Anda di halaman 1dari 60

Slide

1-1
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
No Minggu Materi
 
1 1 Pasar Global, Tujuan Pelaporan Keuangan, Organisasi Penyusun Standar,
Tantangan Pelaporan Keuangan, kerangka konseptual, Tujuan dasar, Konsep
dasar, Pengakuan-pengukuran dan konsep pengungkapan pelaporan keuangan
2 2 Laporan laba rugi, Format Laporan laba rugi, Pelaporan dalam laporan laba rugi,
pelaporan lainnya
3 3, 4 Laporan posisi keuangan, Laporan arus kas, Laporan keuangan dan teknik
pengungkapan serta sistem informasi akuntansi
4 5 Konsep dasar nilai waktu, masalah jumlah tunggal, pengukuran nilai sekarang

5 6,7 Kas, pengendalian kas, sistem kas kecil, rekonsiliasi bank 4 & 8 kolom
6 8, 9 Pengakuan piutang, penilaian piutang, penurunan nilai piutang, Pengakuan wesel
tagih, penilaian wesel tagih, pengukuran penurunan nilai dan pelaporan
7 10 Klasifikasi persediaan, pengendalian persediaan, biaya persediaan, asumsi arus
biaya, dasar pemilihan metode
8 11 Persediaan: penilaian tambahan, nilai terendah dari biaya perolehan atau nilai
realisasi neto (LCNRV), dasar penilaian, metode laba bruto, metode ritel,
penyajian dan analisis
9 12 Aset Tetap: Perolehan, biaya bunga selama konstruksi, biaya setelah perolehan,
penilaian, pelepasan.
10 13 Penyusutan, penurunan nilai, deplesi, revaluasi, penyajian dan analisis
11 14 Aset Tak berwujud: karakteristik, penilaian, amortisasi, jenis-jenis,penurunan
Slide nilai, biaya penelitian dan pengembangan, penyajian dan analisis
1-2
BAB 1
PELAPORAN KEUANGAN DAN
STANDAR AKUNTANSI

Akuntansi Keuangan Menengah


Edisi IFRS
Kieso, Weygandt, dan Warfield

Slide
1-3
Tujuan
Tujuan Pembelajaran
Pembelajaran -Kieso
-Kieso

1. Mengidentifikasi laporan keuangan utama dan cara pelaporan


keuangan lainnya.

2. Menjelaskan bagaimana akuntansi membantu dalam efisiensi


penggunaan sumber daya yang terbatas.

3. Menjelaskan kebutuhan akan standar berkualitas tinggi.

4. Mengidentifikasi tujuan pelaporan keuangan.

5. Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


peranannya dalam proses penyusunan standar.
6. Menjelaskan arti IFRS.

7. Menjelaskan tantangan yang dihadapi pelaporan keuangan.

Slide
1-4
Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan dan
dan Standar
Standar Akuntansi
Akuntansi

Organisasi Tantangan
Tujuan Pelaporan
Pasar Global Penyusunan Pelaporan
Keuangan
Standar Keuangan

Laporan Laporan keuangan IOSCO Lingkungan politik


keuangan dan untuk tujuan
IASB Expectations gap
pelaporan umum
keuangan Hierarki IFRS Masalah pelaporan
Penyedia modal
keuangan yang
Akuntansi dan
Sudut pandang signifikan
alokasi modal
entitas
Etika
Standar
Kegunaan
berkualitas tinggi Konvergensi
pengambilan
internasional
keputusan

Slide
1-5
Pasar
Pasar Global
Global

World markets are becoming increasingly intertwined.

20 Teratas Perusahaan Global Dalam Hal Penjualan

Slide
1-6
Pasar
Pasar Global
Global

Sejumlah besar perusahaan asing dapat dilihat di bursa


nasional. Ilustrasi 1-2
Statistik Bursa Internasional

Slide
1-7
Pasar
Pasar Global
Global
Entitas Ekonomi Laporan Keuangan Informasi Tambahan

Informasi Laporan Posisi Surat direktur


Keuangan Keuangan
Prospektus
Akuntansi? Laporan Laba Rugi
Laporan yang
atau Laporan Laba
Identifikasi diajukan kepada
Rugi Komprehensif
badan pemerintah
dan
Laporan Arus Kas
Ukur Berita terbaru
Laporan Perubahan
dan Prakiraan
Ekuitas
Komunikasikan Laporan dampak
Pengungkapan
lingkungan
Catatan
Dll.
Slide
1-8 TP 1 Mengidentifikasi laporan keuangan utama dan cara pelaporan keuangan lainnya.
Pasar
Pasar Global
Global

Akuntansi dan Alokasi Modal

Sumber daya bersifat terbatas. Penggunaan sumber daya secara efisien


sering kali menentukan apakah perusahaan dapat tumbuh dengan pesat.

Ilustrasi 1-3
Proses Alokasi Modal

Slide TP 2 Menjelaskan bagaimana akuntansi membantu dalam efisiensi penggunaan sumber daya yang terbatas .
1-9
Pasar
Pasar Global
Global
Standar Berkualitas Tinggi
Globalisasi menuntut seperangkat standar akuntansi
internasional. Berikut beberapa elemennya:
1. Standar akuntansi yang berkualitas tinggi yang ditetapkan oleh
satu badan penyusun standar.
2. Konsistensi dalam penerapan dan interpretasi.
3. Pengungkapan umum.
4. Standar dan praktik umum pengauditan yang berkualitas tinggi.
5. Pendekatan umum atas reviu dan penegakan peraturan.
6. Pendidikan dan pelatihan bagi pelaku pasar.
(Bersambung)
Slide
1-10
TP 3 Menjelaskan kebutuhan akan standar berkualitas tinggi.
Pasar
Pasar Global
Global
Standar Berkualitas Tinggi
Globalisasi menuntut seperangkat standar akuntansi
internasional. Berikut beberapa elemennya:
7. Sistem penyampaian umum (misalnya, eXtensible Business
Reporting Language—XBRL).
8. Pendekatan umum atas tata kelola perusahaan dan kerangka
hukum di seluruh dunia.

Slide
1-11
TP 3 Menjelaskan kebutuhan akan standar berkualitas tinggi.
Slide
1-12
TP 3 Menjelaskan kebutuhan akan standar berkualitas tinggi.
Laporan
Laporan Keuangan
Keuangan

Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan


Tujuan laporan keuangan menurut PSAK 1
adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan,
kinerja keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi
sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam
pembuatan keputusan ekonomi
Informasi yang dihasilkan dalam akuntansi disusun berdasarkan
prinsip-prinsip akuntansi berlaku umum (Generally Accepted
Accounting Pronciples – GAAP)
Prinsip Akuntansi yang saat ini digunakan di Indonesia adalah
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

Slide
1-13
TP 1 Mengidentifikasi laporan keuangan utama dan cara pelaporan keuangan lainnya.
Tujuan
Tujuan Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan

Tujuan: Memberikan informasi keuangan tentang entitas


pelapor yang berguna bagi
investor sekarang dan investor potensial,
pemberi pinjaman, dan
kreditor lainnya
untuk membuat keputusan dalam kapasitas mereka sebagai
penyedia modal.

Slide
1-14
TP 4 Mengidentifikasi tujuan pelaporan keuangan.
Tujuan
Tujuan Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan

Laporan Keuangan untuk Tujuan Umum

Memberikan informasi pelaporan keuangan kepada


berbagai pengguna.
Menyediakan informasi yang paling berguna pada
tingkat biaya yang paling rendah.

Penyedia Modal (Investor)


Investor sebagai kelompok pengguna utama.

Slide
1-15
TP 4 Mengidentifikasi tujuan pelaporan keuangan.
Tujuan
Tujuan Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan

Perspektif Entitas
Perusahaan dipandang sebagai entitas yang terpisah dan berbeda
dari pemiliknya.
Kegunaan dalam Pengambilan Keputusan
Investor tertarik dalam menilai
1. kemampuan perusahaan untuk menghasilkan arus kas
masuk neto dan
2. kemampuan manajemen untuk melindungi dan
meningkatkan investasi penyedia modal.

Slide
1-16
TP 4 Mengidentifikasi tujuan pelaporan keuangan.
Laporan
Laporan Keuangan
Keuangan
Laporan Keuangan yang dihasilkan menurut PSAK 1 sbb:

1. Laporan Posisi Keuangan


2. Laporan Laba Rugi Komprehensif
3. Laporan Arus Kas
4. Laporan Perubahan Ekuitas
5. Catatan atas Laporan Keuangan

Slide
1-17
Organisasi
Organisasi Penyusunan
Penyusunan Standar
Standar

Dua Organisasi Utama:


Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB -
International Accounting Standard Board)

 Menerbitkan Standar Pelaporan Keuangan


Internasional (IFRS- International Financial Reporting
Standards).

 Standar digunakan oleh sebagian besar bursa asing.

 Standar digunakan oleh perusahaan asing yang


terdaftar di bursa efek AS.

 IFRS digunakan
TP 5diMengidentifikasi
lebih dari 115 negara.
badan utama penyusun kebijakan dan
Slide
1-18 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Organisasi
Organisasi Penyusunan
Penyusunan Standar
Standar

Dua Organisasi Utama:


Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB - Financial
Accounting Standards Board)

 Menerbitkan Standar Laporan Akuntansi Keuangan


(SFAS- Statements of Financial Accounting Standards).

 Wajib digunakan oleh semua perusahaan yang berbasis


di Amerika Serikat.

Slide TP 5 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-19 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Organisasi
Organisasi Penyusunan
Penyusunan Standar
Standar

Organisasi Internasional Komisi Efek (IOSCO -


International Organisation of Securities Commissions)

 Tidak menetapkan standar


akuntansi.

 Didedikasikan untuk memastikan


bahwa pasar global dapat beroperasi
secara efisien dan efektif.
http://www.iosco.org/

Slide TP 5 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan


1-20 dan peranannya dalam proses penyusunan standar.
Organisasi
Organisasi Penyusunan
Penyusunan Standar
Standar

Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB)

Mencakup empat organisasi—


 Yayasan Komite Standar Akuntansi Internasional
(IASCF - International Accounting Standards Council
Foundation)

 Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB)

 http://www.iasb.org
Dewan Penasihat Standar (SAC - Standards
Advisory Council)

 Komite Interpretasi Pelaporan Keuangan


Internasional (IFRIC - International Financial
Reporting Interpretation Committee)

Slide TP 5 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan


1-21 dan peranannya dalam proses penyusunan standar.
Organisasi
Organisasi Penyusunan
Penyusunan Standar
Standar
Ilustrasi 1-4
Struktur Penyusunan Standar Internasional

Slide TP 5 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan


1-22 dan peranannya dalam proses penyusunan standar.
Due
Due Process
Process

Due process IASB memiliki unsur berikut:

1. Dewan penyusunan standar independen;


2. Proses menyeluruh dan sistematis untuk mengembangkan
standar;
3. Keterlibatan dengan investor, regulator, pemimpin bisnis,
dan profesi akuntansi global pada setiap tahap dalam
proses; serta
4. Upaya kolaboratif dengan masyarakat penyusunan
standar di seluruh dunia.

Slide TP 5 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-23 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Due
Due Process
Process
Ilustrasi 1-5
Due Process
IASB

Slide TP 5 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-24 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Jenis
Jenis Pernyataan
Pernyataan (Pronouncements)
(Pronouncements)

IASB mengeluarkan tiga jenis pernyataan:


Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS).
Kerangka dasar pelaporan keuangan.
Interpretasi pelaporan keuangan internasional.

Slide TP 5 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-25 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Jenis
Jenis Pernyataan
Pernyataan (Pronouncements)
(Pronouncements)

Hierarki IFRS

Perusahaan pertama-tama melihat pada:

1. Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS);

2. Standar Akuntansi Internasional (IAS); dan

3. Interpretasi yang berasal dari Komite Interpretasi


Pelaporan Keuangan Internasional (IFRIC) atau yang
dulu dikenal sebagai Standing Interpretations
Committee (SIC).

Slide
1-26
TP 6 Menjelaskan arti IFRS.
Tantangan
Tantangan Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan

IFRS dalam Lingkungan Politik Ilustrasi 1-6


Kelompok Pengguna yang Memengaruhi
Perumusan Standar Akuntansi

Slide
1-27
TP 7 Menjelaskan tantangan yang dihadapi pelaporan keuangan.
Tantangan
Tantangan Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan

Kesenjangan Ekspektasi

Apa yang masyarakat pikir harus dilakukan oleh akuntan


versus apa yang akuntan pikir masyarakat bisa lakukan.

Masalah Pelaporan Keuangan yang Signifikan


 Pengukuran nonkeuangan
 Informasi berwawasan ke depan
 Aset lunak
 Ketepatan waktu

Slide
1-28
TP 7 Menjelaskan tantangan yang dihadapi pelaporan keuangan.
Tantangan
Tantangan Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan

Etika dalam Lingkungan Akuntansi Keuangan

Perusahaan yang berkonsentrasi pada “memaksimalkan


hasil”, “menghadapi tantangan kompetisi,” dan
“menekankan hasil jangka pendek” menempatkan
akuntan di lingkungan konflik dan penuh tekanan.

IFRS tidak selalu dapat memberikan jawaban.

Melakukan hal yang benar tidak selalu mudah atau jelas.

Slide
1-29
TP 7 Menjelaskan tantangan yang dihadapi pelaporan keuangan.
Tantangan
Tantangan Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan

Konvergensi Internasional

Pada 2002 IASB dan FASB memformalkan komitmen mereka


untuk konvergensi U.S. GAAP dan standar internasional.
Dewan tersebut bersepakat untuk:

1. Sesegera mungkin membuat standar pelaporan


keuangan mereka sepenuhnya konvergen (bersifat
menyatu), dan

2. Mengoordinasi program kerja masa depan mereka


untuk memastikan bahwa konvergensi yang dicapai
akan selalu dipertahankan.
Slide
1-30
TP 7 Menjelaskan tantangan yang dihadapi pelaporan keuangan.
 Kenyataan bahwa adanya perbedaan antara IFRS dengan U.S.
GAAP seharusnya tidak mengejutkan karena badan penyusun
standar telah mengembangkan standar dalam merespons
kebutuhan pengguna yang berbeda.
 IFRS cenderung lebih sederhana dan fleksibel dalam persyaratan
akuntansi dan pengungkapan.
 SEC Amerika Serikat baru-baru ini menghilangkan kebutuhan
perusahaan asing yang memperdagangkan sahamnya di pasar AS
untuk merekonsiliasi akuntansi dengan U.S. GAAP.
Slide
1-31
Lampiran 1A LINGKUNGAN PENYUSUNAN STANDAR AS

Organisasi yang bertanggung jawab untuk


pengembangan standar akuntansi keuangan (GAAP)
di Amerika Serikat:
1. Securities and Exchange
http://www.sec.gov/
Commission (SEC).

2. Financial Accounting http://www.fasb.org/


Standards Board (FASB).

Slide
1-32
Securities
Securities and
and Exchange
Exchange Commission
Commission

Dibentuk oleh pemerintah federal


Akuntansi dan pelaporan untuk perusahaan publik

Securities
Securities Act
Act Securities
Securities Act
Act
tahun
tahun 1933
1933 tahun
tahun 1934
1934

Mendorong pembentukan badan penyusunan standar swasta


(privat)
SEC mengharuskan perusahaan publik untuk mematuhi GAAP
Pengawasan SEC
Otoritas Pelaksanaan

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-33 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Dewan
Dewan Standar
Standar Akuntansi
Akuntansi Keuangan
Keuangan (FASB)
(FASB)
Rekomendasi Wheat Committee pembentukan Dewan Standar
Akuntansi Keuangan (FASB) pada 1973.

Financial Memilih anggota FASB


Accounting Mendanai kegiatan mereka
Foundation Melaksanakan tugas pengawasan
umum.

Financial Misi untuk menetapkan dan


Accounting memperbaiki standar akuntansi dan
Standards Board pelaporan keuangan.

Financial
Financial Accounting
Accounting
Standards
Standards Advisory
Advisory Konsultasi tentang isu-isu kebijakan
Council utama.

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-34 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Dewan
Dewan Standar
Standar Akuntansi
Akuntansi Keuangan
Keuangan (FASB)
(FASB)

Misi adalah untuk menetapkan dan memperbaiki standar


akuntansi dan pelaporan keuangan. Perbedaan antara
FASB dan APB meliputi:

Keanggotaan yang Lebih Kecil


Keanggotaan Penuh-waktu dan digaji
Otonomi yang Lebih Besar
Independensi yang Lebih Tinggi
Penyajian yang Lebih Luas

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-35 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Dewan
Dewan Standar
Standar Akuntansi
Akuntansi Keuangan
Keuangan (FASB)
(FASB)

Due Process
FASB bergantung pada dua premis dasar:
(1) Responsif terhadap seluruh masyarakat ekonomi
(2) Beroperasi dalam pandangan penuh dari publik

Langkah 1 = Topik ditempatkan pada agenda


Langkah 2 = Penelitian dilakukan dan Makalah Diskusi dikeluarkan
Langkah 3 = Mendengarkan pendapat
Langkah 4 = Dewan mengevaluasi penelitian, tanggapan umum, dan
mengeluarkan Draf Eksposur
Langkah 5 = Dewan mengevaluasi tanggapan dan mengeluarkan Laporan
Standar Akuntansi Keuangan akhir (final)

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-36 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Dewan
Dewan Standar
Standar Akuntansi
Akuntansi Keuangan
Keuangan (FASB)
(FASB)

Jenis Pernyataan (Pronouncements)

Standar, Interpretasi, dan Posisi Staf


Konsep Akuntansi Keuangan
Laporan Emerging Issues Task Force

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-37 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Dewan
Dewan Standar
Standar Akuntansi
Akuntansi Keuangan
Keuangan (FASB)
(FASB)

Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum Amerika Serikat

Prinsip yang memiliki dukungan otoritatif substansial.

Sumber utama GAAP:

Standar FASB, Interpretasi, dan Posisi Staf


Pendapat APB
Buletin Penelitian Akuntansi AICPA

Ketika Dewan menyetujui standar baru, posisi staf, dan lain-lain, hasilnya
dimasukkan dalam Kodifikasi melalui Pembaruan Standar Akuntansi.

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-38 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Dewan
Dewan Standar
Standar Akuntansi
Akuntansi Keuangan
Keuangan (FASB)
(FASB)

Ilustrasi 1A-2

Kerangka
Kodifikasi

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-39 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Konvergensi
Konvergensi Akuntansi
Akuntansi Internasional
Internasional

Perbaikan Standar Akuntansi


IASB dan FASB telah menyiapkan rencana kerja yang luas dalam
pengembangan satu set standar internasional.
Ilustrasi 1A-3
Garis Waktu Adaptasi IFRS

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-40 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Konvergensi
Konvergensi Akuntansi
Akuntansi Internasional
Internasional

Rencana Kerja SEC


Pengembangan dan penerapan IFRS yang memadai.

Penyusuan standar independen untuk kepentingan investor.

Pemahaman dan pendidikan investor.

Lingkungan peraturan.

Dampak terhadap pembuat laporan keuangan besar dan


kecil.

Kesiapan sumber daya manusia.

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-41 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Hak
Hak Cipta
Cipta

Copyright © 2011 John Wiley & Sons, Inc. Hak cipta dilindungi.
Dilarang memperbanyak atau menerjemahkan karya ini melebihi
yang diizinkan dalam Bagian 117 Undang-undang Hak Cipta
Amerika Serikat 1976 tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.
Permintaan informasi lebih lanjut harus ditujukan ke Departemen
Perizinan, John Wiley & Sons, Inc. Pembeli dapat membuat
salinan cadangan untuk penggunaan sendiri saja dan bukan untuk
distribusi atau penjualan kembali. Penerbit tidak bertanggung
jawab atas kesalahan, kelalaian, atau kerusakan, yang disebabkan
oleh penggunaan program tersebut atau dari penggunaan
informasi yang terdapat di sini.

Slide
1-42
Standar
Standar Akuntansi
Akuntansi di
di Indonesia
Indonesia

Standar akuntansi yang berlaku di Indonesia terdiri atas 4 standar,


sering disebut sebagai 4 Pilar Standar Akuntansi.

1. Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

2. Standar Akuntansi Keuangan Tanpa Entitas Publik (SAK ETAP)

3. Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah)

4. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-43 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Standar
Standar Akuntansi
Akuntansi Keuangan
Keuangan (SAK)
(SAK)

Digunakan untuk entitas yang memiliki akuntabilitas publik yaitu


entitas terdaftar di pasar modal atau entitas fidusia (yang
menggunakan dana masyarakat seperti asuransi, perbankan dan
dana pensiun)

Standar ini mengadopsi IFRS – di Indonesia mulai tahun 2012 – DSAK

Ciri utama:

1.Principle – Based (mengatur hal yang pokok)

2.Fair value - Nilai Wajar

3.Disclosure - Pengungkapan

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-44 peranannya dalam proses penyusunan standar.
SAK
SAK ETAP
ETAP
Digunakan untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik
signifikan dalam menyusun laporan keuangan untuk tujuan umum.
Standar ini mengadopsi IFRS untuk SME.

1.Tidak ada laporan laba rugi komprehensif. Pengaruh laba


komprehensif disajikan dalam laporan perubahan ekuitas atau
komponen ekuitas dalam neraca
2.Penilaian untuk aset tetap, aset tak berwujud dan properti investasi
setelah tanggal perolehan hanya menggunakan nilai revaluasi atau nilai
wajar
3.Tidak ada pengakuan liabilitas dan aset pajak tangguhan, beban pajak
diakui sebesar jumlah pajak menurut ketentuan pajak.

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-45 peranannya dalam proses penyusunan standar.
SAK
SAK Syariah
Syariah
Adalah standar yang digunakan untuk entitas yang memiliki transaksi
syariah atau entitas berbasis syariah.

Terdiri atas kerangka konseptual penyusunan dan pengungkapan


laporan, standar penyajian laporan keuangan dan standar khusus
transaksi syariah seperti mudharabah, murabahah, salam, ijarah dan
istishna.

Dikembangkan oleh DSAK Syariah.

Bank Syariah menggunakan PSAK dan PSAK Syariah.

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-46 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Standar
Standar Akuntansi
Akuntansi Pemerintahan
Pemerintahan

Adalah standar akuntansi yang digunakan untuk menyusun laporan


keuangan instansi pemerintahan baik pusat maupun daerah.

SAP berbasis akrual ditetapkan daam Peraturan Pemerintah No. 71


Tahun 2010.

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-47 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Pengembangan
Pengembangan SAK
SAK di
di Indonesia
Indonesia

 Profesi akuntan di Indonesia terhimpun dalam Ikatan Akuntan


Indonesia yang berdiri pada 23 Desember 1957.
 Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) merupakan salah
satu lembaga di bawah IAI yang bertugas menyusun dan
penetapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

Slide TP 8 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-48 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Tujuan
Tujuan Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan

Pertanyaan Reviu
Tujuan pelaporan keuangan memberikan penekanan
paling besar pada:
a. pelaporan kepada penyedia modal.
b. pelaporan kepada manajemen (stewardship).
c. memberikan panduan khusus yang berkaitan
dengan kebutuhan spesifik.
d. memberikan informasi kepada individu yang ahli
di bidangnya.

Slide
1-49
TP 4 Mengidentifikasi tujuan pelaporan keuangan.
Tujuan
Tujuan Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan

Pertanyaan Reviu
Laporan keuangan tujuan umum disusun terutama
untuk:
a. pengguna internal.
b. pengguna eksternal.
c. auditor.
d. regulator pemerintah.

Slide
1-50
TP 4 Mengidentifikasi tujuan pelaporan keuangan.
Due
Due Process
Process

Pertanyaan Reviu
Penyusun standar akuntansi menggunakan proses berikut
ini dalam menentukan standar internasional:
a. Penelitian, draf eksposur, makalah diskusi, standar.
b. Makalah diskusi, penelitian, draf eksposur, standar.
c. Penelitian, pandangan awal, makalah diskusi, standar.
d. Penelitian, makalah diskusi, draf eksposur, standar.

Slide TP 5 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-51 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Tujuan
Tujuan Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan

Pertanyaan Reviu
Status Kerangka Pelaporan Keuangan adalah sebagai
berikut:
a. Kerangka digunakan ketika tidak ada standar atau
interpretasi yang terkait dengan isu-isu pelaporan
dalam pertimbangan.
b. Kerangka tidak bersifat otoritatif sebagaimana standar
tetapi lebih diutamakan daripada penafsiran terkait
dengan masalah pelaporan.
c. Didahulukan dari semua literature otoritatif lainnya.
d. Tidak memiliki status otoritatif.
Slide
1-52
TP 4 Mengidentifikasi tujuan pelaporan keuangan.
Tujuan
Tujuan Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan

Pertanyaan Reviu
Bukan merupakan tujuan pengguna laporan posisi
keuangan menggunakan laporan ini:
a. Mengevaluasi struktur pendanaan.
b. Menganalisis likuiditas dan menilai solvabilitas.
c. Mengukur profitabilitas.
d. Menilai fleksibilitas keuangan.

Slide
1-53
TP 4 Mengidentifikasi tujuan pelaporan keuangan.
Tujuan
Tujuan Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan

Pertanyaan Reviu
Memberikan informasi keuangan tentang entitas
pelapor akan berguna bagi:
a. Investor sekarang dan investor potensial.
b. Pemberi pinjaman.
c. Kreditor lainnya.
d. Semua jawaban benar.

Slide
1-54
TP 4 Mengidentifikasi tujuan pelaporan keuangan.
Organisasi
Organisasi Penyusunan
Penyusunan Standar
Standar

Pertanyaan Reviu
IFRS adalah singkatan dari:
a. International Federation of Reporting Services.
b. Independent Financial Reporting Standards.
c. International Financial Reporting Standards.
d. Integrated Financial Reporting Services.

Slide TP 5 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-55 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Organisasi
Organisasi Penyusunan
Penyusunan Standar
Standar

Pertanyaan Reviu
Berikut adalah organisasi penyusun standar dan juga
menerbitkan standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS)
adalah:
a. Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) dan
Organisasi Internasional Komisi Efek (IOSCO)
b. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB)
c. Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB).
d. Organisasi Internasional Komisi Efek (IOSCO).

Slide TP 5 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-56 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Jenis
Jenis Pernyataan
Pernyataan (Pronouncements)
(Pronouncements)

Pertanyaan Reviu
IFRS terdiri dari:
a. Standar Pelaporan Keuangan Internasional dan standar
pelaporan keuangan FASB.
b. Standar Pelaporan Keuangan Internasional, Standar
Akuntansi Internasional, dan interpretasi akuntansi
internasional.
c. Standar Akuntansi Internasional dan interpretasi
akuntansi internasional.
d. Standar pelaporan keuangan FASB dan Standar
Akuntansi Internasional.
Slide
1-57
TP 6 Menjelaskan arti IFRS.
Tantangan
Tantangan Pelaporan
Pelaporan Keuangan
Keuangan

Pertanyaan Reviu
Expectations gap adalah:
a. apa yang diberikan oleh manajemen informasi keuangan dan
apa yang pengguna inginkan.
b. apa yang dipikir oleh masyarakat tentang hal-hal yang harus
dilakukan akuntan dan apa yang dipikir oleh akuntan tentang
apa saja yang mereka bisa lakukan.
c. apa yang badan pemerintah inginkan dari penyusunan standar
dan apa yang diberikan oleh penyusun standar.
d. apa yang diinginkan oleh pengguna laporan keuangan dari
pemerintah dan apa yang diberikan oleh pemerintah.

Slide
1-58
TP 7 Menjelaskan tantangan yang dihadapi pelaporan keuangan.
Organisasi
Organisasi Penyusunan
Penyusunan Standar
Standar

Pertanyaan Reviu
Pemain kunci utama pada sisi internasional adalah:
a. IASB dan FASB.
b. SEC dan FASB.
c. IOSCO dan SEC.
d. IASB dan IOSCO.

Slide TP 5 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-59 peranannya dalam proses penyusunan standar.
Organisasi
Organisasi Penyusunan
Penyusunan Standar
Standar

Pertanyaan Reviu
Manakah badan AS yang mirip dengan IASB?
a. SEC.
b. FASB.
c. FASC.
d. FAF.

Slide TP 5 Mengidentifikasi badan utama penyusun kebijakan dan


1-60 peranannya dalam proses penyusunan standar.

Anda mungkin juga menyukai