Anda di halaman 1dari 18

+ FOLLICULITIS &

FURUNCLE

Disusun oleh :
Hafizhah Nur Azizah (1907101030062)
Farah Maulida Marta (1907101030061)
Deni Fahrian (1907101030056)

Pembimbing :
Dr. Arie Hidayati, M.Ked(DV), Sp.DV

BAGIAN/ KSM ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
2020
+
FOLIKULITIS
+
DEFINISI

 Subacute atau folikulitis kronis, yaitu terjadinya perubahan


peradangan yang hanya terbatas pada ostium atau meluas sedikit di
bawah ostium, dan sembuh tanpa bekas luka

 penyebab umum : Staphylococcus aureus, staphylococci coagulase-


negatif dan iritasi fisik atau kimiawi
+
EPIDEMIOLOGI

 Insidensi dan Prevalensi

 Folikulitis merupakan penyakit yang sangat umum terjadi. Saat


folikulitis timbul, banyak pasien yang tidak menyadarinya sehingga
kebanyakan mereka tidak mencari pelayanan medis.

 Usia

 Folikulitis superfisial yang disebabkan oleh Stafilococcus aureus


adalah kejadiaan yang umum terjadi di masa kanak-kanak, dan
biasanya terjadi pada bagian kulit kepala/tepi kulit kepala atau pada
tungkai. Pada pria dewasa paling sering terjadi folikulitis di area
jenggot.
+
Faktor Predisposisi

 Folikulitis superfisial yang disebabkan oleh Stafilococcus aureus (Impetigo


Folikuler Bockhart) adalah infeksi ostium folikuler.

 Cedera fisik atau kimia pada kulit mungkin berhubungan dengan


folikulitis, dimana pustula yang mungkin steril atau mungkin mengandung
staphylococci coagulase ‐ negatif akan menyebabkan folikulitis.

 Pekerja yang berhubungan dengan minyak mineral/terapeutik atau


pekerjaan yang terpapar dengan produk tar, pada umumnya sangat
mungkin menimbulkan lesi tersebut

 Di bawah plester atau balutan plester, pada umumnya terdapat folikulitis


steril. Dan juga setelah seseorang mencukur bulu, folikulitis traumatis
dapat timbul.
+
GEJALA KLINIS

 Secara klinis, lesi timbul dengan ukuran kecil, papula folikel


atau pustula yang timbul seukuran kepala peniti. Lesi yang
timbul tersebut jarang dirasa menyakitkan. Terkadang, ada
krusta kecil diatasnya

 Pada folikel superficial yang disebabkan oleh Stafilococcus


aureus, lesi tunggal akan berbentuk kubah dengan pustula
kuning, dan terkadang dengan areola sempit berwarna merah.
Pustula akan tumbuh bergerombol dan dapat sembuh dalam
waktu 7 – 10 hari, namun terkadang dapat menjadi kronis.

 Pada remaja dan orang dewasa, infeksi dapat lebih dalam


pada beberapa folikel sehingga menjadi furunkel atau
sebagai sycosis.

 CA-MRSA dapat muncul dengan folikulitis atau abses dan


bisa berkembang menjadi infeksi yang parah.
+
DIAGNOSIS BANDING

 Erupsi acne formis

 dermatosis pustular subkornea

 Tinea barbe

 psoriasis pustular akut atau pustular yang muncul akibat reaksi tidak cocok
terhadap obat-obatan.

 Perjalanan Penyakit dan Prognosis : Folliculitis biasanya sembuh sendiri dalam


beberapa hari; bagaimanapun tetap dapat berulang dan menetap tergantung
pada penyebab yang mendasarinya.

 Pemeriksaan biasanya tidak diperlukan; namun walaupun demikian, apabila


diduga CA-MRSA, maka harus dilakukan pemeriksaan sensitivitas organisme.
+
TATALAKSANA

 Folikulitis superfisial yang diakibatkan oleh bahan kimia atau fisik


eksternal akan selesai apabila iritasi dihilangkan. Folikulitis
stafilokokus ringan sering sembuh sendiri, atau dapat sembuh dengan
membersihkan atau dengan anti-topikal septik. Dalam kasus yang
lebih parah, antibiotik topikal atau sistemik mungkin diperlukan.

 Cuci tangan, mandi secara teratur dan semua pakaian pribadi tidak
boleh dipakai secara bergantian.

 Rutin mengaplikasikan 6,25% aluminium klorida heksahidrat yang


terdapat dalam alkahol etil anhidrat
+

Lini Pertama Lini Kedua

 Bersihkan dan cuci kulit yang sakit  ▪︎Flucloxasilin


sekali sehari dengan antiseptik.  ▪︎Cloxasilin
Hindari salep oklusif yang berat.
 ▪︎Clindamisi
 Gunakan Antibiotik topikal dua
kali sehari ke daerah yang terdapat  ▪︎Cephalexin
folikulitis, dapat menggunakan
asam fusidat, mupirosi atau krim
klindamisin 2%.
Lini Ketiga

 ▪︎Tetrasiklin

 ▪︎Eritromisin
+
FURUNKEL
+
DEFINISI

 Furunkel (atau bisul) merupakan suatu infeksi akut, biasanya


nekrotik, infeksi folikel rambut akibat S. aureus

 Abses kulit adalah kumpulan nanah di dermis dan jaringan adiposa


yang biasanya diakibatkan oleh infeksi
+
EPIDEMIOLOGI

 Epidemiologi furunculosis kebanyakan dikaitkan dengan


Community‐acquired staphylococcal infections.

 Sebuah penelitian Perancis pada pasien dengan furunculosis


menunjukkan adanya stafilokokus pada sebagian besar hasil swab,
dan 42% dari isolat menunjukkan adanya gen PVL

 Furunkel relatif jarang terjadi pada anak usia dini di daerah beriklim
tropis, kecuali pada subjek atopik, tetapi frekuensinya akan
meningkat dengan cepat disaat pubertas, dan pada masa remaja dan
kehidupan dewasa muda
+
Faktor predisposisi

 Strain yang terinfeksi Staphylococcus yang diisolasi dari furuncle


biasanya juga terdapat di lubang hidung atau perineum,

 Gesekan mekanis sederhana pada kerah dan sabuk dapat menentukan


distribusi lesi.

 Malnutrisi adalah faktor predisposisi penting di beberapa negara.

 Diabetes diyakini sebagai faktor predisposisi furunculosis

 Furunculosis sering terjadi pada pasien yang terinfeksi HIV


+
Patologi

 Furuncle adalah abses dari folikel rambut, biasanya dari jenis vellus.
Abses perifollicular diikuti oleh nekrosis dengan destruksi folikel.

 Mekanisme patogen berupa staphylokokus yang menghasilkan abses


tidak begitu jelas, tetapi injeksi PVL ke kulit kelinci akan
menghasilkan lesi nekrotikans.

 Hal ini menunjukkan bahwa sitotoksin yang dihasilkan memiliki


peran dalam lesi nekrotik tersebut.

 Organisme penyebab : Staphylococcus aureus, dapat berupa MSSA,


MRSA atau positif PVL
+
MANIFESTASI KLINIS

 Furuncle pertama kali muncul sebagai nodul inflasi yang


kecil dan follicular, dan akan segera menjadi pustular dan
kemudian nekrotik (dalam 2 hari atau setelah 2 minggu) dan
akan sembuh setelah pelepasan inti nekrotik, yang akan
meninggalkan makula keuanguan dan, akhirnya, menjadi
bekas luka permanen. Dapat disertai nyeri yang berdenyut
atau tertusuk. Lesi dapat tunggal atau multipel, dan cenderung
muncul bergerombol.

 Terkadang timbul demam dan gejala konstitusional ringan.


Daerah yang umumnya terlibat adalah wajah dan leher,
lengan, pergelangan tangan dan jari, bokong dan daerah
anogenital.

 Pada penyakit HIV, furunkel dapat bergabung menjadi plak


violaseus. Faktor risiko untuk infeksi PVL berupa kepadatan /
kontak erat, kebersihan yang buruk dan kerusakan kulit. Lesi
PVL cenderung berdiameter> 5 cm, lebih cenderung nekrotik
dan lebih menyakitkan daripada biasanya.
+
DIAGNOSA BANDING

 Furunkel adalah nodul yang dalam, berbeda dengan lesi folikulitis


staphylococcus superfisial.

 Lesi Vesikopustula pada herpes simpleks disseminata bersifat


umbilicated dan muncul secara bersamaan dalam jumlah besar di
daerah eksema yang aktif maupun sembuh.

 Nodul dan abses terjadi terutama pada aksila dan perineum pada
hidradenitis.

 Nodul tunggal atau kecil, besar, bernanah pada kulit yang terbuka
meningkatkan kemungkinan myiasis
+
Tata laksana

Simpel Furuncles S. aureus.

 Setiap episode perlu diobati secara sistemik dengan flucloxacillin atau


antibiotik resisten penicilinase yang lain. Agen antibakteri topikal
mengurangi kontaminasi kulit di sekitarnya.

Pvl S. aureus furunkel.

 kombinasi klindamisin oral plus rifampisin atau linezolid plus rifampisin.

 Biasanya rifampisin diberikan dengan dosis 300 mg BD, klindamisin


300 mg BD hingga 450 mg TDS (dosis yang lebih rendah memiliki
kemungkinan lebih kecil menyebabkan diare) dan linezolid 600 mg BD
selama 2 minggu sampai 4 minggu
+
Treatment ladder

furunculosis sederhana: lini pertama

• Flucloxacillin

• Erythromycin

pvl S. aureus furunculosis: lini pertama

• Klindamisin + rifampisin ditambah dekolonisasi • Linezolid +


rifampisin plus dekolonisasi  

Note: Abses nekrotik fluktuatif yang besar dan nyeri memerlukan insisi
dan drainase di bawah anestesi lokal di samping antibiotik di atas.