Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN KASUS

MIOMA UTERI

Dokter Pembimbing: dr. Edy Purwanta ,Sp.OG

Nadira Juanti Pratiwi


IDENTITAS PASIEN

N a m a : Ny. B
Umur : 42 thn
Pekerjaan : IRT
Pendidikan: SLTA
Jenis kelamin : Perempuan
Status : Menikah
Agama : Islam
Alamat : Kelapa Gading
MRS Tanggal : 15-09-2017
No. RM : 00 97 64 xx
Keluhan Utama

Keluar darah dari kemaluan sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit

Riwayat Penyakit Sekarang

Ny. B usia 42 tahun datang ke RSIJ Cempaka Putih dengan keluhan keluar
darah dari jalan lahir sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit, darah
yang keluar cukup banyak dan bergumpal-gumpal. OS mengeluh selain
keluar darah juga OS mengalami nyeri perut di bagian bawah. OS mengaku
tidak sedang hamil. OS mengaku keputihan jarang sekalipun ada tidak
berbau. OS mengaku siklus menstruasi teratur setiap bulan, biasanya
lamanya menstruasi selama 7 hari. BAB dan BAK dalam batas normal.
Riwayat Penyakit Dahulu

Diabetes Melitus (-), Asma (-), Jantung (-), Hipertensi (+)


OS sudah menderita mioma sejak tahun 2016 dengan ukuran mioma ± 2 cm

Riwayat Haid

– Menarche 12 tahun, teratur, Sakit setiap haid, lama 7 hari, siklus 30 hari

Riwayat Pernikahan

Pernikahan Pertama, lama pernikahan 20 tahun


Riwayat Kehamilan

– Gravida 5, Aterm 4, Prematur 0 ,Abortus 1, Anak hidup 4, SC 0

1. Abortus
2. ♂ tahun 1998 lahir spontan
3. ♂ tahun 2000 lahir spontan
4. ♂ tahun 2003 lahir spontan
5. ♂ tahun 2011 lahir spontan

Riwayat Operasi

Tidak Ada

Riwayat Alergi
Obat =(-)

Makanan = ( - )

Cuaca =(-)
Pemeriksaan Umum

– Keadaan Umum : Baik


– Kesadaran : Compos Mentis
– TD : 160/100 mmHg
– Suhu : 36,5 0C
– BB : 62 kg
– RR : 20 x/menit
– Nadi : 101 x/menit
Status Generalis

Thoraks
Jantung: I: Ictus cordis tidak tetlihat

– Kepala : Normocephal P: tidak teraba Ictus Cordis

– Mata : Konjungtiva Anemis (+/+) P: Pekak

Sklera ikterik (-/-) A: BJ I dan II normal, murmur (-), gallop


(-)
– Leher : Pembesaran Kelenjar Thyroid (-)
Paru: I: Simetris kanan dan kiri
P: Vokal Premitus Simetris
P: Sonor
A: Vesikuler (+/+), wheezing (-/-), ronkhi
(-/-)

Abdomen : Perut terlihat membesar


Ekstremitas : Atas edema (-/-)

Bawah edema (-/-)


Pemeriksaan Penunjang

USG tanggal 04-09-2017


– Uterus tampak membesar, padat ukuran 108 x 79 x 107 mm
– Adneksa kiri/kanan tidak dapat diidentifikasikan
– Kesan: mioma uteri
Pemeriksaan Laboratorium

– Hb = 9,8 gr %
– Leukosit = 7500 /mm³
– Hematokrit = 30%
– Trombosit = 419 ribu/mm³
Diagnosa

Mioma Uteri
Pengobatan /Tindakan

– Rencana operasi (laparotomi)


– Periksa lab lengkap (H2TL, PT, APTT, GDS, ureum, creatinin, Na, K, Cl, SGOT,
SGPT, HBsAg)
– Rontgen thoraks dan EKG
– Medikamentosa:
- Kalnex inj amp VII 3x1 - Fesofon 1x1
- Rantin 2x1 - Inpepsa 3x1
- Sharox 3x1
- Mefinal 3x1
Laporan Pembedahan

Tanggal 06-09-2017

– Diagnosa pra bedah: Mioma Uteri


– Diagnosa Pasca Bedah: Mioma Uteri
– Tindakan Pembedahan: Miomektomi
– Irisan pfanenstiel
– Peritoneum dibuka
– Eksplorasi: uterus berbenjol di korpus depan sampai dengan kanan uterus ukuran 15 x 12
x 10 (mioma 8 x 7 x 5 cm)
– Kedua tuba dan ovarium dalam batas normal
– Dilakukan miomektomi
– Perdarahan dirawat
Laporan PA

Nama: Ny. B
Umur : 42 th
Tgl terima: 08-09-2017
Tgl. Jawab: 09-09-2017
 
– Makroskopik: jaringan ukuran 13 x 11 x 7 cm pembelahan padat putih
terdapat bagian warna kuning agak keras, kenyal sebagian cetak.
– Mikroskopik: sediaan memperlihatkan massa tumor nodular yang seluler dan
sebagian mengalami degenerasi hialin terdiri atas proliferasi sel-sel otot polos,
inti uniform, memanjang, kromatin halus, tidak tampak tanda ganas
– Kesan: histologik sesuai leiomyoma uteri
Tinjauan Pustaka
Definisi

Mioma uteri adalah tumor jinak miometrium uterus dengan konsistensi padat
kenyal, batas jelas, mempunyai pseudo kapsul, tidak nyeri, bisa soliter atau
multipel

Tumor ini juga dikenal dengan istilah


fibromioma uteri, leiomioma uteri, atau
uterine fibroid
Epidemiologi

Di indonesia ditemukan
Insiden mioma uteri 2,39 – 11,7% pada
sekitar 20 – 30% dari semua penderita
seluruh wanita ginekologi yang
dirawat

Paling sering pada


60% mioma uteri
wanita umur 35 – 45
berkembang pada
tahun (kurang lebih
wanita yang tak pernah
25%) dan jarang pada
hamil atau hanya hamil
wanita 20 tahun dan
1 kali
wanita post menopause
Etiologi

Mioma merupakan
sebuah tumor Umur
monoklonal yang
dihasilkan dari Fungs
mutasi somatik i Parita
dari sebuah sel Ovari s
neoplastik tunggal.
um
Sel-sel tumor
mempunyai Faktor ras
abnormalitas dan
kromosom lengan genetik
12q13-15
Klasifikasi

Mioma Uteri

Lokasi Lapisan Uterus


Subserosa
Cervical Isthmica Corporal Submukosa (48%) →
Intramural
Intra
(2,6%) (7,2%) (91%) (6,1%) (54%)
ligamenter
(4,4%)
Mioma submukosa: Mioma yang tumbuh
kearah kavum uteri dan menonjol dalam kavum
Mioma submukosa pedinkulata adalah jenis
mioma submukosa yang mempunyai tangkai.
Tangkai dapat dapat tumbuh bertangkai menjadi
polip, kemudian dilahirkan melalui saluran
serviks yang dikenal dengan nama mioma
geburt

Mioma intramural: Apabila tumor itu dalam


pertumbuhannya tetap tinggal dalam dinding
uterus. Besar atau multipel  menyebabkan
pembesaran uterus dan berbenjol-benjol

Mioma subserosa: Mioma yang tumbuh kearah


luar dan menonjol pada permukaan uterus

Mioma intraligamenter: Mioma subserosa


yang tumbuh menempel pada jaringan lain,
misalnya ke ligamentum atau omentum
kemudian membebaskan diri dari uterus
sehingga disebut wondering parasitis fibroid.
Patogenesis

Meyer & DeSnoo • Teori cell nest atau genitoblas

• Pemberian estrogen pd kelinci  tumor fibromatosa


Percobaan • Efek fibromatosa ini dapat dicegah dengan progesteron
Lipskutz atau testosteron

• Reseptor estrogen pada mioma lebih banyak didapati


Pukka daripada miometrium normal

Meier • asal mioma adalah sel immatur, bukan dari selaput otot
yang matur
Patomekanisme
abnormalitas Faktor
kromosom lengan pertumbuhan
Meningkatkan
12q13-15 epidermal dan Proliferasi
produksi
insulin-like otot polos
peningkatan produksi estrogen
growth factor
reseptor progesteron, 1

Sel-sel otot
polos
Perkembanga Pertumbuhan
digantikan o/
Degenerasi n di dalam yang
jar.
uterus berlebihan
Penyambung
fibrosa

Tekanan pada
Distensi
VU dan
endometrium
rectum
Gejala Klinis

Dismenore, nyeri
Sangat Hipermenore,
menometroragia
perut bagian bawah,
serta nyeri pinggang
tergantung dari
lokasi, arah
pertumbuhan, Bladder irritability, Konstipasi dan rasa
polakisuria, dan sakit pada saat
jenis, besar dyusria defekasi
dan jumlah
mioma Gejala-gejala
sekunder seperti
Edema pada tungkai
bawah Anemia, lemah,
ataupun pusing
Gejala tersering (30%)
Menorhagia Metrorhagia Dysmenore

Vesika
Menimbulka Polakisuria
Urinari
n kerentanan & dysuria
a
Retensio hidrouretero
Uretra
FaktorPermukaan
Pengaruh penyebab Atrofi
perdarahan
Miometrium
urine nefrosis
endometriu
ovarium  endometriu tidak dapat
m diatas Nyeri saat
hiperplasia
miom
m di atas berkonstraks Rectum Konstipasi
endometriu miom i dengan defekasi
submukosu
m
m
submukosa. baik Cavum
Retensio
Douglas
urine
i
Vena
Oedema
cava
Jenis mioma yang paling sering tungkai
inferior
menyebabkan perdarahan  mioma
submukosum
Mioma submukosum  Mioma intramural 
pecahnya pembuluh darah gangguan kontraksi uterus
Pemeriksaan Fisik

Perdarahan
Bimanual:
terutama jenis
Gangguan kontur submukosa ataupun
uterus oleh satu atau mioma intramural
lebih massa yang lebih
licin Mioma subserosa
jarang

Perdarahan berat:
Tanda-tanda anemia
Pemeriksaan Penunjang

Labo Ultra Hiter MR


ratori sonog oskop
um rafi i I
irregularita
● Dapat melihat


menggambarkan
mioma uteri

Anemia s kontur submukosa, jika
jumlah, ukuran, dan
lokasi mioma tetapi

Polisite maupun tumornya kecil ●
jarang diperlukan
dapat mendeteksi lesi
serta bertangkai sekecil 3 mm yang
mia vera pembesara dapat sekaligus dapat dilokalisasi
n uterus diangkat
dengan jelas
Suspek Mioma Uteri
Anamnesis :
•Gangguan Haid Pemeriksaan Bimanual
•Merasa ada benjolan di perut Pemeriksaan Tambahan (bila
bawah perlu):
•Keluhan penekanan Tes Kehamilan, USG,
Mioma Uteri Histeroskopi

Tanpa Kehamilan Dengan kehamilan

Keluhan (-) Keluhan (+) •Pengobatan tergantung komplikasi


•Bila menghalangi jalan lahir, pada
persalinan dilakukan seksio sesarea

Uterus ≤ 12 Uterus > 12 Keluhan Perdarahan


mg mg Penekanan

Ingin Punya Anak

Umur agak tua : Dilatasi


dan Kuret
Ya Tidak
Pemeriksaan PA

Miomektomi bila teknis


memungkinkan Tidak Ganas Ganas

Histerektomi Lihat Pengelolaan Ca


Observasi Endometrium

Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri & Ginekologi RSHS, hlmn 92


Penatalaksanaan

Embolisasi Metode
Konservativ Medika-
Arteri Operasi Pembedahan
e mentosa Endoskopi
Uterina
A. Konservatif

Jika mioma lebih


mioma besar dari
kecil dan kehamilan 10-12
minggu, tumor
tanpa gejala yang
tidak berkembang
cepat, terjadi
memerluka torsi pada
n tangkai, perlu
pengobatan diambil tindakan
operasi
B. Terapi medikamentosa

1. GnRH analog 2. Progesteron


menekan produksi estrogen sehingga kadar Goldhiezer, melaporkan adanya
dalam darah menyerupai kadar estrogen wanita perubahan degeneratif mioma uteri
usia menopause
Mioma submukosa dan mioma intramural pada pemberian progesteron dosis
merupakan mioma uteri yang paling rensponsif besar
Efek samping hipoestrogen (ex: hot flashes, reduced tumor size and improvement
vaginal dryness,bone demineralization) in symptoms

4. Gestrinon
3. Danazol trienik 19-nonsteroid sintetik
progesteron sintetik untuk mengontrol perdarahan
yang berasal dari menstruasi yang banyak
berhubungan dengan mioma
testosteron uteri
5. Tamoksifen 6. Goserelin
Turunan trifeniletilen yang mempunyai
khasiat estrgenik maupun antiestrogenik, GnRH agonis
dan dikenal sebagai “selective estrogen Dapat mengurangi setengah
receptor modulator” (SERM). ukuran mioma uteri dan dapat
Dapat menurunkan ukuran mioma tetapi
tidak berpengaruh terhadap perdarahan menghilangkan gejala
uterus menoragia dan nyeri pelvis

7. Antiprostaglandin
Mengurangi perdarahan
yang berlebihan pada
wanita dengan menoragia
C. Embolisasi Arteri Uterina

tindakan yang menghambat aliran darah ke uterus


dengan cara memasukkan agen emboli ke arteri
uterina

Arteri uterina yang mensuplai aliran darah ke mioma


dihambat secara permanen dengan agen emboli (partikel
polivynil alkohol).

Tingkat keberhasilan penatalaksanaan mioma


uteri dengan embolisasi adalah 85-90%.
D. Operasi

Miomekt Histerekt
omi omi

dilakukan bila masih
menginginkan keturunan Dilakukan pada


kuretase dulu untuk mioma yang besar
menghilangkan
kemungkinan keganasan
dan multipel
E. Metode Pembedahan Endoskopi

Histeroskop Laparoskop
i i
kauterisasi melalui
membedah


vagina menggunakan
alat histeroskopi mioma subserosa

hanya pada lesi yang maupun
berukuran maksimum 3-
4 cm intramural
Komplikasi

Degenerasi Ganas


Mioma  leimiosarkoma = 0,32% - 0,6%  ditemukan setelah pemeriksaan histologi uterus

Curiga  mioma cepat membesar dan terjadi pembesaran sarang dalam menopause

Torsi


Torsi  ggn sirkulasi akut  nekrosis  sindroma akut abdomen

Nekrosis dan infeksi
Pengaruh
Pengaruh mioma
kehamilan pada
pada kehamilan
mioma

Tumor tumbuh lebih cepat dlm

Mengurangi kemungkinan kehamilan akibat hipertrofi dan edema
kehamilan ●
Tumor menjadi lebih lunak dlm

Kemungkinan abortus bertambah kehamilan, dapat berubah bentuk, dan
mudah trjadi gangguan sirkulasi

Kelainan letak janin dalam rahim didalamnya

Menghalangi lahirnya bayi ●
Mioma uteri subserosum yang bertangkai

Inersia uteri dan atonia uteri dapat mengalami putaran akibat desakan

Mempersulit lepasnya plasenta uterus yang makin lama makin
membesar