralaba
yang cukup murah, harga untuk
membeli sistem yang telah lama
terbentuk bisa cukup mengagetkan
10 Mitos Waralaba
9. Penjual akan menyelesaikan masalah bisnis saya, karena itulah
saya membayar royalti. Meskipun penjual menawarkan pelatihan
untuk memulai dan menjalankan bisnis, mereka tidakakan
menjalankan bisnis dari pembeli. Sebagai pembeli, tugas Anda
adalah mengambil rumus yang telah dikembangkan oleh penjual
dan memastikannya bisa berjalan dilokasi Anda. Masalah Anda,
Andalah yang harus menyelesaikan
10. Saya telah membuka waralaba, saya akan
menjalankan hal-hal yang saya inginkan.
Pembeli tidak akan bebas menjalankan
bisnisnya sesuai dengan keinginannya. Setiap
pembeli harus menandatangani kontrak yg
mewajibkan untuk menjalankan bisnis sesuai
dengan persyaratan yang berlaku.
Cara Tepat Membeli Waralaba
 Calon pembeli waralaba harus berhati-hati
karena kecurangan penjual masih tetap ada
dalam bidang yang bertumbuh kembang
dengan cepat ini.
 Penjual yang tidak jujur cenderung
menggunakan pola tertentu, dan calon
pembeli yang benar-benar siap akan dapat
menghindari masalah ini.
 Beberapa tanda yg patut dicurigai:

• Pernyataan bahwa kontrak kewaralabaannya bersifat standar,


sehingga “Anda tidak perlu membacanya”
• Penjual tdk dpt menunjukkan salinan dari dokumen
pengungkapan yang diperlukan saat pertemuan pertama
• Toko lainnya hanya mencapai kesuksesan biasa-biasa saja
• Buku petunjuka pengoperasian tdk dipersiapkan dengan baik
• Janji lisan tentang laba yang diperoleh tanpa dokumentasi tertulis
Cara Tepat Membeli Waralaba
• Tingginya tingkat keluar masuk waralaba
atau banyaknya yang berhenti
• Tuntutan hukum terhadap penjual cukup
besar
• Ada usaha menghalang halangi Anda
melibatkan pengacara sebelum
menandatangani kontrak
• Tidak ada dokumen tertulis untuk
memperkuat pengaduan dan janji-janji

• Menjual dengan paksaan tinggi – tanda tangani sekarang, jika tidak


Anda akan kehilangan peluang
• Skema “cepat kaya” janji untuk mendapat laba besar dengan hanya
sedikit usaha
• Keengganan untuk menyediakan daftar pembeli waralaba yg ada
untuk Anda wawancarai
• Jawaban berbelit-belit dan meragukan
Cara Tepat Membeli Waralaba
 MENG-EVALUASI DIRI SENDIRI
Sebelum membeli waralaba apa pun,
calon pembeli harus mempelajari sifat-
sifat mereka sendiri, cita-cita,
pengalaman, kesukaan, ketidak sukaan,
orientasi, risiko, pendapatan yang
diinginkan, komitmen waktu dan
keluarga, serta sifat-sifat lain?
Apakah anda suka belerja dilingkungan
yang terstruktur?, waralaba jenis apa
yang cocok dengan gaya hidup Anda?
Bagaimana deskripsi pekerjaan ideal
Anda?mengetahui kegiatan apa yang
Anda sukai (dan apa yang tidak) akan
membantu memfokuskan pencarian
Anda
Cara Tepat Membeli Waralaba

 PERTIMBANGKAN PILIHAN ANDA


Berbagai majalah usaha kecil (dan berbagai situs Web) seperti
Franchise Indonesia, FSB, dan sebagainya, menerbitkan paling
tidak satu edisi waralaba, dimana mereka sering mencantumkan
ratusan waralaba.
Web adalah alat berharga lainnya untuk mengumpulkan berbagai
informasi mengenai suatu waralaba.
Peringatan
• Tidak semua “cerita horor” tentang waralaba
merupakan akibat dari penjual waralaba yang
tidak jujur.
• Lebih sering terjadi, masalah masalah pada
waralaba timbul dari pembeli yg tanpa penelitian
dan analis yang benar. Mereka terjebak dalam
bisnis yang tidak mereka sukai dan tidak cocok
untuk mengoperasikan waralaba itu.
Semoga bermanfaat,
matur nuwun