Anda di halaman 1dari 21

PPG Fisika

GELOMBANG BUNYI
PPG Fisika

PENGERTIAN

• Gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal yang


merambat melalui medium.
• Fenomena bunyi berhubungan dengan indera pendengaran
kita, yaitu telinga kita dan otak kita.
• Telinga berfungsi menerima gelombang bunyi, sedangkan otak
berfungsi menerjemahkan informasi dari telinga.
PPG Fisika

PERAMBATAN BUNYI

Sumber bunyi Medium Gendang telinga Otak


PPG Fisika

KENYARINGAN DAN KETINGGIAN BUNYI

• Kenyaringan bunyi dipengaruhi oleh energi pada gelombang


bunyi, yaitu dipengaruhi oleh panjang gelombang bunyi ()
• Ketinggian bunyi dipengaruhi oleh frekuensi gelombang
bunyi.
• Berdasarkan ketinggiannya, bunyi dapat dibedakan menjadi
tiga tingkatan, yaitu: infrasonik, audiosonik, dan ultra sonik.
Bunyi infrasonik, frekuensinya () < 20 Hz.
Bunyi audiosonik, frekuensinya ()
20 Hz    20.000 Hz.
Bunyi ultrasonik, frekuensinya
()  20.000 Hz
PPG Fisika

KARAKTERISTIK BUNYI

• Gelombang bunyi merambat memerlukan medium, tidak dapat


merambat di dalam ruang hampa udara.
• Medium perambatan bunyi bisa berupa udara, tanah, batu,
logam, dan lain-lain.
• Bunyi dapat dipantulkan. Contoh: Bunyi dalam ruangan,
gema, gaung.
• Bunyi dapat beresonansi
• Bunyi dapat berinterferensi.
PPG Fisika

Pemantulan Bunyi

Disamping itu ada peristiwa – peristiwa yang terjadi akibat


pemantulan bunyi, yaitu adanya gema atau gaung
PPG Fisika

Gaung
• gelombang bunyi dipantulkan oleh dinding
• bunyi yang masuk telinga adalah bunyi asli
dan bunyi pantulan
• bunyi asli :Su - ra - ba - ya
bunyi pantulan : … Su - ra - ba- ya
terdengar : Su.……………- ya

Gema Su – ra – ba - ya Su – ra – ba - ya

Bunyi pantul datang setelah bunyi asli selesai


diucapkan
PPG Fisika

Apa manfaat pemantulan bunyi?

Salah satu manfaatnya adalah untuk mengetahui


kedalaman laut • gelombang dari suatu
osilator dikirim ke dasar
gelombang laut
pantul • gelombang pantulan
ditangkap oleh hidrofon
• waktunya sampainya
gelombang pantul
gelombang terekam oleh hidrofon.
asal t v
Kedalaman d 
2
PPG Fisika

Pembiasan Gelombang bunyi

Pada siang hari, udara di atas permukaan tanah lebih renggang


dibandingkan dengan udara di atmosfer. Bunyi dari atas
(petir/pesawat) kurang terdengar karena kecepatan bunyi di atas
permukaan tanah lebih kecil.
Pada malam hari, udara di permukaan tanah lebih dingin,
sehingga lebih rapat dibandingkan dengan atmosfer.
Akibatnya kecepatan gelombang bunyi di permukaan bumi
lebih besar.
PPG Fisika

Resonansi Bunyi
Resonansi adalah ikut bergetarnya suatu benda, dengan
benda lain yang bergetar. Akibatnya suara / bunyi yang
dihasilkan oleh getaran tersebut menjadi semakin keras.

Contoh:
Kolom udara di atas air, akan berresonansi
dengan garputala dengan frekuensi f apabila:

L  3 5
L  , , ,.......
4 4 4
air v  
dan 
f
PPG Fisika

Contoh:

Gamelan ini adalah suatu contoh adanya peristiwa resonansi.


Coba ceritakan, mana sumber bunyi, yang mana yang ikut
bergetar!!

Mengapa tabung di bagian bawah gamelan panjangnya


berbeda?
PPG Fisika

Interferensi Bunyi

Interferensi adalah perpaduan dua atau lebih gelombang


bunyi, sehingga terjadi penguatan dan pelemahan bunyi.
Contoh: Pada peristiwa pelayangan bunyi.
Apabila ada dua senar gitar, yang frekuensinya berbeda
sedikit dipetik bersama-sama, maka akan terjadi peristiwa
pelayangan bunyi.
PPG Fisika

SUMBER BUNYI

Macam-macam sumber bunyi (alat bunyi-bunyian) adalah:


• Dawai pada gitar, Piano, dan lain-lain
• Pipa organa tertutup dan terbuka pada seruling, harmonika,
terompet dan lain-lain.

Dawai gitar yang kedua ujungnya diikat erat dan ditegangkan


dengan tegangan sebesar T, apabila dipetik di tengah akan
menghasilkan nada dengan frekuensi terendah yang dikenal
dengan frekuensi dasar (nada dasar) atau harmonik pertama f0
PPG Fisika

Dawai gitar menghasilkan nada dasarnya



L
2
T
L cg  1 T
f0   
 2 L 2L 

Apabila ditekan di tengah dan dipetik pada seperempat


panjangnya, terjadi frekuensi harmonik kedua (nada atas kedua).

L

2 T
L f1 
2L 
PPG Fisika

Bila dibuat tabel:

Nada Dasar (f0) cg cg


L  12 0 f0  
(Harmonik pertama) 0 2L

Nada atas pertama (f1) cg cg


L  1 f1  
(Harmonik kedua) 1 L
Nada atas kedua (f2) cg 3 cg
L  32 2 f2  
(Harmonik ketiga) 2 2L
Nada atas pertama (f3) cg 4 cg
L  23 f3  
(Harmonik keempat) 3 2 L
PPG Fisika

Pipa organa terbuka


Prinsip dasar alat ini adalah resonansi bunyi.
Dalam pipa organa, yang ikut bergetar adalah udara dalam pipa,
sedangkan benda yang bergetar adalah penggetar dalam pipa yang
ditiup.

Frekuensi terendah (dasar) terjadi apabila di sepanjang pipa


terjadi gelombang ½ 

Maka frekuensi dasarnya adalah:

cg cg
f0  
 2L
PPG Fisika

Frekuensi harmonik diberikan pada tabel berikut:

Nada Dasar (f0) cg cg


L  12 0 f0  
(Harmonik pertama) 0 2L

Nada atas pertama (f1) cg cg


L  1 f1  
(Harmonik kedua) 1 L
Nada atas kedua (f2) cg 3 cg
L  32 2 f2  
(Harmonik ketiga) 2 2L
Nada atas ketiga (f3) cg 4 cg
L  23 f3  
(Harmonik keempat) 3 2 L
PPG Fisika

Pipa organa tertutup


Terjadi resonansi apabila pada penggetar yang ditiup terjadi perut
dan pada ujung pipa terjadi simpul (interferensi minimum),
karena ujungnya tertutup.


L
4

L
Frekuensi terendah terjadi apabila di sepanjang pipa terjadi
gelombang ¼ , maka frekuensi dasarnya:

cg cg
f0  
 4L
PPG Fisika

Frekuensi nada atas diberikan pada tabel berikut:

Nada Dasar (f0) cg cg


(Harmonik pertama) L  0
1
f0  
4
0 4L

Nada atas pertama (f1) 3


cg 3 cg
L 1
(Harmonik kedua) 4 f1  
1 4L
Nada atas kedua (f2) cg 5 cg
L 
5
2 f2  
(Harmonik ketiga) 4 2 4L

Nada atas ketiga (f3) L 


7
3 cg 7 cg
4 f2  
(Harmonik keempat) 3 4L
PPG Fisika

Suara sirine pada mobil polisi mengalami perubahan pada saat lewat
Mengapa ?

Sumber menjauh Sumber mendekat


frekuensi yang masuk frekuensi yang masuk
telinga rendah telinga tinggi
PPG Fisika

Rumus Doppler

P mendekati S : +vp
P menjauhi S : - vp v  vp
fp  fs
S mendekati P : - vs v  vs
S menjauhi P : + vs

v - kecepatan bunyi di udara - m/s


vp - kecepatan gerakan pendengar - m/s
vs - kecepatan gerakan sumber bunyi - m/s
fp - frekuensi yang masuk telinga pendengar - Hz
fs - frekuensi sumber bunyi - Hz