Anda di halaman 1dari 16

TABULASI DATA

DAN
SISTEM SKORING

Sammy Lazuardi Ginanjar, S.Kep


TABULASI DATA DAN INTERPRETASI DATA
 Mengelompokkan data pengkajian ke dalam tabel

Contoh :

Dari hasil pengkajian yang telah dilaksanakan diperoleh data sebagian besar warga
berusia 21-50 tahun sebanyak 840 orang (49,8%). Sementara itu sebagian yang lain
berusia >50 tahun sebanyak 378 orang(22,4%), yang berusia 13-20 tahun sebanyak
198 orang(11,7%), yang berusia 6-12 tahun sebanyak 175 orang(10,4%), yang
berusia <5 tahun sebanyak 95 orang(5,6%).
PERUMUSAN PRIORITAS MASALAH

 Prioritas masalah ditetapkan setelah perumusan masalah


 Rumusan masalah terdiri dari :
Sign (Data) + Etiologi (penyebab) + Problem (Masalah)
 Melakukan prioritas masalah berdasarkan proses skoring menggunakan skala
BAYLON dan MAGLAYA
RUMUS SKORING
 Tentukan skor untuk setiap kriteria yang telah dibuat
 Selanjutnya skor dibagi dengan angka tertinggi dan dikalikan dengan bobot
SKORE x BOBOT
ANGKA TERTINGGI
 Jumlahkan skor untuk semua kriteria.
SKALA BAYLON DAN MAGLAYA
KRITERIA 1 : SIFAT MASALAH
 Tidak /kurang sehat
Yaitu kegagalan dalam mempertahankan kesehatan.
Misalnya  Keadaan sakit, Gagal dalam tumbang yg tidak sesuai dgn
tumbang normal.
 Ancaman Kesehatan
Yaitu keadaan yg memungkinkan terjadinya suatu penyakit, kecelakaan
& kegagalan dalam mencapai potensi kesehatan.
Misalnya  Penyakit keturunan, Anggota keluarga yg menderita
penyakit menular, jlh anggota keluarga tdk sebanding dengan sumber
daya keluarga, Risiko terjadinya kecelakaan (benda tajam di
sembarangan tempat, dll), Hubungan keluarga tidak harmonis, Sanitasi
lingkungan yg buruk. Kebiasaan yg merugikan, Imunisasi yg tdk
lengkap, dll.
 Krisis/Keadaan Sejahtera
Yaitu suatu keadaan transisi ke tingkat sejahtera yg lebih tinggi.
Misalnya  Perkawinan, Kehamilan, Persalinan, Masa nifas, Menjadi
ortu, Penambahan anggota keluarga, Abortus, Anak masuk sekolah,
Anak remaja. Kehilangan pekerjaan. Pindah rumah, dll.
KRITERIA 2 : KEMUNGKINAN MASALAH DAPAT DIUBAH

 Terdiri dari 3 opsi yaitu 


masalah dapat diubah dengan mudah,
hanya sebagian,
tidak dapat diubah.

 Utk menentukan opsinya perhatikan faktor-faktor berikut:


Pengetahuan kel ato masy skrg,
teknologi & tindakan utk menangani masalah.
Sumber daya kel (fisik, keuangan & tenaga)
Sumber daya tenaga kesehatan (pengetahuan, ketrampilan & waktu).
Sumber daya masy (fasilitas, organisasi, & dukungan)

Tau  Mau  Mampu


KRITERIA 3 “POTENSIAL MASALAH DAPAT DICEGAH”

 Terdiri dari 3 opsi yaitu 


masalah dapat dicegah dengan Tinggi, Cukup, & Rendah

 Utk menentukan opsinya perhatikan faktor-faktor berikut:


Kepemilikan dr masalah yg berhubungan dgn penyakit.
Lamanya masalah tersebut (berhubungan dgn jangka waktu)
Tindakan2 yg tepat yg sedang dijalankan utk memperbaiki masalah.
Adanya “High risk”.
KRITERIA 4 “MENONJOLNYA MASALAH”
 Terdiri dari 3 opsi yaitu 
Masalah berat, harus segera ditangani, Ada masalah, tetapi tidak perlu
segera ditangani, Masalah tidah dirasakan

 Utk menentukan opsinya perawat hrs memperhatikan hal berikut 


“perawat perlu memberikan persepsi bagaimana keluarga/ masy melihat
masalah kesehatan tersebut”.

Urgensi ???
“Prioritas masalah didasarkan pd diagnosa keperawatan keluarga
dan komunitas yg mempunyai skor tertinggi sampai skor
terendah dan disusun berurutan.”
TERIMA KASIH
TUGAS !
 Masing-masing mahasiswa melakukan pengkajian
ke keluarga masing-masing (format nanti
dilampirkan di vilep)
 Lalu membuat 4 kelompok
 Masing-masing kelompok melakukan tabulasi data,
analisa data dan skoring dari pengkajian yang telah
dilakukan