Anda di halaman 1dari 31

Program Studi Teknik Sipil

Fakultas Teknik
Universitas Muslim Indonesia
2020

Laboratorium
Mekanika Tanah
A. Desri Wahyuni Hasrun
031 2018 0202
Pendahuluan
Mekanika Tanah adalah bagian dari
Geoteknik, yang merupakan salah
satu cabang dari ilmu Teknik Sipil,
dalam Bahasa Inggris, Mekanika
Tanah berarti Soil Mechanics atau
Soil Engineering.
Pendahuluan

Istilah mekanika tanah diberikan oleh Karl von Terzaghi pada tahun 1925,
dengan judul buku yang dipublikasi “Erdbau Mechanik Auf Boden
Physikasi Shear Grundlage”. Dan dikenal sebagai “Bapak Mekanika
Tanah”.

Mekanika Tanah Berdasar pada sifat-sifat dasar fisik tanah, yang membahas
prinsip-prinsip dasar dari ilmu mekanika tanah modern dan menjadi dasar
studi-studi lanjutan ilmu ini.
Pengertian Tanah
Tanah adalah himpunan material, bahan organik yang
melapuk, dan endapan-endapan yang relatif lepas
(loose), dimana diantara butiran terdapat ruang-ruang
kosong yang terisi oleh zat cair dan udara.
Tanah merupakan hasil dari pelapukan batuan.
Jenis Tanah
A Tanah Residu (Residual Soil)
Tanah yang terbentuk oleh
penumpukan produk pelapukan
batuan ditempat asalnya.
Jenis Tanah
B Tanah Sedimen (Transported Soil)
1. Tanah glacial
Terbentuk karena produk
pelapukan terangkut dan
terdeposisi oleh es atau oleh
gletser (sungai es).
Jenis Tanah
2. Tanah Aeolian
Terbentuk karena produk
pelapukan terangkut dan
terdeposisi oleh angin
Jenis Tanah
3. Tanah Aluvial
Terbentuk karena produk
pelapukan terangkut oleh air dan
terdeposisi sepanjang sungai.
Partikel Tanah
A Tanah Dapat disebut sebagai
B Pengelompokan Tanah
 Kerikil (gravel) G  Tanah berbutir Kasar :
 Pasir (sand) S Kerikil dan Pasir
 Lanau (silt) M  Tanah berbutir Halus :
 Lempung (clay) C Lanau dan Lempung

Tergantung pada ukuran partikel yang


dominan.
JENIS PENGUJIAN
• Sondir • Hydrometer Analysis
• Handboring • Unified Soil Classification System
• Water Content • Permability
• Unit Weight • One Dimensional Consolidation
• Specific Gravity • Unconfined Compression Strength
• Atterberg Limit Test • Direct Shear
• Grain Size Analysis • Compaction
1 Sondir
adalah suatu metode uji penekanan yang dilakukan untuk menganalisa daya dukung tanah
dan mengukur kedalaman lapisan tanah keras

Maksud dan Tujuan  Perlawanan Penetrasi Konus


adalah perlawanan tanah terhadap
Pengujian ini dimaksudkan untuk ujung konus (perlawanan dari
mengetahui perlawanan penetrasi bawah) dengan satuan gaya
konus dan perlawanan geser tanah. persatuan luas.
Serta untuk mengetahui kedalaman
lapisan tanah keras dan sifat daya  Perlawanan Geser Tanah
dukung maupun daya lekat setiap adalah perlawanan geser tanah
kedalaman. terhadap selubung bikonus
(perlawanan dari samping) dengan
satuan gaya persatuan Panjang
Sondir
Keuntungan Penggunaan Alat Sondir
• Baik untuk lapisan tanah lempung.
• Dapat dengan cepat menentukan
lapisan tanah keras.
• Dapat memperkirakan pernedaan
lapisan tanah.
• Mengetahui daya dukung tanah
dengan rumus empiris.
• Baik digunakan untuk menentukan
letak muka air tanah.
2 Handboring
Pengujian ini merupakan cara kerja membuat
lubang pada tanah dengan alat bor tangan
dengan ukuran tertentu, dan dengan tenaga
manusia.

Tujuan pengeboran ini adalah untuk


mendapatkan atau mendiskripsikan susunan
lapisan tanah dan kita dapat membedakan
istilah pasir, lempung, lanau. Dari
pengeboran ini dapat dilakukan pengambilan
tanah sebagai bahan untuk penelitian tanah
selanjutnya di laboratorium.

Dalam percobaan ini diambil contoh tanah


terganggu (disturbed sample) dan contoh
tanah tidak terganggu (undisturbed sample).
Handboring
Contoh Disturbed sample adalah contoh tanah yang diambil
tanpa ada usaha yang dilakukan untuk melindungi struktur asli
tanah tersebut.

Undisturbed sample adalah contoh tanah yang masih


menunjukkan sifat asli tanah. Contoh undisturbed ini secara
ideal tidak mengalami perubahan struktur, kadar air, dan
susunan kimia. Contoh tanah yang benar-benar asli tidak
mungkin diperoleh, tetapi untuk pelaksanaan yang baik maka
kerusakan contoh dapat dibatasi sekecil mungkin.
3 Water Content
Metode uji kadar air yang tedapat pada
tanah
Kadar air merupakan perbandingan antara
berat air yang terkandung dalam tanah
dengan berat butiran tanah kering yang
dinyatakan dalam persen (%)

Tujuan
Pengujian ini bertujuan untuk menetukan
nilai kadar air tanah yang dikandung oleh
contoh tanah atau agregat yang diambil dari
lapangan (hasil pengeboran).
4 Unit Weight
Berat Volume rasio antara berat dan volume total
contoh tanah, termasuk contoh berat volume pori
tanah yang ada di dalamnya, Berat Volume tanah
umumnya ditetapkan dengan menggunakan
metode ring sampel (core method) dan metode
lilin.

Metode ring sampel dilakukan pada contoh tanah


utuh didalam ring sampel, sedangkan metode lilin
dilakukan pada agregat atau bongkah tanah yang
telah dilapisi lilin, kedua metode tersebut memiliki
kelebihan dan kelemahan, metod epertama lebih
mewakili kondisi tanah yang sebenarnya namun
lebih rumit, sedangkan metode kedua lebih udah
dilakukan namun kurang mewakili kondisi tanah
yang diwakilinya
5 Specific Gravity
Berat jenis atau specific gravity biasanya didefinisikan sebagai
perbandingan antara berat bahan tersebut yang isinya sama, untuk
mengetahui besarnya berat jenis bahan dari butir” tanah. Masing-
masing zat tertentu memiliki nilai berat jensya masing masing begitu
pula dengan butiran butiran tanah yang mengandung suatu kadar
kwarts tinggi maka berat jenisnya sekitar 2,7.

Untuk memperoleh nilai berat jenis maka dibutuhkan alat khusus


yang disebut dengan picnometer. Keunggulan dari picnometer ini
adalah volumenya dapat diukur dengan tingkat ketelitian yang tinggi

Selain mencari kadar air dalam tanah, parameter yang di cari pada
tanah adalah berat jenis butir tanah. Berat jenis merupakan besaran
yang membandingkan berat butiran tanah terhadap volume yang
ditempatinya. Berat jenis tanah dengan cara membandingkan antara
berat butir tanah tersebut dengan berat air
6 Atterberg Limit Test
Atterberg limit dapat digunakan untuk
membedakan antara lanau dan lempung,

Atterberg limit test merupakan metode


pengetesan untuk mengetahui sifat konsistensi
tanah butir halus (lanau dan lempung) dengan
memberikan kadar air yang berbeda” pada
masing” sampel tanah halus, setiap partikel tanah
dilapisi oleh lapisan air yang tipis yang diserap oleh
partikel tanah.

Tujuan pengujian untuk mengetahui besarnya


kadar air di dalam contoh tanah pada saat fase
tanah berubah daric air menjadi plastis atau
sebaliknya.
7 Grain Size Analysis
Atau Analisa ayakan adalah metode yang dipakai untuk
menentukan penyebaran butiran tanah yang mempunyai
ukuran lebih besar dari 0.075 (ayakan no 200) berdasarkan
America society for testing and material. Sedangkan untuk
menentukan penyebaran butiran tanah yang mempunyai
ukuran lebih kecil dari 0.075 di pakai Analisa hydrometer.

Ada 2 macam cara untuk mentukan penyebaran butiran


tanah, yang pertama adalah cara kering (dry method) dan
yang kedua dengan cara basah (wet method)
pada metode kering yang dimana alat yang digunakan pada
saat praktek yaitu satu set ayakan beserta pan dan
penutup, alat penggetar, timbangan dan sikat bulu atau
baja
7 Hydrometer Analysis
Merupakan suatu percobaan yang digunakan pada tanah kohesif yaitu
proses penelitiannya tidak langsung dengan menggunakan prinsip
kecepatan turunnya butir butir tanah dalam media air. Sifat sifat tanah
tertentu banyak tergantung pada butirnya, maka dari itu pengukuran
besarnya butir tanah sering di lakukan di laboratorium.

Analisa ukuran butir berguna karena dapat membantu menentukan


sifat-sifat tanah seperti:
• Apakah suatu tanah tertentu cocok untuk dipakai pada proyek-
proyek konstruksi seperti bendungan, tanggul dan jalan
• Apakah suatu tanah tertentu dapat dikeringkan dengan mudah dan
dapat digunakan sebagai campuran aspal dan beton

Analisa hydrometer memberikan hasil bahwa presentase dari butiran


tanah yang lebih halus dari 0.002 mm dapat diestimasi. Secara umum
disepakati bahwa presentase butiran yang lebih halus dari 0.002 mm
adalah lempung
8 Unified Soil Classification System
Tanah merupakan bagian dari kerak bumi yang termasuk dari mineral dan bahan organic.
Tanah berperan penting bagi seluruh kehidupan di bumi. Struktur tanah yang berongga
merupakan tempat yang baik bagi akar untuk bernafas an bertumbuh.

Proses pembentukan tanah dimulai dari pelapukan sebuah batuan, baik pelapukan secara
fisik maupun pelapukan secara kimia. Karena proses ini batuan akan menjadi lunak dan
mengalami perubhan kompoisisnya. Batuan yang lapuk ini belum dapat dikatakan sebagai
tanah, melainkan sebagai bahan tanah karena masih menunjukkan struktur batuan induk.

Pada prinsipnya menurut metode ini, ada 2 pembagian jenis tanah yaitu tanah berbutir kasar
(krikil dan pasir) dan tanah berbutir halus (lanau dan lempung). Pengklasifikasi tanah dari
lokasi geografis ke dalam kategori dan hasil uji laboratorium yang ditentukan seperti
karakteristik ukuran butir, batas cair, dan indek plastisitas. Pemberian nama dan symbol
kelompok digunakan untuk menggambarkan tanah dalam evaluasi sifatnya.
9 Permability
Permabilitas adalah kemampuan media (dalam hal ini tanah) untuk
mengalirkan air melalui porinya. Masing-masing jenis tanah mempunyai
permabilitas yang berbeda tergantung dari besar dan bentuk butiran, angka
pori serta bentuk dan susunan porinya.

Menghitung permabilitas dan sifat rembesan tanah mendapat perhatian dari


ahli geoteknik karena berbagai alasan, meliputi :
• Kecepatan rembesan di dalam tanah. Hal ini menjadi faktor penting pada
perencanaan bangunan penahan air
• Rembesan air dalam tanah berpengaruh terhadap kemantapan.
Kemantapan yang dimaksud adalah kemantapan lereng, baik lereng alam
maupun lereng tanggul buatan
• Kecepatan pengangkutan bila terdapat bahan yang bersifat polusi yaitu
bahan kimia dalam rembesan air tanah.

Permabilitas mengacu kepada mudahnya air untuk dapat mengalir melalui


tanah.
10 One Dimensional Consolidation
Bila suatu lapisan tanah mengalami pembeban akibat beban di atasnya,
maka tanah di bawah beban yang bekerja tersebut akan mengalami kenaikan
tegangan, ekses dari kenaikan tegangan ini adalah terjadinya penurunan
elevasi tanah dasar.
Pada umumnya tanah di bidang gioteknik dibagi menjadi 2 jenis yaitu tanah
berbutir dan tanah kohesi
Pada tanah berbutir air pori dapat mengalir keluar struktur tanah dengan
mudah karena berbutir memiliki permabilitas yang tinggi sedangkan tanah
kohesi, air pori memerlukan waktu yang lama untuk mengalir keluar
Tes konsolidasi dilakukan untuk mendapatkan :
- Hubungan antara waktu dan presentase konsolidasi
- Perubahan rongga udara dari tanah akibat penambahan beban.
11 Unconfined Compression Strength
Tanah memiliki berbagai macam karakteristik. Dalam pembangunan
sipil sangat diperlukan untuk menganalisa karakteristik tanah.
Sehingga di perlukan berbagai macam uji tanah untuk mengetahui
parameter parameter yang akan menentukan karakteristik tanah
Salah satu uji tanah dilakukan adalah uji kuat tekan bebas pada
tanah lempung. Uji tekan ini dilakukan pada contoh tanah asli dan
tanah tidak asli, lalu diukur kemampuannya masing-masing terhadao
kuat tekan bebas. Ucs merupakan cara yang dilakukan di
laboratorium untuk menhitung kuat geser tanah. Uji kuat ini
mengukur sebrapa kuat tanah menerima kuat tekan yang diberikan
sampai tanah tersebut terpisah butiran”nya juga mengkur regangnya
tanah akibat tekanan.
Pada tanah kuat geser di perlukan untuk mementukan daya dukung
pondasi,bendungan dll.
12 Direct Shear
Adalah salah satu dari pengujian kekuatan yang suda lama
diterapkan. Di laboratorium peralatan direct shear akan
digunakan untuk menentukan kekuatan geser pada tanah yang
kurang kohesif.
Pada umumnya pengujian ini memerlukan minimal 3 benda uji
yang identic untuk melengkapi satu seri pengujian geser
langsung. Prosedur pembebanan vertical dan kecepatan regang
geser akibat pembebanan horizontal.
Pada percobaan geser dapat dilaksakan dengan menggunakan
3 cara antara lain :
 Consolidated drained tes
 Consolidated undrained test
 Unconsolidated undrained test
13 Compaction
Pemadatan adalah proses yang dilakakukan untuk merapatkan butiran tanah sehingga partikel tanah
saling berdekatan dan porii tanah menjadi kecil.
Pengertian pemadatan sering sekali di salah artikan dengan kosolidasi. Meskipun hasil akhir dari proses
pemadatan dan konsolidasi adalah pemampatan, namun keduanya memiliki perbedaan. Pemadatan
adalah proses pengurangan volume udara di dlam pori, sedangkan konsolidasi adalah proses
pengurangan volume air dalam pori tanah.
Tujuan pemadatan di lapangan adalah dengan memadatkan tanah pada keadaan optimum sehingga
tercapai yang paling padat, sedangkan apabila kadar airnya tinggi kepadatannya akan menurun karena
pori” tanah berisi dengan air. Jadi air berfungsi sebagai pelumas agara tanah tertentu disebut kadar air
optimum.
Kadar air optimum adalah kadar air yang menghsilkan kerapatan terbesar untuk usaha pemadatan.
Kompaksi yang dilakukan pada kadar air yang lebih tinggi atau basah dari kadar air optimum
menghasilkan struktur tanah lebih lemah,kurang menyerap, lebih lunak dan rentan terhadap
penyusutan dan kurang rentan terhadap pembengkakan
TERIMA KASIH