Anda di halaman 1dari 30

TEORI KEPRIBADIAN EDWARD O.

WILSON & PSIKOLOGI


KEPRIBADIAN
TIMUR
TEORI KEPRIBADIAN
EDWARD O. WILSON
Biografi Edward O. Wilson

Edward Osborne "E. O." Wilson lahir pada


tanggal 10 Juni 1929 di Birmingham, Alabama.
Ia merupakan seorang biolog, peneliti, dan
pengarang Amerika Serikat. Keahlian
biologisnya adalah bidang mirmekologi atau
ilmu yang mempelajari semut. Edward O.
Wilson dikenal sebagai "bapak sosiobiologi"
Wilson menggunakan sosiobiologi dan prinsip-
prinsip evolusi untuk menjelaskan perilaku serangga sosial dan
kemudian memahami perilaku sosial hewan lain, termasuk
manusia dan dengan demikian membuat sosiobiologi sebagai
disiplin ilmu baru. Dia berpendapat bahwa semua perilaku
hewan, termasuk manusia merupakan hasil dari hereditas,
rangsangan dari lingkungan, dan pengalaman, dan ia tidak
mengakui adanya kehendak bebas.
Teori dan penelitian ini merupakan pelopor dan berpengaruh,
tetapi juga kontroversial.  
Proses seleksi alam yang ditemukan oleh Charles Darwin

Prinsip Utama 01 berlaku tidak hanya pada fitur fisik organisme tetapi juga
untuk pengembangan naluri, atau kecenderungan untuk
berperilaku dalam cara-cara circumstences tertentu.

Psikologi
Evolusioner 02 Manusia serta anggota dari spesies lain juga
memiliki naluri yang sama

Banyak pola perilaku, pemikiran, dan emosi kita saat

03
ini muncul karena signifikansi adaptif dalam sejarah
evolusi

Psikologi evolusioner telah memeriksa sejumlah tipe tertentu

04
dari perilaku dalam teori psikologi evousioner. Termasuk
perilaku altruism pola bonding, tabu inses, agresi, pemilihan
pasangan, dan daya tarik.

Salah satu mekanisme penting dari seleksi alam adalah seleksi

05
seksual, yang melibatkan kedua kompetisi untuk pasangan dan
pemilihan pasangan. Seleksi seksual adalah factor utama yang
menentukan sejauh mana suatu organisme melewati gen ke generasi
berikutnya.
Selain pemilihan organisme yang paling cocok melalui seleksi

06
alam juga bisa dengan cara seleksi inklusif kebugaran atau
seleksi keluarga sejauh mana suatu organisme meningkatkan
kelangsungan hidup keluarga yang memiliki beberapa genetik
yang identik.

07
Banyak dari perilaku kita dapat dipahami dalam hal
lingkungan dari kemampuan beradaptasi evolusi
(EEA) dimana nenek moyang hominid hidup selama
jutaan tahun.

08
Konsep modularitas mental, dimana otak terlihat seperti
memiliki banyak program adaptif adalah daerah baru teori
dan penelitian dalam psikologi evolusioner

09
Psikologi evolusioner memberikan perspektif baru untuk
mempertimbangkan jenis psikopatologi
KONSEP EVOLUSIONER DALAM
TEORI KEPRIBADIAN KLASIK

Freud akrab dengan teori Darwin, dia sering menyebutnya dalam


karya-karyanya, dan memiliki perpustakaan yang luas dari tulisan-
tulisan Darwin (Ritvo, 1990). Teori freud ini sangat banyak
berkaitan dengan instictual makeup of human. Idenya dari naluri
seksual dan agresif didasarkan lebih dari membaca ide Darwin
tentang seleksi of the fittest sebagai pengamatan klinis. Id Freud
terkandung drive biologis, yang telah berevolusi melalui proses
seleksi alam. Ia mengerti altruisme dan pantang dari perilaku
menyakiti orang lain sebagai fungsi superego, yang bisa dipahami
bukan sebagai kecenderungan berdasarkan biologi, tetapi sebagai
bentuk belajar perilaku.
Mengapa Lingkungan Adaptasi Evolusioner Sangat
Penting ?
Leluhur kita adalah pemburu – pengumpul dan tekanan selektif dari lingkungan
mereka yang sulit selama jutaan tahun telah membentuk banyak perilaku kita yang
mungkin cocok atau tidak cocok dengan kehidupan kita didunia modern dan
industri.
Pada masa EEA yang menyukai makanan manis dan dan menginginkan makanan
manis sangat membantu dalam meningkatkan asupan kalori leluhur kita. Hominid
yang menyukai makanan manis dan menginginkan makanan manis cenderung
untuk mencari daun, batang, bunga, dan tanaman dengan nilai kalori yang tinggi.
Kesukaan terhadap daging berlemak juga akan membantu asupan kalori yang
cukup.
Dalam kondisi masyarakat saat ini, dengan makanan olahan dan persediaan yang
berlimpah, kecenderungan untuk makan makanan manis dan daging berlemak akan
berdampak pada obesitas, penyakit, dan kematian. Makan makanan manis dan
daging berlemak adalah faktor yang beresiko menyebabkan penyakit yang dapat
mengancam jiwa termasuk penyakit jantung dan diabetes.
Masalah Mengenai Teori EEA (Environment Of
Evolutionary Adaptedness)

EEA memiliki beberapa keterbatasan, pertama


kita masih meragukan seberapa akurat
pengetahuan kita tentang EEA yang sebenarnya.
Sekitar tujuh juta tahun yang lalu kita tidak dapat
mengamati perilaku nenek moyang, kita hanya
dapat melakukan eksplorasi perilaku mereka
melalui studi kontemporer dan temuan arkeologi.
EEA juga memiliki rentang waktu yang cukup
lama.
Modularitas of Mind
Leta Cosmides dan John Tooby (2003)
telah mengurangi penekanan proses sentral
Fodor dan menekankan bahwa otak terdiri
Reciprocal, Soft-Core Altruism dari banyak (ratusan atau ribuan) sub-
organ atau modul yang lebih kecil, yang
Konsep altruisme yang dikemukakan
masing-masing berevolusi untuk tujuan
oleh Robert Trivers menyebutkan bahwa
tertentu. Mereka menyinggung model
altruisme melibatkan pemberian dan
mereka sebagai model pisau otak Swiss
penerimaan bantuan dari orang lain tanpa
Army. Beberapa modul ini, relatif tidak
memikirkan diri sendiri. Teori ini
berubah, memiliki sejarah evolusi yang
beranggapan bahwa sikap individualis
berusia jutaan tahun.
menunjukkan perilaku yang dipilih
berdasarkan seleksi alam.
Exaptation: One Means Of Evolution Facultative Adaptation
Istilah exaptation menunjukkan bahwa Di bidang karakteristik fisik, seseorang
karakteristik yang dipilih dalam suatu yang sering menggunakan alat atau
lingkungan tertentu dapat terbukti perkakas dapat mengembangkan terjadinya
berharga dalam lingkungan yang berbeda, kapalan. Pengembangan kapalan ini adalah
dan untuk alasan baru. Sebuah contoh adaptasi fakultatif, potensi genetik yang
bahwa otak manusia yang kompleks pada diekspresikan hanya dengan melalui
awalnya tidak berevolusi untuk membaca penggunaan alat atau perkakas. Seseorang
atau untuk melakukan pemrograman yang tidak pernah menggunakan tangannya
komputer. Membaca dan pemrograman untuk melakukan pekerjaan berat tentunya
komputer adalah fungsi exaptations atau tidak akan mungkin untuk terkena kapalan.
muncul dari sistem saraf yang tidak
berkembang awalnya untuk dapat
membaca atau melakukan pemrograman.
Psikologi Evolusi dari Perspektif yang
Lebih Luas dan Objektif
Seorang manusia dibentuk oleh pengalaman sejak bayi. Psikologi evolusioner
memberikan gambaran kenyataan bahwa anda adalah manusia dan perilaku-
perilaku yang berkembang dalam nenek moyang anda yang memungkinkan mereka
untuk meneruskan gen mereka kepada anda.
Berbeda dengan pandangan Lamarckian atau jungian yang menyatakan bahwa
tidak ada yang menunjukkan bahwa pengalaman nenek moyang anda di reproduksi
dalam diri anda atau perilaku mereka yang diteruskan kepada anda. Apa yang
ditunjukkan adalah bahwa dari beragam makhluk humanoid yang ada di masa lalu
hanya mereka yang memiliki kecenderungan untuk berperilaku (termasuk thinking
dan feeling) dengan cara tertentu yang dapat menruskan gen mereka dalam urutan
lingkungan yang mereka hadapi, dan kita sekarang merupakan keturunan mereka.
01
Buss menunjukkan bahwa banyak 02
perilaku yang ditentukan secara
evolusioner adalah tanggapan Keyakinan salah lainnya adalah
terhadap lingkungan spesifik. bahwa kita manusia tidak dapat
Adaptasi seperti itu dalam mengubah perilaku kita, bahwa hal
menanggapi kondisi spesifik itu sepenuhnya ditentukan oleh
seperti yang telah kita bahas, evolusi dan oleh gen kita. Paling
disebut perilaku fakultatif. Contoh tidak, pengetahuan kita tentang
psikologi sederhana dari respons mekanisme evolusioner dapat
fakultatif adalah bahwa kapalan membawa pada perilaku kita. Kita
berkembang karena respons bisa belajar, misalnya kita memiliki
terhadap penggunaan alat kecenderungan takut yang kuat
berat/perkakas. untuk berada ditempat yang
tertutup/gelap. Kita dapat
mengatasi fobia semacam itu
melalui terapi perilaku seperti
desentisasi.
Kesalahan Tentang Psikologi
Evolusioner
03
Anggapan palsu adalah bahwa
kita telah dirancang secara
optimal oleh evolusi. Buss
menunjukkan jeda waktu, bahwa
04
dalam banyak kasus kita lebih Asumsi lain adalah bahwa kita
baik menyesuaikan diri dengan berusaha secara sadar
lingkungan sebelumnya daripada memaksimalkan jumlah gen yang
pada dunia kita saat ini. Jika kita masih ada di generasi berikutnya.
menyesuaikan diri dengan Kita mungkin menunjukkan
lingkungan kita saat ini, maka kecenderungan genetis untuk
semuanya akan mudah seperti meneruskan gen kita ke generasi
belajar membaca, berbicara atau berikutnya, namun ini belum
berkomunikasi. tentu tujuan sadar kita.
Psikologi Evolusioner dan
Psikopatologi
Ada sejumlah cara utuk memahami psikopatologi dalam hal psikologi
evolusioner. Mungkin dengan pendekatan yang paling sederhana adalah
mempertimbangkan EEA. Hal ini jelas terjadi pada banyak hewan
tertawan/tertangkap, khususnya yang memiliki penjaga yang bermukim jarak
jauh. Disimpan dalam kondisi tertawan/tertangkap, bahkan dengan perawatan
terbaik hewan dari banyak spesies mungkin menunjukkan tanda-tanda depresi
atau tidak bereproduksi.

Orang-orang yang bertempat tinggal di kota yang terlalu ramai dan


memiliki tingkat kebisingan tinggi mungkin juga menunjukkan gejala
kecemasan dan gangguan terkait stress.
Attention Deficit Hyperactivity Disorder
( A D H D ) o r Ve r y A l e r t Ve r y A c t i v e
P a t t e r n ( VAVA P )
ADHD adalah diagnosis yang sering ditemukan pada anak-anak usia sekolah di
Amerika Serikat. Ini mengacu pada pola perilaku impulsive yang maladaptive, dan
kesulitan memusatkan perhatian, berkonsentrasi dan duduk diam (APA, 2000, hlm.
85-93).
Ada komponen genetik atau keturunan yang besar untuk gangguan ini. Hanya
dalam beberapa tahun terakhir manusia muda diharuskan mencurahkan sebagian
besar waktunya untuk berkonsentrasi pada studi mereka. Dalam lingkungan
manusia purba dan hominid, seorang anak dengan label ADHD mungkin telah
beradaptasi dengan baik atau lebih baik dari pada anak yang menetap di satu
tempat. Dia mungkin akan lebih waspada terhadap predator atau menghadapi
situasi tertentu dengan demikian akan bermanfaat bagi kelangsungan hidup
kelompok hominid awal untuk memiliki beberapa individu dengan pola perilaku
waspada yang sangat aktif (VAVAP).
Kata Terakhir Mengenai Psikologi
EVolusioner
Psikologi evolusioner mempengaruhi pemikiran tidak hanya dibidang teori kepribadian
tetapi juga dibidang psikologi lainnya seperti kognitif, persepsi, sensasi, psikologi sosial,
neuropsikologi, dan psikopatologi. Hal itu adalah sudut pandang pemersatu yang
membantu menjelaskan banyak fenomena yang ada dan mengarah pada saran heuristik
tentang temuan lain di bidang psikologi.
Para pendukung teori ini meminimalkan adanya perbedaan budaya yang luas antara
kelompok manusia atau fleksibilitas perilaku individu. Tidak jelas bahwa sistem etika atau
moralitas yang memuaskan dapat didasarkan pada pemikiran evolusioner. Kita dapat
melihat ke depan dan di tahun-tahun ke depan untuk melanjutkan dialog antara pendukung
psikologi evolusioner dan pendukung menyeluruh lainnya dari berbagai pendekatan yang
berbeda untuk mengkonseptualisasikan dan mengurangi perilaku manusia.
PSIKOLOGI
KEPRIBADIAN TIMUR
Teori Kepribadian
Abhidhamma
Merupakan wawasan dari Buddha Gautama
yang kemudian terbagi menjadi dua aliran,
yaittu alirann Mahayana dan Hinayana.
Menurut Abhidhamma bahwa tidak ada diri
yang bersifat kekal atau abadi yang ada
hanyalah sekumpulan proses impersonal yang
timbul dan menghilang.
Objek Psikologi Abhidamma
Setiap keadaan jiwa yang terdiri dari sekumpulan
sifat jiwa. Sifat jiwa terebut misalnya cinta,benci
dan sosial . Faktor-faktor jiwa dalam Abhidhamma
juga terbagi menjadi dua macam yaitu kusula
yang berarti murni, baik, sehat dan Akusula
yang berarti tidak murni, tidak baik, tidak
sehat.

Pemikiran yang dianggap


sebagai indera keenam

Pengindraan dari panca


indera
01 02
Teori ini dikemukakan oleh Struktur kepribadian dan jiwa
Francis L.K. Hsu seorang manusia timur digambarkan
warga negara USA yang sebagai lingkaran yang
konsentris dimana dari setiap
berketurunan Cina yang
lingkaran tersebut
dimana teorinya disebut menggambakan suatu alam
teori Kepribadian Jen dari kehidupan jiwa manusia dengan
sastra Cina , yang berarti berbagai macam isi seperti
manusia yang berjiwa selaras, perspektif, pengetahuan, ingatan
manusia yang berkepribadian sampai pada keinginan dan
nafsu manusia
Teori
Kepribadian Jen
Dari Hsu
Lingkaran Alam Kehidupan
Jiwa atau Kepribadian
Manusia Menurut Hsu
Keterangan Gambar:
7. Lingkaran lapisan tidak sadar
6. Lingkaran lapisan bawah sadar
5. Lingkaran lapisan kesadaran yang tidak
dinyatakan
4. Lingkaran lapisan kesadaran yang
dinyatakan
3. Lingkaran lapisan hubungan akrab atau
karib
2. Lingkaran lapisan hubungan berguna,
yang memiliki manfaat.
1. Lingkaran lapisan hubungan jauh
0. Lingkaran dunia luar
Selayang Pandang
Gerakan Kebatinan
Gerakan kebatinan Indonesia adalah
gerakan mesu budi, maksudnya
adalah gerakan yang melatih budi
pekerti manusia untuk membangun
pikiran dan perasaan yang halus
sehingga hidup menjadi lebih tentram
dan bahagia.
Sifat-sifat gerakan kebatinan
Sifat batin yaitu rasa yang terdapat

01 dalam pikiran dan perasaan yang


dalam dari diri manusia

Sifat rasa yaitu pengalaman


rohani yang bersifat subjektif
02
Sifat asli sebagai reaksi terhadap
keterasingan manusia dari dirinya sendiri.
Dalam hal ini gerakan kebatinan Indonesia
03 lebih menekankan dan memprtahankan
gaya hidup serta tata krama timur.
04 Sifat keakraban atau hubungan erat antar
anggota, dengan adanya kesamaan pandangan
hidup antar anggota maka akan terjadi
hubungan yang erat rasa persatuan antar
anggota

Sifat akhlak sosial, maksudnya adalah gerakan


ini dibentuk untuk melawan kemerosotan moral
akibat arus barat yang menggerogoti tata krama
05
timur.

Gerakan kebatianan percaya adanya

06 daya-daya gaib yang supranatural,


misalnya jimat, sakti, mantra, keramat
dan mimpi
Teori Kepribadian Kramadangsa

Teori ini merupakan aliran dari kebatianan Kawruh


Begja yang di pimpin oleh Ageng Suryomentaram.
Pengetahuan tentang diri atau kepribadian manusia
dalam bahasa jawa yang dipakai oleh Ageng
Suryomentaram adalah pangawikan pribadi.
Manfaat Pangawikan Pribadi

Memahami kehidupan
jiwanya sendiri dan orang Memahami rasa diri
lain. 01 sendiri dan rasa orang
02 lain.

03
Untuk melaksanakn pola
hidup yang tepat dan benar
sehingga dapat
dipertanggung jawabkan
03 Untuk mengatasi konflik
yang terjadi, sehingga
04 pangawikan dapat disebut
revolusi jiwa sehat
Dengan adanya revolusi jiwa yang
sehat maka manusia dapat mencapai
rasa bebas yaitu pembebasan batin
atau jiwa manusia.

05
02
Sebagai pengembangan
Dengan tercapainya kebebasan batin
akal budi yang realistis, dan
sebagai tujuan utama maka dapat
rasional
membangun hidup yang tentram dan
07 damai.

06
Struktur Kejiwaan Manusia Menurut
Ageng Suryomentaram
Keinginan

Manusia dengan Rasa Aku


Rasa hidup, yang menjadi Kramadangsa melakukan
pengembangan akal budi dalam
pendorong semua tindakan
bidang: rasa senang dan susah, rasa
manusia.
sama, dan rasa damai.

Rasa sesal dan khawatir


Rasa tabah

Rasa iri dan sombong Rasa bebas


TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai