Anda di halaman 1dari 47

KESEHATA

N
REPRODU
Disampaikan pada MK Keperawatan Maternitas
D4 Keperawatan - Poltekkes Kemenkes Pontianak

KSI
2019 | Affi Zakiyya
PERSPEKTIF KESPRO
• KESPRO menjadi isu penting karena berkaitan dengan Hak Reproduksi setiap keluarga

• KESPRO dengan paradigma baru menjadi pengelolaan kependudukan dan pembangunan


• dahulu: penurunan fertilitas

• baru: pendekatan KESPRO & hak reproduksi

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


AREA KESPRO
• Kesehatan Ibu, bayi dan anak (MCH)
• Pelayanan Keluarga Berencana yg berkualitas, pencegahan
dan pengobatan infertilitas, pencegahan dan manajemen
komplikasi aborsi, Rujukan pelayanan KB dan kesehatan
reproduksi
• Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS ,
pengobatan Infeksi Saluran Reproduksi (IRS), gangguan
sistem reproduksi lainnya,

• KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja), Seksualitas (sistem,


fungsi dan proses reproduksi, pubertas, kehamilan),
NAPZA

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


HAK REPRODUKSI DAN
SEKSUALITAS
• Hak utk hidup
• hak mendptkan keamanan & kebebasan
• hak atas kesetaraan, dan terbebas dari segala btk deskriminasi
• hak privasi
• hak kebebasan berpikir
• hak atas informasi dan edukasi
• hak memilih utk menikah atau tdk serta membtk & merenc klrg
• Hak utk memutuskan apakah ingin dan kapan punya anak
• Hak atas pelay. Dan proteksi kesehatan
• hak atas kebebasan berserikat dan berpartisipasi dalam arena politik
• hak utk terbebas dari kesakitan dan kesalahan pengobatan

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


MENSTRUASI
DAN
PERMASALAHAN
NYA

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


KONSEP MENSTRUASI
• Menstruasi adalah pengeluaran darah dari rahim perempuan sehat
• Lamanya adalah 3-6 hari
• Siklus berkisar 25-31 hari sekali,
• Warna darah kecoklatan
• Jumlah dilihat dari: dalam satu hari dapat berganti pembalut dua kali.
• Terjadi karena penurunan kadar progesteron yang mengakibatkan ovum melepaskan
telur yang disebut ovulasi (Baziad, 2008)

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


KONSEP MENSTRUASI

Siklus Haid Normal 1x, 28 hari, 2- 6 hari


Pd siklus 28 hari, hari ke 5-14 adalah fase folikular/proliferasi yg
dimulai ssdh perdarahan berakhir & berlangsung sampai saat ovulasi
Fase ini berguna utk menumbuhkan endometrium agar siap menerima
ovum yg telah dibuahi

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z
DISMENORHOE
• Dismenorhoe Primer : timbul sejak haid pertama dan akan hilang dengan
sendirinya.Penyebabnya stress,penyempitan pembuluh darah,Hb rendah

• Dismenorhoe Sekunder : sebelumnya tidak nyeri,tiba-tiba muncul.Hal ini disebabkan karena


kista/polip,tumor, infeksi rahim

Manifestasi klinik :

- Gangguan emosional : irritabilitas, gelisah, insomnia

- Fisik: nyeri kepala, perut kembung, mual, pembesaran & rasa nyeri pd mamae

- berat : depresi, ketakutan, gangguan konsentrasi, peningkatan gejala-gejala fisik di atas

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


PRE MENSTRUAL SYNDROME
• Yaitu: keluhan-keluhan yg biasanya mulai 1 mg sampai bbrp hari pra haid dan menghilang pada saat haid
kadang-kadang masih berlangsung terus sampai haid berhenti

Etiologi pada Sindroma Pra Haid :


• Sekresi estrogen yang abnormal.
• Kelebihan atau defisiensi progesteron.
• Kelebihan atau defisiensi kortison, androgen atau prolaktin.
• Kelebihan hormon antidiuresis.
• Abnormalitas sekresi opiat endogen atau melatonin.
• Defisiensi vitamin A,B1, B6 atau mineral, misalnya magnesium.
• Hipoglikemia reaktif.: mengurangi coklat krn mengandung karbohidrat sederhana yg mempercepat
penurunan GD
• Alergi hormon
• Kelebihan atau defisiensi prostaglandin.
• Toksin haid.
• Faktor-faktor psikologis, sosial, genetik .

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


PERDARAHAN BUKAN HAID
• Perdarahan yg terjadi dalam masa antara 2 siklus haid
• Perdarahan terpisah & dapat dibedakan dari haid, atau 2 jenis perdarahan ini menjadi satu

Penyebab organik:
• Servic uteri: polip servic uteri, tuba, ovarium, erosi porsio uteri, ulkus pada porsio uteri, karsinoma servic
uteri
• Korpus : polip endometrium, abortus, mola hidatidosa, koriokarsinoma, karsinoma korpus uteri, sarkoma
uteri, mioma uteri
• Tuba fallopi: kehamilan ektopik terganggu, radang, radang
• Ovarium: radang, tumor

• Penyebab fungsional disebut perdarahan uterus disfungsional

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


PERDARAHAN UTERUS ABNORMAL
• a. Gangguan siklus :
• Sering (polimenore)
• Jarang (oligomenore)
• Tidak teratur, tidak haid (amenore)

• b. Gangguan perdarahan :
• Sedikit (hipomenore)
• Banyak (hipermenore)
• Terlalu lama (menoragia)
• Perdarahan bercak (spotting)
• Perdarahan di luar haid (metroragia) , pybb; Kelainan organik (polip endometrium, Ca endometrium,
Ca servic,

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


GANGGUAN
MENSTRUASI Hipermenorea/menorargia: jml darah
lebih banyak, lama lebih lama dari siklus
Gangguan menstruasi normal
berdasar lama dan
jumlah Hipomenorea: jml darah lebih sedikit,
lama lebih pendek dari siklus normal

Gangguan
Polimenorea: siklus pendek < 21 hari
Menstruasi Gangguan
menstruasi Oligomenorea: siklus lebih panjang >35 hari
berdasar siklus
Amenorhea: tidak terjadi haid pada kurun
waktu tertentu

Gangguan perdarahan Menometrorargia: perdarahan dalam jumlah


diluar siklus banyak yang berlangsung panjang dan terus
menerus (Manuaba, 2008).

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


DETEKSI DINI
GANGGUAN
REPRODUKSI

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


SKRINNING (SCREENING)

• Deteksi dini dari suatu penyakit

• Usaha mengidentifikasi penyakit atau kelainan secara klinis belum jelas dengan menggunakan
test, pemeriksaan atau prosedur tertentu yang dapat digunakan secara cepat untuk
membedakan orang-orang yang kelihatannya sehat tetapi sesunguhnya menderita suatu
kelainan.

• TUJUAN: Mengurangi morbiditas atau mortalitas dari penyakit dengan pengobatan dini
terhadap kasus yang ditemukan.

CONTOH :
• Skrining gangguan reproduksi :papsmear, IVA

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


SYARAT:
Wilson and Jungner (1986) persyaratan skrining antara lain :
• Masalah kesehatan atau penyakit yang diskrining harus merupakan masalah
kesehatan yang penting.
• Harus tersedia pengobatan bagi pasien yang terdiagnosa setelah proses skrining.
• Tersedia fasilitas diagnosa dan pengobatan.

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


JENIS GANGGUAN REPRODUKSI
• Carsinoma Cerviks
• Gangguan Menstruasi
• Endometriosis
• Tumor Kistik dan Jinak Alat Genital
• Myoma Uteri
• Radang pada genital wanita :vulvitis, Bartolinitis,Vaginitis,Servisitis, Endometritis,
Metritis,Adneksitis,parametritis, pelvioperitonitis

TUGAS:
BUAT POWER POINT BERISI TENTANG JENIS GANGGUAN REPRODUKSI DI
ATAS! (14)

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


DETEKSI DINI KANKER SEVIKS
Mencegah lebih baik daripada mengobati
Mari kita bersama mencegah kanker serviks

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


• Kasus kanker ketiga terbesar pada perempuan
• Dialami 1,4 juta perempuan di dunia
• Setiap tahun, muncul 460.000 kasus baru
• Setiap tahun, 231.000 perempuan meninggal karena penyakit ini
• Sekitar 80% kasus baru terjadi di negara-negara sedang berkembang

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


Kanker Serviks di Indonesia

 The most frequent of cancer in


Indonesia ~ (34.4% of women cancer)1
 Almost 70% of advanced stage
( > stage IIB) 2, low survival rate

 15.000 new cases, 8.000 death 3;


40 – 45 new cases,
20 – 25 death/day, 1 death/hour

 Screening coverage < 5%


(idealy ~ 80%)

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


Kanker Serviks
 90 % lesi prakanker terjadi pada usia <45thn
 Insidensi puncak lesi prakanker pd usia 25-29 tahun
 Kanker serviks 70% ditemukan pada stadium lanjut

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


Perjalanan Alamiah Kanker Serviks

 Penyebab utama adalah HPV


 Melalui tahapan prekanker (CIN)
 Memerlukan waktu yang lama (> 10 tahun)

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


Distribution of Gynecological & Cervical Cancer
Stages Distribution of Cervical Cancer Stages

National General Hospital


Distribution of Gynecological Cancer 2.7
RSCM yr.1992 (n = 489)

IV-A 5.5
T rophoblast

ADVANCED
5.9% III-B 39.9 71.6%
Vagina 0.6
0.3% II-B 22.9

Vulva 9.8
0.7% I-B 18.2 28.4%

EARLY
0.4
Uterine Ovary
Corpus 14.9%
2.7% 0 % 10National General
20 Hospital
30 40 50
Cervical
1.7
RSCM yr.1997-8 (n = 469)
Cancer
75.5%
5.3

66.5%

ADVANCED
III-B 37.3
0.9
National General Hospital 21.3
RSCM yr.1994 (n = 597)
9.4
I-B 18.8 28.6%

EARLY
0.4
[Missing data : 4.9%]

0 % 10 20 30 40 50
2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z
LATAR BELAKANG
• 99,7% kanker servik terkait secara langsung dengan infeksi sebelumnya dengan
Human Papilloma Virus (HPV)
• Dari 50 jenis HPV yang menginfeksi saluran genital, 15–20 jenis diantaranya
berkaitan dengan kanker serviks
• Empat dari jenis tersebut paling sering terdeteksi pada kanker serviks
(jenis16,18,31,45)
• Infeksi HPV seringkali tidak menimbulkan gejala
• Tanda-tanda infeksi yang paling umum adalah bintik-bintik kecil berwarna pink
atau merah, gatal dan rasa terbakar pada daerah genital

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


Setelah perempuan terinfeksi HPV:
• Infeksi dapat tetap stabil
• Infeksi mungkin berkurang secara spontan
• Bila serviks terinfeksi, dapat berkembang menjadi low grade
squamous intraepithelial lesions (LGSILs) tingkat rendah,
disebut juga cervical intraepithelial neoplasia (CIN I) lunak atau
dysplasia awal

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


Pada setiap 1 juta perempuan yang terinfeksi, 10% (100.000)
akan mengalami perubahan prakanker serviks:
• Perubahan ini biasanya terjadi pada perempuan berusia 30–
40 tahun
• Sekitar 8% dari perempuan tersebut akan berkembang
menjadi prakanker yang terbatas pada lapisan luar serviks
(carcinoma in situ) (CIS)
• Sekitar 1,6% akan berkembang menjadi kanker apabila CIS
tidak terdeteksi dan diobati

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


• Perkembangan menjadi kanker serviks dari high grade
squamous intraepithelial lesions (HGSILs) biasanya terjadi
setelah 10–20 tahun
• Walaupun jarang terjadi, sebagian lesi prakanker dapat menjadi
kanker dalam waktu satu atau dua tahun

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


• Aktivitas seksual sebelum usia 20
• Banyak pasangan seksual
• Terpapar Infeksi menular seksual (IMS)
• Ibu atau saudara perempuan yang memiliki kanker serviks
• Hasil Pap smear sebelumnya yang tak normal
• Merokok
• Penurunan daya tahan tubuh
• HIV/AIDS
• Penggunaan corticosteroid kronis

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


TUJUAN DARI DETEKSI
DINI KANKER SERVIKS
ADALAH MENEMUKAN
LESI PRAKANKER
SEHINGGA KANKER
SERVIKS DAPAT DICEGAH

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


Deteksi Dini
 Metode yang baik untuk deteksi dini harus mempunyai:
 Spesifitas tinggi (Kemungkinan hasil tes negatif pada individu yang tidak
terkena)
 Sensitifitas tinggi (Kemungkinan hasil tes positif pada individu yang terkena)
 Mudah dilakukan dan terjangkau

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


Metode Deteksi Dini Kanker Serviks
 PAP Smear
 IVA
 HPV DNA test

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


PAP SMEAR
 Ditemukan oleh George Papanicolau 1940
 Mulai digunakan pada tahun 50an di Amerika
 Paling umum digunakan dalam program skrining
 Spesifitas 98% sensitivitas 51%

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z
2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z
2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z
Panduan PAP SMEAR
 Dilakukan pada wanita yang aktif secara seksual
 Mulai dilakukan skrining pada umur 21 tahun atau 3 tahun
setelahkontak seksual
 Interval skrining tiap tahun sampai usia 30 tahun kemudian tiap 3
tahun.

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


TES IVA (Inspeksi Visual
dengan Asam Asetat)
 Dilakukan di negara berkembang
 Tidak memerlukan biaya tinggi
 Diperlukan tenaga yang terlatih

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


SIAPA YANG HARUS MENJALANI
TES
 Semua perempuan usia 30-50 tahun

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


KAPAN HARUS MENJALANI TES IVA

 kapan saja dalam siklus menstruasi, termasuk saat menstruasi,


saat asuhan nifas atau paska keguguran.
 kunjungan ulang untuk tes IVA setiap 5 tahun

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


Pap Smear dan IVA
 Pap Smear spesifitasnya lebih tinggi
 IVA sensitifitasnya lebih tinggi
 Biaya IVA lebih murah
 IVA memerlukan tenaga terlatih

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


Tes HPV DNA
 Mendeteksi HPV onkogenik
 Dilakukan swan pada serviks
 Apabila ada HPV onkogenik akan memberikan hasil positif
 Sensitivitas tinggi, Spesifitas rendah
 Digunakan bersama dengan pap smear pada kasus ASCUS atau borderline
 Mahal

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


• Pencegahan infeksi HPV dapat mencegah kanker serviks
• Tidak ada bukti kuat bahwa kondom dapat mengurangi
risiko infeksi HPV, walaupun kondom dapat memberi
perlindungan terhadap penyakit yang terkait HPV

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


• Vaksin bisa menjadi cara yang paling efektik dalam
mencegah kanker serviks
• Vaksin dapat melindungi perempuan hanya dari sebagian
jenis HPV
• Minimal dua jenis vaksin yang saat ini masih dalam proses
persetujuan:
• Gardasil – Quadrivalent (HPV 6,11,16,18)
• Cervarix – Bivalent (HPV 16,18)

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


• Perempuan yang telah terinfeksi harus menjalani penapisan untuk menentukan
apakah mereka memiliki lesi prakanker tahap dini dan mudah diobati
• Pap smear adalah metode penapisan yang paling banyak dilakukan
• Metode penapisan lain:
• Penapisan Visual
• Tes HPV
• Penapisan sitologi otomatis
• Pap smear, dengan banyak langkah-langkahnya, menjadi masalah dalam
lingkungan dengan sumberdaya/sarana yang rendah

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


• IVA minimal sama efektifnya dengan Pap smear dalam mendeteksi
penyakit
• IVA membutuhkan sedikit bahan/logistik dan sedikit hambatan teknis
• Penelitian di Afrika Selatan, India dan Zimbabwe tahun 1990an
menunjukkan IVA sebagai alternatif yang baik selain Pap smear
• Penelitian selanjutnya memastikan bahwa IVA merupakan pilihan yang
sesuai untuk penapisan di lingkungan dengan sumberdaya yang rendah

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


• Dapat dengan efektif mengidentifikasi sebagian besar lesi prakanker
• Tidak bersifat invasif, mudah dilakukan dan tidak mahal
• Dapat dilakukan oleh semua tenaga kesehatan di hampir semua lingkungan/fasilitas
• Memberikan hasil segera yang dapat digunakan untuk memberitahu keputusan dan
tindakan yang berkaitan dengan pengobatan
• Membutuhkan bahan dan perlengkapan yang mudah didapat di daerah setempat

2019 | Kesehatan Reproduksi - Affi Z


TERIMA KASIH