Anda di halaman 1dari 24

PENGUKURAN KEMENCENGAN

SUATU DISTRIBUSI FREKUENSI


DISTRIBUSI SIMETRIS

Distribusi simetris, yang berarti luas kurva disebelah kiri nilai


rata-rata sama dengan luas kurva disebelah kanan nilai
rata-rata.
Kemencengan
• Harga yang menunjukkan seberapa jauhkah distribusi
itu menyimpang dari simetrik.
• Apabila suatu distribusi itu simetrik, dan bermodus
satu, maka harga rata-rata (mean), median dan modus
berimpit (sama besar).
• Untuk distribusi yang tidak simetrik, harga-harga
tengah itu tidak sama.
• Semakin menceng distribusinya, maka semakin besar
jarak antara mean dan modus.
1. distribusi simetrik : distribusi yang harga
kemencenganya = 0.
2. distribusi menceng ke kanan : Untuk distribusi yang
mempunyai mean lebih besar dari modus, harga
kemencengannya positif, dan distribusinya dinamakan
menceng positif (kekanan).
3. distribusi menceng kekiri : jika mean lebih kecil dari
modus, harga kemencengannya negatif dan
distribusinya dinamakan menceng negatif (kekiri)
KEMENCENGAN

Curve A : Curve B :
Skewed Right Skewed Left

 Distribusi menceng ke kanan (Curve A): Nilai-nilai observasi berfrekwensi


rendah kebanyakan berada disebelah kanan nilai rata-rata.

 Distribusi menceng ke kiri (Curve B): Nilai-nilai observasi berfrekwensi


rendah lebih banyak berada disebelah kiri dari rata-rata (ekornya menjulur
ke kiri)
METODA PENGUKURAN KEMENCENGAN

Koefisien Karl Pearson:

Sk = Kemencengan
Sk = ( x – mo)/s x = Rata-rata
Mo = Modus
s = deviasi standar

Catatan:
Jika Sk positif artinya distribusi frekwensi menceng ke kanan.
Jika Sk negatif artinya distribusi frekwensi menceng ke kiri.
Jika Sk = 0 artinya distribusi frekwensi simetris.
METODA PENGUKURAN KEMENCENGAN

Koefisien Karl Pearson:

Sk = Kemencengan
Sk = ( x – mo)/s x = Rata-rata
Mo = Modus
s = deviasi standar

Catatan:
Jika Sk positif artinya distribusi frekwensi menceng ke kanan.
Jika Sk negatif artinya distribusi frekwensi menceng ke kiri.
Jika Sk = 0 artinya distribusi frekwensi simetris.
Hubungan Rata-rata Hitung, Median dan Modus

X - Mo = 3(X - Md)

Mo = X – 3 (X – Md)

Sk = (X – Mo)/s

X – {X – 3 (X – Md)}
Sk =
s

3 (X – Md)}
Sk =
s
X < Md < Mo
X > Md > Mo

Sk = ( x – mo)/s

X = Md = Mo
Contoh:
Hitung tingkat kemencengan dari distribusi frekwensi berikut:

Upah/Jam Jumlah Karyawan Jawab:


1. Menghitung Median:
300 – 349 68 Letak Median = 440/2 =220
350 – 399 142
400 – 449 100
450 – 499 60
500 – 549 40
550 – 599 20
600 – 649 10

440
2 2
Upah/Jam Jml Kary x fx fk (x – x) f (x – x)

300 – 349 68 324,5 22.066 68 9158,5 622778


350 – 399 142 374,5 53.179 210 2088,5 296567
400 – 449 100 424,5 42.450 310 18,5 1850
450 – 499 60 474,5 28.470 370 2948,5 176910
500 – 549 40 524,5 20.980 410 10878,5 435139,6
550 – 599 20 574,5 11.490 430 2948,5 58969,8
600 – 649 10 624,5 6.245 440 10878,5 108785

440 184.880 1700999,4

Jawab: 440/2 - 210


Md = 399,5 + 50
1. Menghitung Median: 100
Letak Median = 440/2 =220
Md = 404,5
N/2 - cfb
Md = B1 + x i
Fm
2. Menghitung Rata-rata:
4. Menghitung Deviasi Standar
2
∑(fi.xi) Σ f i (x i – x )
X= Deviasi Standar = √
n n-1
X = (184.880)/440
S = √ (1700999,4)/(440 -1)
X = 420,18
S = 62,25
3. Menghitung Modus:
d1
Mo = B1 + x i
d1 + d2

74
Mo = 349,5 + 50
74 + 42

Mo = 381,39
5. Koefisien Karl Pearson:

Sk = ( x – mo)/s

Sk = (420,18 – 381,39)/62,25

Sk = 0,6231

Sk = 62,31%
Atau:

3 (X – Md)}
Sk =
s

Sk = 3(420,18 – 404,5)/62,31

Sk = 75,56%

Hasil perhitungan berbeda, karena adanya perbedaan antara nilai Median dan
nilai Modus. Apabila kita berkeyakinan bahwa Modus bukan merupakan ukuran
nilai sentral yang baik, sebaiknya kita menggunakan Median.

Catatan:
Semakin besar nilai koefisien Karl Pearson, semakin tinggi tingkat kemencengan
sebuah distribusi frekwensi (kurva).
Koefisien Bowley

Q1 = Kwartil ke 1
(Q3 - Q2) – (Q 2 - Q 1)
Sk (Bowley) =
(Q 3- Q1) Q2 = Kwartil ke 2

Q3 = Kwartil ke 3

Jika nilai Koefisien Bowley positif artinya


(Q3 - Q2) > (Q 2 - Q 1), maka distribusi
frekwensi menceng ke kanan. Sedangkan
apabila koefisien Bowley negatif artinya
y x
(Q3 - Q2) < (Q 2 - Q 1) maka distribusi
frekwensi menceng ke kiri. Bila koefisien
Q1 Q2 Q3 Bowley = 0, artinya
(Q3 - Q2) > (Q 2 - Q 1) (Q3 - Q2) = (Q 2 - Q 1) maka distribusi
X>Y
frakwensi adalah simetris.
Menceng ke kanan
y x
y x

Q1 Q 2 Q 3 Q1 Q 2 Q 3

(Q3 - Q2) < (Q 2 - Q 1) (Q3 - Q2) = (Q 2 - Q 1)


X=Y
X<Y
Simetris
Menceng ke kiri
Contoh:
Hitung tingkat emencengan dari distribusi frekwensi berikut menggunakan
rumus koefisien Bowley:

Upah/Jam Jumlah Karyawan

300 – 349 68
350 – 399 142
400 – 449 100
450 – 499 60
500 – 549 40
550 – 599 20
600 – 649 10

440
Upah/Jam Jml Kary fk Jawab:
1. Menghitung Quartile 1, 2 & 3 :
300 – 349 68 68 Letak Q1 = 440/4 =110
350 – 399 142 210 Letak Q2 = 2 (440)/4 = 220
400 – 449 100 310 Letak Q3 = 3 (440)/3 = 330
450 – 499 60 370
500 – 549 40 410 (in/4) - fk
550 – 599 20 430 Qi = LQi + [ fQi
]x Ci
600 – 649 10 440

440

3(440)/4 - 310
440/4 - 68 Q3 = 449,5 + 50
Q1 = 349,5 + 50 60
142
Q3 = 466,1
Q1 = 364,3
2(440)/4 - 210
Q2 = 399,5 + 50
100
Q2 = 404,5
Menghitung Koefisien Bowley:

(Q3 - Q2) – (Q 2 - Q 1)
Sk (Bowley) =
(Q 3- Q1)

(466,1 – 404,5 ) – (404,5 - 364,3)


Sk (Bowley) =
(466,1 - 364,3)

Sk (Bowley) = 21,02 %

Catatan:
Menurut Bowley, apabila Sk (Bowley) > +30% atau < -30%, menunjukkan
bahwa distribusi frekwensi memiliki tingkat kemencengan yang tinggi.
KERUNCINGAN
Rumus Keruncingan:
Rumus Keruncingan (Kurtosis) data berkelompok

4 = koefisien kurtosis
 = 1/n  f. (x - )
4 4
n = jumlah data
4 f = jumlah frekuensi kelas
x = Nilai data
 = nilai rata-rata hitung data
 = standar deviasi
Ketentuan:
Apabila 4 = 3, maka kurva mesokurtik
4 > 3, maka kurva leptokurtik
4 < 3, maka kurva platikurtik.
CONTOH SOAL UKURAN KERUNCINGAN

Berikut ini adalah pertumbuhan ekonomi beberapa negara Asia tahun


2002. Hitunglah koefisien keruncingannya.

Negara 2002   Negara 2002

Cina 7,4   Korea Selatan 6,0

Pilipina 4,0   Malaysia 4,5

Hongkong 1,4   Singapura 3,9

Indonesia 5,8   Thailand 6,1

Kamboja 5,0   Vietnam 5,7


Penyelesaian
X = 49,8;  = X/n = 49,8/10=4,98; X (X-) (X-)2 (X-)4
 (X-)2=24,516; (X-)4 =204,27
  7,4 2,42 5,86 34,30
Dari data di atas  (x - )4 = 204,27
  4,0 -0,98 0,96 0,92
Standar deviasi
 =  (X-)2/n =  24,516/10 = 2,4516 = 1,4 -3,58 12,82 164,26
1,6
   5,8 0,82 0,67 0,45
4 = 1/n  (x - )4 = 1/10 . 204,27
4 1,64 5,0 0,02 0,00 0,00
  = 20,427 = 3,27
6,25 6,0 1,02 1,04 1,08

Jadi nilai 4 =3,27 dan lebih besar dari 3, 4,5 -0,48 0,23 0,05
maka kurvanya termasuk Leptokurtic.
3,9 -1,08 1,17 1,36

3,8 1,12 1,25 1,57

5,7 0,72 0,52 0,27


Terima kasih