Anda di halaman 1dari 10

KINETIKA

STABILITAS PADATAN
1. AUFA SALSABILA ( 08061281722031 )
2. PRANTARA ARDI ( 08061381722099 )
3. JESSICA AMELIA ( 08061281722057 )
4. GHINA RAUDYA S ( 08061181722023 )
5. ALDA OKTARINA ( 08061381722087 )
6. NEVTI SUNDARI ( 08061181722001 )
7. MEGA NIRWANA ( 08061181722011 )
8. HANISAH AMALIA
9. RINA MERBEN
DAFTAR
BAHASAN 01
PENDAHULUAN
STABILITAS PADATAN

FAKTOR FAKTOR YANG


02 MEMPENGARUHI

03 CONTOH KASUS

04 PERSYARATAN
STABILITAS PADATAN
PENDAHULUAN
STABILITAS
PADATAN
• Stabilitas dalam arti luas dapat
didefinisikan sebagai ketahanan suatu
bahan kimia sesuai dengan batas-batas
tertentu selama penyimpanan dan
penggunaanya atau umur simpan suatu
bahan kimia dimana bahan kimia
tersebut masih mempunyai sifat dan
karakteristik yang sama seperti pada
waktu awal. (Osol et al, 1980).

• Stabilitas zat padatan merupakan salah


satu kriteria yang amat penting untuk
pembuatan dan untuk mencapai suatu
hasil produksi yang baik. Ketidakstabilan
suatu sediaan farmasi dapat dideteksi
melalui perubahan sifat fisika, kimia
serta penampilan dari suatu sediaan
farmasi.
Berdasarkan struktur atom penyusunya padatan dapat terbagi
menjadi dua macam

Bentuk Kristal

Kristal merupakan suatu


padatan yang terdiri dari
atom- atom, ion- ion,
atau molekul- molekul zat
Struktur padat yang tersusun
Bentuk Amorf Atom secara berulang dengan
Penyusun jarak teratur dalam tiga
Bentuk amorf adalah dimensi.
zat padat yang tidak
mempunyai struktur
kristal yang dikenal
dengan sebutan zat
amorphous atau zat
amorf
Chairunnisa dan Yoga, 2008 .
PERBEDAAN PADATAN KRISTAL DAN AMORF
Struktur amorf yang tidak
Struktur amorf seragam dan
seragam dan susunan atom
amorf yang tidak pasti berpola

Susunan atom kristalin


Gaya antar molekul tidak sangat jelas terlihat dan
seragam pasti. Gaya antar molekul
yang seragam

Bentuk padatan kristal lebih


Bentuk kurang kaku dan disukai karena mudah
bersifat isotrofik dimurnikan, lebih stabil dan
.
bersifat reprodusible

Chairunnisa dan Yoga, 2008 .


KINETIKA STABILITAS PADATAN
Laju Reaksi Laju Reaksi
Laju Reaksi Padat Padat Umum LAJU REAKSI UMUM

K= Ae (Ea/RT)
r = k [A}X {B}Y

Mt = massa sampel
A = konstanta arhenius R= konstannta gas unIversal .
sebagai fungsi waktu
Ea= energi aktivasi T= temperatur reaksi
Mo = massa sampel = massa sampel
= konversi persamaan pada akhir reaksi
Faktor-Faktor Kinetika Stabilitas Padatan

Suhu
Semakin tinggi suhu maka penguraian zat
aktif dan zat tambahan semakin besar
sehingga kadar obat menurun.
pH
mempengaruhi tingkat dekomposisi obat
yang menyebabkan penguraian obat Interaksi zat aktif dan zat tambahan
menjadi tidak stabil.
misalnya Iburofen, Nifedipin, dan
Oksigen Piroksikam yang meningkat laju
Mempengaruhi kestabilan obat karena disolusinya saat diformulasikan
dapat mendegradasi obat. dispersi padat dengan polietilene
glikol. Sedangkan untuk Povidon
Fotolisis saat berinteraksi dengan asam
Penguraian senyawa farmasi akibat strearat justru menurunkan laju
serapan cahaya. disolusinya

Alfaridz, Faizal dan Musfiroh, Ida. 2020, Interaksi Antara Zat Aktif dan Eksipien dalam Sediaan Farmasi, Farmasetika, Unpad, Bandung.
Contoh Kasus
STABILITAS FISIKA DAN KIMIA REKRISTAL DAN DISPERSI
PADAT PIROKSIKAM-PEG 6000

Peroksikam memiliki kelarutan yang rendah dalam


air (FI IV, 1995) dan memiliki masalah dalam
disolusinya sehingga dilakukan upaya untuk
memperbaiki kelarutannya berupa rekristalisasi.

Sampel
1. Piroksikam rekristalisasi
2. Kokristal (dispersi padat) piroksikam-PEG6000
(1:1)

Pengujian
3. Disolusi (tipe dayung) untuk stabilitas fisika
4. Kandungan Kimia (HPLC) untuk stabilitas kimia
Perubahan Bermakna Pada Uji Dipercepat

Bila hasil Produk


urai>nilai batas melewati
spesifikasi batas pHnya

Kehilangan 5% Disolusi Gagal memenuhi


potensi dari kadar melewati batas spesifikasi penampilan dan
awal suatu batch sifat2 fisika seperti : warna,
spesifikasi
pemisahan fasa,
untuk 12 resuspensibilitas,
tablet/kapsul penghantaran per aktuasi,
caking, pengerasan dsb
PARAMETER PENGUJIAN

Penentuan Sifat Sifat


kadar Fisika Kimia

Sifat Biologi
Sifat atau
organoleptik Mikrobiologi

Draft Panduan FDA, 1998