Anda di halaman 1dari 12

KEWIRAUSAHAAN

……
PRINSIP DALAM WIRAUSAHA

Roza Erda, SKM, MM, MKM


Kewirausahaan menurut Instruksi Prisiden RI No.
4 Tahun 1995 “Kewirausahaan adalah semangat,
sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam
menangani usaha atau kegiatan yang mengarah
pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan
cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan
meningkatkan efisiensi dalam rangka
memberikan pelayanan yang lebih aik dan atau
memperoleh keuntungan yang lebih besar.”
Prinsip-prinsip Kewirausahaan (Entrepreneurship)
menurut Dhidiek D. Machyudin, yaitu :

Harus Optimis
Ambisius
Dapat membaca
peluang pasar
Jangan Putus Asa
Jangan Takut Gagal
Anggapan bahwa
kegagalan adalah
kesuksesan yang
tertunda
Prinsip-Prinsip kewirausahaan meurut
Khafidhul Ulum:

1. Passion (Semangat)
2. Independent (Mandiri)
3. Marketing Sensitivity (Peka Terhadap Pasar)
4. Creative and innovative (Kretif dan Inovatif)
5. Calculated Risk Taker (mengambil Resiko
dengan penuh perhitungan)
6. Persistent (Pantang Menyerah)
7. High Ethical Standard (Berdasar standar etika)
7 Langkah Berpikir Kreatif dakan
Kewirausahaan
1. Persiapan (Preparation)
Persiapan menyangkut kesiapan untuk berfikir kreatif, dilakukan dalam
bentuk formal, pengalaman, magang dan pengalaman belajar lainnya.
Zimmerer mengemukakan tujuh langkah untuk memperbaiki pikiran
kita agar dapat berpikir kreatif yaitu :
1. Hindari sikap untuk tidak belajar. Dalam setiap situasi selalu ada
peluang untuk dapat dipelajari.
2. Belajar banyak. Jangan hanya mempelajari keahlian yang kita miliki
karena bidang lain tidak menutup kemungkinan untuk bisa dijadikan
sebagai peluang inovasi.
3. Diskusikan ide-ide kita dengan orang lain.
4. Himpun artikel-artikel yang penting.
5. Temui profesional atau asosiasi dagang dan pelajari cara mereka
memecahkan persoalan.
6. Gunakan waktu untuk belajar sesuatu dari orang lain.
7. Kembangkan keterampilan menyimak gagasan orang lain.
2. Penyelidikan (Investigation)

Dalam penyelidikan diperlukan individu yang


dapat mengembangkan pemahaman mendalam
tentang masalah atau keputusan. Untuk
menciptakan konsep dan ide-ide baru tentang
suatu bidang, seseorang pertam-tama harus
mempelajari masalah dan memahami
komponen-komponen dasarnya.
3. Transformasi (Transformation)
Tahap tranformasi menyangkut persamaan dan perbedaan
pandangan di antara informasi yang terkumpul.
Transformasi adalah mengidentifikasi persamaan dan
perbedaan yang ada tentang infomasi yang terkumpul.
Dalam tahap ini diperlukan dua tipe berpikir, yaitu berpikir
konvergen dan divergen. Berpikir konvergen adalah
kemampuan untuk melihat persamaan dan hubungan
diantara beragam data dan kejadian. Sedangkan berpikir
divergen adalah kemampuan melihat perbedaan antara
data dan kejadian yang beraneka ragam.
4. Penetasan (Incubation)

Penetasan merupakan penyiapan pikiran bawah


sadar untuk merenungkan informasi yang
terkumpul. Pikiran bawah sadar memerlukan
waktu untuk merefleksikan informasi.
5. Penerangan (Illumination)
Penerangan akan muncul pada tahap penetasan,
yaitu ketika terdapat pemecahan spontan yang
menyebabkan adanya titik terang. Pada tahap ini,
semua tahap sebelumnya muncul secara bersama
dan menghasilkan ide-ide kreatif serta inovatif.
6. Pengujian (Verification)
Pengujian menyangkut validasi keakuratan
manfaat ide-ide yang muncul yang dapat
dilakukan pada masa percobaan, proses
simulasi, tes pemasaran, pembangunan proyek
percobaan, pembangunan prototipe dan
aktifitas lain yang dirancang untuk membuktikan
ide-ide baru yang akan diimplementasikan.
7. Implementasi (Implementation)
• Create, innovate, and activate
• Always be on the look out for the new opportunities
• Keep it simple
• Try it, fix it, do it
• Shoot for the top
• Don’t be ashamed to start small
• Don’t fear failure : learn form it
• Never give up
• Go for it