Anda di halaman 1dari 15

PPG Fisika

LISTRIK STATIS
PPG Fisika

URUTAN

 Gejala listrik statik


 Teori atom
 Hukum Coulomb
 Medan Listrik
 Potensial Listrik
PPG Fisika

MUATAN LISTRIK (Q)

 Ada dua jenis muatan: muatan listrik positif dan muatan listrik negatif
 Muatan sejenis tolak-menolak dan muatan tak sejenis tarik-menarik
o Antara muatan positif dan muatan positif tolak-menolak
o Antara muatan negatif dan muatan negatif tolak-menolak
o Antara muatan positif dan muatan negatif tarik-menarik
PPG Fisika

 Benda terdiri atas atom/molekul gabungan beberapa atom)


o Atom terdiri atas sebuah inti yang dikelilingi beberapa elektron yang bermuatan
negatif
o Inti terdiri atas beberapa proton yang bermuatan positif dan beberapa neutron yang
netral
o Dalam keadaan normal, jumlah muatan positif dalam atom (muatan inti) sama
dengan jumlah muatan negatif dalam atom (jumlah muatan elektron). Dkl, dalam
keadaan normal, atom netral.
 Atom dapat kelebihan atau kekurangan salah satu jenis muatan
o Atom yang kelebihan muatan positif/kekurangan muatan negatif, disebut ion
positif
o Atom yang kelebihan muatan negatif/kekurangan muatan positif, disebut ion
negatif
PPG Fisika

JENIS BENDA/BAHAN

 Konduktor
Benda yang mempunyai pembawa muatan listrik yang “bebas bergerak”
 Isolator
Benda yang tidak mempunyai pembawa muatan listrik yang “bebas bergerak”
 Semi konduktor
Benda yang dapat berfungsi sebagai konduktor atau isolator tergantung keadaannya
PPG Fisika

PEMBAWA MUATAN LISTRIK


YANG “BEBAS BERGERAK”
Jenis muatan listrik yang
Pembawa Muatan Listrik
No dibawa
yang “Bebas Bergerak”

1. Elektron Negatif
2. Ion positif Positif
3. Ion negatif Negatif
PPG Fisika

MACAM KONDUKTOR
Macam Pembawa muatan Jenis muatan
No Konduktor listrik yang bebas listrik yang
bergerak dibawa
1.
1. Logam Elektron Negatif
2.
2. Larutan Ion positif dan Positif
2. elektrolit* Ion negatif Negatif
3. Gas bertekanan Elektron Negatif
3.
3.
3.
3. rendah atau Ion positif, dan/atau Positif
bersuhu tinggi
Ion negatif Negatif
*Larutan elektrolit: larutan basa, misalnya larutan garam (NaCl)
atau larutan asam, misalnya larutan asam sulfat(H2SO4)
PPG Fisika

SATUAN MUATAN

 Satuan muatan: coulomb, disingat C


 Muatan 1 elektron: 1,602 x 10-19 C
PPG Fisika

GAYA COULOMB
F12 r F21
Q1 (+) Q2 (+)
F12 r F21
Q1 (-) Q2 (-)
r
Besarnya gaya dalam hampa: Q1 (+) F12 F21 Q2 (-)
F12 = F21 = (1/4πεo)Q1Q2/r2 = k0 Q1Q2/r2
εo= 8,85 x 10-12 C2/Nm2 dan k0 = 9 x 109 Nm2/C2
Arahnya ditentukan berdasarkan tarik-menarik atau tolak
menolak.
Satuan: newton, disingkat N.
PPG Fisika

MEDAN LISTRIK

 Kita bayangkan suatu ruang.


 Jika ke dalam ruang tersebut kita tempatkan suatu muatan Q0, tentu muatan Q0 tersebut
tidak mengalami gaya listrik.

Qo

 Jika sebelum muatan Q0 ditempatkan ke dalam ruang tersebut, muatan Q telah


ditempatkan di dalamnya, muatan Q0 akan mengalami gaya listrik.
F
Q(+) Qo(+)
PPG Fisika

 Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa muatan Q mengubah


ruang di sekitarnya, dari bersifat tidak dapat membuat suatu muatan (Q0)
mengalami gaya listrik menjadi bersifat dapat membuat suatu muatan (Q0)
mengalami gaya listrik.

 Ruang yang dapat membuat suatu muatan yang ditempatkan di dalamnya mengalami
gaya listrik disebut medan listrik.
PPG Fisika

KUAT MEDAN LISTRIK


 Medan listrik diidentifikasi dengan kuat medan listrik (E).
 Kuat medan listrik adalah gaya setiap 1 C.
 Kuat medan listrik di titik berjarak r dari muatan titik Q yang menimbulkannya:
E =Fqo/Q0
r
Q(+) Qo(+)
E =Fqo/Q0

Q(-) r Qo(+)
 Besarnya: E = FQo/Q0 = (1/4πεo)Q/r2 = k0 Q/r2
 Arahnya sama dengan arah gaya yang dialami oleh muatan positif di titik tersebut.
 Satuan kuat medan listrik: N/C
PPG Fisika

GARIS GAYA LISTRIK

 Garis gaya listrik (garis medan listrik) adalah garis berarah yang garis singgung
dalam arahnya merupakan arah kuat medan listrik.

E + -
+ - E

+ + - -
PPG Fisika

POTENSIAL LISTRIK (V)

 Di dalam medan listrik, muatan mengalami gaya. Karena itu, untuk menggerakkannya diperlukan
usaha atau energi.
r2 dW = - F . ds = - F ds cos  = F dr
s
W = ∫ F dr = ∫ (k0 QQ0/r2 )dr = - k0 QQ0{(1/r2) - (1/r1)}
Q(+) r1 Qo(+) W = k0 QQ0{(1/r1) - (1/r2)}

 Besaran k0 QQ0(1/r) disebut energi potensial listrik (EP) dari Q0 di titik berjarak r dari Q.
 Satuan energi potensial: Nm atau joule, disingkat J
PPG Fisika

  Energi potensial listrik per C disebut potensial listrik (V).


 V = k0 Q(/r) adalah potensial listrik di titik berjarak r dari Q.
Satuan potensial listrik: J/C atau volt, disingkat V.

 Beda potensial listrik di antara dua titik dalam medan listrik


disebut tegangan listrik di antara kedua titik tersebut.
 VAB = k0 Q{(/rB) - (/rA) adalah tegangan di antara titik B
dan A di sekitar muatan Q.