Anda di halaman 1dari 56

DISKUSI

KELOMPOK
PEMICU 4
KELOMPOK 3
Fasilitator : drg. Agnes Frethernety, M. Biomed

Abiyyu Prayoga
Samuel Manurung
Muntir Gurusinga
Salsalina Violetha Br. Ginting
Santha Eliska Br. Gurusinga
Dian Cantika Lingga
Ni Nyoman Putri Riasni
Satria Saputra
Muhammad Ridho
Fatmawati
Gara – gara Ujian
Setelah menyelesaikan ujian KKD 2, Dian mahasiswa FK UPR (19
tahun) mengalami muntah dan diare ddan segera dibawa ke IGD.
Setelah Dokter melakukan pemeriksaan analisis gas darah (AGD).
Dokter menjelaskan kepada koass bahwa AGD Dian normal karena ada
sistem buffer didalam tubuh.
Kata Sulit
1. Pemeriksaan AGD
 Pemeriksaan untuk mengukur keasaman (pH), jumlah O 2 dan CO2.

2. Muntah
 Mengeluarkan sesuatu yang telah masuk ke dalam mulut

3. Sistem Buffer
 Zat yang dapat mempertahankan pH ketika ditambahkan asam atau basa
saat diencerkan

4. Diare
 Gangguan umum pada saluran cerna yang dapat menyebabkan
hilangnya cairan dan ketidak seimbangannya asam dan basa
Kata Kunci
1. Dian (19 tahun)
2. Muntah dan diare
3. Pemeriksaan AGD normal
4. Sistem buffer
Identifikasi Masalah
Dian (19 tahun) mengalami muntah dan diare. Dari hasil pemeriksaan,
AGDnya normal karena adanya sistem buffer.
ANALISIS DIAN
DIAN (19
(19 tahun)
tahun)

MASALAH
Muntah
Muntah &
& Diare
Diare

Keseimbangan
Keseimbangan asam
asam &
& Faktor
Faktor yang
yang
basa
basa mempengaruhi
mempengaruhi

Fisiologi
Fisiologi Pemeriksaan
Pemeriksaan AGD
AGD Biokimia
Biokimia

Interpretasi
Interpretasi hasil
hasil
Keseimbangan
Keseimbangan Regulasi
Regulasi Ginjal
Ginjal
cairan
cairan dalam
dalam Komponen
Komponen
keseimbangan
keseimbangan Hormon
Hormon Kimia
Kimia
asam
asam && basa
basa
Sistem
Sistem Buffer
Buffer
Hipotesis
Dian (19 tahun) memiliki AGD normal karena sistem buffer di dalam
tubuhnya berjalan normal.
Pertanyaan Terjaring
1. Fisiologi keseimbangan cairan?
2. Jelaskan pemeriksaan AGD dan interpretasi hasil!
3. Jelaskan regulasi ginjal untuk keseimbangan asam basa!
4. Jelaskan faktor yang mempengaruhi keseimbangan asam basa!
5. Bagaimana jika sistem buffer terganggu?
6. Jenis – jenis sistem buffer beserta mekanismenya!
7. Hormon apa sajakah yang berpengaruh dalam keseimbangan asam
basa?
8. Jelaskan komponen kimia yang berperan dalam keseimbangan asam
dan basa!
9. Mengapa muntah dan diare dapat mengganggu sistem buffer tubuh?
10. Jelaskan proses muntah dan diare!
1. Fisiologi keseimbangan cairan?
2. Jelaskan pemeriksaan AGD dan interpretasi
hasil!
3. Jelaskan regulasi ginjal untuk keseimbangan
asam basa!
- Sekresi ion-ion hidrogen
- Reabsorbsi ion-ion bikarbonat yang disaring
- Produksi ion-ion bikarbonat yang baru
1.SEKRESI ION HIDROGEN DI TUBULUS GINJAL

Sekresi ion hidrogen berlangsung di sel-sel epitel tubulus proksimal, segmen


tebal asenden ansa henle, dan tubulus distal ke dalam cairan tubulus. 2
Proses sekresi dimulai ketika CO 2 berdifusi ke dalam sel tubulus atau
dibentuk melalui metabolisme sel di dalam epitel tubulus. CO 2 akan berikatan
dengan H2O membentuk H2CO3 melalui reaksi yang dikatalisis oleh enzim
karbonik anhidrase. H 2CO3 segera berdisosiasi membentuk H + dan ion
bikarbonat (HCO 3-). HCO3- mengikuti gradien konsentrasi melalui membran
basolateral akan pergi ke cairan intertisial ginjal dan ke aliran darah kapiler
peritubular. Bersama dengan itu H + akan disekresikan ke lumen tubular,
tergantung daerah lumen, proses ini berlangsung melalui transport aktif primer
pompa H-ATPase, transport aktif primer pompa H, K-ATPase, di tubulus distal
dan kolligens, serta transport-imbangan Na/H di tubulus proksimal
Gambar 1. mekanisme seluler untuk sekresi
ion hidroge, reabsorbsi ion bikarbonat
mealui penggabungan dengan ion hidrogen
untuk membentuk asam karbonat dan
reabsorbsi natrium sebagai pertukaran
untuk ion hidrogen yang disekresikan
2. REABSORBSI ION BIKARBONAT yang
DISARING

Ion bikarbonat yang disaring akan direabsorbsi


oleh ginjal untuk mencegah kehilangan
kehilangan bikarbonat dalam urin.Sekitar 80-90
persen reabsorbsi bikarbonat (dan sekresi ion
hidrogen) berlangsung di dalam tubulus
proksimal sehingga hanya sejumlah kecil ion
bikarbonat yang mengalir ke dalam tubulus
distal dan duktus kolligens.
Ion-ion bikarbonat tidak mudah menembus
membran luminal sel-sel tubulus ginjal, oleh
karena itu, ion-ion bikarbonat yang disaring
oleh glomerulus tidak dapat diabsorbsi secara
langsung.
• PRODUKSI ION BIKARBONAT BARU

Bila ion-ion hidrogen disekresikan ke dalam kelebihan


bikarbonat yang difiltrasi ke dalam cairan tubulus, hanya
sebagian kecil dari kelebihan ion hidrogen ini yang dapat
diekskresikan dalam bentuk ion hidrogen dalam urin. Alasan
untuk ini adalah bahwa pH minimal urin adalah sekitar 4,5. Bila
terdapat kelebihan ion hidrogen dalam urin, ion hidrogen akan
bergabung dengan penyangga selain bikarbonat dan ini akan
menghasilkan pembentukan ion bikarbonat baru yang dapat
masuk ke dalam darah, dengan demikian membantu mengganti
ion bikarbonat yang hilang dari cairan ekstraseluler pada
keadaan asidosis. Penyangga paling penting untuk mekanisme
ini adalah penyangga phospat dan amonia
a. EKSKRESI KELEBIHAN ION HIDROGEN dan
PEMBENTUKAN BIKARBONAT BARU oleh SISTEM
PENYANGGA PHOSPAT

Sistem penyangga phospat terdiri dari HPO4- dan


H2PO4. Keduanya menjadi pekat di dalam cairan
tubulus akibat reabsorbsinya yang realtif buruk dan
akibat reabsorbsi air dari cairan tubulus.Oleh karena itu
walaupun phospat sebenarnya bukan penyangga yang
penting, phospat jauh lebih efektif sebagai penyangga
dalam cairan tubulus.
Proses sekresi ion hidrogen ke dalam tubulus
sama seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Dimana selama terdapat kelebihan ion bikarbonat
dalam cairan tubulus, kebanyakan ion hidrogen yang
disekresikan akan bergabung dengan ion bikarbonat.
Akan tetapi, sekali semau bikarbonat telah Gambar 2. Ekskresi kelebihan
direabsorbsi dan tidak ada lagi yang tersisa untuk ion hidrogen dalam bentuk
berikatan dengan ion hidrogen, setiap kelebihan ion H2PO4 dan pembentukan ion
hidrogen dapat bergabung dengan HPO4- dan bikarbonat baru oleh
penyangga tubulus lainnya. Setelah ion hidrogen penyangga phospat
bergabung dengan HPO4- untuk membentuk H2PO4 ion
hidrogen dapat diekskresikan sebagai H2PO4 dan dapat
diekskresikan sebagai garam natrium dalam bentuk
b. PEMBENTUKAN BIKARBONAT BARU oleh
SISTEM PENYANGGA AMONIA
 
Sistem penyangga khusus kedua dalam
cairan tubulus bahkan lebih penting secara
kuantitatif daripada sistem penyangga phospat
terdiri atas amonia (NH3) dan ion amonium
(NH4+). Ion amonium disintesa dari glutamin,
yang secara aktif ditransport ke dalam sel epitel
tubulus proksimal, cabang tebal asenden ansa
Henle, dan tubulus distal. Di dalam sel setiap
molekul glutamin akan dimetabolisme untuk
membentuk dua ion NH4+ dan dua ion HCO3. NH4+
kemudian disekresikan ke dalam lumen tubulus
melalui mekanisme transport imbangan sebagai
pertukaran dengan ion natrium, yang
direabsorbsi . HCO3- bergerak melawan membran
basolateral bersaam denagn ion natrium yang
direabsorbsi kedalam cairan interstisial dan
diambil oleh cairan peritubular. Jadi untuk tiap
molekul glutamin yang dimetabolisme di dalam Gambar 4. Produksi dan sekresi ion
tubulus proksimal, dua ion NH4+ disekresiakn NH4+ oleh sel tubulus proksimal serta
dalam urin dan dua ion HCO3 dihasilkan sebagai produksi dan sekresi HCO3 ke dalam
darah
4. Jelaskan faktor yang mempengaruhi
keseimbangan asam basa!
5. Bagaimana jika sistem buffer terganggu?
6. Jenis – jenis sistem buffer!
Buffer yang terdapat dalam darah :
1.Buffer bikarbonat
2.Buffer fosfat
3.Buffer protein dan buffer hemoglobin.
4.Buffer amonium
1. Buffer Bikarbonat dan karbonat
• Bekerja efektif sampai pH 7.4
• Sangat baik pada penambahan asam
• Jumlah paling besar dalam cairan tubuh
• Dihasilkan oleh ginjal
• HCO3- / H2CO3
2. Buffer Fosfat
•Bekerja efektif pada penambahan asam
•Kosentrasi relatif rendah
•Kurang berperan dalam plasma
•Ekskresi hidrogen dalam tubuli ginjal
•HPO42- / H2PO4
3. Buffer Protein

•Asam lemah : Asam glutamat, asam


aspartat
•Basa lemah : lysin, arginin, histidin
•Kurang berperan
•Terdapat pada sel-sel, darah dan plasma
Buffer hemoglobin

•Bentuk hemoglobin yang berperan


membentuk sistem bufer
a. Oksihemoglobin ( HHbO 2)
b. Deoksihemoglobin (HHb)
•Buffer protein yang paling penting
Buffer Amonium
* Setelah kelebihan asam, amonia (NH₃)
dihasilkan oleh sel tubulus ginjal dan
berikatan dengan hidrogen (H⁺) dalam
tubulus ginjal untuk membentuk amonium
(NH₄⁺).
7. Hormon apa sajakah yang berpengaruh dalam
keseimbangan asam basa?
HORMON YANG BERPERAN :

1. VASOPRESIN/ADH
2. ALDOSTERON
3. GLUKOKORTIKOID
MEKANISME KERJA ALDOSTERON PADA SEL
PRINSIPAL
MEKANISME KERJA VASOPRESIN PADA DUKTUS
KOLIGENTES
8. Jelaskan komponen kimia yang berperan dalam
keseimbangan asam dan basa!
1. PARU
Mekanisme paru dlm homeostasis pH
darah
A. Pd keadaan ASIDOSIS METABOLIK (pH drh )
H2CO3 dlm drh dpt dikurangi dg cara RR meningkat,
shg akan lbh banyak CO2 yg keluar mll paru.
Sebaliknya :
B. Pd keadaan ALKALOSIS METABOLIK (pH drh )
RR menurun , shg CO2 ditahan dlm paru dg akibat
pH drh menurun.
CO2

CO2
H2 O

H2CO3

RX. H+ HCO3
-

METABOLIK

Gambar: Kerja paru dalam mempertahankan pH darah, ekskresi CO 2


HUBUNGAN ANTARA PCO2 & pH DARAH
2. GINJAL
Regulator pH yg efektif
Bila ginjal gagal, homeostasis pH gagal
Mengatur sekresi dan reabsorpsi H+
Mengatur sekresi dan reabsorpsi HCO3-
Mekanisme pengaturan oleh ginjal yg lain:
a. Produksi amonia
b. Produksi bufer as.karbonat/bikarbonat
c. Bufer fosfat
a. AMONIA
 GINJAL: berfungsi sbg sumber utama
amonia urin

 Amonia (NH3) merupakan hasil deaminasi


as. amino GLUTAMIN

 Rx dikatalisis oleh: ENZ. GLUTAMINASE

 H+ hasil metabolisme berikatan dg amonia


membentuk ion amonium NH4+
H+ AMONIA
berikatan dg H++
setelah berada di
NH3 lumen tubulus distal,
ttp dpt juga saat
( AMONIA) masih berada di dlm
sel tubulus distal

NH4+ (ION AMONIUM)

URIN
3. SISTEM BUFER
(PENYANGGA)

 BUFER
suatu komponen yg berfungsi menarik
atau melepaskan H+ dr suatu larutan,
shg larutan memiliki pH stabil, ta.
pasangan :
as. lemah  sbg donor H+
& basa konjugatnya  menyerap H+
 MEKANISME :
menetralisir ke>an H+ , bersifat temporer
dan tdk melakukan proses eliminasi.
SISTEM BUFER YG
UTAMA DLM TUBUH

ADA 3 MACAM
1. Bufer ASAM KARBONAT –
BIKARBONAT (ECF )
2. Bufer FOSFAT (ICF & urin)
3. Bufer PROTEIN (ECF & ICF)
bufer Hb (eritrosit) , bufer
as. Amino & bufer protein plasma
Diatur oleh GINJAL (terutama) &
PARU
Keterbatasan:
- tdk dpt mencegah perubahan
pH di
cairan ekstraseluler ok pe  CO2
- hanya berfungsi bila sistem
pernapasan bekerja normal
- kemampuan menyelenggarakan
bufer
tergantung tersedianya HCO3-
1. Kerja BUFER FOSFAT (HPO4 2-)
Semua HCO3- diserap kembali dan H+ yg
disekresi + HPO4 2-  H2PO4- dg
akibat  keasaman urin dan  pH
urin
2. Sekresi amonia oleh GINJAL.

Dlm kead normal, setiap hr :


* 30-50 mEq H+ dibuang dg cara
bergabung dg amonia

* 10-30 mEq H+ sbg asam dititrasi oleh


bufer fosfat
HUBUNGAN ANTARA REABSORPSI BIKNAT &
KONSENTRASI BIKNAT DLM PLASMA
HCO3- yg direabsorpsi (mEq/dL)

4.0
 EAV,  PCO2 ,  K+,  Cl-
3.0

NORMAL, EAV, PCO2 , K+, Cl-


2.0
EAV,  PCO2 ,  K+ ,  Cl-
1.0

0
10 20 30 40 50

HCO3- plasma (mEq/L)


3.2 BUFER FOSFAT

* peran pd ci intrasel (ICF) dan urin


* oleh H2PO4= yg merupakan as lemah
* btk as. lemah dpt sbg: H2Po4- atau
HPO4=
Mekanisme:
semua HCO3- diserap kembali dan
H+ yg disekresi mengubah Na2HPO4
mjd NaH2PO4 dg akibat keasaman
urin  dan pH urin 
3.3 BUFER PROTEIN

(As amino, Protein plasma & Hb)


Peran pengaturan pH ci ekstrasel
(ECF)
& intrasel(ICF)

3.3.1. ASAM AMINO


Mekanisme bufer:

• Bl tjd pe  pH, -- COOH disosiasi mjd


as. lemah  sbg donor H+
• Bl tjd pe  pH, -- NH2 (gugus amino)
bertindak sbg basa lemah  akseptor
H+  NH3+ (ion
amino)
3.3.2. PROTEIN PLASMA

Mekanisme bufer plasma:

 Bila pH ECF  , sel akan memompa


H+ keluar ECF ke ICF dan akan di bufer
oleh protein ICF

 Bila pH ECF  , H+ akan dipompa dr


ICF ke ECF

 Perpindahan H+ akan digantikan oleh


K+
3.3.3. BUFER Hb
• Hb, selain berfungsi utk transpor O2 dari paru ke
jaringan perifer juga mempermudah transpor
CO2 dari jaringan perifer ke paru utk dikeluarkan

• Asam karbonat hasil metabolisme dg cpt


berdisosiasi mjd : H+ + HCO3-  utk mencegah
tjd nya  pH (keasaman ) sistem bufer Hb
menyerap kelebihan proton (H+)
9. Mengapa muntah dan diare dapat mengganggu
sistem buffer tubuh?
Diare
Merupakan penyebab asidosis metabolik yang
palig sering. Penyebab asidoosisi ini adalah
hilangnya sejumlah besar ion natrium bikarbonat
kedalam feses. Sekresigastrointestinal normal
mengandung sejumlah bikarbonat, dan diare
menyebabkan hilangnya HCOᶟˉ̄ ini dari tubuh,
yang memberi efek sama seperti hilangnya
sejumlah besar bikarbonatdalam urin. Bentuk
asidosis metabolik ini berlangsung berat dan dapat
menyebabkan kematian, terutama padaanak-anak.
Muntah
Memuntahkan isi lambung sendiri akan
menyebabkan hilangnya asam dan kecenderungan
ke arah alkalosis karena sekresi lambung sangat
bersifat asam. Akan tetapi memuntahkan
sejumlah besar isi dari bagian traktus
gastrointestinal bagian bawah, yang kadang
terjadi menyebabkan hilangnya bikarbonat dan
menimbulkan asidosis metabolik dalam cara yang
sama seperti diaremenimbulkan asidosis.
10. Jelaskan proses muntah dan diare!
Proses diare
1. Penyebab tersering diare adalah motilitas usus halus yang berlebihan, yang
disebabkan oleh iritasi lokal dinding usus oleh infeksi bakteri atau virus atau
stres emosional. Transit cepat isi usus halus tidak memungkinkan penyerapan
cairan secara adekuat.
2. Diare juga dapat terjadi ketika partikel-partikel osmotik aktif terdapat dalam
jumlah berlebihan, seperti yang terjadi pada defisiensi laktase, di lumen saluran
cerna. Partikel- partikel ini menyebabkan cairan masuk dan tertahan di lumen
sehingga fluiditas tinja meningkat.
3. Toksin bakteri Vibrio cliolera (penyebab kolera) dan mikroorganisme tertentu
lainnya mendarong sekresi cairan dalam jumlah berlebihan oleh mukosa usus
halus sehingga terjadi diare hebat. Diare yang terjadi sebagai respons terhadap
toksin agen infeksi adalah penyebab utama keniatian pada anak di negara-negara
yang sedang berkembang. Untungnya, tersedia terapi rehidrasi oral yang manjur
dan murah yang memanfaatkan pembawa simporter glukosa usus untuk
menyelamatkan jiwa jutaan anak tersebut. (Untuk perincian mengenai terapi
rehidrasi oral, lihat titur dalam kotak, Konsep, Tantangan, dan Kontroversi.)
P Inspirasi
Inspirasi
R
Penutupan
Penutupan
O glotis
glotis
S
Diafragma
Diafragma Kontraksi
Kontraksi
E berkontraksi
berkontraksi otot
otot perut
perut
S
Tekanan
Tekanan
intraabdomen
intraabdomen
M
U Isi
Isi lambung
lambung
N terdorong
terdorong oleh
oleh
T sfingter-sfingter
sfingter-sfingter
A
Esofagus
Esofagus
H melemas
melemas

Glotis
Glotis Uvula
Uvula
tertutup
tertutup terangkat
terangkat
PENYEBAB MUNTAH
Muntah dapat dipicu oleh sinyal aferen ke pusat muntah dari sejumlah reseptor di
seluruh tubuh. Kausa muntah mencakup yang berikut:
■ Stimulasi taktil (sentuh) di bagian belakang tenggorok, yang merupakan salah
satu rangsangan paling kuat. Sebagai contoh, memasukkan jari tangan ke belakang
tenggorokan atau bahkan keberadaan penekan lidah atau instrumen gigi di bagian
belakang mulut sudah cukup untuk merangsang sebagian orang tersedak atau
bahkan muntab.
■ Iritasi atau peregangan lambung dan duodenum.
■ Peringkatan tekanan intrakranium, misalnya yang disebabkan oleh perdarahan
otak. Karena itu, muntah setelah cedera kepala dianggap sebagai tanda buruk; hal
ini mengisyaratkan pembengkakan atau perdarahan di dalam rongga kranium.
■ Rotasi atau akselerasi kepala yang menyebabkan pusing hergoyang, misalnya
mabuk perjalanan.
■ Bahan kimia, termasuk obat atau bahan berbahaya yang memicu muntah (yaitu,
emetik) dengan bekerja pada bagian
atas saluran cerna atau dengan merangsang kemoreseptor di chemoreceptor trigger
zone khusus di sampirig pusat muntah di otak. Sebagai contoh, obat kemoterapi
yang digunakan untuk mengobati kanker sering menyebabkan muntah dengan
bekerja pada chernoreceptor trigger zane.
■ Muntah psikogenik akibat faktor emosi, termasuk yang menyertai pemandangan
atau bau yang memuaikan serta kecemasan, Seperti saat sebelum diperiksa.