Anda di halaman 1dari 15

PERBEDAAN SIFAT FISIK SEDIAAN EYELINER

LIQUID DAN GEL DARI PEMANFAATAN ARANG


AKTIF ALAMI

LAPORAN PENELITIAN  
Oleh :

RIZKI FEBRIYANTI, M.Farm., Apt NIPY: 09.012.117


PURGIYANTI, S.Si., M.Farm., Apt NIPY: 09.012.116

PROGRAM STUDI DIII FARMASI


POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA TEGAL
2019
LATAR BELAKANG

Kosmetik

Eyeliner

Bentuk Sediaan
Karbon

Liquid Gel

Uji Sifat Fisik


METODE
PENELITIAN
VARIABEL Perbedaan
BEBAS bentuk sediaan

VARIABEL VARIABEL
TERIKAT Sifat fisik eyeliner.
PENELITIAN

VARIABEL
TERKENDALI
Metode aktivasi karbon
ROADMAP
2. Pemanfaatan Berbagai Jenis Arang Aktif Alami Sebagai Pewarna Sediaan
Eyeliner (Th. 2019 ganjil)

Pemilihan
Jenis Karbon

3. Eyeliner dengan bentuk/ jenis yang lain (Th. 2019 genap)

Formulasi &
Formulasi &
Uji Sifat
Uji Sifat Fisik
Fisik Eyeliner

Pemilihan
bahan pengikat

1. Pengaruh Perbedaan Bahan Pengikat Karbomer, MC (Methyl Cellulosa) Dan


Kombinasinya Terhadap Sifat Fisik Sediaan Eyeliner Dari Arang Batok
Kelapa (Th. 2018 genap)
WAKTU PELAKSANAAN

April Mei Juni Juli Agustus


No Kegiatan
3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1 Proposal

2 Pengajuan Proposal

3 Presentasi Proposal

4
Penelitian

5
Hasil dan Pelaporan
TAHAPAN PENELITIAN

PEMILIHAN BAHAN 1. Pembakaran


2. Aktivasi Karbon

PRA FORMULASI Formulasi Eyeliner

Uji Sifat Fisik :


EYELINER a. Uji Organoleptis
b. pH
c. Uji Homogenitas
d. Uji Daya Sebar
e. Uji Daya Lekat
f. Uji Iritasi
g. Uji Oles
h. Uji Kesukaan
FORMULA

Formula (%)
No Nama Bahan
I II III IV V VI

1 6 - - 6 - -
Karbon dari batok kelapa
2 Karbon dari bambu - 6 - - 6 -

3 - - 6 - - 6
Karbon dari sekam padi
4 MC 2 2 2 - - -
5 Lanolin - - - 20 20 20
6 TEA - - - 3 3 3
7 Asam Stearat - - - 15 15 15
8 Etanol 70% 8 8 8 8 8 8
9 Metil paraben 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2
10 Aquadest Ad 30 gram

Ket:
Masing-masing formula dibuat sebanyak 30 g.
HASIL
1. Uji Organoleptis
Formula Bentuk Tekstur Warna Aroma
Keterangan :
I liquid Agak kasar Hitam Tidak berbau
Formula I : Eyeliner gel arang batok kelapa
II liquid Agak kasar Hitam Tidak berbau
Formula II : Eyeliner gel arang bambu
III liquid Agak kasar Hitam Tidak berbau
Formula III : Eyeliner gel arang sekam padi
IV semi solid Agak kasar Hitam Tidak berbau
Formula IV : Eyeliner liquid arang batok kelapa
V semi solid Agak kasar Hitam Tidak berbau
VI semi solid Agak kasar Hitam Tidak berbau Formula V : Eyeliner liquid arang bambu
Merk X liquid Halus Hitam Tidak Berbau Formula VI : Eyeliner liquid arang sekam padi

2. Uji pH
Formula Uji pH Syarat
I 7
II 7
III 7
IV 7 4,5-7,0
V 7
VI 7
Merk X 7
3. Uji Daya Sebar 5. Uji BJ
Diameter (cm) Formula Bobot Jenis (g/mL)
Formula
Replikasi 1 Replikasi 2 Replikasi 3 Rata - rata Standar I 1,0988
I 8,7 8,8 9,0 8,83 II 1,0936
II 7,7 8,1 10,0 8,60 III 1,0328
III 5,7 10,0 8,2 7,96 IV 1,0224
IV 5,7 7,6 7,7 7,00 4 -7 V 1,0276
V 7,4 9,2 8,1 8,23
VI 1,1008
VI 9,0 10,0 7,1 8,70 Merk X 1,0544
Merk X 4,9 5,2 4,7 4,93

6. Uji Viskositas
4. Uji Daya Lekat
Waktu (detik) Formula Viskositas (Cp)
Formula
Replikasi 1 Replikasi 2 Replikasi 3 Rata - rata Standar I 4,2535
I 01,60 01,80 01,80 01.73
II 1,9205
II 01,40 02,10 01,30 01.60
III 05,39 05,15 05,80 05.45 III 2,7193
IV 01,70 01,40 01,80 01.63 > 1 detik IV 3,1487
V 04,80 03,95 04,10 04.28
V 2,5580
VI 01,35 01,40 01,20 01.32
Merk X 01,28 01,40 01,80 01.49 VI 1,9335
Merk X 0,8904
5. Uji Tipe Emulsi
a. Tipe Cincin Formula
Replikasi
Standar
1 2 3
IV m/a m/a m/a m/a = minyak dalam air
V m/a m/a m/a atau
VI m/a m/a m/a a/m = air dalam minyak

b. Tipe Pengenceran
Replikasi
Formula Standar
1 2 3
IV m/a m/a m/a m/a = minyak dalam air
V m/a m/a m/a atau
VI m/a m/a m/a a/m = air dalam minyak
Uji Iritasi
Uji Oles
Relawan
Pernyataan Eyeliner
I II III IV V VI
FI - - - - - -
Hasil Uji Oles
Eritema FII - - - - - - Formula
FIII - - - - - - 1x oles 2x oles 3x oles
FI - - - - - -  
Edema FII - - - - - - I
FIII - - - - - - Gel Arang Batok

Keterangan : II
Gel Arang Bambu

+ : Terjadi reaksi III


 

Gel Arang Sekam Padi


- : Tidak terjadi reaksi  
IV
Liquid Arang Batok

 
V
Liquid Arang Bambu

Uji Kesukaan  
VI
Liquid Arang Sekam Padi
 Formula IV (Eyeliner liquid arang batok kelapa),
 
tetapi baru dengan 10 responden saja.  
Merk X  
 
KESIMPULAN
1. Ada pengaruh perbedaan sifat fisik sediaan eyeliner liquid dan gel dari pemanfaatan arang
aktif alami
2. Formula yang menghasilkan sifat fisik paling baik yaitu pada formula IV berdasarkan uji daya
sebar, daya lekat, uji oles dan kesukaan.

SARAN
1. Dilakukan uji kesukaan minimal dengan 20 orang responden
2. Dilakukan perbaikan formula untuk menghasilkan eyeliner yang memenuhi semua parameter
standar sifat fisik yang baik.
TARGET LUARAN
Publikasi Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia (APDFI )
 Sementara baru draff naskah jurnal’nya saja yang baru dibuat
DAFTAR PUSTAKA
• Arsad, Effendi dkk. 2010. Teknologi pengolahan dan pemanfaatan karbon aktif untuk industri.
• Astati, Sutriari.1996. Rias Wajah Sehari- hari. Jakarta: Direktorat Pembinaan
• Badan Pengsawas Obat dan Makanan RI, 2010. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.12.10.11983
Tahun 2010 Tentang Kriteria dan Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika. Jakarta.
• Badan Pengawas Obat dan Makanan.Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Kosmetik. Departemen Kesehatan Republik Indonesia; Jakarta; 2004.(hal.2,)
• Balsam, M.S. dan Sagarin, E. (1972). Cosmetics Science and Technology. Edisi II
• Buchan, B., Kay, G., Heneghan, A., Matthews,K. H., & Cairns, D. (2010). Gel
• Ditjen POM. (1995). Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen
• Edition. New York: John Wiley and Sons. Halaman 413.
• formulations for treatment of theophthalmic complications in cystinosis.
• Halaman 33-3.International journal of pharmaceutics,392(1), 192-197.
• Kesehatan RI. Halaman 63.
• Kusantati, Herni, dkk. 2008 Tata Kecantikan Kulit. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah,Departemen Penidikan Nasional.
• Latifah Fatma Retno Iswari Tranggono. 2007. Iimu Pengetahuan kosmetik Jakarta: PT Gramedia Pusataka Utama.
• Rahman, M.S. (2007). Handbook of Food Preservation. Edisi II. Boca Raton:
• Rostamailis, 2005. Penggunaan Kosmetik, Dasar Kecantikan & Berbusana yang Serasi. Jakarta: PT. Rineka Cipta
• Rowe, Raymond C., dkk 2009, Handbook of pharmaceutical Excipient, Sixth Edition. London ; Pharmaceutical Press.
• Rowe, Raymond C., dkk 2009a, Handbook of pharmaceutical Excipient, Sixth Edition. London ; Pharmaceutical Press.
• Rowe, Raymond C., dkk 2009b, Handbook of pharmaceutical Excipient, Sixth Edition. London ; Pharmaceutical Press.
• Safitri, Meta dkk. 2016. Pengembangan formulasi dan evaluasi fisik sediaan krim ekstrak etanol 70% daun labu siam (Sechium edule (Jacq.)Swatz).
• Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
• Sembiring, MT. Snaga, T.S.2003,”Arang aktif (pengenalan dan proses)
• Taylor and Francis Grup. Halaman 487.
• Wasitaatmadja, S.M. (1997). Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: UI Press.
• Widowati, trisnani. Artkel seminar nasional pengembangan teknologi berbasis potensi lokal.
TERIMAKASIH