Anda di halaman 1dari 14

Tour Guiding 1

• Pemandu wisata berasal dari kata pathfinder


(orang yang tahu lebih dulu, atau pandu) dan
mentor (orang yang mampu memberi
bimbingan atau penjelasan)
• Pemandu wisata adalah orang yang bertugas
memberi penjelasan dan bimbingan kepada
wisatawan, serta melayani atau membantu
apa yang menjadi kebutuhan wisatawan
• Pemandu wisata harus secara sungguh-
sungguh dapat mendeskripsikan dan
mendistribusikan produk wisata dengan baik,
benar dan menarik
Peran Pemandu Wisata
a. Membimbing perjalanan bersama wisatawan
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
sesuai dengan tugas pramuwisata
b. Memberikan informasi, bila perlu menjadi
penerjemah mengenai perjalanan secara
keseluruhan khususnya mengenai obyek-
obyek wisata yang dikunjungi
c. Memperkenalkan hal-hal yang dirasakan baru
bagi wisatawan atau yang perlu diketahui
serta dijumpai selama perjalanan
d. Memberikan saran kepada wisatawan untuk
melakukan sesuatu tindakan atau kegiatan
yang mungkin timbul dan ada sangkut
pautnya dengan perjalanan yang sedang
dipandunya
Tugas Pemandu Wisata
• Memahami isi dan fasilitas yang tertera dalam
paket wisata
• Memeriksa kelengkapan dokumen-dokumen
perjalanan wisata
• Mengantar wisatawan, baik rombongan
ataupun perorangan yang mengadakan
perjalanan dengan bis, kereta api, kapal laut,
pesawat terbang dan jenis transportasi lainnya
• Memberikan penjelasan tentang rencana
perjalanan wisata dan destinasi serta memberikan
penjelasan tentang peraturan/ketentuan
mengenai; visa, pasport, keterangan kesehatan,
akomodasi, transportasi dan lain sebagainya
• Memberikan petunjuk tentang destinasi yang
menarik
• Membantu wisatawan pada saat melaksanakan
perjalanan wisata
• Memberi petunjukuntuk mematuhi peraturan
atau ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan
instansi/perusahaan lainnya
• Menyelenggarakan serangkaian tour termasuk
tour setengah hari/sehari penuh, tour malam,
tempat-tempat menarik dan tour khusus
• Menawarkan tour optional sesuai peraturan
biro perjalanan wisata
• Membuat laporan administrasi perjalanan
wisata termasuk laporan keuangan
Kualitas Diri Pemandu Wisata
• Kualitas moral
pemandu wisata harus selalu bertindak atau
bersikap santun, sopan, jujur, serta memiliki
ketahanan diri untuk tidak melakukan perbuatan
yang tercela
• Kualitas intelektual
pemandu wisata harus senantiasa tekun
mengolah diri untuk memiliki penguasaan
pengetahuan luas karena senang belajar
• Kualitas profesional
pemandu wisata harus paham akan tugas dan
pekerjaannya, bertanggung jawab, berdedikasi
tinggi serta setia kepada tugas
• Kualitas penampilan
pemandu wisata harus senantiasa
berpenampilan yang baik, rapi, dan menarik
sebagai upaya untuk menampilkan karakter diri
yang menyenangkan dan mengesankan
Kebiasaan yang tidak perlu dilakukan

• Merokok
• Menggerak-gerakkan anggota badan secara
tidak wajar
• Bersin, menguap, kentut
• Mengorek-orek hidung atau telinga
• Mengunyah permen karet
• Mengumpat
• Melepas tanggung jawab
• Meminta belas kasihan
• Menjelekan pihak lain
• Memiliki pamrih yang tidak baik, dll
Pemandu Wisata Profesional
• Pemandu wisata harus mengikuti pendidikan dan
pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga
pemilik otoritas untuk perihal dimaksud, dengan
persyaratan dan kurikulum sesuai standar
kompetensi yang berlaku dan telah ditetapkan, lalu
mengikuti uji kompetensi.
• Setelah dinyatakan kompeten, mendapatkan lisensi,
kemudian bergabung dengan organisasi yang
menghimpunnya (HPI = Himpunan Pramuwisata
Indonesia)