Anda di halaman 1dari 10

PENGGOLONGAN HUKUM VROOH

Berdasarkan Wujud :

• Hukum tertulis :
– Hukum dalam bentuk tulisan yang telah
dicantumkan dalam berbagai peraturan negara,
seperti UUD 1945 dan UU.
• Hukum tidak tertulis :
– Hukum yang masih hidup dalam keyakinan
masyarakat tertentu(hukum adat). Dalam praktik
ketatanegaraan disebut konvensi,seperti pidato
kenegaraan presiden, norma – norma kesopanan.
Berdasarkan Ruang atau Wilayah Berlakunya :

• Hukum lokal :
– Hukum yang berlaku di daerah tertentu saja, seperti
peraturan Pemprov Jatim.
• Hukum nasional :
– Hukum yang berlaku di negara tertentu, seperti hukum
negara Kairo, dan hukum negara Indonesia.
• Hukum internasional :
– Hukum yang mengatur hubungan antara 2 negara atau
lebih, seperti hukum perang, hukum perdata
internasional.
Berdasarkan Waktu yang Diaturnya :

• Saat ini(ius constitutum) :


– Hukum yang berlaku saat ini(hukum positif), seperti UUD
1945 hasil amandemen terbaru.
• Masa depan(ius constituendum) :
– Hukum yang berlaku di waktu yang akan datang,seperti
yang tercantum pada aturan peralihan UUD 1945.
• Antarwaktu :
– Hukum yang mengatur sebuah peristiwa yang menyangkut
hukum yang berlaku pada saat ini dan hukum yang berlaku
pada masa lalu, seperti UUD 1945 pasal 6A dan pasal 7
Berdasarkan Pribadi yang Diatur :

• Satu golongan :
– Hukum yang mengatur dan berlaku hanya bagi golongan
tertentu saja, seperti hukum/peraturan RT 1.
• Semua golongan :
– Hukum yang mengatur dan berlaku bagi semua
golongan, seperti hak hidup dalam hukum HAM.
• Antar golongan :
– Hukum yang mengatur 2 golongan atau lebih yang
masing – masing tunduk pada hukum yang berbeda,
seperti pada Ukhuwah Islamiah.
Berdasarkan Isi Masalah yang Diatur :
Hukum Publik(Warga Negara dan Negara) :

• Tata negara :
– Berisikan tentang hal – hal yang bersifat mendasar bagi negara tertentu,
seperti bentuk negara dan pemerintahan, dan alat perlengkapan negara.
• Administrasi negara :
– Berisi tentang hal teknis dari negara, seperti cara bekerja alat – alat
perlengkapan negara, cara melaksanakan kekuasaan dan wewenang dari
setiap organ negara.
• Hukum pidana :
– Hukum yang mengatur tentang pelanggaran – pelanggaran dan kejahatan
terhadap kepentingan hukum yang diancam dengan sanksi pidana tertentu.
• Hukum acara(hukum formal) :
– Seperangkat aturan yang berisi tata cara menyelesaikan, melaksanakan,
atau mempertahankan hukum material.
Hukum Privat(hukum perdata/individu) :
• Hukum perorangan :
– Himpunan peraturan yang mengatur manusia sebagai
subjek hukum, dan tentang kecakapannya memiliki hak –
hak, serta bertindak sendiri dalam melaksanakan hak –
haknya itu. Manusia dan badan hukum dikategorikan
sebagai pembawa hak atau subyek hukum.
• Hukum keluarga :
– Memuat serangkaian peraturan yang timbul dari
pergaulan hidup dalam keluarga(karena perkawinan
yang menghasilkan anak), antara lain :
• Kekuasaan orang tua, membimbing anak(kekuasaan putus jika
anak telah dewasa umur 21 tahun, putus perkawinan.
• Perwalian, seseorang/perkumpulan yang bertindak sebagai
wali untuk memelihara anak yatim piatu sampai cukup umur.
Di Indonesia dijalankan oleh pejabat Balai Harta Peninggalan.
• Pengampuan, seseorang/perkumpulan yang ditunjuk hakim
sebagai kurator bagi orang dewasa yang diampuninya(seperti
karena kelainan dan berlaku buruk).
• Perkawinan, mengatur perbuatan hukum serta akibatnya
antara 2 pihak dengan maksud hidup bersama untuk jangka
waktu yang lama menurut undang – undang(di Indonesia
menurut UU No. 1/1974.
• Hukum kekayaan, mengatur hak dan kewajiban manusia yang dapat dinilai
dengan uang, serta mengatur benda dan hak yang dapat dimiliki atas
benda yang mencakup :
– Hukum benda, bertugas mengatur hak kebendaan yang bersifat mutlak. Hukum
benda terdiri atas hukum benda bergerak dan hukum benda tidak bergerak.
– Hukum perikatan, bertugas mengatur hubungan yang bersifat kehartaan antara 2
orang atau lebih. Pihak pertama berhak atas prestasi dan pihak kedua wajib
memberikan sesuatu. Hal pemenuhan prestasi terdiri atas memberikan sesuatu,
berbuat sesuatu, tidak berbuat sesuatu.
– Hukum waris, hukum yang mengatur kedudukan hukum harta kekayaan seseorang
setelah dia meninggal, terutama berpindahnya harta kekayaan tersebut pada orang
lain. Yang diatur antara lain pembagian harta peninggalan, turunan penerimaan,
hibah dan wasiat. Pembagian waris dapat dilakukan dengan cara :
» Menurut undang – undang, pembagian warisan pada pewaris yang memiliki
hubungan darah terdekat.
» Menurut wasiat, pembagian warisan berdasarkan pesan atau kehendak terakhir
dari si pewaris yang harus dinyatakan secara tertulis dalam akte notaris.
– Hukum dagang, mengatur soal perdagangan perniagaan yang timbul karena tingkah
laku manusia dalam perdagangan atau perniagaan, hal yang diatur mencakup
perniagaan pada umumnya dan hak kewajiban yang timbul dalam dunia perniagaan.
– Hukum adat, hukum yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat tertentu ,
dan hanya dipatuhi oleh masyarakat yang bersangkutan.