Anda di halaman 1dari 7

Batch III 2019

10. Anak laki-laki 3 tahun, BB 15 kg dibawa ke poliklinikkarna BAB cair


sejak 3 minggu yang lalu. Frekuensi 5-7 kali per hari, cair, bau menusuk,
seperti berminyak dan mengapung. Disertai mual muntah, perut
keram, nafsu makan berkurang, BB menurun dan sering ketut. Pasien
sadar, mata cekung, lidah kering, BU menurun, lemas, nyeri
epigastrium (+), hipertimpani (+), Analisis feses ditemukan lemak (++),
darah (+),leukosit (+), dan tampak kista oval berinti empat. Apa terapi
farmakologi yang tepat?
a. Metronidazol 3 x 150 mg
b. Amoksisilin 3 x 150 mg
c. Kotrimoksazol 3 x 150 mg
d. Cefixim 3 x 100 mg
e. Tetrasiklin 4 x 150 mg
Pembahasan
• Disentri : diare akut yang bisa disebabkan oleh bakteri (basiler) dan
amoeba
• Infeksi Entamoeba histolytica terjadi karena tertelannya kista dari
makanan atau minuman yang terkontaminasi. Kista matang
mempunyai 4 inti sedangkan trofozoitnya dengan sitoplasma jernih
dengan inti berbentuk sferis dengan sentral kariosom yang kecil dan
sel granular yang halus.
• Gejala klinik : diare, tenesmus, demam
• Tatalaksana
• Mencegah terjadinya dehidrasi
• Tirah baring
• Farmakologis : Metronidazol 50 mg/kg BB/ hari dibagi dalam 3 dosis
selama 10 hari
11. Seorang anak datang dengan keluhan muncul bintik merah
dibadannya. Riwayat kejang pada anak dengan meminum obat
carbamazepin sejak 6 bulan yang lalu. Ada riwayat batuk dan mata
merah. Pada pemeriksaan didapatkan bintik-bintik kemerahan seluruh
tubuh.didapatkan pula adanya koplik spot. Apakah diagnosis anak
tersebut?
a. Morbili
b. Drug eruption
c. Exantematous eruption
d. Varicella zoster
e. Rubella
Pembahasan
• Morbili adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengan masa
inkubasi 10-15 hari.
• Gejala prodormal : demam, malaise, batuk, pilek, dan konjungtivitis
• Gejala : pada hari ke 4 akan muncul lesi makula dan papul eritem yang
dimulai dari kepala, dibelakang telinga menjalar sentrifugal ke daerah
badan dan mencapai ekstremitas.
• Pemeriksaan fisik : konjungtivitis, limfadenopati, koplik spot pada
orofaring, lesi papuloeritem
• Tatalaksana
• Terapi suportif dengan menjaga rehidrasi
• Antipiretik
• Suplementasi vitamin A
• Usia < 6 bulan : 50.000 IU po diberi 2 dosis
• Usia 6 – 11 bulan : 100.000 IU diberi 2 dosis
• > 1 tahun :200.000 IU diberi 2 dosis
• Anak dengan tanda defisiensi vitamin A diberikan 2 dosis pertama sesuai usia,
dilanjutkan dosis ketiga sesuai usia yang diberikan 2-4 minggu kemudian